• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Objek dan Subjek Penelitian

Objek penelitian adalah formulir Lembar Masuk Keluar yang ada di Rumah Sakit Hermina Pandanaran Semarang.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah dokter, perawat IGD, petugas Rekam Medis.

a. Total populasi dokter umum tetap yang ada di Rumah Sakit Hermina Pandanaran Semarang adalah 6 orang.

b. Total populasi perawat IGD yang ada di Rumah Sakit Hermina Pandanaran Semarang adalah 7 orang.

c. Total populasi petugas rekam medis yang ada di Rumah Sakit Hermina Pandanaran Semarang adalah 5 orang.(3)

38 E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, cek list dan kuesioner sebagai acuan untuk penelitian terhadap desain formulir Lembar Masuk Keluar. Kuesioner adalah pertanyaan tertulis mengenai pengetahuan dan persepsi responden terhadap desain formulir Lembar Masuk Keluar. Untuk mengetahui kemudahan dan keluhan responden terhadap desain Lembar Masuk Keluar.(4)

F. Cara Pengumpulan Data

1. Pengumpulan data primer dengan observasi yaitu melihat dan mengamati objek secara langsung mengenai aspek fisik, aspek anatomi, dan aspek isi dari formulir Lembar Masuk Keluar. Kuesioner yaitu suatu proses pengumpulan data dalam bentuk pertanyaan secara tertulis kepada responden dalam pengisian formulir Lembar Masuk dan Keluar.

2. Pengumpulan data sekunder yaitu kebijakan tentang pengisian formulir Lembar Masuk Keluar.

3. Langkah-langkah pengumpulan data : a. Membuat kuesioner bagi responden.

b. Menentukan jumlah subjek pengamatan yang akan diberi pertanyaan.

39

c. Mewawancarai terhadap perawat IGD, dokter, dan petugas Rekam Medis.

d. Menjelaskan isi dari kuesioner dan tujuan penelitian.

G. Pengolahan Data

Pengolahan data ini melalui beberapa tahap diantaranya : 1. Editing

Yaitu melakukan koreksi kembali tentang kelengkapan, kejelasan dan kesesuaian antara jawaban satu dengan lainnya.

2. Tabulating

Yaitu mengelompokan data-data sesuai dengan tujuan penelitian, kemudian memasukan kedalam table yang sudah disiapkan untuk lebih memudahkan dalam menganalisis.

3. Pengisian Data

Data disajikan dalam bentuk narasi dan table.

H. Analisis Data

1. Mendeskripsikan data yang diperoleh yaitu : a. Fisik

Meliputi : bahan, bentuk, ukuran, serta warna kertas b. Anatomi

Meliputi : heading, introduction, instruction, body,close

40 c. Isi

Meliputi : kelengkapan butir data, teminologi ruang entry

2. Mengevaluasi kesesuaian desain fomulir dengan teori, keluhan, serta kemudahan penggunaan formulir.

3. Merancang ulang desain formulir apabila tidak sesuai dengan standar teori dan kesulitan/ kemudahan pengguna formulir.

41 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Kelemahan Penelitian

Kelemahan dalam penelitian ini adalah :

1. Beberapa responden sibuk sehingga sulit untuk diwawancarai.

2. Seharusnya sampel diwawancarai sendiri oleh peneliti, tetapi pada kenyataan di lapangan terdapat 1 dari 5 petugas rekam medis, 2 dari 7 perawat IGD minta kuisioner ditinggal untuk diisi sendiri.

B. Hasil

1. Gambaran Umum RS Hermina Pandaran Semarang

RS Hermina Pandanaran dahulu adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak Mardi Waluyo, yang dikelola oleh Yayasan Mardi Waluyo. Pada tanggal 18 Desember tahun 2003 Prof. Dr. dr. Hariyono Suyitno, SpA (K) selaku Direktur RSIA Mardi Waluyo menandatangani perjanjian kerja sama operasional yang saling menguntungkan antara Yayasan Mardi Waluyo (pengelola RSIA Mardi Waluyo) dengan PT Medikaloka Utama (pengelola RS Hermina), melalui akte notaris Elly Ninaningsih, SH.

