GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
MANAGER UNIT SPDN
JANANTO
tahunan (RAT) serta memimpin rapat pengurus. Dalam rapat anggota tahunan, ketua memimpin jalannya rapat atas nama pengurus dan memberikan laporan pertanggungjawaban kepada rapat anggota. Ketua memberikan keputusan terakhir dengan memperhatikan saran-saran dari anggota pengurus dan manajer. Selain itu, ketua bertugas mensahkan surat-surat yang menyangkut kegiatan organisasi ke luar maupun ke dalam.
3) Sekertaris
Selain bertugas untuk memelihara buku-buku dan arsip-arsip organisasi, mengkoordinir dalam menyusun laporan-laporan organisasi, serta merencanakan jadwal operasionil seperti penyuluhan terhadap anggota, pendidikan, latihan dan kegiatan sosial lain, sekertaris pun bertugas untuk membantu ketua dalam pembinaan personil dan kerjasama karyawan, serta mewakili bidang usaha, pengadaan solar dan penjualan di unit Kedai Pesisir apabila ketua sedang berhalangan.
4) Bendahara
Bendahara berkewajiban untuk mengatur dan mengendalikan/mengawasi keluar masuknya uang antara lain dengan melaksanakan anggaran pendapatan dan belanja koperasi, mencari dana dengan cara memupuk simpanan para anggota dan mencari sumber dana dari luar dengan syarat yang lunak dan tidak memberatkan. Selain itu, bendahara wajib untuk memelihara kekayaan koperasi dan mengatur pengeluaran uang agar tidak melampaui batas anggaran belanja yang telah ditetapkan. Tugas lain dari bendahara yaitu mempersiapkan data dan informasi mengenai keuangan dalam rangka penyusunan laporan-laporan serta bersama dengan manajer menandatangani semua bukti pengeluaran kas yang malampaui batas wewenang manajer dengan persetujuan ketua. Selain itu, membimbing dan mengawasi pekerjaan manajer dalam hal penyelanggaraan administrasi uang dan barang.
5) Manajer
Dalam KUD Mina Samudera, manajer terdiri dari manajer umum dan manajer unit usaha. Setiap unit usaha koperasi sehari-hari dikelola dan dipimpin oleh manajer unit usaha yang berada di bawah koordinasi dan pengendalian manajer umum. Para manajer unit usaha dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada dewan pengurus melalui manajer umum. Sedangkan manajer umum adalah orang yang bertanggung jawab terhadap jalannya usaha koperasi sehari-hari secara keseluruhan seperti perencanaan, pelasanaan usaha, dan administrasi keuangan, barang dan personil.
Kegiatan Usaha KUD Mina Samudera
Sesuai fungsinya untuk membantu mensejahterakan nelayan dan masyarakat pesisir, KUD Mina Samudera mengelola unit temapat pelelangan ikan diawal berdirinya koperasi. Namun seiring perkembangannya untuk menunjang kegiatan-kegiatan para nelayan dan masyarakat pesisir, KUD Mina Samudera menjalan beberapa unit usaha lainnya. Berikut ini merupakan penjelasan dari
masing-masing kegiatan dari masing-masing kegiatan usaha yang telah dijalankan KUD Mina Samudera.
