2.4 Kinerja Karyawan
2.4.4 Manfaat Kinerja Karyawan bagi Organisai dan Individu
Menurut Fahmi (2013) berpendapat bahwa manfaat kinerja bagi organisasi dan individu yaitu sebagai berikut:
a. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien.
b. Membantu dalam pengambilan keputusan organisasi.
c. Menganalisis apa yang dibutuhkan oleh karyawan seperti pelatihan, dan pengembangan karyawan.
d. Menyediakan umpan balik bagi karyawan atas pekerjaan yang telah dikerjakannya.
e. Menyediakan dasar bagi distribusi penghargaan seperti kompensasi
Sedangkah menurut Ratnasari (2019) yang berpendapat bahwa terdapat manfaat penilaian kinerja bagi individu dan organisasi yaitu:
a. Sebagai evaluasi bagi individu dalam perbaikan prestasi kerja.
b. Penyesuaian pemberian kompensasi yang diberikan organisasi terhadap individu.
c. Sebagai pengambilan keputusan organisasi untuk promosi, mutasi, dan demosi (penurunan jabatan) atas prestasi kinerja karyawan.
d. Mengetahui pelatihan dan kebutuhan apa yang masih diperlukan karyawan e. Sebagai perencanaan dan pengembangan karir.
f. Penempatan kerja yang adil oleh organisasi atas penilaian prestasi kerja karyawan tanpa diskriminasi.
34 2.5 Penelitian Terdahulu.
TABEL 2.1 SKRIPSI TERDAHULU
No Penelitian/Judul Tujuan Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
1 Fauzi Hadiyanto, karyawan di PT. Dana Pensiun Telkom analisis regresi linier berganda dan Pura II Cabang Husein Sastranegara Bandung
35 Generasi-Y (Studi kasus pada PT. Telekomunikasi
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kepuasan kerja, tingkat kinerja karyawan dan
36
5 Almaida Agustyna , Arif Partono karyawan di PT Great Citra Lestari
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif.
Peneliti menggunakan uji asumsi klasik dan uji regresi linier
37 TABEL 2.2 JURNAL NASIONAL
No Peneliti/Judul Tujuan Penelitian Metode Penlitian Hasil Penelitian Persaman Perbedaan 1 Fuad Maulana kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja
38
4 Rizki Novriyanti Zahara, Hajan
39
40 TABEL 2.3
JURNAL INTERNASIONAL
No Peneliti/Judul Tujuan Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan 1 Munawaroh, Suharto,
Iwan Kurniawan At Pt. Bamboo Tirta Engineering
To find out and analyze the influence of motivation and job satisfaction on Ridwan, Titi Laras (2020)
The Effect of Ability, Motivation,
This study aims to examine the effect of ability, motivation,
41
3 Mauly Sihombing (2020)
The objective of the study is to analyze some variables that
4 Suprapti, Jannah Puji Astuti, Noor Sa'adah, Salis Diah
Rahmawati, Rulyta Yuli Astuti, Yuli Sudargini (2020)
The Effect of Work Motivation, Work
The pupose of this study is to analyze the effect of work
The method used in this research is e is a significant effect of work
42 2.6 Kerangka Pemikiran
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori yang dijabarkan oleh . Luthans memaparkan dalam Indrasari (2017:46-47) bahwa kepuasan kerja terdiri dari enam dimensi diantaranya:
a. Gaji
Berkaitan dengan kompensasi yang diterima oleh pekerja karena telah menjalankan tanggung jawabnya di dalam organisasi. Uang yang diperoleh karyawan pada setiap periode waktu tertentu misalnya setiap bulan, digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan untuk kebutuhan yang lebih tinggi. Oleh karena itu gaji yang diterima oleh pegawai harus memenuhi kebutuhan nominal, bersifat mengikat, memicu semangat, adil buat seluruh pegawai, dan bersifat dinamis.