Dalam nota kesepakatan antara lain disebutkan, Yayasan Mardi Waluyo menyerahkan sepenuhnya kepada Hermina Hospital Group untuk membangun dan mengelola rumah sakit dengan nama RSIA Hermina Pandanaran. Nama ini berdasarkan dengan letak rumah

42

sakit yaitu di Jalan Pandanaran 24 Semarang. RSIA Hermina Pandanaran resmi beroperasi pada tanggal 25 April 2005.(12)

Pada tahun 2009 RSIA Hermina Pandanaran berubah menjadi RS Hermina Pandanaran, dimana rumah sakit sekarang melayani pasien dengan penyakit-penyakit umum seperti penyakit dalam, syaraf, bedah, gigi dan penyakit umum yang lainnya.

a. Visi

Visi RS Hermina Pandanaran Semarang adalah : Menjadikan RS Hermina Pandanaran Semarang sebagai Rumah Sakit yang terkemuka di wilayah cakupannya dan mampu bersaing di era globalisasi dengan unggulan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

b. Misi

RS Hermina Pandanaran Semarang mempunyai Misi yaitu : 1) Melakukan upaya secara berlanjut untuk meningkatkan

mutu pelayanan kepada pelanggan.

2) Melakukan pelatihan dan pendidikan kepada para karyawan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional.

3) Melakukan pengelolaan rumah sakit secara profesional agar tercapai efisiensi dan efektifitas yang tinggi.

43 c. Motto

Moto RS Hermina Pandanaran Semarang berbunyi : Mengutamakan mutu dalam pelayanan.

d. Tujuan

1) Mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi semua lapisan masyarakat melalui pemeliharaan kesehatan secara preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitative yang dilaksanakan secara menyeluruh.

2) Memberikan pelayanan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat.

2. Gambaran Umum URM RS Hermina Pandanaran Semarang

Rekam Medis di RS Hermina Pandanaran secara struktur organisasi rumah sakit berada di bawah Manajer Penunjang Medis.

URM di RS Hermina berada di lantai dua rumah sakit dekat dengan poliklinik, sehingga pendistribusian berkas rekam medis lebih mudah.

Petugas Rekam Medis terdiri dari 1 orang Kepala Unit Rekam Medis dan 5 orang petugas rekam medis.(13)

3. Alur dan Proses Pengisian RM 02.1A

Alur dan proses pengisian RM 02.1A dimulai di bagian IGD yaitu pengisian identitas yang dilakukan oleh perawat, kemudian perawat IGD mengisi data medis pasien yang lainnya seperti infeksi nosokomial, tanggal masuk, kelas dan kamar serta menyiapkan

44

formulir yang lainnya. Formulir RM 02.1A selanjutnya berada di ruang perawatan, disini dokter penanggungjawab pasien mengisi kolom diagnosa dan tanda tangan pada formulir, tetapi sering digantikan dengan dokter umum tetap di RS Hermina Pandanaran.

Setelah selesai perawatan petugas rekam medis mengambil berkas rekam medis yang ada di ruang perawatan, di bagian assembling petugas rekam medis meneliti kelengkapan formulir, serta melengkapi data identitas pasien jika data tersebut kurang lengkap.

Petugas rekam medis bertugas membuat kode ICD-X dan ICOPIM di dalam formulir, setelah semua formulir diisi lengkap kemudian diberikan kepada bagian filing untuk disimpan. Jika terdapat formulir yang tidak lengkap maka petugas rekam medis membuat formulir ketidaklengkapan dan menempelkan di bagian sampul berkas rekam medis, untuk diajukan pengisian kepada dokter.

4. Bagian Unit Rekam Medis a. Penerimaan Pasien Baru

Bertanggung jawab terhadap penerimaan pasien baru, kelengkapan identitas pasien, dan duplikasi penomoran.

Tugas pokoknya adalah mengawasi pelaksanaan penerimaan pasien baru, mengontrol kelengkapan dalam penginputan pasien baru, membuat laporan nomor rekam medis ganda kepada EDP, mengawasi pengisian formulir pasien jaminan, memutuskan nomor rekam medis yang digunakan apabila ditemukan nomor rekam medis ganda.(13)

45

b. Pengolahan Berkas Rekam Medis (Assembling)

Assembling atau perakitan berkas rekam medis adalah proses untuk merakit atau menyusun berkas rekam medis berdasarkan tata urutan nomor seri atau nomor urut berkas rekam medis yang berlaku di Unit Rekam Medis RS Hermina Pandanaran Semarang, baik rekam medis rawat jalan maupun rawat inap.(11)

