BAB II TINJAUAN PUSTAKA
D. MANFAAT KUNYIT
Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah (Mooryati, 1998).
commit to user
BAB IIIMETODOLOGI
A. Dasar Penentuan Lokasi
Penulis memilih P.J Bisma Sehat sebagai tempat magang karena : 1. Berhubungan langsung dengan hasil pertanian sehingga cocok sekali
dengan jurusan Agribisnis minat Agrofarmaka untuk tempat magang.
2. Salah satu perusahaan jamu yang cukup prospektif di Nguter Sukoharjo yang sudah mempunyai ijin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan Rebuplik Indonesia.
B. Jenis dan Sumber Data.
Sumber data yang di peroleh dari data primer dan data sekunder 1. Data Primer
Data yang diperoleh dengan pengamatan langsung pada saat terlibat selama kegiatan pengolahan.
2. Data Sekunder
Data sekunder di peroleh dari kepustakaan yang ada di beberapa perpustakaan universitas.
C. Teknik Pengumpulan Data.
1. Pengamatan dan Bekerja
Di lakukan dengan cara mengamati pada saat terlibat secara langsung pada proses pengolahan jamu di P.J Bisma Sehat
2. Interview
Interview yaitu dengan melakukan tanya jawab dengan pembimbing lapangan serta tenaga kerja P.J Bisma Sehat mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan proses pengolahan jamu.
commit to user
3. Studi KepustakaanStudi kepustakaan di lakukan dengan cara mencari data yang ada dalam buku-buku di perpustakaan universitas.
D. Tempat dan Waktu.
Magang ini di laksanakan di P.J Bisma Sehat yang terletak di Nguter RT 02/VII Sukoharjo. Waktu pelaksanaan magang selama 2 minggu sejak tanggal 16 Februari 2011 dan berakhir sampai dengan 3 Maret 2011.
E. Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan antara satu dengan yang lain tidak sama, tergantung pada perlakuan masing-masing.
1. Bahan
Bahan yang digunakan adalah semua tanaman apotek hidup, khususnya kunyit.
2. Alat
Alat yang digunakan antara lain :
• Tampah / ayakan untuk menyeleksi.
• Karung plastik untuk menampung hasil.
• Bak
• Ember
• Mesin penghalus
• Mesin pres
• Mesin packing
• Rak-rak untuk menyimpan produk
commit to user
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Keadaan Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan
P.J Bisma Sehat adalah salah satu unit usaha yang bergerak dalam bidang jamu tradisional. Usaha yang masih bersifat industri rumah tangga ini semula di rintis oleh Bapak Mulyadi pada tanggal 13 Desember 1993 yang berlokasi di Nguter RT 02/VII Sukoharjo.
Awalnya Bapak Mulyadi adalah seorang pemilik toko kelontong, salah satu produk yang di jual adalah jamu tradisional yang diambil atau di setori oleh para pengrajin jamu disekitar Nguter Sukoharjo. Karena banyaknya permintaan jamu tradisional pada waktu itu maka beliau berfikir untuk mencoba membuat usaha sendiri tentang pembuatan jamu tradisional dan beliau mendalami usaha pengolahan jamu serbuk dengan cara mencoba racikan jamu sendiri tanpa mengikuti pelatihan-pelatihan, hanya dengan membaca buku-buku dan belajar dari saudaranya.
Untuk mendukung dan memperlancar usaha tersebut bapak Mulyadi bekerja sama dengan para petani simplisia disekitar Sukoharjo, Boyolali dan Wonogiri sebagai penyedia bahan baku jamu dengan berjalannya waktu penyedia bahan baku sekarang sudah sampai di kota-kota lainnya antara lain Solo, Pacitan dan Ambarawa dan para pedagang jamu yang merantau ke luar daerah agar bisa membantu dalam hal pemasaran jamu tradisional tersebut.
Pada mulanya kegiatan peracikan dan pengolahan jamu tradisional tersebut dilakukan oleh Bapak Mulyadi sendiri serta di bantu oleh istrinya dan dua orang pekerja yang membantunya. Modal untuk peracikan dan pengolahan tersebut didapat dari pinjaman bank.
commit to user
Pertama kali produksi jamu tradisional sebanyak 50-100 kg setiap harinya dengan menggunakan mesin penggiling sebanyak 2 buah, dan mesin ayak 1 buah. Karena dengan ketekunan dan keuletan Bapak Mulyadi serta dukungan istri serta keluarga besarnya akhirnya usaha itu berkembang hingga mempunyai mesin produksi 5 buah, mesin pecking 2 buah, mesin ayak 3 buah dan mesin pres 1 buah.
