• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Secara Teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan peneliti dan pembaca tentang Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

2. Secara Praktis, diharapkan dengan hasil penelitian yang peneliti sajikan bermanfaat dan menjadi referensi bagi pembaca mengenai Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

3. Secara Akademis, penelitian ini dapat menjadi sumbangsih kepada Mahasiswa dan Mahasiswi, dalam bidang kajian tentang Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Paradigma Penelitian

Penggunaan paradigma sebagai sudut pandang dalam melihat realitas pada dasarnya terdiri dari lima jenis, yaitu positivisme yang keberadaannya cukup lama dan paling tua, pospositivisme, kritis, konstruktivisme dan partisi patori (Denzin dan Lincoln, 2009: 350). Kelima jenis paradigma tersebut memiliki berbagai ciri yang dapat dijadikan pijakan terhadap teori dan implikasinya pada metodologi penelitian.

Dimensi ontologi yang berkaitan dengan asumsi tentang realitas; epistemologi mengenai hubungan antara peneliti dengan yang diteliti; dan metodologi yaitu bagaimana peneliti memperoleh pengetahuan merupakan tiga lingkungan kajian yang dapat dianalisis dengan menggunakan paradigma.

Penelitian kuantitatif pada umumnya menggunakan paradigma positivisme, dimana berbagai realitas, gejala dan fenomena dilihat sebagai suatu yang dapat dikelompokkan, relatif tetap, konkrit, diamati, terukur dan hubungannya bersifat sebab akibat. Sementara itu, upaya untuk menggeneralisir hasil pada lingkup yang lebih luas dengan pemilihan sampel yang dinilai dapat mewakili populasi secara representatif merupakan fungsi dari metodologi. Pola pikir serta alur pengumpulan dan penyajian data hasil penelitian bersifat deduktif. Artinya, penggunaan konsep atau teori hingga dapat dirumuskan suatu hipotesis merupakan tujuan untuk menjawab rumusan masalah di dalam penelitian (Sugiyono, 2014: 11).

Penelitian dengan paradigma positivisme lebih memberikan penekanan lebih pada pengalaman sebagai sumber pengetahuan yang dinilai sejalan dengan pandangan aliran filsafat seperti empirisme, behaviorisme, naturalisme dan sainisme (Bungin, 2015: 187). Keyakinan paradigma positivisme terletak pada segala sesuatu yang dapat diukur dengan menggunakan berbagai indikator.

Sehingga, hal tersebut akan menghasilkan suatu hasil yang dapat diukur pula.

Penelitian kuantitatif memverifikasi hipotesis-hipotesis sebagai preposisi matematis yang menunjukkan hubungan fungsional.

Positivisme dalam perkembangannya mendominasi ilmu pengetahuan bahkan hingga saat ini. Eksplanatoris dan prediktif merupakan dua kriteria yang harus dipenuhi oleh manusia dan alam agar dapat diakui sebagai ilmu pengetahuan dari suatu hal yang diteliti (Denzin dan Lincoln, 2009: 350). Berbagai tradisi dari positivisme melahirkan pendekatan paradigma kuantitatif dalam penelitian sosial, dimana objek penelitiannya dianggap memiliki keteraturan yang natural, empiris dan behavioristik. Seluruh objek penelitian harus diubah menjadi fakta yang dapat diamati dan tidak terlalu mementingkan fakta tersebut sebagai makna. Namun lebih mementingkan fenomena yang tampak serta penilaian yang bebas terhadap objek dengan menentang sikap subjektif.

Peneliti yang menggunakan paradigma positivisme berusaha untuk selalu objektif dan bekerja dalam kontrol dan konsep penting yang ada di dalam teori.

Artinya, pada saat peneliti melakukan pengamatan maka ia akan berhati-hati membangun suatu situasi. Sehingga hanya akan ada satu elemen yang bervariasi

dan tentu memudahkan peneliti dalam membuat pernyataan yang relatif pasti tentang sebuah elemen.

2.2. Penelitian Sejenis Terdahulu

Penelitian pertama yang peneliti jadikan referensi adalah pada jurnal Acta Diurna Komunikasi, volume 6 nomor 1. Penelitian ini menjelaskan bahwa pengaruh konten vlog di dalam situs Youtube terhadap pembentukan sikap mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sam Ratulangi berdasarkan pada teori Jarum Hipodermik. Teori tersebut memiliki asumsi bahwa media massa memengaruhi secara langsung, cepat dan sangat menentukan sikap khalayak. Sehingga, konten vlog dalam situs Youtube ini layaknya seperti jarum suntik yang memengaruhi penontonnya yang kemudian diukur sejauh mana mereka menyadari, memahami dan menerima isi video tersebut. Selain itu, efek kognifit, afektif dan behavioral juga akan timbul nantinya.

bahwa mahasiswa senang dan gemar menonton, ingin mencoba hal-hal yang mereka lihat bahkan ingin menjadi seorang vlogger.