Unit Simpan Pinjam (USP SWAMITRA)
Unit simpan pinjam ini melayani seluruh anggota aktif maupun bukan anggota. Berdiri dari awal berdirinya kembali KUD Mina Samudera ini tahun 2006. Dan unit ini melayani pembayaran rekening listrik, telepon dan air, pembayaran speedy, kartu pasca bayar, dan pembayaran OTO, FIF, WOM Finance. Pada tahun 2011 USP Swamitra menempatkan diri pada posisi 1 (satu) berdasarkan penilaian dari performance Swamitra, dari 89 Swamitra se- JABODETABEK. Untuk Tahun Buku 2012, USP Swamitra Mina Samudera, membukukan keuntungan sebesar Rp 845.455.162,- dari Keuntungan tersebut dipakai untuk bagi hasil sebesar Rp. 327.606.731,- Untuk Karyawan sebesar Rp. 117.237.978,-, Jadi Keuntungan bersih Tahun 2012 adalah sebesar Rp.415.567.450,-. Untuk lebih jelasnya perkembangan USP Swamitra dapat digambarkan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 11 : Perkembangan Keuangan USP Swamitra dari Tahun 2006-2012. Dalam (000.000)
Sumber : Data Internal KUD Mina Samudera
Unit Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN)
Unit SPDN ini telah dimulai dari tahun 2005, guna membantu para nelayan mendapatkan solar untuk melaut. Di resmikan oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Dirjen Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Pertamina. Perkembangan unit SPDN ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu banyaknya anggota nelayan yang masih membeli bahan bakar solar kepada pedagang pengecer, cuaca dan iklim yang tidak stabil sehingga banyak nelayan yang tidak melaut, adanya penambahan investasi (tangki apung/drum), belum tersedianya lahan yang strategis untuk pengembangan lokasi SPDN dan terbatasnya pasokan solar dari Pertamina.
Kegiatan unit usaha SPDN sampai saat ini masih berjalan lancar bahkan dapat melayani anggota/pelanggan lebih cepat karena adanya mesin cor/dispenser. Solar yang terjual melalui SPDN tahun 2012 ini adalah sebesar 1.152.036 liter dengan nominal Rp. 5.184.162.000,- dengan HPP 5.062.766.205 dengan biaya operasional Rp. 59.478.000,. Sehingga SHU bersih yang diterima Rp. 61.917.795. Adapun kendala-kendala yang dihadapi Unit SPDN antara lain :
a. Cuaca dan iklim yang tidak stabil, sehingga banyak nelayan yang tidak melaut. TAHUN 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 ASSET 1.083 1.667 2.170 3.742 4.632 7.274 8.963 SIMPANAN 407 759 1.642 2.706 3.414 4.357 5.523 PYD 560 1.156 1.610 2.731 3.685 6.150 8.478 SHU -24 98 244 426 606 768 860 BDR 2,5 2,5 2,5 1,5 2 2 1,5 MTT 0 0 0 0 0 2.000 1.500 SHU BERSIH -24 68 167 294 293 375 415
b. Belum tersedianya lahan yang strategis untuk pengembangan lokasi SPDN.
c. Terbatasnya DO dari Pertamina dan sangat sulit untuk meminta tambahan.
Untuk lebih jelasnya mengenai perkembangan unit SPDN dapat dilihat pada tabel berikut :
Unit Kedai Pesisir
Tahun 2012 Kedai pesisir membukukan SHU sebesar Rp. 34.613.530.- dengan Omzet pertahun sebesar Rp.737.385.491,- atau Omzet penjualan rata-rata perhari sebesar Rp. 3.582.000,-. Terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan terlalu banyaknya pesaing disekitar KUD Mina Samudera ditambah dengan kurang
nya kesadaran dan rasa memiliki dari anggota sehingga mereka lebih menikmati berbelanja di tempat lain dibanding di tempatnya sendiri.
Tabel 13. Perkembangan Kedai Pesisir Tahun 2008 - 2012
Tahun Penjualan/omzet SHU
2008 406.348.312 12.108.391
2009 431.120.513 25.730.330
2010 518.151.843 32.761.573
2011 517.517.947 15.950.505
2012 737.385.491 34.613.530
Sumber: Data Internal KUD Mina Samudera
Namun unit-unit usaha tersebut tidak dapat berjalan lancar. Sebelumnya KUD Mina Samudera memiiliki Unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI), namun setelah keluar PERDA baru yang memotong biaya operasional dari 1,4% menjadi 0,5% yang berarti memotong biaya keamanan, honor tenaga kerja, pembinaan pengawasan. Sehingga justru tidak dapat mensejahterakan anggota yang mengelola TPI. Sehingga dikembalikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan. Namun tidak dilepas kan begitu saja koperasi masih tetap membantu Dinas untuk mengelola namun semua biaya berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan.
