• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Manfaat Penelitian

Menambah pengetahuan peneliti tentang desain formulir Rumah Sakit terutama dalam hal mendesain formulir sesuai dengan fungsinya.

2. Bagi Rumah Sakit

Sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi bagi rumah sakit saat perevisian formulir Lembar Masuk Keluar serta mengembangkan

7

formulir yang didesain dengan baik dan benar agar mendapatkan hasil yang lebih lengkap dan akurat.

3. Bagi Akademik

Menambah referensi di perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro dan sebagai tolak ukur dalam ilmu desain formulir.

E. Ruang Lingkup Penelitian 1. Lingkup Keilmuan

Penelitian ini termasuk dalam lingkup keilmuan rekam medis dan informasi kesehatan.

2. Lingkup Materi

Materi yang diambil dalam penelitian ini adalah Desain Formulir, yaitu mengenai analisa desain formulir Lembar Masuk Keluar Rumah Sakit Hermina Pandanaran Kota Semarang untuk periode 2012.

3. Lingkup Lokasi

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Hermina Pandanaran Kota Semarang.

4. Lingkup Metode

Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara.

8 5. Lingkup Objek

Objek penelitian ini adalah formulir Lembar Masuk Keluar Rumah Sakit Hermina Pandanaran Kota Semarang.

6. Lingkup Waktu

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s/d April 2012

9 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Rekam Medis

1. Pengertian Rekam Medis

Berdasarkan Kamus Umum Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa Rekam Medis adalah hasil perekaman yang berupa keterangan mengenai hasil pengobatan pasien dan kesehatan pasien.(5)

Menurut Departemen Kesehatan RI, Rekam Medis adalah

“Berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas, anamnesis, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada seorang pasien selama dirawat di Rumah Sakit”.(2)

Berdasarkan Pemenkes RI Nomor 269 /Menkes /PER /III /2008 Bab I Pasal I, disebutkan bahwa rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. (1)

10 2. Kegunaan Rekam Medis

Menurut Gilboni, kegunaan rekam medis antara lain : a. Administration (Administrasi)

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrassi karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan paramedic dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.

b. Legal (Hukum)

Suatu berkas rekam medis yang mempunyai nilai hukum karena isinya menyangkut adanya jaminan kepastian hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan.

c. Financial (Keuangan)

Suatu berkas rekam medis yang mempunyai nilai keuangan karena isinya dapat dijadikan bahan untuk menetapkan biaya pembayaran pelayanan di rumah sakit. Tanpa adanya bukti catatan tindakan pelayanan, maka pembayaran tidak dapat dipertanggung jawabkan.

d. Research (Penelitian)

Suatu berkas rekam medis yang mempunyai nilai guna penelitian karena isinya mengandung informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.

11 e. Education ( Pendidikan )

Suatu berkas rekam medis yang mempunyai nilai pendidikan karena isinya menyangkut data atau informasi tentang perkembangan kronologis dari pelayanan medic yang diberikan kepada pasien, informasi tersebut dapat digunakan dibidang profesi pengguna

f. Documentation (Dokumentasi)

Suatu berkas rekam medis yang mempunyai nilai dokumentasi karena isinya menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggung jawaban.

3. Tujuan Rekam Medis

Rekam medis memiliki beberapa tujuan di antaranya sebagai berikut (Samil, 2001).

a. Mempunyai nilai administratif karena berisi tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan paramedis.

b. Dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan dan perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien.

c. Adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan dalam usaha menegakkan hukum serta menyediakan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan.

12

d. Sebagai bahan untuk menetapkan biaya pelayanan di rumah sakit. Tanpa bukti tindakan catatan pelayanan, pembayaran biaya pelayanan di rumah sakit tidak dapat dipertanggungjawabkan.

e. Dapat dipergunakan sebagai aspek penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.(10)

B. Kelengkapan Dokumen Rekam Medis 1. Pengertian Data

Data adalah fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti, yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, kata-kata, angka-angka dan lain-lain.

2. Kualitas data

a. Ciri-ciri data yang baik memiliki 4 kriteria, sebagai berikut : 1) Akurat

Maksudnya adalah data yang harus lengkap dan tepat dalam merekam keadaan tertentu.

2) Valid

Masih berlaku untuk waktu tertentu, tidak ketinggalan, tidak kadaluarsa.