Penelitian kedua di dalam Repository Universitas Islam Bandung. Penelitan ini menjelaskan bahwa Youtube menjadi salah satu situs yang khalayak gunakan untuk mencari berbagai informasi, terutama mengenai kecantikan. Female Daily Network merupakan salah satu channel Youtube yang membahas tentang kecantikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terjadi hubungan antara jenis, isi, terpaan media dan konteks sosiasl tayangan Youtube Femali Daily Network dengan pemenuhan kebutuhan informasi khalayak.

Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification.

Selain itu, metode penelitian yang digunakan adalah korelasional, yaitu meneliti hubungan antara variabel atau sejauh mana variabel pada suatu faktor berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya. Total sampling adalah teknik sampling yang diterapkan di dalam penelitian ini. Populasi dan sampel yang ditarik oleh peneliti adalah khalayak yang memberikan komentar di dalam salah satu tayangan Youtube Female Daily Network dengan judul “Tips Menghilangkan Jerawat ft Harumi Sudrajat,” yang berjumlah sebanyak 74 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jenis, isi, terpaan media dan konteks sosial tayangan Youtube Female Daily Network dengan pemenuhan kebutuhan informasi khalayak.

Penelitian ketiga pada jurnal Spektrum Komunikasi, volume 7 nomor 1.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tayangan Youtube

“Londokampung” terhadap tingkat pengetahuan bahasa Suroboyoan pada subscribers di Surabaya. Hal yang membuat tayangan tersebut menjadi menarik

yaitu konten kreatornya merupakan warga negara Australia bernama Dave Jepchott yang sangat menguasai baik pengucapan maupun penulisan bahasa Suroboyoan.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menyebarkan kuesioner kepada subscriber Youtube “Londokampung” dengan sampel sebanyak 100 responden.

Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Liner Sederhana untuk mengetahui kuat atau lemahnya hubungan pengaruh diantara suatu tayangan Youtube dengan penontonnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh menonton tayangan Youtube ‘Londokampung” dengan tingkat pengetahuan bahasa Suroboyoan pada subscriber di Surabaya.

Penelitian keempat pada E-Proceedings of Management, volume 4 nomor 1. Penelitian ini menjelaskan bahwa Youtube merupakan salah satu situs yang timbul karena perkembangan teknologi dan banyaknya kebutuhan masyarakat dalam menggunakan digital sebagai media komunikasi serta mendapatkan informasi. Youtube memberikan kemudahan masyarakat digital untuk mengunggah, menonton dan membagikan video bahkan membuat channel pribadi.

Travelling Channel Youtube oleh Ponti Ramanta merupakan salah satu

konten yang memiliki banyak peminat. Konten yang diberikan terbilang menarik perhatian audiens untuk menikmati konten milik Ponti Ramanta tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh terpaan tayangan pada channel di Youtube terhadap minat wisata para audiens.

Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode regresi linier sederhana. Populasinya terdiri dari subscriber Youtube Ponti Ramanta yang berjumlah 2.785 orang saat penelitian ini dilakukan dan sampel sebanyak 100 responden. Variabel bebas merupakan terpaan tayangan video yang terdiri dari sub-variabel stimulus dan organism, sedangkan variabel terikatnya yaitu minat berwisata subscriber yang merupakan respon dari audiens. Penyebaran kuesioner secara online kepada subscriber Ponti Ramanta merupakan teknik pengumpulan data yang diterapkan. Apabila menggunakan teknik analisis deskriptif, maka persentase perhitungan terhadap adanya minat berwisata setelah mendapatkan terpaan travelling video berada pada kategori baik. Artinya, terdapat pengaruh terpaan tayangan tersebut terhadap minat berwisata para subscriber.

Penelitian kelima. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh iklan, etnosentrisme dan sikap penonton terhadap pengambilan keputusan menonton film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 pada pengungjung Bioskop Rajawali Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah rata-rata jumlah pengunjung Bioskop Rajawali Purwokerto di setiap harinya yaitu mencapai 2.624 orang. Sedangkan, sampel dalam penelitian ini sebanyak 106 orang dengan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan model SEM (Structural Equation Modelling) program AMOS 21.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hitung tabel (2.031>1.960), artinya iklan berpengaruh signifikan terhadap sikap penonton. Hasil selanjutnya memaparkan bahwa nilai hitung>tabel (2.020>1.1960), artinya etnosentrisme berpengaruh signifikan terhadap sikap penonton. Lalu, nilai hitung>tabel (2.120>1.960) dimana sikap penonton berpengaruh signifikan terhadap keputusan menonton. Hasil analisis selanjutnya menunjukkan hitung>tabel (3.325>1.960) yang berarti iklan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menonton. Data lapangan juga menunjukkan bahwa tidak seluruhnya responden memutuskan untuk menonton hanya dengan melihat iklan film yang menarik saja ataupun rasa cinta pada produk lokal buatan negeri. Berdasarkan teori, keputusan menonton tidak hanya dipengaruhi oleh variabel iklan, etnosentrisme maupun sikap penonton itu sendiri.

