• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Penelitian

Dalam dokumen PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) (Halaman 43-0)

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

C. Prosedur Penelitian

Metode penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan 2 siklus masing-masing dari siklus terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran biologi terkait peningkatan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share pada materi ajar sistem pencernaan makanan manusiakelas XI

SMA Negeri 1 Angkola Barat Tahun Pelajaran 2018/2019.Adapun rincian kegiatan pada tiap tahapan adalah sebagai berikut:

1. Siklus I

a. Perencanaan (Planing)

Perencanaan dalam penelitian ini meliputi:

1. Peneliti melakukan analisiskurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan dicapaioleh siswa.

2. Menyusun materi yang akan diajarkan.

3. Membuat RPP dengan menggunakan model pembelajaranTPS.

4. Menyusun instrumen untuk mengukur penggunaan model TPS atau lembar observasi dan untuk mengukur peningkatan hasil belajar setelah menggunakan model pembelajaran TPS atau tes.

b. Pelaksanaan tindakan (acting)

1. Guru menuyuruh setiap siswa untuk berpikir tentang jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru mengenai sistem pencernaan makanan manusia.

2. Guru memberikan kesempatam kepada siswa berdiskusi dengan pasangannya tentang hasil pemikirannya masing-masing.

3. Guru menyuruh setiap pasangan untuk menshare atau menjelaskan hasil diskusinya kepada siswa-siswa yang lain

4. Siswa diberi kesempatan untuk memberi tanggapan.

c. Pengamatan (Observation)

1. Penulis melihat situasi kegiatan belajar-mengajar 2. Penulis mengamati keaktifan siswa

3. Penulis mengamati kemampuan siswa

4. Penulis melihat interaksi antara siswa dengan guru d. Refleksi (Reflecting)

Penelitian tindakan kelas ini berhasil apabila memenuhi syarat sebagai berikut:

1. Sebagian besar (70% dari siswa) berani dan mampu menjawab pertanyaan dari guru.

2. Sebagian besar (70% dari siswa) berani menanggapi dan mengemukakan pendapat tentang jawaban siswa yang lain.

3. Sebagian besar (70% dari siswa) berani dan mampu bertanya tentang materi pelajaran pada hari ini.

4. Lebih dari 70% anggota kelompok aktif dalam mengerjakan tugas kelompoknya.

Setelah analisis dan refleksi berbagai kekurangan, hambatan, dan kesulitan yang dihadapi atau ditemukan selama pelaksanaan tindakan digunakan berbagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan, maka akan dilakukan perencanaan pada pembelajaran berikutnya.

2. Siklus II

a. Perencanaan (planning)

Peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.

b. Pelaksanaan (acting)

1. Guru menyuruh setiap siswa untuk berpikir lebih mendalam tentang jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru dengan waktu yang lebih lama dibandingkan siklus I.

2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan pasangannya tentang hasil pemikirannya dengan waktu lebih lama dibandingkan dengan siklus I.

3. Guru menyuruh setiap pasangan untuk menshare atau menjelaskan hasil diskusinya kepada siswa yang lain.

4. Siswa diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan.

c. Pengamatan (observation)

Penulis melakukan pengamatan terhadap peningkatan aktivitas pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TPS.

d. Refleksi (Reflecting)

Penulis melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan menganalisis serta membuat kesimpulan atas pelaksanaan model pembelajaranThink-Pair-Share dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ajar sistem pencernaan makanan manusia dikelas XI SMA Negeri 1 Angkola Barat Tahun Pelajaran 2018/2019 mencapai indikator keberhasilan yaitu 75% dari seluruh siswa.

Langkah-langkah penelitian kelas

Siklus I

Siklus II

Kusumah dan Dwigatama (2010:44) D. Alat Pengumpul Data

Mengumpulkan data merupakan pekerjaan penting dalam meneliti dan membutuhkan ketelitian, karena sedikit saja terjadi kesalahan akan mempengaruhi

Perencanaan (Planing)

Refleksi (Reflecting)

Tindakan (Acting)

Pengamatan (Observing)

Perencanaan (Planing) Perubahan

Refleksi (Reflecting)

Pengamatan (Observing)

Tindakan (Acting)

data yang diberikan oleh responden. Salah satu kegiatan dalam teknik mengumpulkan data adalah merumuskan alat pengumpulan data sesuai dengan masalah yang diteliti.Dalam kegiatan teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian.Cara yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut:

1. Untuk memperoleh data tentang aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran dilakukan pengamatan oleh observer selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar observasi.Penentuan skor untuk observasi yaitu Ya diberi skor 1 dan tidak diberi skor 0.

