• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II MEDIA TELEVISI DAN PERKEMBANGAN IMAN ANAK DALAM

B. Pengaruh Media Televisi Terhadap Anak dalam Keluarga

2. Manfaat Media Televisi

Semula dinilai bahwa siaran televisi kurang bermanfaat dalam dunia pendidikan, hal ini mengingat biaya operasionalnya cukup mahal, tetapi kemudian muncul pendapat-pendapat yang berlawanan bahwa televisi telah menubah kehidupan kita dalam bayak hal. Banyak orang sekarang menghabiskan lebih banyak waktu menonton TV ketimbang melakukan hal lain. Namun, televisi menawarkan baik manfaat dan bahaya bagi kita. Beberapa manfaat dari media televisi adalah sebagai berikut :

a. Media Informasi

Televisi bisa mengerutkan dunia dan melaksanakan penyebaran berita dan gagasan lebih cepat. Dengan adanya media televisi dunia kelihatan semakin kecil dari sebelumnya. Kita bisa memperoleh kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di dunia. Berita-berita aktual bisa langsung. Media televisi telah bisa menyatukan hati semua orang melalui

informasi yang diberikan. Dengan menonton tayangan televisi akan bisa menambah wawasan kita. Orang Kristen membutuhkan informasi demi kelancaran pemberitaan Injil, maka kita perlu memiliki pengetahun akan dunia dan sekitar kita yang tidak hanya kita lihat melalui buku tetapi dengan melihat dan mendengar dari televisi. Ada berita baik yaitu saat ini Gereja bisa memakai sarana televisi untuk memberitakan Injil. Di negara besar seperti Amerika Serikat menginjili melalui televisi adalah merupakan hal yang lazim. Sehingga jutaan orang bisa melihat dan mendengar Injil di televisi dan begitu banyak jiwa telah mentaati Injil melalui kontribusi penyiaran televisi.

Informasi juga bersifat pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, dan penyebaran berita, data, gambar, fakta, pesan, pendapat serta komentar. Artinya bisa memahami keadaan masyarakat lingkungan dan masyarakat luas. Dengan berbekal pengetahuan yang cukup, orang akan mampu memberikan tanggapan perihal orang lain, lingkungan serta situasinya, baik di kawasan Nasional maupun Internasional (Drs. Darwanto, S.S.2007:36).

b. Memperluas Wawasan

Media televisi juga telah memperluas wawasan masyarakat dengan sajian acara seperti news, news feature, talk show, dialog, dan berbagai macam acara informatif-edukatif lainnya. Beragam acara di televisi ditayangkan merupakan salah satu upaya stasiun televisi untuk menarik minat menonton pada masyarakat. Televisi membantu kita untuk belajar tentang dunia dan untuk mengetahui dan melihat banyak hal baru. Televisi juga bisa menjadi orang tua dalam membantu si

anak menemukan bakat-bakatnya, acara-acara TV pendidikan bisa menjadi bagian dari ”lingkungan belajar” yang dibangun oleh orang tua di rumah (Milton Chen, Ph.D.1996:19). Pergi ke perpustakaan untuk mencari buku-buku tentang pokok-pokok pembicaraan misalnya membahas tentang masalah-masalah lingkungan hidup.

c. Sarana Hiburan

Pada dasarnya fungsi televisi adalah memberikan hiburan yang sehat serta pengetahuan kepada pemirsanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk yang membutuhkan hiburan. Hiburan-hiburan yang sehat yang ditayangkan di televisi seperti musik, film, infotaiment dan lain-lain sangat bermanfaat untuk mencairkan kejenuhan. Tayangan hiburan juga bermanfaat untuk mengenal banyak hal yang sedang menjadi trend pada saat ini dan menambah pengetahuan tentang cara tampil gaul.