b. Pekerjaan itu sendiri
Pekerjaan yang diterima individu atau pegawai memberi kesesuaian dengan jenis pekerjaan dan kemampuan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan sesuai dengan jenis pekerjaan individu. Dalam penelitian ini, menentukan bahwa karakteristik pekerjaan dan kompleksitas pekerjaan memediasi hubungan antara kepribadian dan kepuasan kerja, dan jika persyaratan kreatif pekerjaan karyawan terpenuhi, maka mereka cenderung terpenuhi. Sehingga dapat diukur melalui kesesuaian terhadap jenis dan kemampuan pekerjaan yang diberikan, beban pekerjaan, dan kesesuaian pekerjaan dnegan keinginan dari setiap individu.
c. Promosi
Merupakan suatu proses pemindahan dari suatu jabatan ke posisi jabatan lainnya yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi. Proses promosi memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap kepuasan kerja pegawai. Promosi diikuti tugas, tanggung jawab, dan wewenang baru yang lebih tinggi.
5 Anggreany Hustia, Omar Hendro, Teja
This study aims to determine the
The method used in this research is
43 d. Kelompok kerja
Rekan kerja yang yang solid dan mampu berkolaborasi dalam melakukan tugas akan memberikan kepuasan bagi pegawai di suatu organisasi. Jika semua pegawai mendapatkan rekan kerja yang seperti ini akan membuat pekerjaan cepat terselesaikan dan mengakibatkan kepuasan kerja bagi pegawai.
e. Pengawasan
Suatu gaya yang ditampilkan oleh atasan dalam menjalankan pengawasan seperti memberikan perhatian dan partisipasi pegawai. Pengawasan yang memberikan perhatian terhadap kepentingan pegawai dan mengajak pegawai berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terhadap pekerjaan pegawai sendiri akan sulit dilupakan pegawai.
f. Kelompok Kerja
Organisasi menempatkan pegaiwanya sesuai dengan kelompok kerja masing-masing. Kelompok kerja yang kondusif akan memberikan kenyamanan bagi pegawai dalam menjalankan tugas dan akan berdampak pada kepuasan kerja.
Sedangkan untuk disiplin kerja peneliti menggunakan teori dari Mangkunegara (2015:326) dalam penelitiannya menggunakan 4 indikator antara lain:
a. Ketaatan pada aturan waktu atau (Frequency of attendance) Ketaatan pada aturan waktu dapat dilihat dari jam masuk kerja, jam pulang dan jam istirahat yang tepat waktu, sesuai dengan aturan yang berlaku di perusahaan. Aturan waktu yang telah di tetapkan perusahaan sebagai kewajiban karyawan kapan harus masuk kerja, waktu penyelesaian tugas kerja, waktu istirahat dan waktu pulang kerja. Pentingnya aturan waktu adalah agar setiap kegiatan yang dilakukan karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
b. Ketaatan pada SOP perusahaan atau (Obedience At Work Standard) Ketaatan pada SOP (Standar Operasional Perusahaan) perusahaan di tunjukan dengan ketaatan mematuhi standar cara-cara melakukan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan jabatan, tugas, dan tanggung jawab serta cara berhubungan dengan unit kerja lain. Tujuan SOP adalah untuk memastikan setiap aktivitas karyawan dan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus.
c. Ketaatan pada regulasi perusahaan atau (Obedience In Regulation) Ketaatan pada regulasi perusahaan di tunjukan dengan kepatuhan terhadap
kewajiban-44
kewajiban, tata tertib, serta larangan-larangan yang ditetapkan perusahaan. Pentingnya regulasi perusahaan bertujuan untuk menjamin keseimbangan antara hak dan kewajiban karyawan terhadap perusahaan.
d. Ketaatan pada etika kerja atau (Work ethics) Ketaatan pada etika kerja di tunjukan dengan kepatuhan mengikuti standar etika yang ditetapkan perusahaan yang meliputi cara berpakaian, sikap maupun ucapan. Etika kerja adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dalam perusahaan.