Selain itu jenis jamu serbuk yang di produksi juga semakin beranekaragam sekitar 50 macam. Yang semula dipasarkan di pasar-pasar dan di jual ke luar kota dengan cara dititipkan oleh para pedangang jamu yang merantau keluar kota bahkan sampai keluar pulau jawa.
Tetapi Bapak Mulyadi tidak puas begitu saja dengan usahanya beliau masih terus berjuang agar usahanya terus berkembang antara lain dengan cara mengikuti seminar-seminar usaha kecil dan penyuluhan tentang COPTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang baik) yang diadakan oleh Balai POM. Dengan sifat ulet, telaten dan berani maka usaha yang awalnya kecil berubah menjadi usaha yang bisa diharapkan. Dengan sifat tersebut dan dukungan dari keluarga, Bapak Mulyadi mampu mengembangkan usahanya sampai sekarang ini.
2. Maksud dan Tujuan Perusahaan
Setiap perusahaan dalam pendiriannya tentu memiliki maksud dan tujuan yang hendak di capai. P.J Bisma Sehat dalam pendiriannya memiliki maksud yaitu : “Mengembangkan usaha dari pengalaman yang di dukung dengan mengadakan kerja sama dengan beberapa perusahaan jamu tradisional di sekitar Nguter dan membantu masyarakat dalam bidang kesehatan dengan menyediakan sarana pengobatan yang efek sampingnya rendah serta harganya terjangkau”.
Sedangkan tujuan berdirinya P.J Bisma Sehat adalah : a. Mendapatkan keuntungan dan menambah penghasilan.
b. Memenuhi permintaan jamu tradisional dari penjual jamu gendong.
commit to user
c. Membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran.
3. Produktifitas Perusahaan
P.J Bisma Sehat memproduksi 50 macam produk jamu tetapi tidak semua jenis produk di produksi dalam waktu yang bersamaan, melainkan di sesuaikan dengan pesanan dan kondisi pasar.
P.J Bisma Sehat tidak hanya memproduksi jamu serbuk saja tetapi juga memperoduksi jamu godokan.
a. Jamu serbuk
Jamu serbuk berupa butiran serbuk halus hasil gilingan dari simplisia yang di ayak dan di ramu yang komposisinya berbeda disesuaikan dengan fungsi atau manfaat jamu tersebut, yang di konsumsi dengan cara di seduh dengan air hangat.
b. Jamu godokan
Jamu godokan berupa rempah – rempah atau empon – empon yang masih utuh bentuknya (tidak di giling) dan sudah di ramu dan di kemas dengan plastik, yang di konsumsi dengan cara di godok (di rebus) terlebih dahulu.
commit to user
B. Manajemen Perusahaan 1. Struktur Organisasi
Adapun struktur organisasi yang ada di P.J Bisma Sehat yaitu sebagai berikut:
Gambar 4.1 Struktur Organisasi P.J Bisma Sehat
Keterangan garis :
a. : sejajar b. : membawahi
PIMPINAN Mulyadi
SEKRETARIS Wiwik
BENDAHARA Wiwik
PENGAWAS Agus dan Gimin
PEMASARAN Priyanto
Karyawan Tetap Karyawan Borongan
commit to user
2. Ketenagakerjaan
a. P.J Bisma Sehat mempunyai karyawan sebanyak 25 orang karyawan yang sudah mempunyai tanggung jawab masing-masing dan untuk karyawan borongan 4 orang. Dalam P.J Bisma Sehat tidak ada pembagian tugas secara khusus.