Tugas pokok bagian assembling atau disebut juga bagian pengelolaan berkas adalah memeriksa kelengkapan berkas rekam medis, mengawasi keterlambatan pengembalian berkas rekam medis, mengusulkan daftar berkas rekam medis yang akan dimusnahkan, memeriksa kelengkapan permohonan keterangan diagnosa untuk asuransi, dan memonitoring jumlah berkas rekam yang keluar dari unit rekam medis. (13)

c. Pengkodingan Diagnosa Penyakit

Pengkodingan diagnosa penyakit adalah proses pemberian klasifikasi kode berdasarkan diagnosis yang diberikan oleh dokter pada berkas rekam medis dan mengacu kepada buku ICD-X dan ICOPIM.(11)

Tugas pokoknya adalah membuat morbiditas penyakit pada menu komputer baik rawat jalan maupun rawat inap, menulis kode penyakit, operasi, penyebab kematian dan penyebab kecelakaan sesuai dengan buku ICD-X dan ICOPIM kemudian menulisnya pada formulir Lembar Masuk Keluar,

46

membuat indeks kode-kode penyakit tersebut berdasarkan kelompok penyakit tertentu dan tindakan atau pembedahan dimana indeks tersebut adalah indeks penyakit. (11)

d. Filing

Penyimpanan berkas rekam medis di RS Hermina Pandanaran adalah desentralisasi, dimana berkas rekam rawat jalan dan rawat inap disimpan terpisah. Proses penjajaran rekam medis menggunakan sistem angka tepi ( Terminal Digit Filling). (11)

Tugas pokoknya adalah mengambil berkas rekam medis baik rawat jalan maupun rawat inap, menyortir berkas rekam medis yang telah dikembalikan dari rawat jalan maupun inap sebelum dimasukkan dalam rak penyimpanan, mengawasi peminjaman berkas rekam medis, mengoreksi kesalahan peminjaman, melakukan penyisiran berkas rekam medis.

e. Pelaporan Rekam Medis

Pelaporan medis rumah sakit adalah kumpulan laporan kegiatan semua jenis pelayanan, data penyakit, pemeliharaan kesehatan lainnya. Pelaporan terdiri dari 2 macam laporan yaitu laporan internal rumah sakit dan laporan eksternal rumah sakit. Laporan internal adalah laporan yang diberikan kepada Manajemen RS Hermina Pandanaran, sedangkan pelaporan

47

eksternal adalah pelaporan yang diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas dan BKKBN.(11)

Tugas pokoknya adalah membuat laporan harian kegiatan rumah sakit, merekapitulasi sensus harian dari ruangan dan memasukkan ke dalam formulir rekapitulasi pasien rawat inap untuk laporan kegiatan rumah sakit, membuat laporan internal dan eksternal sesuai jadual yang ada, mengeluarkan data yang diperlukan dari komputer atau arsip laporan secara manual, menyediakan formulir-formulir kesehatan yang dibutuhkan untuk manajemen rumah sakit sebagai bahan peningkatan mutu rumah sakit, melayani permintaan data pasien rumah sakit dari bagian/bidang lain rumah sakit yang memerlukan, menyerahkan/ mengantar laporan-laporan ke Dinas Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas dan BKKBN, mengarsipkan setiap laporan yang dibuat, merekapitulasi dan memasukkan data-data ke dalam formulir RL 1 s/d RL 4.

5. Dokter

Dokter di RS Hermina Pandanaran berperan dalam pengisian formulir Lembar Masuk dan Keluar yaitu mengisi diagnosa pasien, baik diagnosa sementara, diagnosa akhir, diagnosa lain/ tambahan, komplikasi, nama operasi/ tindakan/ anestesi, serta menandatangani pengesahan formulir Lembar Masuk dan Keluar tersebut. (14) Dokter sebagai penanggung jawab pasien jika sewaktu terjadi penuntutan

48

kesalahan dalam praktek, dokter yang bertanggungjawab di Unit Rawat Inap RS Hermina Pandanaran berjumlah 6 orang.

6. Perawat IGD

Perawat IGD di RS Hermina Pandanaran berjumlah 7 orang, peran perawat dalam pengisian formulir Lembar Masuk dan Keluar adalah membantu mengisi identitas pasien, mengisi data medis pasien sejak masuk dan keluar rumah sakit, memeriksa kelengkapan identitas pasien dan penanggungjawab pasien, melengkapi formulir yang digunakan untuk mengetahui riwayat pasien.