Lalu untuk kinerja karyawan peneliti menggunakan teori dari Mangkunegara dalam Nugraha (2017:49), yaitu:
a. Kualitas kerja
Berikut indikator kualitas kerja diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu:
1). Kecepatan 2). Kemampuan b. Kuantias kerja
Berikut indikator Kuantitas Kerja diukur dengan menggunakan tiga indikator, yaitu:
1). Kerapihan 2). Ketelitian 3). Hasil kerja c. Tanggung jawab
Berikut indikator Tanggung Jawab diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu:
1). Hasil kerja
2). Mengambil keputusan d. Kerja sama
Berikut indikator kerja sama diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu : 1). Jalinan kerja sama
2). Kekompakkan
Berdasarkan pemaparan yang telah dijelaskan diatas, peneliti memilih menggunakan teori kepuasan kerja yang dikemukakan oleh Sutrisno dalam arda, teori disiplin kerja oleh Mangkunegara, dan kinerja karyawan oleh Bernadis dalam Sudarmanto dikarenakan teori tersebut mendekati pada keadaan objek penelitian.
45
Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran
Maka penulis membuat kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut :
Sumber : Data Olahan Penulis, 2021 Keterangan :
: Simultan : Parsial Kepuasan Kerja(X2)
1. Gaji
2. Pekerjaan itu sendiri 3. Promosi
4. Rekan kerja 5. Pengawasan 6. Kelompok kerja
Sumber : Luthans dalam Indrasari (2017:46)
Disiplin Kerja(X1) 1. Ketaatan pada aturan
waktu
2. Ketaatan pada SOP 3. Ketaatan pada regulasi 4. Ketaatan pada etika kerja
Sumber: Mangkunegara (2015)
Kinerja Karyawan(Y)
1. Kualitas 2. Kuantitas
3. Tanggung jawab 4. Kerja sama
Sumber: Mangkunegara dalam Nugraha (2017:49)
46 2.7 Hipotesis Penelitian
Menurut Sudaryono (2017:352) hipotesis merupakan jawaban terhadap rumusan masalah atau submasalah yang diajukan oleh peneliti, yang dijabarkan dari landasan atau kajian teori dan masih harus diuji kebenarannya. Berdasarkan kerangka pemikiran diatas yang telah dibuat oleh penulis maka dari itu hipotesis yang dibuktikan kebenarannya adalah sebagai berikut :
a. Hipotesis 1 : Disiplin kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Direktorat Metrologi Bandung
b. Hipotesis 2 : Kepuasan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Direktorat Metrologi Bandung
c. Hipotesis 3 : Disiplin kerja dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Direktorat Metrologi Bandung 2.8 Ruang Lingkup Penelitian
2.8.1 Variabel dan Dimensi
Dalam menjaga ruang lingkup penelitian ini agar stabil, tetap fokus, dan menjaga konsistensi yang bertujuan untuk menyamakan tujuan penelitian dan juga rumusan masalah, maka dari itu peneliti memberikan batasan ruang lingkup penelitian. Berikut ini adalah ruang lingkup yang ditetapkan oleh peneliti :
a. Variabel bebas (independent variable) : Disiplin kerja (X1) yang meliputi ketaatan pada aturan waktu, ketaatan pada SOP perusahaan, ketaatan pada regulasi perusahaan, ketaatan pada etika kerja. Kepuasan kerja (X2) yang meliputi gaji, pekerjaan itu sendiri, promosi, rekan kerja, pengawasan kelompok kerja
b. Variabel terikat (dependent variable) : Kinerja karyawan (Y) yang meliputi kualitas, kuantitas, tanggung jawab, kerja sama
2.8.2 Lokasi dan Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kantor Direktorat Metrologi Bandung. Yang berlokasi dijalan Pasteur No.27, RT.02, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung Jawa Barat 40171
47 BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif kausal dengan teknik kuantitatif. Menurut Sugiyono (2016:55), penelitian asosiatif kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala. Hubungan kausal merupakan hubungan yang sifatnya sebab-akibat, salah satu variabel (independen) mempengaruhi variabel yang lain (dependen). Penelitian asosiatif menggunakan teknik analisis kuantitatif atau statistik. Menurut Sugiyono (2017:8) bahwa pendekatan kuantitatif adalah teknik penelitian yang menggunakan asas positivisme. Penelitian ini menggunakan populasi tertentu dan memilah sampel dari populasi tersebut, lalu mengumpulkan data melalui instrumen penelitian. Pendekatan kuantitatif bersifat statistik yang artinya ditujukan untuk menguji hipotesis atau jawaban dugaan. Menurut Sugiyono (2017:19) pendekatan deskriptif bermaksud untuk menjabarkan masalah atau kejadian dan nilai antar variabel secara mandiri, sedangkan menurut Sugiyono (2017:20) penelitian kausal merupakan penlitian yang bertujuan untuk menjabarkan dan menjelaskan serta menguji dugaan sementara antar hubungan tiap variabel.
