3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas
3.6.2 Uji Reliabilitas
Menurut Sugiyono (2017:130), uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Sedangkan menurut Ghozali (2018:47), uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel. Kuesioner dapat dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan tetap konsisten.
Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan alat bantu SPSS uji statistic Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60.
Menurut Arikunto (2016: 148), “Angket dinyatakan reliabel jika dapat dipercaya, konsisten, dan bila digunakan untuk mengukur subyek yang sama memberikan hasil tidak jauh berbeda”. Adapun rumus Alpha Cronbach adalah sebagai berikut:
53 Rumus:
Keterangan:
∝ = Cronbach’s coefficient alpha k = Jumlah item pertanyaan yang diuji
∑σ²xL = Total dari varian masing-masing pecahan σ²x = Varian dari total skor
Jika nilai α ≥ atau rtabel maka instrument penelitian dikatakan reliabel Jika nilai α ≤ atau rtabel maka instrument penelitian dikatan tidak reliabel 3.7 Teknik Analisis Data
3.7.1 Analisis Data Deskriptif
Menurut Sugiyono (2017:147), statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Yang termasuk kedalam statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean (pengukuran tendensi sentral), perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, perhitungan persentase.
3.7.2 Uji Asumsi Klasik
Pengukuran uji asumsi klasik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolienaritas, dan uji heterokedastisitas.
a. Uji Normalitas
Menurut Ghozali (2018), uji normalitas mempunyai tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Seperti diketahui bahwa uji t dan f mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.
54 b. Uji Multikolinearitas
Menurut Ghozali (2018), uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regregi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel-variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas independent sama dengan nol.
c. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2018), uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
3.7.3 Analisis Regresi Linier Berganda
Indrawati (2015:188) menyatakan bahwa analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2, X3, X4, …, Xn) terhadap variabel dependen (Y) secara serentak atau bersamaan. Koefisien ini menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara variabel independen (X1, X2, X3, X4,
…, Xn) terhadap variabel dependen (Y) secara serentak atau bersamaan. Nilai R yang dihasilkan berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat. Pada penelitian ini dilakukan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel kepuasan kerja (X1), disiplin kerja (X2), dan kinerja karyawan (Y)
Tidak ada korelasi <0,20 Korelasi rendah 0,20 - <0,40 Korelasi sedang 0,40 - <0,70 Korelasi tinggi 0,70 - <0,90 Korelasi sangat tinggi 0,90 - <1.00 Korelasi sempurna 1.00
Tabel 3. 2 Kriteria Korelasi Sumber: Indrawati (2015:188)
55 3.7.4 Uji Hipotesis Parsial (Uji t)
Menurut Silalahi, (2018:298) pengujian hipotesis dengan uji t dilakukan untuk menguji signifikansi variabel independen secara individual (apakah variabel independen mempengaruhi variabel dependen). Uji t ini pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh secara terpisah atau parsial dari masing-masing variabel bebas Disiplin kerja (X1) dan Kepuasan kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y).
3.7.5 Uji Hipotesis Simultan (Uji f)
Menurut Silalahi, (2018:298) pengujian hipotesis dengan Uji F dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen atau merupakan uji signifikansi model regresi. Kegunaan dari uji F ini adalah untuk menguji apakah variabel Kepuasan Kerja (X1) Disiplin Kerja (X2) secara simultan atau bersama – sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y)
3.7.6 Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi menurut Silalahi, (2018:300) digunakan untuk mengukur seberapa baik garis regresi sesuai dengan data aktualnya (goodness of fit). Riduwan (2015:125), menjelaskan bahwa terdapat rumus yang digunakan untuk mendapatkan nilai dari koefisien determinasi yaitu sebagai berikut:
𝐾𝑑 = 𝑅2𝑥 100%
Keterangan:
Kd: Nilai koefisien determinasi R : Nilai koefisien korelasi
56
DAFTAR PUSTAKA
Arda, M. (2017). Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 45-60.
Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bangun, W. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.
Bintoro, d. D. (2017). Manajemen Penilaian Kinerja Karyawan. Yogyakarta: PENERBIT GAVA MEDIA.
Dessler, G. (2013). Human Resource Management . United State America: Pearson Education.
Fadhil, A. & Mayowan Y. (2018). Pengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan AJB Bumiputera. Jurnal Administrasi Bisnis, 40-47.
Fahmi, I. (2013). Manajemen Kinerja, Teori dan Aplikasi. Bandung: ALFABETA.
Ganyang, M. T. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor: in Media.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hamali, A. Y. (2016). Pemahaman Sumber Daya Manusia (Strategi Mengelola Karyawan).
Yogyakarta: CAPS.
Hamali, A. Y. (2017). Pemahaman Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: CAPS.
Hasibuan, S. M. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Indrasari, M. (2017). Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan. Yogyakarta: Indomedia Pustaka.
Indrawati. (2015). Metode Penelitian Manajemen dan Bisnis. Bandung: PT. Refika Aditama.
Indrawati. (2015). Metode Penelitian Manajemen dan Bisnis Konvergensi Teknologi Komunikasi dan Informasi. Bandung: Refika Aditama.
Ivancevich, J. M, & Konopaske, R;. (2010). Resource Management Twelfth Edition.
57
Jurdi, F. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia (Strategi dan Pengelolaan SDM dan Berdaya Saing . Malang: Intrans Publishing.
Kasmir . (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia Teori dan Praktik. Jakarta:
Rajagrafindo Persada.
Kasmir. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik). Depok: PT.
Rajagrafindo Persada.
Larasati, S. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Deepublish.