7. Hasil Observasi dan Wawancara

Dari hasil observasi atau pengamatan yang diperoleh selama penelitian terhadap desain formulir lembar Masuk dan Keluar di RS Hermina Pandanaran Semarang ditinjau dari :

49

a. Desain formulir Lembar Masuk dan Keluar dari 3 Aspek : 1) Aspek Fisik

Tabel 4.1

Tabel Desain Formulir dari Aspek Fisik

NO JENIS KETERANGAN

1 Bahan Bahan yang digunakan adalah kertas HVS 70gr

2 Bentuk Bentuk kertas yang digunakan adalah persegi panjang

3 Ukuran Ukuran kertas yang digunakan adalah panjang 33 cm dan lebar 21,5 cm (8,5 x 13 inchi) 4 Warna Warna kertas yang digunakan adalah warna

putih dengan tinta tulisan warna hitam Sumber : Data Primer

50 2) Aspek Anatomi

Tabel 4.2

Tabel Desain Formulir dari Aspek Anatomi

NO JENIS KETERANGAN

1 Heading Heading pada formulir Lembar Masuk dan Keluar berupa nama instansi yaitu RUMAH SAKIT HERMINA PANDANARAN yang terletak di kiri atas

Nama formulir yaitu LEMBAR MASUK DAN KELUAR yang terletak di bagian tengah atas, dan terdapat identitas formulir yaitu RM 02.1A yang terletak di sebelah kanan atas.

Tanggal penerbitan dan nomor revisi formulir tidak ada.

2 Introduction Bagian pendahuluan pada formulir Lembar Masuk dan Keluar sudah ditujukan oleh judul yaitu LEMBAR MASUK DAN KELUAR.

3 Intruction Intruksi pada formulir Lembar Masuk dan Keluar belum ada.

4 Body Pengelompokan data terdiri dari data identitas pasien dan data klinis pasien.

Urutan kelompok data dimulai dari data identitas kemudian data klinis pasien

Margin dari formulir Lembar Masuk Keluar RS Hermina Pandanaran adalah

Atas : 0,5 cm Kiri : 1 cm Bawah : 1,5 cm Kanan : 1,2 cm Spasi yang digunakan 1 spasi horizontal dan 1,15 spasi vertical. Ukuran huruf yang digunakan untuk judul formulir : 16pt, identitas RS 16pt, dan butir data 10pt

Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dan Arial

Pencatatan data dengan cara entry dan melingkari.

51

NO JENIS KETERANGAN

5 Close Kolom tanda tangan dan nama jelas pada bagian close kurang jelas menerangkan siapa yang harus menandatangani formulir karena di dalam formulir tidak dicantumkan kata dokter untuk “nama jelas”. Tanda tangan pasien dan wali juga dibubuhkan dalam formulir ini.

Sumber : Data Primer

3) Aspek Isi

Tabel 4.3

Tabel Desain Formulir dari Aspek Isi

No Jenis Keterangan

1 Kelengkapan

butir data Terdapat 2 bagian data formulir Lembar Masuk dan Keluar RS Hermina Pandanaran yaitu :

A.Data Identitas Pasien 1) Nama Pasien

2) Nama suami/ Orang Tua 3) Tanggal lahir/ Umur Pasien 4) Alamat, Telepon

5) Agama 6) Suku Bangsa 7) Pendidikan 8) Pekerjaan

9) Nama Ayah, Umur, Pekerjaan 10) Nama Ibu, Umur, Pekerjaan

11) Nama Penanggung Jawab, Alamat, Telepon, Hubungan Dengan Penderita

12) Nomor Rekam Medis 13) Kelas, Kamar

14) Status Perkawinan 15) Pinda Kelas, Kamar 16) Dirawat ke

17) Kasus Polisi 18) Dikirim oleh

52

Sumber : Data Primer

NO JENIS KETERANGAN

19) Biaya dibebankan pada 20) Nama Perusahaan 21) Kode Perusahaan 22) Pasien adalah ...wali 23) Nama Jelas Wali 24) Nama Pasien 25) Saksi

