1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
1.1.1 Profil Perusahaan
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian1.1.1 Profil Perusahaan
Direktorat Metrologi adalah institusi yang menangani kegiatan Metrologi Legal di bawah Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perdagangan.
Kegiatan Metrologi Legal di Indonesia secara resmi dimulai sejak 1923 yaitu mulai diberlakukannya lagi Ordonansi Tera 1923, yang kemudian setelah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir adalah Undang-Undang RI no.2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Secara garis besar tugas pokok dan fungsi Direktorat Metrologi dan unit-unit metrologi di daerah adalah mengelola standar satuan ukuran, melaksanakan tera dan tera-ulang alat ukur takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP), melakukan pengawasan UTTP dan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) serta penyuluhan kemetrologian.
Indonesia menjadi anggota Organization Internationale de Metrologie Legale (OIML) sejak September 1960 dan menjadi anggota Asia Pacific Legal Metrology Forum (APLMF) sejak pembentukannya pada tahun 1994. Direktorat Metrologi merupakan salah satu pelaku pembangunan perdagangan yang berperan penting dalam melindungi kepentingan umum/masyarakat dalam hal jaminan kebenaran hasil pengukuran Mengharmonisasikan penyelenggaraan kegiatan metrologi legal, Meningkatkan jaminan hasil pengukuran, Mengoptimalkan penyelenggaraan pengawasan UTTP, Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT), dan penggunaan Sistem Satuan Internasional (SI) Mengoptimalkan peranan Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional, UPT, dan UPTD dalam rangka meningkatkan pelayanan tera dan tera ulang UTTP.
Meningkatkan profesionalisme SDM Metrologi Legal untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima dan good governance Tujuan pembangunan metrologi legal periode 2010 – 2014 Peningkatan perlindungan terhadap konsumen dalam hal kebenaran hasil pengukuran dan pemberian kepastian hukum Sasaran pembangunan Metrologi Legal periode 2010 – 2014 meningkatnya pelayanan dan pengawasan di bidang Metrologi Legal.
2 1.2 VISI dan MISI
1.2.1 VISI
Terwujudnya sistem metrologi legal yang efektif dan efisien guna meningkatkan daya saing barang dan jasa serta perlingungan produsen dan konsumen di era pasar global.
1.2.2 MISI
a. Mengembangkan sarana, kelembagaan dan pelayanan serta meningkatkan kerjasama kemetrologian
b. Mengbangkan dan membina sarana dan prasarana standar ukuran dan laboratorium kemetrologian
c. Mengembangkan dan meningkatkan sarana dan prasarana teknik kemetrologian d. Mengembangkan dan meningkatkan jumlah dan mutu SDM kemetrologian berbasis kompetensi
1.2.3 Logo dan Moto Perusahaan
Maka logo ini menggambarkan timbangan yang diberi beban yang telah terstandarisasi dalam posisi yang seimbang, melambangkan keadilan dan pengukuran yang mana hal tersebut merupakan misi dari Direktorat Metrologi.
Sumber : Data profil Direktorat Metrologi
MOTTO :
Motto Direktorat yaitu “Bancana Prakarana Pralaya Kapradana” yang berarti
“Mengurangi takaran / ukuran menghilangkan kepercayaan”
Gambar 1. 1 Lambang Direktorat Metrologi
3 1.2.4 Struktur Organisasi
Sebagaimana perusahaan Direktorat Metrologi dipimpin oleh Direktur Metrologi.
Dalam melaksanakan tugas, Direktur utama dibantu oleh kepala bagian tiap SUB Direktorat sarana dan kerjasama Kemetrologian, yang memantau tugas seksi kerjasama dan kemetrologian.