Luthans, F. (2015). Organization Behavior. New York: McGraw Hill International.
Mangkunegara, A. A. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.
Mangkunegara, A. P. (2013). Manajemen Sumber Daya Perusahaan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Mangkunegara, A. P. (2015). Effect Of Work Discipline, Work Motivation and Job Satisfaction On Employee Organizational Commitment In The Compeny (Case Study In PT. Dada Indonesia). Universal Journal Of Management, 318-328.
Mangkunegara, A. P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung:
Rosdakarya.
Nugraha, Y. K.;. (2017). Pengaruh Budaya Organisasi dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pasundan.
Priansa. (2018). Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung:
ALFABETA.
Ratnasari, S. L. (2019). Human Capital Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
CV Penerbit Qiara Media.
Robbins, S. P, &. J. (2018). Essentials of Organizational Behavior. United States: Pearson Education.
58
Sedarmayanti . (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia: Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negri Sipil edisi revisi. Bandung: PT Refika Aditama.
Sedarmayanti. (2017). Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Untuk meningkatkan Kompetesi, Kinerja, dan Produktivitas Kerja. Bandung: Refika Aditama.
Silaen, S. (2018). Metodologi Penelitian Sosial Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis.
Bandung: In Media.
Silalahi, U. (2018). Metodologi Analisis Data dan Interpretasi Hasil Untuk Penelitian Sosial Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Silalahi, Ulber. (2017). Metode Penelitian Sosial Kuantitatif. Bandung: PT. Refika Aditama.
Sinambela, L. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia : Membangun Tim Kerja Yang Solid Untuk Meningkatkan Kinerja. Jakarta: Bumi Aksara.
Sinambela, L. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia: Membangun Tim Kerja . Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sinambela, L. P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia-Membangun Tim Kerja Yang Solid Untuk Meningkatkan Kinerja. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Siregar, S. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif; Dilengkapi Dengan Perhitungan Manual
& SPSS. Jakarta: Kencana.
Sudarmanto. (2014). Kinerja dan Pengembangan Kompensasi SDM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudaryono. (2017). Metodologi Penelitian. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sutrisno , E. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia . Jakarta: Kencana.
59
Sutrisno, E. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep, Teori, dan Pengembangan dalam konteks Organisasi Publik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Umam, K. (2018). Perilaku Organisasi. (Cetakan Ketiga). Bandung: CV Pustaka Setia.
Wardhana, A. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia. (S. Sanjaya, Ed.). Bandung: PT.
Karyamanunggal Lithomas.
Wibowo. (2014). Manajemen Kinerja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Yusuf, B. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia di Lembaga Keungan Syariah.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Perkasa.
60
LAMPIRAN
Lampiran 1 Kuesioner Penelitian
Kuesioner Pra Penelitian Kepada Yth. Bapak/Ibu
Perkenalkan, saya……….., mahasiswa tingkat akhir Fakultas Komunikasi dan Bisnis Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Telkom yang saat ini sedang melakukan penelitian tugas akhir mengenai pengaruh disiplin dan kepuasan kerja terhadap kepuasan kinerja karyawan.
Untuk itu mohon bantuan kepada Bapak/Ibu meluangkan waktunya untuk mengisi angket ini. Semua informasi yang didapatkan ini akan menjadi bahan penelitian secara akademis. Semua jawaban dan informasi akan dirahasiakan.
Keberhasilan penelitian ini sangat tergantung pada partisipasi Bapak/Ibu. Untuk mendukung penelitian ini saya membutuhkan partisipan dengan kriteria berupa:
1. Dimohon kesediaan Bapak/Ibu untuk membaca dengan teliti pernyataan yang terdapat pada lembar berikut ini.
2. Pilihlah salah satu jawaban pertanyaan berikut sesuai dengan yang anda alami, dengan cara memberi tanda ceklis (√) pada kolom yang sudah ada.
3. Apapun jawaban anda, akan dijamin kerahasiannya.
4. Keterangan pilihan jawaban:
SS = Sangat Setuju S = Setuju
TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju
61 Identitas Responden:
A. Jenis Kelamin : Laki-laki
Perempuan
B. Usia : …
C. Pendidikan Terakhir : SMA/Sederajat S1
D3 S2
D. Lama Bekerja : < 1 tahun 5-10 tahun 1-5 tahun <10 tahun
E. Bekerja dalam bagian/bidang …
No Variabel Pernyataan Jumlah Jawaban Jumlah
Sampel Pegawai SS S CS TS STS
1
Disiplin Kerja
Saya selalu datang tepat waktu ke tempat kerja
8 9 8 5 0
2 Saya selalu mengikuti aturan yang 30 berlaku
12 8 7 3 0
3 Saya selalu memeriksa kembali tugas yang telah dikerjakan
7 11 6 6 0
No Variabel Pernyataan Jumlah Jawaban Jumlah
Sampel Pegawai SS S CS TS STS
1
Kepuasan Kerja
Saya senang dengan kerjaan yang diberikan
12 10 6 2 0
30 2 Saya merasa nyaman saat bekerja
dikantor
0 9 13 6 2
3 Atasan saya selalu memberikan dukungan terhadap dengan kerjaan yang diberikan
7 10 8 5 0
62
No Variabel Pernyataan Jumlah Jawaban Jumlah
Sampel Pegawai SS S CS TS STS
1
Kinerja Karyawan
Saya mempunyai hubungan yang baik dengan karyawan yang lain
8 9 6 7 0
2 Saya selalu mengerjakan 30
pekerjaan saya se efektif mungkin
11 8 7 6 0
3 Saya selalu mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan
9 8 8 5 0