26) Disetujui 27) Tanggal

28) Tanda Tangan Wali B.Data Medis Pasien

1) Tanggal Masuk RS, Pukul 2) Tanggal Keluar RS, Pukul 3) Keadaan Keluar

4) Infeksi Nosokomial 5) Cara Keluar 6) Dirujuk ke

7) Diagnosa Sementara, ICD 8) Diagnosa Akhir, ICD

9) Diagnosa Lain/ tambahan, ICD 10) Komplikasi, ICD

11) Nama Operasi/ Tindakan/ Anestesi 12) No. Kode ICOPIM

13) Tanggal operasi

14) Catatan khusus (allergi dsb) 15) Nama Operator

16) Tanggal Penulisan

17) Tanda Tangan dan Nama Jelas 2 Terminologi A.Istilah meliputi :

1) Diagnosa sementara 2) Diagnosa Akhir

3) Diagnosa Lain/Tambahan 4) Komplikasi

5) Nama Operasi/ Tindakan/ Anestesi 6) Nama Operator

7) Infeksi Nosokomial

B.Singkatan yang ada meliputi : 1) Tgl

53 b. Keluhan Pengguna

Dalam melakukan penelitian di RS Hermina Pandanaran Semarang, peneliti mewawancarai terhadap dokter, perawat IGD, dan petugas rekam medis. Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap dokter, perawat IGD, dan petugas rekam medis adalah sebagai berikut.

1) Hasil wawancara dokter, perawat IGD, dan petugas rekam medis tentang formulir Lembar Masuk dan Keluar RS Hermina Pandanaran Semarang.

Tabel 4.4

Tabel Hasil Wawancara Dokter

tentang Pengetahuan terhadap Formulir RM 02.1A

No Keterangan Ya Tidak Tidak

Tahu

F % F % F %

1 Responden mengetahui adanya kebijakan RS mengenai pengisian formulir RM 02.1A

5 83,3 1 16,7 0 0 2 Responden mengetahui

bahwa formulir RM 02.1A

diabadikan 6 100 0 0 0 0

3 Responden mengetahui tentang kelengkapan

pengisian butir data 4 66,6 2 33,4 0 0 4 Responden mengetahui

tentang sanksi jika mengisi

RM 02.1A tidak lengkap 0 0 6 100 0 0 5 Responden mengetahui

manfaatnya dibuatnya formulir

RM 02.1A 6 100 0 0 0 0

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel hasil wawancara dokter tentang pengetahuan terhadap formulir RM02.1A, dapat diketahui

54

bahwa 100% dokter menyatakan tidak mengetahui adanya sanksi jika mengisi formulir RM 02.1A tidak lengkap.

Tabel 4.5

Tabel Hasil Wawancara Perawat IGD

tentang Pengetahuan terhadap Formulir RM 02.1A

No Keterangan Ya Tidak Tidak

Tahu

F % F % F %

1 Responden mengetahui adanya kebijakan RS mengenai pengisian formulir RM 02.1A

6 85,

7 1 14,3 0 0 2 Responden mengetahui

bahwa formulir RM

02.1A diabadikan 7 100 0 0 0 0 3 Responden mengetahui

tentang kelengkapan

pengisian butir data 7 100 0 0 0 0 4 Responden mengetahui

tentang sanksi jika mengisi RM 02.1A tidak lengkap

1 14,

3 4 57,1 2 28, 6 5 Responden mengetahui

manfaatnya dibuatnya

formulir RM 02.1A 7 100 0 0 0 0 Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel hasil wawancara terhadap pengetahuan perawat IGD dapat diketahui bahwa 57,1%

perawat IGD mengetahui tidak adanya sanksi apabila tidak mengisi formulir dengan lengkap, sebanyak 28,6% tidak tahu.

55

Tabel 4.6

Tabel Hasil Wawancara Petugas Rekam Medis tentang Pengetahuan terhadap Formulir RM 02.1A N

o Keterangan Ya Tidak Tidak

Tahu

F % F % F %

1 Responden mengetahui adanya kebijakan RS mengenai pengisian formulir RM 02.1A

3 60 1 20 1 20 2 Responden mengetahui

bahwa formulir RM 02.1A

diabadikan 3 60 2 40 0 0

3 Responden mengetahui tentang kelengkapan

pengisian butir data 5 100 0 0 0 0 4 Responden mengetahui

tentang sanksi jika mengisi RM 02.1A tidak lengkap

0 0 3 60 2 40 5 Responden mengetahui

manfaatnya dibuatnya

formulir RM 02.1A 5 100 0 0 0 0 Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel hasil wawancara terhadap pengetahuan petugas rekam medis dapat diketahui bahwa 20% petugas rekam medis tidak tahu mengetahui adanya kebijakan RS mengenai pengisian formulir RM 02.1A.