Di bawah ini merupakan karyawan berdasarkan bagian tugasnya, sebagai berikut :
• Sortir : 3 orang
• Gudang : 2 orang
• Produksi : 4 orang
• Ayak : 2 orang
• Pengemasan : 3 orang
• Pres : 2 orang
• Packing : 2 orang
• Pengawas : 2 orang
• Pemasaran : 3 orang
• Sopir : 2 orang
b. Semua karyawan memiliki jam kerja yang sama yaitu 9,5 jam perhari, dengan jumlah hari kerja dalam seminggu 7 hari yaitu dari hari senin sampai minggu, sedangkan untuk libur tiap tanggal 1 (awal bulan). Mulai bekerja dari jam 07.00 – 16.30 WIB dan waktu istirahat selama 60 menit yaitu dari jam 12.00 – 13.00 WIB.
c. Penerimaan tenaga kerja di P.J Bisma Sehat apabila membutuhkan karyawan dan lulusan tidak menjadi jaminan asalkan pelamar pekerja mempunyai kemampuan dan ketrampilan di bidang jamu tradisional. Dan yang menjadi karyawan di P.J Bisma Sehat adalah orang sekitar Sukoharjo dan Wonogiri.
d. Sistem gaji di PJ. Bisma Sehat memberikan gaji pada setiap karyawan berdasarkan kedudukan, prestasi (lemburan), lama
commit to user
karyawan tersebut bekerja. Sistem pembayaran upah atau gaji karyawan diberikan setiap bulannya (gaji bulanan).
3. Kesejahteraan karyawan
Para karyawan mendapatkan penginapan gratis (mess) selain itu terdapat pula THR (Tunjangan Hari Raya ). Jaminan sosial yang ada berupa jaminan pengobatan jika menderita sakit atau mengalami kecelakaan.
C. Persiapan Pengolahan Bahan
Untuk menjadi sebuah jamu serbuk, kunyit harus di proses melalui beberapa tahapan. Tetapi tidak semua proses pembuatan dilakukan oleh karyawan, contohnya pada proses peramuan produk jamu tertentu dilakukan oleh pimpinan perusahaan yaitu Bapak Mulyadi, hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan ramuan masing-masing jamu. Bapak Mulyadi memperoleh ilmu meracik jamu dari salah satu keluarganya yang sudah dulu berwirausaha dalam pengrajin jamu kemudian Bapak Mulyadi tidak hanya itu saja memperoleh ilmu, beliau juga banyak menambah pengetahuannya dengan membaca beberapa buku tentang jamu tradisional di Indonesia untuk selanjutnya diterapkan dalam bidang usahanya sebagai salah satu pengrajin jamu tradisional di Nguter, Sukoharjo.
Dari 50 macam jamu yang dibuat hampir semua menggunakan bahan kunyit, hanya komposisi yang berbeda, disesuaikan menurut fungsi atau manfaat dari jamu itu sendiri.
Persiapan bakal jamu perlu dilakukan dengan tujuan agar mempelajari proses pengolahan selanjutnya selain itu juga menjaga kualitas bahan simplisia yang akan digunakan dalam proses produksi.
Dalam persiapan bakal jamu di P.J Bisma Sehat masih dibagi menjadi beberapa tahapan, antara lain:
1. Sortasi Awal
Sortasi awal dilakukan sebelum kunyit dicuci yaitu dengan memisahkan kunyit menurut ukuran dan mutu, hal ini biasanya
commit to user
dilakukan oleh petani penyedia simplisia. Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Cara sortasi yaitu kunyit diayak menggunakan ayakan dari bambu seperti tampah tetapi dengan lubang lebih besar, agar pasir atau tanah yang masih tercampur pada simplisia kunyit bisa jatuh. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Dalam satu hari bisa mendapatkan hasil sortiran 50-100 kg per hari.
Adapun standart mutu kunyit yang baik yang biasanya diterima oleh P.J Bisma Sehat adalah dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a. Warna kuning cerah b. Kadar kering antara 8-10 % c. Tebal kering ± 0,8-1 mm d. Diameter ± 1,5 cm e. Aroma sedap khas kunyit
Apabila simplisia kunyit atau bahan lain tidak memenuhi standart mutu seperti yang telah ditentukan oleh P.J Bisma Sehat maka bahan tersebut dikembalikan pada pengepul simplisia dengan pertimbangan tukar dengan simplisia yang baru.
2. Pencucian
Pencucian dilakukan dengan menggunakan bak yang terisi air bersih. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sampai bersih. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. Pencucian ini dilakukan untuk menghilangkan tanah dan cemaran lainnya yang melekat pada bahan simplisia. Cemaran - cemaran yang ada pada bahan baku bisa berupa cemaran fisik (misal : tanah, kerikil), cemaran kimia (misal: pestisida), dan cemaran biologi (misal: jamur, ulat).
commit to user
3. Perajangan
Pengecilan dilakukan untuk mempermudah proses selanjutnya.