Untuk mengetahui lebih lanjut bagian struktur organisasi dari seksi kerjasama Kemetrologian dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 1. 2 Struktur Organisasi Direktorat Metrologi Sumber : Data profil Direktorat Metrologi 1.2.5 Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab
Bagian SKK (Seksi Kerjasama Kemetrologi) yang bertugas mengatur seluruh kerjasama-kerjasama baik didalam negri maupun luar negri di Direktorat Metrologi.
a. Kasubdit
Merupakan kepala bagian Seksi Kerjasama Kemetrologian. Yang mengatur seluruh kegiatan-kegiatan yang ada di bagian SKK
b. Kasi Piranti
Merupakan kepala seksi yang membantu kinerja kasubdit dalam mengatur kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh bagian SKK
c. Kasi Kerjasama
Merupakan kepala seksi yang membantu mengatur seluruh kegiatan kegiatan yang dilaksanakan dalam SKK
4 d. Staf
Bagian staf ini salah satunya yaitu staf absensi yang bertugas untuk mengabsen karyawan-karyawan baik yang hadir maupun yang tidak hadir. Setelah itu staf Abensensi memberikan seluruh data absensi karyawan untuk diberikan kepada SUBAG TU
1.3 Latar Belakang
Manusia menjadi sumber daya penting dalam menentukan pergerakan utama jalannya sebuah organisasi. Begitupun dalam konteks organisasi perusahaan atau bisnis, maju mundurnya sebuah perusahaan ditentukan oleh keberadaan sumber daya manusianya. Sehingga sumber daya manusia atau karyawan dalam sebuah perusahaan menjadi tolak ukur dalam keberhasilan suatu perusahaan. Melalui rangkaian kegiatan perencanaan, pengelolaan, pengarahan dan memanfaatkan sumber daya manusia secara produktif akan tercapainya tujuan perusahaan.
Manusia adalah salah satu dari sekian makhluk yang telah allah ciptakan dari sekian banyak makhluk diluar sana, manusia diberikan kehendek untuk bebas baik secara rasional maupun secara kesadaran moral. Akan tetapi tetap saja manusia dituntut oleh allah untuk kepatuhan dalam ibadah kepadanya. Seluruh sumber daya yang manusa miliki tidak lain dan bukan adalah amanah atau titipan dari allah, oleh karena itu sebagai kholifah (pemimpin bumi) saat ini kelak manusia akan dituntut untuk mempertanggung jawabkan diakhirat kelak. Bagi mereka yang berbuat baik maka mereka akan memetik kebaikan pula. Dalam surat Q.S Ali-imran : 103 dijelaskan bahwa:
Terjemahnya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah
5
berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Berdasar ayat diatas, mengukit potongan ayat mengenai “Allah mempersatukan hatimu, lalu manjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara”
dapat dipahami bahwa perusahaan atau organisasi merupakan kumpulan-kumpulan manusa yang bisa diorganisir dengan baik. Maka dari sana hendaklah bersatu padulah dalam bekerja dan memegang komitmen untuk mencapai cita-cita dalam satu payung organisasi atau perusahaan.
Menurut UU Republik Indonesia No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b, pengertian perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang tetap dan terus menerus dan yang didirikan, bekerja serta berpendudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan dan laba.
Sedangkan kantor merupakan tempat dimana orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan bersama. Berbagai macam kegiatan dapat dilakukan seseorang didalam kantor, sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Sedamayanti (2009), bahwa kantor merupakan tempat diselenggarakannya kegiatan penanganan informasi, mulai dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan, sampai mendistribusikan informasi oleh karyawan.
Karyawan berperan aktif dalam menetapkan rencana, sistem, proses dan tujuan yang ingin tercapai. Kinerja suatu perusahaan akan meningkat apabila terdapat kerja sama dan hubungan yang baik antara pimpinan dan karyawan. Dengan meningkatkan kinerja karyawan akan meningkatkan kinerja perusahaan. Untuk itu karyawan sebaiknya diperlakukan sebagai partner usaha dan bukan sebagai pekerja semata.
Disiplin kerja yang rendah dilihat dari ketaatan pada aturan waktu, ketaatan pada SOP, ketaatan pada regulasi, ketaatan pada etika kerja, maka jika karyawan tidak efektif melaksanakan dari beberapa faktor tersebut karyawan akan dinilai rendah tingkat kedisiplinan kerjanya.