2. Data hasil belajar dilakukan dengan memberikan tes kepada siswa. tes berbentuk tes jika benar skornya 1, jika salah skornya 0.

3. Data respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran TPS pada saat pembelajaran sedang berlangsung.

Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes buatan guru yang fungsinya adalah: (1) untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang diberikan dalam waktu tertentu, (2) untuk menentukan apakah suatu tujuan telah tercapai, dan (3) untuk memperoleh suatu nilai (Arikunto, 2002:149). Sedangkan tujuan dari tes adalah untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individual maupun secara klasikal.Di samping itu untuk mengetahui letak kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa sehingga dapat dilihat dimana kelemahannya, khususnya pada bagian mana PTK yang belum tercapai. Untuk memperkuat data yang dikumpulkan maka juga digunakan metode

observasi (pengamatan) yang dilakukan oleh teman sejawat untuk mengetahui dan merekam aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

E. Analisis Data

Dalam rangka menyusun dan mengolah data yang terkumpul sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka digunakan analisis data kuantitatif dan pada metode observasi digunakan data kualitatif. Cara penghitungan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam proses belajar mengajar sebagai berikut.

1. Merekapitulasi hasil tes

2. Menghitung jumlah skor yang tercapai dan presentasenya untuk masing-masing siswa dengan menggunakan rumus ketuntasan belajar seperti yang terdapat dalam buku petunjuk teknis penilaian yaitu siswa dikatakan tuntas secara individual jika mendapatkan nilai minimal 75, sedangkan secara klasikal dikatakan tuntas belajar jika jumlah siswa yang tuntas secara individu mencapai 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%.

3. Menganalisa hasil observasi yang dilakukan oleh guru sendiri selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil Penelitian

Agar dalam penelitian ini Penulis mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan maka Peneliti menggunakan metode siklus. Adapun pelaksanaan dari siklus-siklus tersebut adalah sebagai berikut :

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, soal tes formatif 1 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan model pembelajaran TPS, dan lembar observasi aktivitas guru.

b. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 06 Agustus di Kelas XI s 1 jumlah siswa 30 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut.

38

Tabel 1

Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus I

No Uraian Hasil Siklus I

1 2 3

Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar

72 13 43,33 %

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan pembelajaran model TPS diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 72 dan ketuntasan belajar mencapai 43,33 % atau ada 13 siswa dari 30 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai 75 hanya sebesar 43,33% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 100%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan pembelajaran model TPS.

c. Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut:

1. Guru kurang maksimal dalam memotivasi siswa dan dalam menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Guru kurang maksimal dalam pengelolaan waktu 3. Siswa kurang aktif selama pembelajaran berlangsung

d. Refisi

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat kekurangan, sehingga perlu adanya revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya.

1. Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Dimana siswa diajak untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan.

2. Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan menambahkan informasi-informasi yang dirasa perlu dan memberi catatan.

3. Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi siswa sehingga siswa bisa lebih antusias.

1. Siklus II

a. Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, soal tes formatif 2 dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

b. Tahap kegiatan dan pengamatan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 03 September 2018 di Kelas XI S 1 dengan jumlah siswa 30 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus Itidak terulang lagi pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif II.Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut.

Tabel 2

Hasil Formatif Siswa Pada Siklus II

No Uraian Hasil Siklus II

1 2 3

Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar

88 27 90 %

Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 88 dan dari 30 siswa telah tuntas sebanyak 27 siswa dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 90 % (termasuk kategori tuntas). Hasil pada siklus II ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus II ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran model TPS sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan.

c. Refleksi

Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan pembelajaran model TPS. Dari data-data yang telah diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar.

2. Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung.

3. Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik.

4. Hasil belajar siswa pada siklus II mencapai ketuntasan.

d. Revisi Pelaksanaan

Pada siklus II guru telah menerapkan pembelajaran model TPS dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

B. Pembahasan

1. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran model TPS memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi

yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, dan II) yaitu masing-masing 43,33 dan 90 %.Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.

2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran TPS dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

3. Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Biologi pada pokok bahasan Sistem Pencernaan Makanan Manusia dengan model pembelajaran TPS yang paling dominan adalah, mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan pengajaran model TPS dengan baik.Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep, menjelaskan materi yang sulit, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana presentase untuk aktivitas di atas cukup besar.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama dua siklus, hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Model pembelajaran TPS dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Biologi.

2. Pembelajaran model TPS memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I 43,33 % dan siklus II 90 %.

3. Model pembelajaran TPS dapat menjadikan siswa merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide dan pertanyaan.

4. Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok, serta mampu mempertanggungjawabkan segala tugas individu maupun kelompok.