Simplisia kunyit yang dikirim oleh pengepul ukurannya masih beragam atau bermacam-macam ada yang sudah berbentuk kepingan kecil-kecil dan ada yang masih berukuran besar-besar, tetapi juga tegantung dari jenis masing-masing bahan. Proses pengecilan ukuran disini sudah menggunakan mesin perajang dengan tebal 3 - 6 mm. Dalam satu hari bisa mendapatkan hasil rajangan 500 - 700 kg.
4. Pengeringan
Pengeringan dilakukan dengan cahaya matahari,dan apabila cuaca tidak menentu dibantu dengan api. Suhu yang digunakan pengeringan di P.J Bisma Sehat 50 - 60ºC.
Pengeringan adalah proses pengurangan kadar air sampai batas yang terbaik sekitar 8 – 10 %, pada kadar air tersebut, kemungkinan bahan cukup aman terhadap pencemaran, baik yang disebabkan oleh jamur ataupun insektisida. Pada waktu penjemuran, dijaga agar bahan jangan sampai menumpuk. Sedangkan untuk alas penjemuran digunakan anyaman bambu. Tetapi penjemuran langsung dengan matahari seringkali menyebabkan bahan mudah tercemar dan keadaan cuaca yang tidak menentu akan menyebabkan pembusukan.
5. Sortasi Akhir
Sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini di masukkan dalam wadah untuk proses selanjutnya.
D. Proses Pengolahan Bahan
Adapun tahapan dalam pengolahan simplisia untuk menjadi jamu serbuk, antara lain:
commit to user
1. Peramuan Bahan Baku
Setelah simplisia kunyit dan bahan jamu yang lain sudah melalui proses sortasi dan pengecilan ukuran maka bahan siap untuk di ramu menjadi bahan baku jamu serbuk. Ramuan ini adalah ramuan dasar yang digunakan untuk macam jamu, sesuai dengan jenis dan kegunaannya. Proses ramu yang dilakukan dengan cara bahan-bahan yang diperlukan di tuang ke wadah yang sudah dibersihkan, kemudian semua bahan di campur sampai rata. Setelah itu bahan siap digiling.
2. Penggilingan dan Pengayakan
Pengilingan di P.J Bisma Sehat dilakukan 3 tahap yaitu gilingan kasar, gilingan agak halus, dan gilingan halus. P.J Bisma Sehat dengan menggilingan mengunakan 10 mesin dengan 5 mesin gilingan kasar dan 5 mesin gilingan lembut atau halus. Dalam sebulan gilingan kering sekitar 700 - 900 kg dan menghasilkan 500 - 700 kg, dengan melalui proses gilingan kasar ke agak halus,diayak dan selanjutnya di giling menjadi serbuk halus.
Cara penggilingannya yaitu pertama mesin di hidupkan setelah itu bahan ramuan bahan baku dimasukkan sedikit demi sedikit. Setelah hancur hingga berbentuk serbuk kasar kurang lebih membutuhan waktu 30 menit dengan kapasitas mesin untuk menampung bahan baku 300 kg, maka bahan akan keluar dari mesin dan masuk dalam karung panjang yang berfungsi sebagai penampung hasil gilingan, sehingga bahan tidak bertaburan di sekitar ruangan.
Setelah melalui proses penggilingan pertama bahan dari dalam karung panjang yang masih berupa serbuk kasar dikeluarkan dan di tuang dalam wadah (bak) yang sudah dibersihkan. Bahan serbuk hasil gilingan masih dalam keadaan panas maka perlu di diamkan sebentar, agar lebih dingin untuk menuju proses gilingan selanjutnya.
Setelah serbuk kasar agak dingin maka siap untuk di giling lagi menjadi serbuk yang agak halus. Caranya masih seperti pada proses gilingan yang pertama, mesin dihidupkan kemudian bahan dimasukkan
commit to user
dalam mesin selama 20 menit untuk bahan 300 kg dan setelah itu hasilnya akan keluar menjadi serbuk yang agak halus. Hasil penggilingan yang kedua ini perlu didinginkan dulu sebelum dilakukan proses pengayakan.