3) Terus Menerus

Pengumpulan datanya dilakukan secara terus menerus tidak terputus-putus.

13 4) Reliable

Dapat diandalkan atau dapat dipercaya.

Keempat ciri tersebut harus dipenuhi dalam suatu system pencatatan dan system pelaporan sebagai sarana menciptakan informasi yang berkualitas.(7)

b. Ada 6 Aturan data yang baik :

1) Data yang tidak terpakai jangan dibiarkan terlalu lama.

2) Data yang berkualitas pada sistem informasi berfungsi untuk digunakan, tidak untuk dikumpulkan.

3) Kualitas data sangat tergantung pada ketepatan pada saat memasukkan data.

4) Masalah kualitas data berkembang seiring dengan umur system jadi harus selalu diperbaharui.

5) Kurang beberapa atribut / elemen data berarti akan mengubah hasil akhirnya.

6) Peraturan tentang kuatlis data juga ditetapkan pada data dan data yang berisikan data.

3. Prinsip Pencatatan dalam Rekam Medis

Pencatatan dalam rekam medis pada setiap rumah sakit memiliki aturan tersendiri. Akan tetapi, pada dasarnya memiliki prinsip yang sama di antaranya sebagai berikut (Soeparto dkk., 2006).

a. Catat secara tepat.

Tenaga kesehatan sesuai dengan kompetensinya harus melakukan pencatatan dalam waktu secepat mungkin dengan

14

pelaksana observasi dan pemberian tindakan secara tepat.

Jika pencatatan dilaksanakan pada akhir dinas, dikhawatirkan akan terlupakan dan informasi yang didapat tidak akurat.

b. Hindari pencatatan dengan sistem blok.

Kebiasaan mencatat semua informasi pasien dalam satu waktu atau dikenal sistem blok memiliki banyak kelemahan seperti kehilangan banyak informasi, tidak akurat, dan waktu pencatatan tidak terstruktur. Oleh karena itu, kebiasaan mencatat laporan perkembangan pasien dengan menggunakan sistem blok perlu dihindari.

c. Catat segera setelah pemberian tindakan.

Pencatatan dalam rekam medis seharusnya dilakukan setelah pemberian tindakan pada pasien. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya informasi yang bias dan tidak akurat karena pencatatan yang lama tidak mencerminkan respons secara langsung pada pasien.

d. Isi bagian format pencatatan yang masih kosong.

Pencatatan harus ditulis selengkap mungkin untuk menghindari munculnya pertanyaan seperti sudahkah data diperoleh atau dikaji untuk menghindari interpretasi dalam pencatatan yang kosong. Oleh karenanya, beberapa fasilitas atau tempat pelayanan kesehatan memiliki aturan tersendiri, seperti pencantuman garis datar atau lainnya.(10)

4. Ketentuan Pengisian Rekam Medis, meliputi :

15

a. Setiap tindakan atau konsultasi yang dilakukan terhadap pasien, selambat-lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam harus ditulis dalam lembaran (formulir) rekam medis.

b. Semua pencatatan harus ditandatangani oleh dokter / tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan kewenangannya dan ditulis nama terangnya serta diberi tanggal.

c. Pencatatan yang dibuat oleh mahasiswa kedokteran dan mahasiswa lainnya ditandatangani dan menjadi tanggung jawab dokter yang merawat atau oleh dokter yang membimbingnya.

d. Pencatatan yang dibuat oleh residens harus diketahui oleh dokter pembimbingnya.

e. Dokter yang merawat dapat memperbaiki kesalahan penulisan dan melakukannya pada saat itu juga serta dibubuhi paraf.

f. Penghapusan tulisan dengan cara apapun tidak diperbolehkan.

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan

Suatu system yang terdiri dari beberapa komponen yang mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan tertentu khususnya pelayanan kesehatan, komponen tersebut terdiri dari sumber daya yang meliputi :

1) Man (Manusia)

Faktor terpenting dari pelaksanan suatu system untuk mencapai pelayanan kesehatan yang optimal.

2) Material ( Bahan)

16

Bahan adalah suatu produk atau fasilitas yang digunakan untuk menunjangg tujuan dalam pelaksanaan system pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit.

3) Machines (Peralatan )

Alat yang digunakan manusia untuk mengerjakan suatu pekerjaan agar lebih cepat, efisien, dan sebagai penunjang pelaksanaan kesehatan di rumah sakit.