Petugas rekam medis menyatakan tidak adanya sanksi apabila tidak mengisi formulir dengan lengkap sebesar 60%, dan sisanya sebesar 40 % menyatakan tidak tahu.

56

2) Keluhan dokter, perawat IGD, dan petugas rekam medis terhadap aspek fisik formulir RM 02.1A.

Tabel 4.7

Tabel Persepsi Dokter terhadap Aspek Fisik Formulir RM 02.1A terhadap warna dasar kertas yang digunakan dalam formulir

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel persepsi dokter terhadap aspek fisik, dapat diketahui bahwa 66,7% dokter menyatakan bahan yang digunakan tidak mudah sobek. Dokter mengusulkan warna lain pada formulir yaitu warna kuning sebesar 50%.

57

Tabel 4.8

Tabel Persepsi Perawat IGD terhadap Aspek Fisik Formulir RM 02.1A

terhadap warna dasar kertas yang digunakan dalam formulir

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel persepsi perawat IGD terhadap aspek fisik, dapat diketahui bahwa perawat IGD menyatakan setuju terhadap warna dasar yang digunakan dalam formulir RM 02.1A sebesar 71,4% yaitu warna putih dengan tulisan berwarna hitam.

58

Tabel 4.9

Tabel Persepsi Petugas Rekam Medis terhadap Aspek Fisik Formulir RM 02.1A

No Keterangan Ya Tidak Tidak terhadap warna dasar kertas yang digunakan dalam formulir

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel persepsi petugas rekam medis terhadap aspek fisik, dapat diketahui bahwa 80% petugas rekam medis menyatakan tidak setuju dengan tebal kertas formulir sekarang yaitu 70 gr.

3) Keluhan dokter, perawat IGD, petugas rekam medis terhadap aspek anatomi formulir RM 02.1A.

59

Tabel 4.10

Tabel Persepsi Dokter terhadap Aspek Anatomi Formulir RM 02.1A

No Keterangan Ya Tidak Tidak

Tahu

F % F % F %

1 Responden sudah mengetahui judul tersebut memberikan penjelasan tentang formulir RM 02.1A.

6 100 0 0 0 0 2 Responden setuju dengan letak

judul dalam formulir RM 02.1A

yaitu ditengah. 6 100 0 0 0 0

3 Responden setuju apabila kotak kolom diagnosa

sementara diperlebar. 4 66,7 2 33,

kotak kolom komplikasi perlu

diperlebar. 2 33,3 4 66,

7 0 0 7 Responden setuju apabila

kotak kolom nama operasi/

tindakan/ anestesi diperlebar. 5 83,3 1 16,

7 0 0 10 Responden setuju dengan jenis

huruf dan ukuran yang digunakan pada formulir yaitu arial 11.

6 100 0 0 0 0

11 Responden setuju apabila pada kotak kolom tanda tangan dan nama jelas ditambah kata dokter.

6 100 0 0 0 0 Sumber : Data Primer

60

Berdasarkan tabel persepsi dokter terhadap aspek anatomi formulir RM 02.1A dapat diketahui bahwa 66,7% dokter menyatakan tidak setuju apabila kolom komplikasi dan kolom nama operator diperlebar.

Tabel 4.11

Tabel Persepsi Perawat IGD terhadap Aspek Anatomi Formulir RM 02.1A

No Keterangan Ya Tidak Tidak

Tahu

F % F % F %

1 Responden sudah mengetahui judul tersebut memberikan penjelasan tentang formulir RM 02.1A.

7 100 0 0 0 0 2 Responden setuju dengan letak

judul dalam formulir RM 02.1A

yaitu ditengah. 7 100 0 0 0 0

3 Responden setuju apabila dicantumkan tanggal penerbitan dan nomer revisi formulir.

5 71,4 2 28,

6 0 0 4 Responden setuju apabila

kotak kolom identitas pasien

pelu diperlebar. 5 71,4 2 28,

6 0 0 5 Responden setuju apabila

margin kiri diperlebar. 4 57,1 3 42,

9 0 0 6 Responden setuju dengan jenis

huruf dan ukuran yang digunakan pada formulir yaitu arial 11.

7 100 0 0 0 0

7 Responden setuju dengan penambahan intruksi pada formulir untuk memudahkan pengisian. 9 Responden setuju apabila pada

kotak kolom tanda tangan dan nama jelas ditambah kata dokter.