Pengayakan dilakuakan dengan tujuan agar serbuk jamu benar-benar halus. Setelah selasai penggilingan yang kedua dingin maka siap untuk menjalankan proses selanjutnya yaitu pengayakan. P.J Bisma Sehat menggunakan 3 mesin ayak dengan tipe mesh 120 yang berukuran 1,25 m x 2,5 m. Cara pengayakan mesin dihidupkan kemudian serbuk dituang pada ayakan sambil diaduk-aduk dengan kayu panjang. Hasil ayakan akan jatuh ke bawah dalam bentuk serbuk halus.
Setelah melalui proses ayakan, masih ada proses penggilingan satu kali lagi tujuannya untuk mendapatkan hasil serbuk jamu yang sangat halus, dalam penggilingan ini membutuhkan waktu 45 menit untuk bahan kunyit 300 kg, sehingga lebih mudah larut saat di konsumsi dengan cara diseduh dengan air hangat. Setelah melewati beberapa proses penggilingan dan pengayakan bahan sudah bisa di sebut sebagai serbuk bahan baku.
3. Penyimpanan Awal
Gudang ini bersifat sementara yaitu berfungsi sebagai tempat penampungan sebelum serbuk bahan baku di ramu menjadi jamu serbuk jadi. Serbuk bahan baku yang sudah mengalami beberapa proses di simpan dalam karung plastik yang diberi kode dan tanggal pembuatan.
Kode ini dibuat untuk membedakan ramuan yang satu dengan yang lain sedangkan tanggal pembuatan di tulis untuk menentukan masa kadaluarsa bahan baku. Penyimpanan dengan karung plastik bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan - kemungkinan yang tidak diinginkan, misalnya kerusakan bahan baku kunyit karena air hujan, perlindungan terhadap gangguan tikus atau serangga serta mengantisipasi kerusakan atau kebocoran karung yang menyebabkan bahan - bahan terjatuh atau tercecer.
commit to user
Penyimpanan dalam gudang di P.J Bisma Sehat menggunakan sistem FIFO (First In Frist Out) yaitu bahan yang pertama masuk maka bahan tersebut yang pertama dikeluarkan. Dengan sistem ini bertujuan untuk menghindari kerusakan bahan yang telah disimpan dalam waktu yang lama dan untuk menjaga kualitas produk. Masa kadaluarsa bahan baku serbuk adalah satu minggu. Untuk masa kadaluwarsa simplisianya 1 tahun, sedangkan untuk masa kadaluwarsa hasil ramuan atau jamu yang sudah jadi yaitu 3 tahun. Untuk bahan baku kunyit yang sudah digiling apabila dalam satu minggu bahan baku kunyit tersebut tidak diramu dan dikemas, maka bahan tersebut tidak bisa digunakan. Bahan yang sudah habis masa kadaluwarsanya harus dibakar, sedangkan untuk simplisia kering apabila dalam satu tahun simplisia belum digiling, maka juga akan di musnahkan atau dibakar. Untuk mencegah keracunan jamu karena simplisia yang terkena jamur atau kotoran lain.
4. Peramuan Bahan Jadi
Ramu jamu jadi merupakan inti dari proses lanjutan dari proses ramu bahan baku. Proses ramu jamu jadi adalah proses menambahkan bahan yang diperlukan setiap macam jamu. Ramu jamu jadi dilakukan oleh Bapak Mulyadi sebagai pemilik perusahaan dan Bapak Gimin yang di angkat sebagai tangan kanan dari Bapak Mulyadi, sehingga tidak sembarangan orang bisa meramu jamu, jadi bahan apa saja yang ditambahkan serta komposisinya dalam jamu tersebuat hanya beliau dan Pak Gimin yang tahu. Caranya, bahan yang di perlukan di tambahkan kemudian diaduk sampai rata. Setelah itu, bahan bisa disebut sebagai jamu serbuk jadi yang siap untuk di kemas.
5. Pemeriksaan laboratorium
Jamu Bisma Sehat sebelum berlanjut pada proses berikutnya, pengemasan diambil sampelnya terlebih dahulu untuk diperiksa di laboratorium. Di PJ. Bisma Sehat pemeriksaaan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Petugas dari Dinas Kesehatan datang dan mengambil sampel produk, kemudian di bawa ke laboratorium untuk diperiksa.
commit to user
Setelah 3 hari pemeriksaan laboratorium akan dikirim kembali ke PJ.