Tabel 12 : Penjualan BBM Jenis Solar Pada SPDN KUD Mina Samudera Tahun 2005-2012
Tahun
Penjualan Rata-rata/bulan
Jumlah (Rp)
Jumlah (liter) Jumlah (Rp) Jumlah (Liter) 2005 1.868.474.850 1.132.409 115.706.235 94.367 2006 )* 2.246.185.288 1.344.000 481.600.000 112.000 2007 4.678.400.000 1.088.000 389.866.667 90.667 2008 5.840.000.000 1.152.000 432.000.000 96.000 2009 5.217.735.900 1.159.452 434.811.000 96.000 2010 5.248.926.000 1.166.428 437.410.500 97.202 2011 5.114.965.500 1.136.659 426.247.125 94.722 2012 5.184.162.000 1.152.036 432.013.500 96.003
Sumber : Data Penjualan KUD Mina Samudera
Keanggotaan KUD Mina Samudera
Seperti halnya beberapa tahun yang lalu, dalam rangka peningkatan kualitas anggota, azas selektif diterapkan dalam mempertimbangkan dan menerima anggota baru hal ini merupakan wujud nyata dalam melaksanakan keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) nomor : 004/TAP-RAT/MS/III/2002, bahwa anggota yang tidak aktif dan tidak loyal kepada KUD Mina Samudera akan tereliminir dari keanggotaan KUD Mina Samudera dengan sendirinya. Sehingga pada akhirnya diharapkan KUD Mina Samudera memiliki anggota yang benar-benar aktif dan produktif serta memiliki loyalitas yang tinggi dalam berpartisipasi di setiap unit usaha.
Dalam kesempatan ini perlu ditegaskan kembali bahwa Keanggotaan KUD Mina Samudera itu terdiri dari :
1. Anggota Pemilik
Anggota pemilik yaitu anggota yang telah tercatat dan telah memenuhi kewajibannya (Membayar Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib) serta berpartisipasi terhadap unit usaha yang dimiliki oleh KUD.
2 Anggota dilayani.
Anggota dlayani yaitu masyarakat yang mendapat pelayanan dari Unit Usaha KUD Mina Samudera diluar anggota aktif dan tidak memiliki hak suara. (Anggota Peminjam, penyimpan dan pelanggan listrik di Unit Swamitra, Anggota Belanja di SPDN dan Kedai Pesisir). Jumlah anggota KUD Mina Samudera per 31 Desember 2012 yang aktif sebanyak 309 Orang yang terdiri dari 14 Orang perempuan dan 295 Orang anggota laki-laki, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 14. Sebaran Anggota Aktif Per 31 Desember 2011-2012
No KATEGORI 2011 Jumlah 2012 Jumlah
Pria Wanita Pria Wanita
1 Nelayan 186 0 186 228 0 228
2 Bakul 55 10 65 46 5 51
3 Pengolah Ikan Asin 6 0 6 6 0 6
4 Pedagang Warung 7 4 11 7 4 11
5 Karyawan 9 2 11 8 5 13
JUMLAH 263 16 279 295 14 309
Sumber : Data Internal KUD Mina Samudera
Dari tabel tersebut dapat dilihat Sebaran anggota KUD Mina Samudera yang aktif, dilihat berdasarkan kelompok yang terdiri dari :
- Kelompok Nelayan - Kelompok Bakul
- Kelompok Pengolah Ikan Asin - Kelompok pedagang warungan
- Kelompok Pegawai (Karyawan)
Sedangkan untuk anggota yang dilayani oleh KUD Mina Samudera mencapai 5.500 Orang, yang terdiri dari pelanggan listrik dan nasabah di USP
Swamitra, pelanggan solar di unit Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) dan nelayan dan pedagang ikan (bakul) di Unit TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Cituis. 3. Pengelola
Dalam rangka menggerakan ketiga unit usaha KUD Mina Samudera, kini KUD memiliki 23 Orang Pegawai. Sebaran pengelola berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Tabel 10 pada halaman 36.
Sumberdaya Koperasi
KUD Mina Samudera memiliki berbagai sumberdaya yang dapat dimanfaatkan guna mendukung proses produksi dan berjalannya ketiga unit usaha sumberdaya yang dimiliki oleh KUD Mina Samudera meliputi sumberdaya fisik, sumberdaya manusia, dan sumberdaya keuangan.