4) Methods (Metode)

Metode yang tepat akan membantu tugas-tugas seseorang akan lebih cepat dan ringan didalam pelaksanaan kesehatan di rumah sakit.

5) Money (Dana)

Dana yang paling berperan.

C. Isi Ringkasan Masuk dan Keluar

Ringkasan Masuk dan Keluar yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat identitas pasien dan untuk mencatat ringkasan perjalanan penyakit serta pelayanan apa saja yang diberikan sejak pasien masuk sampai dengan pasien keluar rumah sakit. Isi pokok formulir ini yaitu identitas pasien (baik identitas pribadi maupun social), identitas dokter yang merawat, keluhan utama dan keluhan tambahan, riwayat ringkasan penyakit terdahulu, diagnosis awal, diagnosis utama, diagnosis komplikasi, diagnosis karsinoma, infeksi nosokomial, tindakan dan sebab kematian.(2)

17

Formulir Ringkasan Masuk dan Keluar dapat digunakan untuk informasi dalam perawatan pasien selanjutnya, Isi formulir adalah sebagai berikut :

1. Informasi tentang identitas pasien : a. Nomor rekam medis

b. Nama Pasien c. Umur

d. Alamat e. Pendidikan f. Jenis kelamin g. Agama h. Pekerjaan

i. Status Perkawinan 2. Informasi yang perlu dicatat :

a. Cara pelayanan pasien atau keikutsertaan dalam asuransi b. Cara penerimaan pasien

c. Asal pasien

d. Nama dan alamat keluarga terdekat e. No. Telepon yang dihubungi

f. Tanggal dan jam masuk rawat inap g. Tanggal dan jam keluar rawat inap h. Lama di rawat

i. Bagian atau spesialisasi j. Ruang rawat

k. Kelas Perawartan

18 l. Diagnose Masuk

m. Diagnose akhir ( utama, komplikasi ) n. Operasi atau tindakan (jika ada) o. Jenis anestesi (jika ada)

p. Infeksi nosokomial dan penyebabnya (jika ada) q. Imunisasi yang pernah didapat

r. Imunisasi yang diperoleh selama di rawat s. Transfusi darah (jika ada)

t. Nama dan tanda tangan dokter yang merawat u. Tempat dan tanggal kejadian

v. Sebab Kematian

D. Formulir Rekam Medis 1. Pengertian Formulir

Formulir adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat dan merekam terjadinya peristiwa-peristiwa atau transaksi-transaksi suatu kegiatan pelayanan.(2)

2. Pengertian Formulir Rekam Medis

Formulir rekam medis adalah secarik kertas yang digunakan untuk mendokumentasikan (merekam) peristiwa, transaksi, pelayanan yang terjadi dalam organisasi kesehatan.(2)

19 3. Desain Formulir

Desain Formulir adalah suatu rancangan dalam formulir yang mengatur tata letak dan penyusunan layout dan perwajahan, kolom-kolom, garis-garis maupun huruf-huruf.(6)

4. Syarat Desain yang Efektif

a. Menarik, menimbulkan perhatian terhadap pesannya.

b. Mengikat pesan dapat mudah dibaca dan dimengerti.

c. Membuat kesan, sehingga konsumen ingin memiliki barang cetakannya.(3)

5. Manfaat Formulir

a. Alat untuk menetapkan tanggung jawab timbulnya kegiatan.

b. Alat untuk merekam data transaksi.

c. Alat untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.

d. Sebagai alat komunikasi yaitu menyampaikan pokok dari satu orang-ke orang lain didalam organisasi yang sama atau ke organisasi yang lain.(2)

6. Tujuan Formulir

a. Untuk menuntut perhatian, misalnya :

1) Bisa memerlukan tanda tangan/ cap jempol dan sebagainya.

