• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Penelitian

Dalam dokumen PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) (Halaman 16-0)

BAB I PENDAHULUAN

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian adalah sebagai berikut:

1) Bagi siswa: mendapatkan proses pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2) Bagi guru: membantu guru meningkatkan kualitas hasil belajar tidak hanya berpusat pada guru dan hanya berfokus dengan ceramah saja melainkan bisa menggunakan model pembelajaran TPS.

3) Bagi Kepala Sekolah: menjadi bahan masukan bagi sekolah demi kelancaran dan keberhasilan proses belajar di lembaga-lembaga pendidikan untuk masa-masa yang akan datang dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

4) Bagi Peneliti: menambah ilmu pengetahuan dan wawasan penulis khususnya dalam pembelajaran biologi.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Teori

1. Pengertian Proses Belajar Mengajar

Proses dalam pengertian di sini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu sama lainnya saling berhubungan (inter independent) dalam ikatan untuk mencapai tujuan (Usman, 2000:5).

Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Hal ini sesuai dengan yang diutarakan Burton bahwa seseorang setelah mengalami proses akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuannya, keterampilannya, maupun aspek sikapnya. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti. (Usman, 2000:5).

Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggungjawab moral yang cukup berat. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar.

Proses belajar mengajar merupakan suatu inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peran utama. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam

6

situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar (Usman, 2000:4).

Sejalan dengan Sanjaya (2009:235) yang menyatakan bahwa:

“Belajar merupakan dianggap sebagai proses perubahan perilaku sebagai akibat dari pengalaman dan latihan”. Selanjutnya menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:17) menyatakan bahwa: “Belajar merupakan hal yang kompleks. Kompleksitas belajar tersebut dapat dipandang dari dua subjek yaitu dari siswa dan dari guru”.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil dan latihan atau pengalaman interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain seseorang disebut belajar apabila ia mengalami perubahan tingkah laku.

2. Motivasi Belajar

a. Pengertian Motivasi

Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 2000:28).

Sedangkan menurut Djamarah (2002:114) motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001:3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.

Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.

b. Macam-macam Motivasi

Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Motivasi Intrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman, 2000:29).Sedangkan menurut Djamarah (2002:115), motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

Menurut Winata (dalam Erriniati, 1994:105) ada beberapa strategi dalam mengajar untuk membangun motivasi intrinsik. Strategi tersebut adalah sebagai berikut:

a. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa.

b. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok.

c. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan sumber belajar di sekolah.

d. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya.

e. Meminta siswa untuk menjelaskan hasil pekerjaannya

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Seseorang yang memiliki motivasi instrinsik dalam dirinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.

2. Motivasi Ekstrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman, 2000:29).

Sedangkan menurut Djamarah (2002:117), motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik.Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar.Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antara lain:

a. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain.

b. Pace Making (membuat tujuan sementara atau dekat):

Pada awal kegiatan belajar mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TIK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TIK tersebut.

c. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar nilai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakukan sesuatu perbuatan.

d. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas, kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri, sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian, guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri, tentu saja dengan bimbingan guru.

e. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar.

f. Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti dalam kenyataan bahwa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Akan tetapi, bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan, barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Jadi, angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa.

Dari uraian di atas diketahui bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar, misalnya adanya persaingan, untuk mencapai nilai yang tinggi, dan lain sebagainya.

3. Pengertian Hasil Belajar

Setelah definisi belajar diuraikan, maka dapat dilihat seseorang sudah belajar apabila terjadi perubahan ke arah yang baik, tetapi jika belum ada

perubahan maka belum berhasil proses belajarnya. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar.

Menurut Seri (2011:76) yang menyatakan bahwa: “Hasil belajar yaitu memberikan gambaran seberapa jauh peserta didik berhasil dalam mengembangkan serangkaian keterampilan pengetahuan dan perilaku selama pembelajaran. Menurut Daryanto (2010:19) yang menyatakan terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi, betapapun baiknya prosedur evaluasi diikuti dan kesempurnaannya teknik evaluasi diterapkan, apabila tidak dipadukan dengan prinsip-psinsip penunjangnya maka hasil evaluasi pun akan kurang dari yang diharapkan”.

Proses penilaian hasil belajar menjadikan hasil belajar sebagai suatu objek sasaran penilaian. Penilaian merupakan suatu tindakan menilai penguasaan siswa terhadap pembelajaran.Dikatakan demikian karena di dalam rumusan tujuan pembelajaran menggambarkan hasil belajar yang harus dikuasai siswa yaitu berupa kemampuan-kemampuan siswa setelah menerima atau menyelesaikan pengalaman belajarnya. Hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan atau apresiasi (penerimaan atau penghargaan).

Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki seseorang setelah ia mengikuti kegiatan belajar, kemampuan tersebut adalah perubahan seseorang yang meliputi perubahan pengetahuan , keterampilan dan sikap.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Berdasarkan teori-teori di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Biologi materi ajar Sistem Pencernaan Manusia adalah siswa diharapkan memiliki pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan kemampuan-kemampuan menjelaskan setelah mendapat pembelajaran sistem pencernaan manusia. Menurut Purwanto (2006:102) dalam proses belajar tidak akan terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu:

1. Faktor dalam diri organisme itu sendiri yang disebut faktor individual, yang termasuk ke dalam faktor individual antara lain faktor kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi.

2. Faktor yang ada di luar individu yang disbeut faktor sosial yang termasuk faktor sosial adalah faktor keluarga atau keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia dan motivasi sosial.

Dimana siswa dapat memahami materi.Ajar sistem pencernaan manusia.

5. Domain Hasil Belajar

Belajar merupakan proses dalam individual yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya. Hasil belajar juga termasuk komponen pendidikan yang harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan karena hasil belajar diukur untuk mengetahui ketercapaian tujuan pendidikan melalui proses belajar mengajar. Sebagaiman Purwanto (2010:48) “Domain hasil belajar adalah perilaku-perilaku kejiwaan yang akan diubah dalam proses pendidikan. Perilaku kejiwaan itu dibagi dalam tiga domain: kognitif, afektir dan psikomotorik. Maksudnya hasil belajar perwujudan kemampuan akibat perubahan perilaku yang dilakukan oleh

usaha pendidikan.Kemampuan yang dimaksud di dalamnya adalah baik dibidang kognitif, afektif dan psikomotorik.

Berdasarkan teori di atas tersebut, maka akan dijelaskan ketiga ranah tersebut:

a. Ranah Kognitif

Ranah kognitif dalam pembelajaran merupakan interaksi yang berhubungan dengan pengetahuan yang diliputi dengan fakta-fakta dan konsep.Purwanto (2011:50) Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku yang terjadi dalam kawasan kognitis. Maksudnya proses belajar yang melibatkan kognitif meliputi kegiatan baik penerimaan stimulus, eksternal oleh sensori, penyimpanan dan pengolahan dalam otak menjadi informasi sehingga menyelesaikan masalah. Hasil belajar kognitif merupakan interaksi yang melibatkan IQ siswa sehingga memiliki penegtahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi”.Secara hirarki perilaku pengetahuan evaluasi yang tergolong rendah dan evaluasi yang tergolong tinggi, untuk melihat hal tersebut maka siswa harus memiliki pemahaman dan penerapan tertentu.

Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ranah kognitif adalah kemampuan dalam mencapai pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesisis dan evaluasi.Keenam perilaku di atas bersifat hirarki artinya perilaku pengetahuan tergolong terendah dan perilaku tergolong tertinggi.

b. Ranah Efektif

Hasil belajar afektif adalah pandangan atau pendapat yaitu aspek yang berhubungan dengan pandangan yang menghendaki respon yang melibatkan ekspresi yang relatif sederhana tetapi bukan fakta. Hasil belajar afektif dibagi menjadi lima tingkat yaitu penerimaan partisipasi, penilaian dan penentuan sikap, organisasi dan pembentukan pola hidup. Menurut Sudjana (2010:22) yang menyatakan bahwa: ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis akan menjelaskan kelima tingkatan hasil belajar afektif. Hasil belajar disusun secara hirarki mulai dari penerimaan atau menaruh perhatian adalah kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan memperhatikan tersebut, misalnya mengakui adanya perbedaan-perbedaan.Pasrtisipasi adalah kerelaan kesediaan, memperhatikan dan berpartisipsi dalam suatu kegiatan.Misalnya mematuhi aturan dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.Pada tingkat penerimaan dan partisipasi siswa tidak hanya memberikan perhatian kepada rangsangan tetapi juga berpartisipasi dalam kegiatan untuk menerima rangsangan.