Berdasarkan tujuan penelitian, penelitian ini bersifat deskriptif. Menurut Sugiyono (2011:21), Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Sesuai dengan tujuan penulis meneliti ini untuk memahami pengaruh disiplin kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Direktorat Metrologi Bandung. Terdapat dua variabel independen pada penelitian ini yaitu disiplin kerja dan kepuasan kerja serta terdapat satu variabel terikat yaitu kinerja karyawan.
3.2 Variabel Operasional dan Skala Pengukuran
3.2.1 Variabel Operasional
Menurut Sugiyono (2017:39), variabel penelitian adalah suatu hal yag berbentuk apa saja, yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
48
tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel operasional adalah suatu variabel penelitian yang dimaksudkan untuk memahami dalam arti setiap variabel penelitian sebelum melakukan analisis, menentukan instrument, serta mengetahui sumber pengukuran Sugiyono (2017).
Dinamakan variabel karena ada variasinya sehingga dapat dirumuskan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. Objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini terdapat 2 (dua) variabel.
Yaitu variabel independen dan variabel dependen. Menurut Sugiyono (2017:39), macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:
a. Variabel Independen atau Bebas: variabel ini memiliki symbol huruf (𝑥), sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas merupakan variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel independen atau variabel bebas (variabel 𝑥1 dan 𝑥2), yaitu disiplin kerja sebagai 𝑥1 dan kepuasan kerja sebagai 𝑥2.
b. Variabel Dependen atau Terikat: variabel ini sering disebut juga sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini, yang termasuk dalam variabel dependen atau terikat adalah kinerja karyawan 𝑦.
3.2.2 Skala Pengukuran
Sugiyono (2018:151) menjelaskan bahwa skala pengukuran adalah suatu kesepakatan yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval pada suatu alat ukur, sehingga alat ukur tersebut akan menghasilkan data kuantitatif pada saat pengukuran. Pada penelitian ini skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Menurut Sugiyono (2017:92) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dan dalam penelitian, fenomena sosial telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan menggunakan skala likert. Maka variabel yang akan diukur dan dijabarkan menjadi
49
indikator variabel. Selanjutnya indikator tersebut akan dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Kemudian jawaban setiap instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai dengan sangat negatif (Sugiyono 2018:153) Berikut ini adalah penilaian skor dapat dilihat sebagai berikut:
Jawaban Item Instrumen Skor Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Cukup Setuju (CS) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Tabel 3. 1 Skala Likert
Sumber : Data Olahan Penulis, 2021
3.3 Tahapan Penelitian
Dalam melakukan penelitian yang telah disusun oleh penulis menggunakan beberapa tahapan penelitian dengan tujuan untuk mempermudah proses perolehan data dan analisis data. Berikut ini adalah tahapan penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:
Sumber: Sugiyono (2017:30) Gambar 3. 1 Tahapan Penelitian
50 3.4 Populasi dan Sampel