Kinerja karyawan adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau dimensi pekerjaan atau profesi yang dilaksanakan oleh sumber daya manusia atau pegawai dalam waktu tertentu (Wirawan, 2013:732). Kinerja karyawan yang baik ditandai dengan adanya kualitas kerja yang baik dalam menyelesaikan setiap perkerjaan yang diberikan oleh pemimpin dengan tepat sesuai waktu yang ditentukan dan dapat
6
mencapai setiap target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kinerja adalah prestasi kerja atau hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya yang dikemukakan oleh (Mangkunegara, 2013:67)
Berdasarkan data perbandingan kinerja direktorat di Bandung, menunjukkan bahwa kinerja yang mulai menurun dari tahun sebelumnya di Direktorat Metrologi Bandung. Berikut ini adalah data perbandingan berdasarkan dari survei kementrian direktorat di Bandung pada Tahun 2016.
Sumber : Survei kementrian Direktorat Metrologi Bandung
Berdasarkan survey yang telah dilakukan oleh kementrian Direktorat Metrologi Bandung terlihat adanya penuruan kinerja karyawan di tahun 2016, sehingga menyebabkan turunnya peringkat penilaian kinerja. Sedangkan pada tahun 2015 Direktorat Metrologi berada diperingkat 4, tetapi pada tahun 2016 mengalami penurunan yang drastis hingga berada di peringkat 7.
Pada kenyataanya banyak faktor-faktor yang sering terjadi dalam perusahaan, salah satunya adalah kurangnya perhatian dari perusahaan untuk menghargai pegawai
No Nama Direktorat Hasil Penilaian Kinerja 2016
(%)
Hasil Penilaian Kinerja 2015
(%)
1 Direktorat Jenderal Pajak 88 86
2 Direktorat Jenderal Kebudayaan
85 85
3 Direktorat Pemberdayaan Konsumen
81 79
4 Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa
78 74
5 Direktorat Pengembangan Mutu Barang
75 74
6 Direktorat Standardisasi 75 73
7 Direktorat Metrologi 73 79
Tabel 1. 1 Perbandingan Penilaian Kinerja Berdasarkan Data dari Survei Kementrian Direktorat di Bandung pada Tahun 2016
7
yang bermutu. Standar sumber daya manusia sendiri yang cukup tinggi diikuti dengan kinerja yang tinggi pula serta para pegawai melakukan sesuatu yang baik untuk meningkatkan kualitas perusahaan itu sendiri, oleh karena itu sudah menjadi kewajiban bagi masing-masing karyawan.
Adanya Kepuasan kerja dan Disiplin Kerja yang jelas diberikan atau ditetapkan oleh suatu perusahaan akan membuat karyawan meningkatkan mutu SDM sekaligus kinerjanya. Di sinilah mutu sumber daya manusia diperlukan melalui peningkatan Kepuasan,disiplin kerja, pengetahuan, serta kinerja pribadi karyawan. Untuk mengetahui bagaimana kondisi kinerja karyawan di Direktorat Metrologi, penulis mencoba menyebarkan pra kuesioner terkait kinerja karyawan sebagai berikut:
No Variabel Pernyataan Jumlah Jawaban
SS S CS TS STS 1
Kinerja Karyawan
Saya mempunyai hubungan yang baik dengan karyawan yang lain
8 9 6 7 0
2 Saya selalu mengerjakan
pekerjaan saya se efektif mungkin
11 8 7 6 0
3 Saya selalu mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan
9 8 8 5 0
Tabel 1. 2 Hasil Pra Kuesioner Mengenai Kinerja Karyawan Sumber : Survei olahan data peneliti 2021
Hasil dari prakuesioner di atas terkait dengan kinerja karyawan, beberapa responden memiliki hubungan yang baik dengan karyawan yang lain, lalu responden yang selalu berusaha mengerjakan pekerjaan seefektif mungkin sehingga tidak menunda-nunda pekerjaan sudah baik, responden yang selalu berusaha untuk mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan juga sudah baik. Rata-rata karyawan diperusahaan ini sudah baik, hanya saja ada beberapa respoden yang masih mengesampingkan hal tersebut.
Setidaknya ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Yang pertama dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah kepuasan kerja yang berhubungan dengan dimensi seperti turn over, tingkat absensi, umur, tingkat pekerjaan, dan ukuran organisasi perusahaan menurut (Mangkunegara, 2011:117).