5. Penerapan pembelajaran model TPS mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

B. Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar Biologi lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:

1. Untuk melaksanakan model pembelajaran TPS memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik

44

yang benar-benar bisa diterapkan dengan pembelajaran model TPS dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.

2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

3. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di Kelas XI Semester 1Tahun Pembelajaran 2018/2019.

4. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Arifah, Yustinianisa. 2012, Evaluasi Pendidikan, Yogyakarat: Pustaka Belajar.

Arifin, Zainal dan Adhi Setiawan, 2012, Pengembangan Pembelajaran Aktif dengan ICT, Yogyakarta: Skripta

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: Rineksa Cipta.

Dimyati dan Mudjiono, 2006, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Erriniati, Putri, 1994. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Huda, Nurul, Strategi Pembelajaran, Jakarta: Multi Kreasi SatuDelapan, 2010.

Isjoni,dkk 2010, 58 Strategi Pembelajaran Inovatif, Medan: Iscom Medan.

Iskandar, Delik, dkk, 2008, Seri Aku Tahu Tubuh Kita, Semarang: Aneka Ilmu.

Kokom Komalasari , 2010, Pembelajaran Kontekstual, Jakarta: Rajawali Pers.

Kusumah, Dwigatama. 2010, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Universitas Terbuka.

Nanang, 2010 Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta.

Nugraheni, Aninditya Sri, 2012, Penerapan Cooverative Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia, Yogyakarta: Pedagogia.

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya: University Press.

Univesitas Negeri Surabaya.

Pack, E Philip. 2007, Review Cliff Hartatiek,Anatomi dan Fisiologi, Bandung:

Pakar Raya.

Pearce, Evelyn C, 2011, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Poerwodarminto, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Purwanto, Ngalim. 2006, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers.

Purwanto, Ngalim. 2010, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers.

Purwanto, Ngalim. 2011, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers.

Sekolah : SMA Negeri 1 Angkola Barat Mata Pelajaran : Biologi

Kelas / Semester : XI / 1 Alokasi Waktu : 4 x 45 menit A. Kompetensi Inti

 KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

 KI4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar : 3.3 Menjelaskan keterkaitan struktur, fungsi dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia) C. Indikator

 Menyebutkan organ-organ sistem pencernaan makanan manusia

 Menjelaskan fungsi organ-organ sistem pencernaan makanan manusia

 Menjelaskan proses pencernaan makanan manusia.

D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat:

 Menyebutkan organ-organ sistem pencernaan makanan manusia

 Menjelaskan fungsi organ-organ sistem pencernaan makanan manusia

 Menjelaskan proses pencernaan makanan manusia

E. Karateristik siswa yang diharapkan

Disiplin, Rasa hormat, Perhatian, Tekun, Tanggung jawab dan Ketelitian F. Materi Ajar

 Organ-organ sistem pencernaan

 Fungsi organ-organ sistem pencernaan

 Proses sistem pencernaan makanan manusia

H. Langkah-langkah pembelajaran Pertemuan ke-1 (satu)

No Kegiatan Pembelajaran Fase

Alokasi waktu

1

Kegiatan awal

 Guru mengecek siapa saja siswa yang tidak hadir.

 Memotivasi siswa untuk bertanya yang berhubungan dengan organ-organ pencernaan makanan manusia.

 Menyampaikan inti tujuan pembelajaran.

10

2

Inti

 Guru memberikan pertanyaan sebelum memulai belajar

 Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk berpikir mengenai organ-organ sistem pencernaan, fungsi sistem pencernaan.

 Siswa diminta merenungkan kemungkinan jawaban tentang organ dan fungsi sistem pencernaan terlebih dahulu

 Guru mengajukan pertanyaan mengenai organ dan fungsi dari sistem pencernaan yang akan dipelajari siswa tersebut.

 Siswa berpasangan dengan teman sebangku.

 Siswa berdiskusi mengenai jawaban yang mereka peroleh mengenai materi organ pencernaan beserta fungsinya.

 Siswa bertukar pikiran dengan pasangannya mengenai organ pencernaan beserta fungsinya.

 Guru meminta tiap siswa untuk berbagi jawaban atau komentar mengenai organ dan fungsi sistem pencernaan yang diajukan guru.

Pertemuan ke-2 (dua)

No Kegiatan Pembelajaran Fase

Alokasi waktu

1

Kegiatan awal

 Mengingatkan siswa apa saja yang berkaitan dengan proses sistem pencernaan.

 Memotivasi siswa untuk bertanya yang berhubungan dengan proses sistem pencernaan.

10

2

Inti

 Guru memberikan pertanyaan sebelum memulai belajar

 Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk berpikir mengenai proses sistem pencernaan.