1. Sumberdaya Fisik
Sumberdaya fisik merupakan faktor terpenting dalam mendukung kegiatan produksi perusahaan. Adapun sumberdaya fisik yang dimiliki oleh KUD Mina Samudera meliputi tanah, bangunan, serta peralatan produksi dan kantor. Tanah dan bangunan yang dimiliki dimanfaatkan dalam tiga unit usaha dan kantor dari KUD Mina Samudera sendiri. KUD Mina Samudera memiliki tiga bangunan yang berada saling bersebelahan antar unit usaha. Saat ini KUD Mina Samudera sedang proses perluasan bangunan dan penambahan bangunan yang nantinya akan digunakan untuk unit usaha USP SWAMITRA yang berada tidak jauh dari unit usaha lainnya. Dikarenakan bangunan saat ini sudah tidak nyaman untuk menampung segala aktivitas kegiatan di usaha.
2. Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menunjang kegiatan usaha KUD Mina Samudera. Hal ini disebabkan sumberdaya manusia masih memegang peranan yang sangat dominan dalam setiap aspek kegiatan perusahaan mulai dari kegiatan produksi sampai dengan pemasaran. Setiap proses kegiatan perusahaan tidak terlepas dari peran serta dan campur tangan tenaga manusia. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa maju mundurnya sebuah organisasi atau perusahaan sangat tergantung pada kemampuan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Sumberdaya yang dapat diandalkan adalah sumberdaya yang produktif dan mampu menjalankan setiap tugas dan tanggung jawabnya. Saat ini sumberdaya manusia yang dimiliki oleh KUD Mina Samudera berjumlah 27 orang, yang terdiri dari satu orang Ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, satu orang manajer umum serta dua puluh dua orang tenaga kerja.
3. Sumberdaya Keuangan
Sumberdaya keuangan merupakan faktor yang memiliki peranan penting dalam mendukung jalannya kegiatan bisnis perusahaan. Sumberdaya ini merupakan bahan pertimbangan perusahaan dalam menyusun perencanaan produksi terkait besarnya jumlah alokasi biaya yang diperlukan untuk kegiatan
operasional perusahaan. Penggunaan sumberdaya keuangan oleh perusahaan harus dapat dikendalikan agar kegiatan bisnis perusahan dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan perencanaan yang telah disusun. Modal awal yang ditanamkan dalam membangun kembali koperasi adalah dari dana iuran delapan orang anggota sebesar Rp 5000 pada tahun 1998. Pada tahun 2005, KUD Mina Samudera mendapatkan bantuan berupa pembuatan kantor, tempat pelelangan ikan dan sebidang tanah untuk mengembangkan kearah simpan pinjam, penyediaan bahan bakar dan kedai pesisir. Sistem pencatatan keuangan dilakukan secara berkala pada saat awal berdirinya usaha. Pengelolaan keuangan dilakukan sendiri oleh pemimpin koperasi dan dibantu oleh satu orang karyawan yang hanya bertugas untuk mencatat tetapi tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengeluaran tanpa seijin pimpinan.
Operasional Kegiatan
Proses dalam unit USP SWAMITRA bekerjasama dengan Bank Bukopin. Sehingga segala sistem kerja pada USP SWAMITRA berjalan sesuai peraturan Bank Bukopin dibantu oleh karyawan dari koperasi. Dalam unit kedai pesisir dan unit SPDN, dijalankan oleh seorang karyawan yang berperan sebagai kasir dan pencatatan stok barang sembako. Sedangkan dalam operasional SPDN dibantu oleh beberapa operator dispenser solar dan pembayarannya dilakukan dikasir yang sama dengan kedai pesisir. Untuk stok solar dan stok sembako dilakukan oleh manajer, sekretaris koperasi dan dibantu oleh bendahara koperasi. Hasil transaksi disetiap unit akan di akumulasi dalam SHU (Sisa Hasil Usaha) dan hasilnya akan dibagikan kepada para anggota koperasi.