Sedangkan penilain dan penetuan sikap adalah ketersediaan untuk menerima suatu nilai, menghargai, mengakui dan menentukan sikap.Selanjutnya menurut Kunandar (2007:386) “kompetensi mahasiswa pada hasil belajar afektif terkait dengan kemampuan menerima, merespon, menilai, mengorganisasi dan memiliki karakter.” Kemampuan yang diterima

merupakan kemampuan menerima fenomena dan stimulus (rangsangan) atau perhatian dalam proses kegiatan pembelajaran.

c. Ranah Psikomotorik

Hasil belajar yang berhubungan erat dengan kerja otot sehingga menyebabkan gerakan tubuh atau bagian-bagiannya, dari gerak yang paling sederhana hingga lebih kompleks seperti keterampilan dan kemampuan.Sebagaimana menurut Harrow dalam buku Purwanto (2011:52) mengemukakan “hasil belajar psikomotorik dapat diklasifikasikan menjadi enam gerakan yaiitu gerakan refleks, gerakan fundamental dasar, kemampuan perspektual, kemampuan fisik, gerakan keterampilan dan komunikasi tanpa kata”.Kemampuan hasil belajar psikomotorik segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas otak, fisik dan gerakan-gerakan tubuh atau bagian-bagiannya dari gerak yang sederhana hingga lebih kompleks seperti keterampilan dan kemampuan.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat dipahami dari ketiga ranah tersebut bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan.

Potensi perilaku manusia dapat diubah perilakunya yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

6. Prosedur Mengukur Hasil Belajar

Hasil belajar siswa bukan hanya sekedar angka yang dihadiahkan oleh guru untuk siswa atas kegiatannya dalam belajar.Untuk itu pengumpulan data hasil belajar adalah instrumen. Dimana instrumen adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur dalam rangka pengumpulan data

berupa tes atau notes. Menurut Purwanto (2011:56) “Tes Hasil Belajar (THB) merupakan salah satu alat ukur yang mengukur penampilan maksimal”. Tes hasil belajar siswa dapat diketahui dengan menekankan skor atas jawaban yang telah diberikan masing-masing siswa.

Penilaian hasil belajar dilakukan berdasarkan hasil pengkuran dengan menggunakan THB.Untuk itu dengan menilai harus memiliki keterampilan mengembangkan alat ukur pengumpulan data hasil belajar berupa THB yang diperoleh dari prosedur pengembangan tes hasil belajar. Senada dengan itu Purwanto (2011:84) menjelaskan “prosedur pengembangan tes hasil belajar adalah: 1) identifikasi hasil belajar, 2) deskripsi materi, 3) pengembangan spesifikasi, 4) menuliskan butir-butir tes dan kunci jawaban, 5) mengumpulkan data, 6) menguji kualitas tes (butir dan pernagkat), dan 7) melakukan komplikasi”.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa menilai hasil belajar siswa pengambilan keputusan penting yang didasarkan pada data yang tepat dan akurat.Data hasil belajar yang menjadi dasar penilaian.Data hasil belajar tersebut diperoleh dari pengukuran dengan menggunakan tes hasil belajar yang baik.Jadi pengembangan tes hasil belajar dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu bagian dari prosedur tes hasil belajar tersebut.

7. Manfaat Hasil Belajar

Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki manfaat tertentu, termasuk manfaat hasil belajar atau evaluasi dalam pembelajaran.manfaat hasil belajar dilakukan dengan suatu tujuan yang berguna dan jelas

sasarannya. Menurut Sujati yang dikutip oleh Arifah dan Yustisianisa (2012:6) manfaat dari hasil belajar adalah: 1) mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah, 2) memberian pertanggungjawaban dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan, 3) mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa dan menentukan tindak lanjut hasil evaluasi.

Sedangkan sumber lain mengemukakan bahwa manfaat hasil proses pembelajaran Daryanto yang dikutip oleh Arifah dan Yustisianisa (2012:17) adalah untuk memperoleh informasi yang akurat tentang tingkat pencapaian tujuan instruksional siswa, sehingga bisa diupayakan tindak lanjutnya. Tujuan intruksional adalah tujuan pendidikan yang harus dicapai pembelajaran.

8. Prestasi Belajar

Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar.Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991:768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dikerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran.

Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar.Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar.Penilaian

diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar Biologi adalah nilai yang diperoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar.

9. Sistem Pencernaan Manusia

Biologi adalah salah satu cabang dari IPA yang merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari bagian – bagian dari alam dan interaksi di dalamnya, serta dapat diterangkan dengan menggunakan konsep - konsep sederhana. Menurut Susilowati (2009:1.3) yang menyatakan bahwa: “Biologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang seluk beluk makhluk hidup.” Sejalan dengan hal tersebut Widodo dkk (2008:1.3) yang menyatakan bahwa: “Biologi sering didefenisikan sebagai ilmu tentang makhluk hidup dan interaksi dengan lingkungannya”.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Biologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mendasar dan mempelajari bagian-bagian dari makhluk hidup dan interaksi dengan lingkungannya.