Dimensi kepuasan kerja memiliki ukuran relative sama antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Turn over sebagai dimensi yang paling akurat untuk mereflesikan
8
apakah kepuasan kerja disuatu perusahaan tinggi atau rendah, kemudian di ikuti oleh tingkat absensi, umur, tingkat pekerjaan dan ukuran organisasi pada tingkat akhir. Lalu untuk mengetahui bagaimana kondisi kepuasan kerja di Direktorat Metrologi, penulis mencoba menyebarkan pra kuesioner terkait kepuasan kerja sebagai berikut :
No Variabel Pernyataan Jumlah Jawaban
SS S CS TS STS 1
Kepuasan Kerja
Saya senang dengan kerjaan yang diberikan
12 10 6 2 0
2 Saya merasa nyaman saat bekerja dikantor
0 9 13 6 2
3 Atasan saya selalu memberikan dukungan terhadap dengan kerjaan yang diberikan
7 10 8 5 0
Tabel 1. 3 Hasil Pra Kuesioner Mengenai Kepuasan Kerja Sumber : Survei olahan data peneliti 2021
Hasil dari prakuesioner diatas terkait dengan kepuasan kerja, beberapa responden merasa senang dengan kerjaan yang diberikan kepada meraka, lalu respondenpun merasa nyaman saat menyelesaikan pekerjaanya dikantor sudah baik, responden merasa atasannyapun selalu memberikan dukungan kepada karyawan juga sudah baik.
Rata-rata karyawan di perusahaan ini sudah baik, hanya saja ada beberapa respoden yang masih mengesampingkan hal tersebut. Ketidakpuasan dapat terjadi dikarenakan gaji, promosi, pengawasan, dan lingkungan kerja. Apabila faktor tersebut dirasakan kurang atau tidak berikan maka karyawan akan merasa tidak puas.
Lalu faktor yang kedua adalah disiplin, oleh sebab itu disiplin merupakan sesuatu yang harus terapkan dan dijalankan oleh setiap karyawan. Kedisiplinan menjadi kunci terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat, dengan menerapkan disiplin yang baik berarti karyawan sadar dan bersedia mengerjakan tugasnya dengan baik (Hasibuan, 2012:198). Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penerapan disiplin seperti: Ketepatan waktu, menggunakan fasilatas atau perlatan kantor dengan baik, memiliki tanggung jawab yang tinggi dan ketaatan terhadap aturan perusahaan.
9
Lalu untuk mengetahui bagaimana kondisi disiplin kerja di Direktorat Metrologi, penulis mencoba menyebarkan pra kuesioner terkait disiplin kerja sebagai berikut :
No Variabel Pernyataan Jumlah Jawaban
SS S CS TS STS 1
Disiplin Kerja
Saya selalu datang tepat waktu ke tempat kerja
8 9 8 5 0
2 Saya selalu mengikuti aturan yang berlaku
12 8 7 3 0
3 Saya selalu memeriksa kembali tugas yang telah dikerjakan
7 11 6 6 0
Tabel 1. 4 Hasil Pra Kuesioner Mengenai Disiplin Kerja Sumber : Survei olahan data peneliti 2021
Hasil dari prakuesioner di atas terkait dengan disiplin kerja, beberapa responden selalu datang tempat waktu untuk datang ketempat kerja , lalu responden pun mengkuti peraturan yang berlaku di perusahaan sudah baik, responden selalu memeriksa kembali kerjaan yang telah dikerjakan juga sudah baik. Rata-rata karyawan di perusahaan ini sudah baik, hanya saja ada beberapa respoden yang masih mengesampingkan hal tersebut. Disiplin kerja yang rendah dilihat dari ketaatan pada aturan waktu, ketaatan pada SOP, ketaatan pada regulasi, ketaatan pada etika kerja, maka jika karyawan tidak efektif melaksanakan dari beberapa faktor tersebut karyawan akan dinilai rendah tingkat kedisiplinan kerjanya.