3.4.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2017:80) populasi adalah dimana wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti serta dipelajari dan dijadikan kesimpulan. Sedangkan menurut Silaen (2018:87), populasi adalah keseluruhan dari objek atau individu yang memiliki karakteristik (sifat-sifat) tertentu yang akan diteliti. Populasi pada penelitian ini meliputi karyawan pada kantor Direktorat Metrologi Bandung yang berjumlah 50 Karyawan
3.4.2 Sampel
Menurut Sugiyono (2019:127) Sampel adalah suatu bagian diambil dari keseluruhan objek penelitian dan dianggap mewakili seluruh populasi. Jumlah anggota biasanya dinyatakan dengan ukuran sampel dan jumlah anggota populasi itu sendiri adalah jumlah sampel yang diharapkan 100% mewakili populasi. Selain itu, pengambilan sampel juga diharapkan dapat mewakili populasi saat ini. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Teknik random sampling dengan menggunakan rumus Slovin. Berikut adalah teknik menentukan sampel menggunakan Rumus Slovin:
𝑛 = 𝑁
1 + 𝑁𝑒2 Keterangan :
n = Ukuran Sampel N = Populasi
e = Persentase kelonggaran ketidakterikatan karena kesalahan pengambilan sampel yang masih diinginkan.
𝑛 = 92
1 + 92.0,052 = 74,79 𝑛 = 75
51 3.5 Teknik Pengumpulan Data
Dalam mendukung penelitian ini, penulis menggunakan data primer yang diperoleh dengan menyebar kuisoner dan data sekunder diperoleh dengan mengakses website resmi Direktorat Metrologi Bandung
3.5.1 Data primer
Menurut Sugiyono (2017:137), data primer adalah sumber data yang memberikan langsung kepada pengumpul data. Pada teknik pengumpulan data ini, proses pengumpulan data dapat dikumpulkan oleh penulis penelitian itu sendiri dimana data ini adalah data yang riil yang diberikan oleh organisasi yang tidak pernah dikumpulkan sebelumnya, baik pada periode waktu tertentu ataupun dengan cara tertentu.
Penulis menggunakan data primer dengan menyebarkan kuisoner, melakukan diskusi bersama salah satu staff terkait yang bertanggung jawab di Direktorat Metrologi, dan melakukan observasi langsung ke kantor Direktorat Metrologi Bandung
3.5.2 Data Sekunder
Menurut Sugiyono (2017:137), data sekunder adalah sumber data yang tidak memberikan data langsung kepada pengumpul data, dimana penulis memperoleh data tersebut dari sumber kedua atau perantara orang lain. Data tersebut pada umumnya merupakan data yang sudah tersedia secara fisik baik data internal maupun data eksternal yang biasanya dapat diakses melalui website resmi instansi Direktorat Metrologi.
3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas
3.6.1 Uji Validitas
Menurut Arikunto (2016:167), validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrument yang bersangkutan mampu mengukur apa yang akan diukur.
Sedangkan menurut Silalahi (2017:473), satu instrumen dapat dikatakan tepat jika instrumen pengukur tersebut dengan tepat tertuju pada sasaran penelitian.
Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan menggunakan statistik uji korelasi pearson product moment dengan bantuan software SPSS, dengan uji korelasi pearson product moment setiap item diuji korelasinya dengan skor total variabel Silalahi
52
(2017:478). Dalam mencari nilai korelasi, maka penulis menggunakan rumus pearson product moment Siregar (2016:164), dengan rumus sebagai berikut:
Rumus:
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi r pearson N = Jumlah data
X = Variabel bebas (variabel independen)/skor total responden Y = Variabel terikat (variabel dependen)/skor total pertanyaan
Dalam melakukan uji validitas pada penelitian ini, penulis menggunakan data yang diolah dengan bantuan software SPSS versi 24.0 dengan tingkat kepercayaan 5%
(α = 0.05) sehingga diperoleh angka korelasi tabel (r tabel) sebesar 0,361.