20

2) Formulir pengumpulan data menyebabkan timbulnya dokumentasi.

b. Untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

c. Untuk mengintruksi pemakainya tentang apa yang harus dilakukan, data apa yang harus dikumpulkan, dimana data diperoleh, bagaimana mengumpulkannya, dan apa yang harus dilakukan sesudahnya.

d. Untuk memperbaiki tanggung jawab dan mengidentifikasikan catatan untuk pengarsipan dan rujukan masa depan.

e. Untuk mengatur standarisasi sehingga menjamin konsistensi pengumpulan data dan interpretasi.

f. Untuk komunikasi.(2)

7. Prinsip Dasar Perancangan Desain Formulir

a. Buatlah rancangan dengan memikirkan pengguna.

b. Pelajari tujuan dan pemakaian formulir.

c. Rancanglah formulir sesederhana mungkin, hilangkan data atau informasi yang tidak diperlukan.

d. Gunakan terminologi standar untuk elemen data, atau gunakan definisi-definisi, beri label semua informasi.

e. Aturan urutan item-item data secara logis.(2) 8. Aspek Desain Formulir

Formulir merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sesuai dengan yang dibutuhkan hingga nantinya dapat

21

menghasilkan informasi yang berarti bagi pengguna formulir tersebut.

Formulir harus didesain sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Pada dasarnya desain formulir dibagi menjadi 3 golongan besar, yaitu :

a. Aspek Fisik

Bangunan fisik formulir adalah ukuran dan sifat khususnya.

Faktor yang berkaitan dengan bangunan fisik formulir antara lain bahan kertas. Ada 4 kertas yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain formulir yaitu :

1) Bahan

Bahan formulir harus memperhatikan kegunaan formulir tersebut sehingga harus ada beda antara bahan formulir yang bersifat abadi dan bahan untuk formulir yang cepat dimusnahkan.

Terdapat lima sifat fisik kertas yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain formulir antara lain weight, grade, grain, finish of paper, dan color of paper.

Sifat-sifat ini berhubungan dengan permanency, durability, mutu penulisan kertas, keterbacaan dan pembuatan micro film.

Permanency adalah berapa lama kertas dapat disimpan, sedangkan durability berhubungan dengan kesanggupan sesorang untuk mengelola kertas berkali-kali.

22

Keterbacaan dipengaruhi oleh interaksi kertas dengan cahaya, misalnya kilatan pada kertas, jenis kertas juga mempengaruhi pembuatan micro film, karena beberapa warna, lapisan, jenis dan ukuran cetakan tidak dapat muncul dengan jelas apabila jenis kertasnya tidak baik.

a) Weight (berat kertas) berarti berat kertasnya pada ukuran tertentu.

b) Grade adalah mutu kertas dan seratan berdasarkan pada jenis material yang digunakan dalam proses pembuatannya. Kertas dibuat dari rag, bubur mekanis kayu, dengan berbagai komposisi tergantung jenis kayu yang diinginkan. Grade yang digunakan untuk formulir tergantung pada hal-hal seperti ketahanan formulir dan penampilan.

c) Grain of paper adalah arah serat-serat pembuat kertas yang menentukan kekuatan kertas.

d) Finish of paper adalah lapisan kimia pada permukaan kertas, misalnya kasar (low finish), licin (high finish), mengkilat/glossy (very high finish).

e) Color of paper, merupakan medium yang efektif untuk memperoleh daya tarik, identifikasi unik, dan sederhana untuk memudahkan penanganan formulir.

2) Bentuk

23

Bentuk formulir untuk ringkasan masuk dan keluar adalah persegi panjang agar mudah disatukan dengan formulir yang lain dalam 1 folder.

3) Ukuran

Pengetahuan mengenai huruf, pemilihan huruf, penataan huruf, dan penerapan huruf sehingga membuat komunikasi tercetak efektif.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Faktor penyesuaian dengan pembaca

Untuk penerbitan yang bersifat umum pemakaian huruf sebaiknya dibatasi pada satu atau dua jenis huruf.

b) Huruf harus sesuai dengan karakteristik isi pesan/

naskah.

c) Harus mempunyai keterbacaan yang tinggi.

4) Warna

Kertas berwarna untuk formulir merupakan media yang efektif untuk memperoleh daya tarik, identifikasi unik cara sederhana untuk memudahkan penanganan formulir. Hal yang menjadi perhatian dalam hal warna formulir dengan tinta yang digunakan.