 Siswa diminta merenungkan kemungkinan jawaban tentang proses sistem pencernaan terlebih dahulu

 Guru mengajukan pertanyaan mengenai proses sistem pencernaan yang akan dipelajari siswa tersebut.

 Siswa berpasangan dengan teman sebangku.

 Siswa berdiskusi mengenai jawaban yang mereka peroleh mengenai materi proses pencernaan makanan manusia.

 Siswa bertukar pikiran dengan pasangannya mengenai materi proses sistem pencernaan makanan manusia.

 Siswa dapat memperdalam makna dari jawaban proses pencernaan yang telah dipikirkan dengan pasangannya.

Berpikir

Berpasangan

50

3

 Terjadi tanya jawab antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain mengenai proses sistem pencernaan.

 Guru meminta tiap siswa untuk berbagi jawaban atau komentar proses sistem pencernaan yang diajukan guru.

20

Pertemuan ke-3 (tiga)

No Kegiatan Pembelajaran Fase

Alokasi berhubungan dengan organ-organ pencernaan makanan manusia.

 Menyampaikan inti tujuan pembelajaran.

10

2

Inti

 Guru memberikan pertanyaan sebelum memulai belajar

 Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk berpikir mengenai organ-organ sistem pencernaan, fungsi sistem pencernaan.

 Siswa diminta merenungkan kemungkinan jawaban tentang organ dan fungsi sistem pencernaan terlebih dahulu

 Guru mengajukan pertanyaan mengenai organ dan fungsi dari sistem pencernaan yang akan dipelajari siswa tersebut.

 Siswa berpasangan dengan teman sebangku.

 Siswa berdiskusi mengenai jawaban yang mereka peroleh mengenai materi organ pencernaan beserta fungsinya.

 Siswa bertukar pikiran dengan pasangannya mengenai organ pencernaan beserta fungsinya.

3 organ dan fungsi sistem pencernaan.

 Guru meminta tiap siswa untuk berbagi jawaban atau komentar mengenai organ dan fungsi sistem pencernaan yang diajukan guru.

Berbagi

20

Pertemuan ke-4 (empat)

No Kegiatan Pembelajaran Fase

Alokasi waktu

1

Kegiatan awal

 Mengingatkan siswa apa saja yang berkaitan dengan proses sistem pencernaan.

 Memotivasi siswa untuk bertanya yang berhubungan dengan proses sistem pencernaan.

10

2

Inti

 Guru memberikan pertanyaan sebelum memulai belajar

 Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk berpikir mengenai proses sistem pencernaan.

 Siswa diminta merenungkan kemungkinan jawaban tentang proses sistem pencernaan terlebih dahulu

 Guru mengajukan pertanyaan mengenai proses sistem pencernaan yang akan dipelajari siswa tersebut.

 Siswa berpasangan dengan teman sebangku.

 Siswa berdiskusi mengenai jawaban yang mereka peroleh mengenai materi proses pencernaan makanan manusia.

 Siswa bertukar pikiran dengan pasangannya mengenai materi proses sistem pencernaan

Berpikir

Berpasangan

50

jawaban proses pencernaan yang telah jawaban atau komentar proses sistem pencernaan yang diajukan guru.

Berbagi

20

I. Alat/ Bahan/Sumber

 Buku Biologi SMA Kelas XI Penerbit Intan Pawira, 2014

 Buku Biologi SMA Kelas XI Penerbit Erlangga, 2014.

J. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. Teknik Penilaian

a. Penilaian Kompetensi Pengetahuan 1) Tes Tertulis

a) Pilihan ganda b) Uraian/esai 2) Tes Lisan

b. Penilaian Kompetensi Keterampilan 1) Proyek, pengamatan, wawancara’

 Mempelajari buku teks dan sumber lain tentang materi pokok

 Menyimak tayangan/demo tentang materi pokok

 Menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan pengamatan dan eksplorasi 2) Portofolio / unjuk kerja

 Laporan tertulis individu/ kelompok 3) Produk,

SOAL PILIHAN GANDA :

1. Perhatikan gambar sistem pencernaan berikut ini

Urutan sistem pencernaan pada manusia adalah ….

a. Mulut-kerongkongan-lambung-usus halus- usus besar - anus b. Mulut-keronngkongan-usus halus-lambung - usus besar-anus c. Mulut-kerongkongan-usus halus-lambung-usus besar-anus

a. Mulut-kerongkongan-lambung-usus halus- usus besar - anus b. Mulut-keronngkongan-usus halus-lambung - usus besar-anus c. Mulut-kerongkongan-usus halus-lambung-usus besar-anus

Dalam dokumen PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) (Halaman 43-0)

Dokumen terkait