Bisma Sehat. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan antara lain meliputi homogenitas campuran, kadar air, derajat halus, khasiat, dan kandungan logam beratnya. Selain itu juga memeriksa angka kuman, kandungan bakteri, jamu dan efek sampingnya.
6. Pengemasan
Pengemasan perlu dilakuakn dengan tujuan agar bahan tersimpan secara baik serta terjaga kualitasnya. Dalam pengemasan ada 4 tahapan yaitu kemas dalam, kemasan luar, pres dan packing.
Kemasan di P.J Bisma Sehat ada 2 macam antara lain kemasan kertas, dan kemasan plastik. Cara untuk kemasan kertas dalam yaitu serbuk jamu yang sudah jadi di tuang dalam mesin pengisi yang sudah di atur takaran untuk setiap kemasan adalah 7 gram. Kemasan dengan sendirinya sudah terisi jamu, selanjutnya dilakukan kemasan luar yang terbuat dari kertas juga yang di beri cap P.J Bisma Sehat serta nama, manfaat, komposisi, dan cara membuatannya. Cara pengemasannya yaitu jamu yang sudah di kemas dalam kertas di masukkan dalam kemasan kertas kemudian di lem dan siap menuju proses packing.
Untuk cara kemasan plastik ada 2 macam, yang kemasan plastik pertama serbuk yang sudah jadi di tuang dalam mesin pengisi yang sudah di atur takaran untuk setiap kemasan adalah 7 gram. Kemasan dengan sendirinya sudah terisi jamu dan siap menuju proses packing.
Dan kemasan plastik yang kedua di isi dengan cara manual dengan menggunakan sendok makan dengan takaran untuk setiap kemasan 250 gram, 500 gram dan 1000 gram. Proses kemasan ini menggunakan mesin pres. Cara pengepresannya adalah alat pres di hidupkan kemudian ujung dari plastik kemasan di jepitkan dalam mesin pres.
Fungsi pengepresan adalah agar kemasan plastik tertutup rapat sehingga bahan tidak tumpah. Setelah itu menuju proses packing.
Packing merupakan kegiatan paling akhir dari pengemasan.
Urutan kegiatannya adalah 10 sampel jamu dimasukkan dalam kantong
commit to user
plastik kecil yang di sablon P.J Bisma Sehat kemudian dari 40 plastik tadi di masukkan dalam 1 plastik besar dan ditambahkan etiket di dalamnya.
Setelah proses pecking selesai jamu serbuk siap di pasarkan tetapi tidak semua langsung dipasarkan ada sebagian digunakan sebagai cadangan atau stok. Cadangan ini simpan dalam rak – rak yang diletakkan dalam ruangan tersendiri untuk menunggu pemasaran selanjutnya. Daerah pemasaran jamu P.J Bisma Sehat yaitu wilayah kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, dan provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur.
7. Penyimpanan Akhir
Produk P.J Bisma Sehat yang telah dikemas kemudian disimpan pada ruang terpisah yang tergantung dari jenis bahan yang disimpan.
Pada saat penyimpanan ruang yang digunakan harus ruangan yang bersih dan terbebas dari serangga, binatang pengerat, cukup penerangan, terjamin peredaran udaranya dan suhu harus sesuai sebelum dilakukan pemasaran.
commit to user
31
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari pelaksanaan kegiatan magang di P.J Bisma Sehat Nguter maka penulis dapat menarik kesimpulan antar lain:
1. P.J Bisma Sehat adalah salah satu unit usaha yang bergerak dalam bidang jamu tradisional.
2. P.J Bisma Sehat dalam pendirian perusahaan ini bermaksud untuk :
“Mengembangkan usaha dari pengalaman yang di dukung dengan mengadakan kerja sama dengan beberapa perusahaan jamu tradisional di sekitar Nguter dan membantu masyarakat dalam bidang kesehatan dengan menyediakan sarana pengobatan yang efek sampingnya rendah serta harganya terjangkau”.
3. Tujuan berdirinya P.J Bisma Sehat adalah :
a. Mendapatkan keuntungan dan menambah penghasilan.
a. Mendapatkan keuntungan dan menambah penghasilan.