Salah satu media hiburan yang hampir ada di setiap rumah orang adalah televisi (TV). Melalui televisi (TV), orang bisa mendapatkan berbagai macam tayangan info berita hingga tayangan-tayangan hiburan entertainment menarik untuk sekadar mengisi waktu atau sebagai sarana menghilangkan stress atau rasa suntuk ketika berada di rumah. Di Indonesia, kita bisa mendapatkan puluhan siaran stasiun TV lokal ibu kota Jakarta maupun siaran-siaran TV lokal provinsi. Beberapa diantaranya seperti : siaran ANTV, Metro TV, Chanel TV, Indosiar, SCTV, RCTI, TPI, TransTV, Trans7, MNCTV (pengganti TPI), Spacetoon

(siaran TV anak-anak), Elshinta, Bali TV, Global TV, TVone, LTV, TVRI, dan puluhan stasiun TV lainnya.

d. Sarana Pewartaan

Pewartaan adalah kegiatan komunikasi, pewartaan tetaplah menjadi yang utama dari tugas perutusan Gereja di dunia. Inti pokok pewartaan sendiri adalah Kristus yang disalibkan, wafat dan bangkit. Sebab melalui Dia manusia benar-benar dibebaskan secara penuh dari dosa. Dalam realitas tugas perutusan, pewartaan memiliki peranan yang sentral dan tak tergantikan. Begitu juga dalam keterbukaan Gereja terhadap media komunikasi, ini terlihat sejak Konsili Vatikan II. Konsili Vatikan II merupakan titik tolak Gereja dalam menghadapi zaman modern dengan menerbitkan dekrit Inter Mirifica, yaitu tentang upaya-upaya komunikasi sosial.

Dalam dekrit tersebut Gereja mengakui alat-alat komunikasi seperti: media cetak, film, radio, televisi dan lainnya sebagai penemuan teknologi modern. Penemuan ini membuka peluang-peluang baru untuk menyalurkan dengan lancer segala berita gagasan, dan pedoman (Inter Mirifica art.1). oleh karena itu Konsili juga menganjurkan agar alat-alat komunikasi dimanfaatkan secara efektif dalam segala macam karya kerasulan (Inter Mirifica art.3). Gereja jangan menjadi asing dengan dunia komunikasi ini, tetapi dapat memanfaatkannya demi pewartaan Injil dan kesaksian iman (Konferensi Wali Gereja Indonesia, 1996: 392).

Maka melalui televisi dalam hal melayani pemirsanya, mencerminkan adanya peristiwa manusia dalam segala dimensinya. Dimensi yang teramat

penting adalah dimensi rohani dan agama, dan program yang sungguh-sungguh berbicara mengenai aspek apa pun dari hidup, manusia harus memperhitungkan dimensi tersebut.

Gereja di seluruh Afrika ingin membantu di dalam bidang media jalan yang diperlukan untuk pengembangan rohani dan kebahagiaan semua orang. Orang-orang Katolik diberi kesempatan untuk menjalankan programnya, maka pewartaan sabda dan penyajian tentang liturgi akan mendapat tempat pertama. Tetapi tetaplah diperhatikan agar kita tidak menutup terhadap kemampuan luar biasa dari media ini bagi pengembangan manusia seutuhnya ( Franz – Joseff Eil, SVD, 2002 : 127-128).

Iswarahadi dalam bukunya Beriman Dengan Bermedia: Antalogi Komunikasi menjelaskan bahwa penggunaan media dalam pewartaan iman sangatlah penting karena media memiliki peranan sebagai sarana yang mendorong semua orang untuk terbuka dan terlibat dalam gerakan yang merindukan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan (Iswarahadi,2003:27). Oleh karena budaya komunikasi semakin berkembang, pewartaan iman juga perlu diperbaharui sesuai dengan perkembangan jaman agar setiap orang mampu menerima pesan keselamatan itu.

3. Pengaruh Positif dan Negatif Media Televisi Terhadap Perkembangan

Dokumen terkait