Dalam sistem pencernaan yang perlu kita ketahui yaitu proses pencernaan makanan manusia, organ-organ sistem pencernaan makanan manusia dan fungsi organ-organ sistem pencernaan makanan manusia.Biologi memiliki banyak materi pembelajaran, salah satunya adalah materi Sistem

Pencernaan Manusia.Sistem Pencernaan manusia merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan, penelanan, dan pencampuaran),dengan enzim dan zat cair yang terbentang dari mulut (oris) sampai anus.

Sistem pencernaan terdiri dari dua bagian yang memiliki fungsi utama yaitu pencernaan dan penyerapan.Sistem pemecahan makanan yang rumit dan penyerapan nutrisi penting merupakan sesuatu yang harus dipenuhi agar dapat memahami fisiologi manusia.Sistem pencernaan makanan bertujuan untuk mengubah bahan makanan dari bentuk padat/kompleks menjadi zat yang dapat diserap dan digunakan tubuh.

Menurut Pack (2007:232) yang menyatakan bahwa: “Fungsi sistem pencernaan adalah pencernaan makanan menjadi molekul kecil yang kemudian diserap ke dalam tubuh”.Sedangkan menurut Pearce (2011:212) yang menyatakan bahwa: “Sistem pencernaan berurusan dengan penerimaan makanan dan mempersiapkannya untuk diasimilasi tubuh”. Yang menjadi indikator dalam penelitian ini adalah: a) menyebutkan organ-organ sistem pencernaan makanan manusia; b) menjelaskan fungsi organ-organ sistem pencernaan makanan manusia; dan c) menjelaskan proses pencernaan makanan manusia.

a. Organ-Organ Sistem Pencernaan Makanan Manusia

Makanan masuk ke dalam mulut melalui kerongkongan, terus ke lambung melewati kerongkongan dan diteruskan ke usus halus untuk diproses dan diteruskan ke usus besar dan dilanjutkan ke rectum dan

terakhirnya sisa makanan yang telah dicerna dikeluarkan dalam bentuk tinja melalui anus.

Menurut Tim Redixta (2007:99) yang menyatakan bahwa:

“Makanan masuk ke dalam tubuh kita melalui mulut, di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah. Menurut Pearce (2011:223) yang menyatakan bahwa: “Lambung adalah bagian dari saluran pencernaan yang dapat mekar paling banyak. Terletak terutama di daerah epigastrik, dan sebagian di sebelah kiri daerah hipokondriak dan umbilikal.

Menurut Tim Redixta (2007:102) yang menyatakan usus halus merupakan saluran pencernaan yang paling panjang. Ukurannya sekitar lima setengah sampai tujuh meter.Usus halus merupakan tempat terjadinya pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pancreas yang dilepaskan ke usus halus. Sedangkan menurut Setiadi (2007:73) bahwa: Usus halus adalah saluran pencernaan di antara lambung dan usus besar, yang merupakan tuba terlilit yang merentang dari sfingter pylorus sampai katub ileosekal, tempatnya menyatu dengan usus besar.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka penulismenyimpulkan bahwa organ-organ sistem pencernaan dimulai dengan makanan masuk ke dalam tubuh kita melalui mulut, di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah kemudian ke lambung melalui kerongkongan, baru ke usus halus yang merupakan tempat

terjadinya pencernaan secara kimiawi saja, kemudian ke usus besar dan yang terakhir anus

b. Fungsi Organ-Organ Sistem Pencernaan Makanan Manusia

Fungsi sistem pencernaan adalah pencernaan dan penyerapan, pencernaan adalah pemecahan molekul kecil yang kemudian diserap ke dalam tubuh.Sistem pencernaan dibagi menjadi dua bagian yaitu saluran lambung dan usus merupakan saluran berkelanjutan dengan dua lubang yaitu mulut dan dubur, dan organ tambahan terdiri atas gigi dan lidah, kelenjar liur, hati, kantong empedu dan pancreas.

Syaifuddin (2006:169) bahwa: Fungsi gigi terdiri dari gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring gunanya untuk memutuskan makanan yang keras dan liat, dan gigi geraham gunanya untuk mengunyah

Syaifuddin (2006:169) bahwa: Fungsi gigi terdiri dari gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring gunanya untuk memutuskan makanan yang keras dan liat, dan gigi geraham gunanya untuk mengunyah

Dalam dokumen PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) (Halaman 16-0)

Dokumen terkait