Menurut Sugiyono (2017:178), suatu kuesioner dikatakan valid jika koefisien person product moment hitung lebih besar daripada nilai koefisien korelasi person product moment tabel yaitu 0,361, artinya r dikatakan valid, jika > 0,361.
3.6.2 Uji Reliabilitas
Menurut Sugiyono (2017:130), uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Sedangkan menurut Ghozali (2018:47), uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel. Kuesioner dapat dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan tetap konsisten.
Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan alat bantu SPSS uji statistic Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60.
Menurut Arikunto (2016: 148), “Angket dinyatakan reliabel jika dapat dipercaya, konsisten, dan bila digunakan untuk mengukur subyek yang sama memberikan hasil tidak jauh berbeda”. Adapun rumus Alpha Cronbach adalah sebagai berikut:
53 Rumus:
Keterangan:
∝ = Cronbach’s coefficient alpha k = Jumlah item pertanyaan yang diuji
∑σ²xL = Total dari varian masing-masing pecahan σ²x = Varian dari total skor
Jika nilai α ≥ atau rtabel maka instrument penelitian dikatakan reliabel Jika nilai α ≤ atau rtabel maka instrument penelitian dikatan tidak reliabel 3.7 Teknik Analisis Data
3.7.1 Analisis Data Deskriptif
Menurut Sugiyono (2017:147), statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Yang termasuk kedalam statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean (pengukuran tendensi sentral), perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, perhitungan persentase.
3.7.2 Uji Asumsi Klasik
Pengukuran uji asumsi klasik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolienaritas, dan uji heterokedastisitas.
a. Uji Normalitas
Menurut Ghozali (2018), uji normalitas mempunyai tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Seperti diketahui bahwa uji t dan f mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.
54 b. Uji Multikolinearitas
Menurut Ghozali (2018), uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regregi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel-variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas independent sama dengan nol.
c. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2018), uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
3.7.3 Analisis Regresi Linier Berganda
Indrawati (2015:188) menyatakan bahwa analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2, X3, X4, …, Xn) terhadap variabel dependen (Y) secara serentak atau bersamaan. Koefisien ini menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara variabel independen (X1, X2, X3, X4,
…, Xn) terhadap variabel dependen (Y) secara serentak atau bersamaan. Nilai R yang dihasilkan berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat. Pada penelitian ini dilakukan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel kepuasan kerja (X1), disiplin kerja (X2), dan kinerja karyawan (Y)
Tidak ada korelasi <0,20 Korelasi rendah 0,20 - <0,40 Korelasi sedang 0,40 - <0,70 Korelasi tinggi 0,70 - <0,90 Korelasi sangat tinggi 0,90 - <1.00 Korelasi sempurna 1.00
Tabel 3. 2 Kriteria Korelasi Sumber: Indrawati (2015:188)
55 3.7.4 Uji Hipotesis Parsial (Uji t)
Menurut Silalahi, (2018:298) pengujian hipotesis dengan uji t dilakukan untuk menguji signifikansi variabel independen secara individual (apakah variabel independen mempengaruhi variabel dependen). Uji t ini pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh secara terpisah atau parsial dari masing-masing variabel bebas Disiplin kerja (X1) dan Kepuasan kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y).
3.7.5 Uji Hipotesis Simultan (Uji f)
Menurut Silalahi, (2018:298) pengujian hipotesis dengan Uji F dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen atau merupakan uji signifikansi model regresi. Kegunaan dari uji F ini adalah untuk menguji apakah variabel Kepuasan Kerja (X1) Disiplin Kerja (X2) secara simultan atau bersama – sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y)
3.7.6 Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi menurut Silalahi, (2018:300) digunakan untuk mengukur seberapa baik garis regresi sesuai dengan data aktualnya (goodness of fit). Riduwan
Koefisien determinasi menurut Silalahi, (2018:300) digunakan untuk mengukur seberapa baik garis regresi sesuai dengan data aktualnya (goodness of fit). Riduwan