Kontras adalah derajat perbedaan antara luminesi 2 obyek atau permukaan dalam komunikasi visul, unsur kontras digunakan sebagai eye catcher atau daya tarik,

24

sehingga tertarik dan tindakan selanjutnya adalah terkesan dan mempunyai penilaian yang baik tentang produk yang ditawarkan. Kesan terhadap warna ditentukan oleh jenis-jenis panjang gelombang cahaya serta efek psikologi warna. Hal ini ditampilkan dengan table efek psikologi

Biru Jauh Sejuk Menyejukkan

Hijau Jauh Sangat

hangat Merangsang Sawo

matang Sangat

dekat Netral Merangsang

Ungu Sangat

dekat Sejuk Agresif

Sumber : Ergonomic untuk Produktifitas Kerja, Sumakmur PK.(8)

b. Aspek Anatomi

Lima komponen utama yang biasanya pada formulir kertas yaitu :

1) Heading

Heading mencakup judul dan informasi mengenai formulir. Posisi standart judul sebuah formulir adalah kiri atas, tengah atas, kanan atas, kiri bawah/ kanan bawah.

Judul harus berada diatas sehingga informasi control yang

25

berhubungan bisa terlihat di bagian dasar. Sebuah sub judul harus digunakan kalau judul utama memerlukan penjelasan/ kualifikasi lebih lanjut .

Informasi lain mengenai formulir mencakup identifikasi formulir, tanggal penerbitan dan nomor halaman. Batas kanan merupakan tempat terbaik untuk identifikasi formulir dan tanggal penerbitan. Kalau formulir terdiri dari berberapa halaman terpisah / tercetak di halaman balik, identifikasi harus berada pada kedua sisi dan setiap halaman. Hal ini akan membantu dalam penyusunan halaman-halaman yang sama dari formulir-formulir yang memiliki halaman ganda.

Tanggal penerbitan harus muncul pada setiap formulir.Hal ini membantu dalam menentukan apakah edisi terbaru yang sedang digunakan dan membantu dalam pembuangan stok yang tidak dipakai lagi.Tanggal penerbitan biasanya terdapat setelah nomor formulir.

Kalau terdapat halaman ganda pada formulir, nomor halaman harus dibuat. Nomor halaman bisa berupa angka / alphabet, dan bisa terletak pada sudut kanan atas/ kanan bawah.

Pada saat mendesain formulir yang memerlukan lembar tambahan dan nomor halaman tersebut tidak diketahui oleh pengguna pada awalnya menggunakannya, maka setiap halaman harus diberi tempat untuk pengisian nomor

26

halamannya, misalnya “ halaman….dari….halaman “ yang diisikan oleh petugas rekam medis.

2) Introduction

Bagian pendahuluan ini menjelaskan tujuan formulir.

Kalau penjelasan lebih lanjut diperlukan, pernyataan yang jelas bisa dimasukkan didalam formulir untuk menjelaskan tujuan formulir digunakan.

3) Instruction

Instruksi umum harus singkat dan berada pada bagian atas formulir. Bila tidak mungkin diringkas, sebaiknya tidak dimuat didalam formulir, tetapi dibuat lembaran khusus petunjuk atau informassi pengisian formulir, instruksi tidak boleh diletakkan diantara ruang-ruang entry karena hal ini membuat formulir terkesan berantakan dan mempersulit pengisian.

4) Body

Body merupakan bagian formulir yang disediakan untuk kerja formulir yang sesungguhnya. Pertimbangan hati-hati harus diberikan mengenai susunan data yang diminta / informasi yang tersedia mencakup pengelompokan, pengurutan, dan penyusunan tepi yang sepantasnya.

27

Pertimbangan juga harus diberikan untuk margins, spacing, rules, dan type styles dan cara pencatatan.

a) Margins

Batas pinggir ini tidak hanya menambah tampilan dan kegunaan formulir tapi juga kesanggupan untuk merancang formulir secara fisik. Margin minimum harus disediakan 2/16” pada bagian atas, 3/16” pada sisi-sisi.

b) Spacing

Spacing adalah ukuran area entry data. Pada waktu mendesain formulir dengan data yang akan diisi dengan mesin ketik, ikuti petunjuk ini ;

1. Horizontal spacing : 1/12” untuk huruf ‘elite’, 1/10”

untuk huruf ‘pica’, spacing 1/10” untuk huruf elite dan pica.

2. Vertical spacing :terdapat enam garis vertical setiap inchi pada mesin ketik standart, elite atau pica 1/6”.

c) Rules

Sebuah rules adalah sebuah garis vertical atau horizontal. Garis ini solid (langsung), dotted (terputus-putus), atau pararel berdekatan yang melayani berbagai tujuan.