7 100 0 0 0 0 Sumber : Data Primer

61

Berdasarkan tabel persepsi perawat IGD terhadap aspek anatomi formulir RM 02.1A dapat diketahui bahwa 42,9 % perawat IGD tidak menyetujui apabila margin kiri diperlebar.

Tabel 4.12

Tabel Persepsi Petugas Rekam Medis terhadap Aspek Anatomi Formulir RM 02.1A

No Keterangan Ya Tidak Tidak

Tahu

F % F % F %

1 Responden sudah mengetahui judul tersebut memberikan penjelasan tentang formulir RM 02.1A.

5 100 0 0 0 0 2 Responden setuju dengan letak

judul dalam formulir RM 02.1A

yaitu ditengah. 5 100 0 0 0 0

3 Responden setuju apabila dicantumkan tanggal penerbitan dan nomer revisi formulir.

3 60 2 40 0 0 4 Responden setuju apabila

kotak kolom identitas pasien

pelu diperlebar. 4 80 1 20 0 0

5 Responden setuju apabila kode ICOPIM diganti dengan ICD-9

CM. 5 100 0 0 0 0

6 Responden setuju apabila

margin kiri diperlebar. 3 60 2 40 0 0 7 Responden setuju dengan jenis

huruf dan ukuran yang digunakan pada formulir yaitu arial 11.

5 100 0 0 0 0

8. Responden setuju dengan penambahan intruksi pada formulir untuk memudahkan pengisian. 10 Responden setuju apabila pada

kotak kolom tanda tangan dan nama jelas ditambah kata dokter.

5 100 0 0 0 0 Sumber : Data Primer

62

Berdasarkan tabel persepsi petugas rekam medis terhadap aspek anatomi formulir RM 02.1A dapat diketahui bahwa petugas rekam medis menyatakan tidak setuju apabila tanggal penerbitan dan nomor revisi formulir dicantumkan sebesar 40%. Sebanyak 40% petugas rekam medis tidak setuju apabila margin kiri diperlebar. 40% petugas rekam medis tidak setuju apabila kolom keadaan keluar dan cara keluar dibuat cex box.

Tabel 4.13

Tabel Persepsi Dokter terhadap Aspek Isi Formulir RM 02.1A

No Keterangan Ya Tidak Tidak

Tahu

F % F % F %

1 Responden mengetahui kelengkapan butir data yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan.

4 66,7 2 33,3 0 0 2 Responden setuju apabila

butir data persetujuan rawat menginap dan ketentuan bagi wali dihilangkan.

4 66,7 2 33,3 0 0

3 Responden mengetahui istilah atau singkatan menyulitkan dalam penggunaan formulir.

0 0 6 100 0 0

4 Responden setuju apabila dibelakang lembar RM 02.1A diganti dengan sebab kematian.

4 66,7 2 33,3 0 0 5 Responden setuju apabila

dilakukan desain ulang

formulir RM 02.1A 5 83,3 1 16,7 0 0 Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel persepsi terhadap dokter tentang aspek isi formulir RM 02.1A diketahui bahwa 33,3% dokter menyatakan

63

kelengkapan butir data yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan. Dokter menyatakan tidak setuju dibelakang lembar RM 02.1A diganti dengan sebab kematian sebesar 33,3%.

Tabel 4.14

Tabel Persepsi Perawat IGD terhadap Aspek Isi Formulir RM 02.1A

No Keterangan Ya Tidak Tidak

Tahu

F % F % F %

1 Responden setuju dengan butir data identitas pasien

pada formulir RM 02.1A. 6 85,7 1 14,3 0 0 2 Responden setuju apabila

butir data persetujuan rawat menginap dan ketentuan bagi wali dihilangkan.

6 85,7 1 14,3 0 0

3 Responden mengetahui istilah atau singkatan menyulitkan dalam penggunaan formulir.

0 0 7 100 0 0

4 Responden setuju apabila dibelakang lembar RM 02.1A diganti dengan sebab kematian.

5 71,4 2 28,6 0 0 5 Responden setuju apabila

dilakukan desain ulang

formulir RM 02.1A 7 100 0 0 0 0

6 Responden merasa kesulitan dalam mengisi

identitas pasien. 7 100 0 0 0 0

identitas pasien. 7 100 0 0 0 0

Dokumen terkait