Rata-rata responden dalam menjawab hasil prakuesioner mengenai kinerja karyawan, kepuasan kerja, dan disiplin kerja sudah baik, akan tetapi ada beberapa responden yang masih menyampingkan hal-hal yang seharusnya ia berikan kepada perusahaan. Hal ini dibuktikan dari hasil survey prakuesioner dimana beberapa responden tidak merasa senang dengan kerjaan yang diberikan atau merasa terbebani, beberapa respondenpun merasa tidak nyaman saat bekerja dikantor, lalu beberapa respondenpun merasa tidak didukung oleh atasannya, beberapa respondenpun masih ada yang datang tidak tepat waktu, beberepa responden masih ada yang melanggar aturan yang ditetapkan oleh perusahaan, dan masih ada beberapa responden yang tidak memeriksa kembali pekerjaanya.
10
Hal tersebut berdampak kepada perusahaan sehingga kepuasan kerja dan disiplin kerja dapat berdampak buruk bagi kinerja karyawan. Demikian dapat disimpulkan bahwa ada permasalahan terkait kinerja karyawan yang masih belum sesuai dengan harapan perusahaan, oleh sebab itu menarik bagi penulis untuk melakukan penelitian yang lebih dalam mengenai kepuasan kerja, disiplin kerja, dan kinerja karyawan diperusahaan tersebut.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang akan dibahas dengan judul “Pengaruh Kepuasan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada Direktorat Metrologi”
1.4 Rumusan Masalah
a. Bagaimana tingkat disiplin kerja pada Direktorat Metrologi?
b. Bagaimana tingkat kepuasan kerja pada Direktorat Metrologi?
c. Bagaimana pengaruh disiplin dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada Direktorat Metrologi?
1.5 Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui tingkat disiplin kerja pada Direktorat Metrologi b. Untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja pada Direktorat Metrologi c. Untuk mengetahui disiplin dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada Direktorat Metrologi
1.6 Manfaat Penelitian
Kegunaan penelitian terbagi menjadi dua aspek yaitu:
1.6.1 Aspek Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat berguna menjadi salah satu referensi atau sumber informasi untuk peneliti selanjutnya yang tentunya berkaitan dengan pengaruh kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan dan diharapkan juga bisa menambah ilmu atau wawasan yang bermanfaat.
1.6.2 Aspek Praktis a. Bagi Penulis
Penelitian ini dapat menambahkan pengetahuan dan wawasan dalam bidang sumber daya manusia, terkhusus di bidang pengaruh kepuasa kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan
11 b. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang positif serta bermanfaat bagi kantor Direktorat Metrologi agar dapat meningkatnya kepuasan dan disiplin untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik dimasa yang akan datang nanti 1.7 Ruang Lingkup Penelitian
Terdapat beberapa ruang lingkup yang akan dilakukan penulis sebagai berikut:
1.7.1 Lokasi dan Objek Penelitian
Lokasi Penelitian : Perusahaan Direktorat Metrologi
Alamat : Jl. Pasteur No.27, RT.02, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung Jawa Barat 40171.
Website : https://metrologi.kemendag.go.id/
Telepon : (022) 4203597
Objek Penelitian : Karyawan Direktorat Metrologi 1.7.2 Waktu dan Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dimulai dari bulan September 2021 sampai dengan bulan ……..
1.8 Sistematika Penelitian
Sistematika penulisan skripsi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai isi penelitian, maka penulis menyusun sistematika penulisan ini sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang gambaran umum pada perusahaan, latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, waktu penelitian dan sistematika penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menjelaskan teori yang berkaitan dengan topik dan variabel penelitian, peneliti terdahulu, kerangka pemikiran dan hipotesis
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, operasional variabel, tahapan penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data
12
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan tentang pengumpulan data, karakteristik responden, hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menguraikan tentang kesimpulan serta saran bagi perusahaan dan saran bagi penelitian selanjutnya.
13 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN MODEL PENELITIAN 2. 1 Tinjauan Pustaka
2.1.1 Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam kinerja perusahaan yang harus dimiliki perusahaan, perusahaan harus memberikan perhatian yang serius pada pengembangan sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia mempunyai tugas untuk mengelola manusia secara baik agar mendapatkan tenaga kerja yang dapat bekerja secara maksimal, sehingga tujuan dari perusahaan dapat dicapai dengan maksimal.