28

Rules membagi formulir atas bagian-bagian logis, mengarahkan penulisan untuk pemasukan data pada tempat semestinya, mengintruksi penulisan mengenai panjang yang diinginkan dari data yang dimasukkan, membimbing pembaca melalui komunikasi, dan menambah daya tarik formulir.

d) Type Styles

Jenis huruf ini penting dalam hal keterbacaan dan penonjolan. Untuk suatu formulir, paling baik adalah menggunakan sesdikit kepentingan yang sama hendaknya dicetak dengan huruf yang sama di semua bagian formulir. Biasanya jenis italic dan bold digunakan untuk penekanan, tapi terbatas pada kata-kata yang memerlukan penekanan khusus.

Pemakaian huruf dalam sebuah formulir harus diseragamkan dengan baik. Adapun yang menjadi perhatian pada huruf adalah bentuk huruf, ukuran huruf, symbol yang digunakan, istilah-istilah dan singkatan-singkatan yang ada pada formulir.

Tipografi adalah pengetahuan mengenai huruf, kepemilikan huruf, penataan huruf dan penerapan huruf sehingga membuat komunikasi menjadi efektif.Kemampuan membaca setiap orang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan kebiasaan

29

membaca.Secata umum huruf teks adalah 10-11 point, sedangkan yang lebih besar dari 10 point diletakkan sebagai huruf display atau judul.

Tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan tanpa harus bersusah payah. Hal ini bias ditentukan oleh :

1. Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan sebagainya.

2. Penggunaan warna.

3. Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu kenyamanan suatu susunan huruf saat dibaca sangat penting dalam keterbacaan huruf. Hal ini dipengaruhi oleh :

1. Jenis huruf 2. Ukuran

3. Pengaturan, termasuk didalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya.

4. Kontras warna terhadap latar belakang.(9)

Hal terakhir, huruf haruslah indah dan menyenangkan pembaca. Huruf sebagai elemen yang tercetak tidak hanya terbaca tetapi begaimana huruf tersebut dapat berperan sebagai unsure etis dan pemuas pembaca.

30 e) Cara pencatatan

Hampir semua formulir dihasilkan dengan tangan, mesin ketik atau cetakan computer. Cara lain pencatatan data mencakup OCR (Optical Character Recogniting = pengenalan huruf secara optis) dan ‘bar code’ yang bekerja secara input langsung ke dalam computer.

5) Close

Penutup merupakan ruangan untuk tanda tangan pengotentikassian / persetujuan.(2)

c. Aspek Isi

Aspek isi ini berkaitan berkaitan dengan poin-poin/ butir-butir yang terdapat pada formulit.

Adapun yang termasuk aspek isi sebagai berikut :

1) Butir Data

Data yang harus tercatat pada formulir harus berisikan data pasien dan data klinis pasien, serta data yang tercatat harus sesuai dengan kebutuhan pengguna.

2) Terminologi

Komunikasi yang efektif antara orang-orang tergantung dari penggunaan terminologi yang dapat dipahami oleh

31

mereka. Penggunaan terminolgi standart jika memungkinkan sangat dianjurkan, begitu juga dengan penggunaan kata, nomor, dan singkatan. Singkatan dalam institusi harus dipahami oleh semua, jika tidak memungkinkan maka harus menyediakan definisinya.(2)

9. Kemudahan Penggunaan Formulir

Kemudahan bagi pengguna yaitu dokter dan petugas rekam medis dalam pengisian formulir agar informasi yang ada didalam formulir dapat digunakan kembali ketika pasien tersebut datang untuk berobat. Sehingga tercipta kesinambungan informasi yang mengakibatkan pelayanan terhadap pasien menjadi lebih maksimal dan tepat sasaran.(2)

32

33

34 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu mendeskripsikan atau menggambarkan sifat-sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional yaitu mengambil data secara langsung saat penelitian. [3]

B. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain formulir Lembar Masuk Keluar, meliputi beberapa aspek yaitu :

1. Keluhan pengguna formulir Lembar Masuk Keluar a. Dokter Umum Tetap

b. Perawat IGD

c. Petugas Rekam Medis

2. Desain Formulir ditinjau dari 3 aspek :

2. Desain Formulir ditinjau dari 3 aspek :

Dokumen terkait