Banyak pengertian yang menjelasakan tentang sumber daya manusia yang ditulis oleh para ahli yang penjelasannya pun hamper serupa, berikut beberapa pengertian menurut para ahli.
Sedarmayanti (2017:3) mendefinisikan bahwa sumber daya manusia merupakan kekuatan daya pikir dan berkarya manusia yang masih tersimpan dalam diri, yang perlu digali, dibina, dan dikembangkan untuk dimanfaatkan sebaik baiknya bagi kesejahteraan kehidupan manusia. Dalam hal ini sumber daya manusia dapat dikatakan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk menghasilkan barang/jasa.
Sementara Jurdi (2018:38) mendefinisikan sumber daya manusia sebagai proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi, serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya. Berdasarkan definisi tersebut maka manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai proses pengelolaan sumber daya manusia yang dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi yang efektif.
2.1.2 Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut Yusuf (2015:27) dalam bukunya menjelaskan manajemen sumber daya manusia adalah suatu kegiatan pengelolaan yang meliputi pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa bagi manusia sebagai individu anggota organisasi atau perusahaan bisnis. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut cara-cara mendesain sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan, dan hubungan ketenagakerjaan.
14
Menurut Hamali (2016:4) Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai suatum perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, atas pengadaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan secara terpadu.
Hasibuan (2019:10) menyatakan manajemen sumber daya manusia adalah suatu bidang manajemen yang khusus untuk mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Unsur manajemen sumber daya manusia adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan. Dengan demikian, fokus yang dipelajari pada manajemen sumber daya manusia ini hanyalah masalah yang berhubungan dengan tenaga manusia saja.
Dessler (2013:3) mengatakan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah proses dalam mengolah pelatihan, magang, kompensasi karyawan, hubungan kerja, kesehatan, dan keselamatan. Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas mengenai definisi manajemen sumber daya manusia penulis memberikan pendapat bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan kegiatan untuk merekrut, menyaring, mengembangkan pegawai, melatih pegawai agar dapat menghasilkan manusia-manusia yang unggul dalam bekerja.
2.1.3 Fungsi-Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut Sinambela (2016:18) dalam bukunya menjelaskan fungsi manajemen sumber daya manusia, terdapat beberapa yaitu perencanaan, staffing, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan benefit, keamanan dan kesehatan, pegawai dan relasi kerja, riset sumber daya manusia. Wardhana (2014:4) adapun fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia meliputi perencanaan kebutuhan karyawan, rekrutmen calon kandidat, seleksi calon kandidat, orientasi atau induksi karyawan baru, penempatan karyawan, penilaian kinerja karyawan, pelatihan dan pengembangan, kompensasi, manfaat dan layanan, karir dan pengembangan dan hubungan karyawan. (Kasmir, 2016:14-15) fungsi manajemen sumber daya manusia lainnya terdiri dari analisis jabatan, perencanaan sumber daya manusia, penarikan pegawai, seleksi, pelatihan dan pengembangan, evaluasi kinerja, kompensasi, jenjang karir, keselamatan dan kesehatan, hubungan industrial, dan pemutusan hubungan kerja. Larasati (2018:17) menjelaskan fungsi manajemen sumber daya manusia
15
meliputi perancangan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian.
2.2 Disiplin Kerja
Menurut Mangkunegara (2017:129) bahwa disiplin kerja merupakan tindakan dari manajemen untuk melaksanakan standar dalam organisasi. Artinya, disiplin kerja merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh atasan untuk menengakkan peraturan-peraturan yang terdapat dalam organisasi. Sedangkan menurut Hamali (2017:214) mengemukakan bahwa disiplin merupakan suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh seorang pegawai dan menyebabkan pegawai tersebut mampu untuk
Menurut Mangkunegara (2017:129) bahwa disiplin kerja merupakan tindakan dari manajemen untuk melaksanakan standar dalam organisasi. Artinya, disiplin kerja merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh atasan untuk menengakkan peraturan-peraturan yang terdapat dalam organisasi. Sedangkan menurut Hamali (2017:214) mengemukakan bahwa disiplin merupakan suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh seorang pegawai dan menyebabkan pegawai tersebut mampu untuk