Penelitian keenam pada Jurnal Penelitian Komunikasi, volume 21 nomor 2.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aplikasi Youtube di smartphone terhadap perkembangan kemampuan komunikasi interpersonal anak TK di Bandung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif agar data yang didapat bersifat akurat, terukur dan teruji. Penelitian ini melibatkan satu variabel independen dan dependen. Pengambilan sampel menggunakan rumus probabiliti sampling dengan pendekatan Slovin dan jumlah responden sebanyak 70 murid TK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akses Youtube di smartphone untuk anak TK di Bandung dilakukan setiap harinya mampu memengaruhi perkembangan kemampuan komunikasi interpersonal anak.

Penelitian ketujuh pada eJournal Ilmu Komunikasi, volume 3 nomor 4.

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan program SPSS versi 18. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di Samarinda mendorong peningkatan konsumsi listrik dari waktu ke waktu yang memengaruhi biaya produksi listrik. Sehingga, hal tersebut sulit untuk diimbangi oleh peningkatan kapasitas produksi listrik.

Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan adanya pengaruh iklan Earth Hour tentang penggunaan energi terhadap variabel pengetahuan dengan nilai F sebanyak 11.623 dengan taraf sig sebesar 0.001. Selanjutnya, variabel perilaku nilai F terhitung sebanyak 17.825 dengan taraf sig sebesar 0.000, dimana angka tersebut lebih kecil dari taraf sig yaitu 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklan layanan masyarakat Earth Hour berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku siswa SMP N10 Samarinda.

Penelitian kedelapan pada Repository Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video blog make-up tutorial pada Youtube terhadap minat beli mahasiswi ilmu komunikasi UINSU.

Teori yang dianggap relevan di dalam penelitian ini adalah komunikasi, new media, komunikasi pemasaran, minat dan AIDDA. Kuantitatif dan korelasional merupakan metode serta pendekatan di dalam penelitian ini. Terdapat sebanyak 190 orang dari populasi penelitian ini dan menggunakan rumus Slovin, sehingga memperoleh sampel sebanyak 66 orang.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel tunggal, tabel silang dan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan angka 0.439 yang memiliki arti bahwa terdaspat perbedaan yang signifikan antara pengaruh video blog make-up tutorial pada Youtube dan minat beli mahasiswi ilmu komunikasi UINSU. Sehingga, Ha yang diterima yaitu adanya pengaruh menonton video blog make-up tutorial pada Youtube terhadap minat beli mahasiswi ilmu komunikasi UINSU sebesar 18.49% dan 81.51% dan faktor lainnya turut memengaruhi.

Penelitian kesembilan pada Repository Universitas Islam Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersamaan adanya pengaruh intensitas menonton tayangan program religi islam “Assalamualaikum Cantik” di Trans TV dan sikap berpakaian Muslimah terhadap gaya berpakaian Muslimah trendi pada kalangan mahasiswi Universitas Islam Indonesia. Oleh karena itu, hipotesis ketiga yang menyatakan adanya pengaruh signifikan intensitas menonton tersebut terbukti dan dapat diterima.

Nilai Adjusted R Square yang diperoleh sebesar 0.384, dimana hal itu memiliki arti bahwa adanya perubahan gaya berpakaian Muslimah trendi di kalangan mahasiwi Universitas Islam Indonesia dipengaruhi oleh variasi dari intensitas menonton tayangan program religi tersebut serta sikap berpakaian Muslimah diperoleh dengan nilai sebesar 37.4%.

2.3. Uraian Teoritis

Kerangka teori merupakan dasar yang dapat dijadikan pedoman penelitian yang mengungkapkan segenap permasalahan dengan berbagai teori yang dianggap mempunyai keterkaitan langsung terhadap permasalahan yang akan menjadi tujuan pembahasan penelitian. (Nawawi: 2012: 50) memberikan batasan pengertian kerangka teori sebagai “landasan berfikir yang berguna sebagai pendukung pemecahan masalah susunan teori-teori yang digunakan alam menjawab permasalahan penelitian memuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana masalah penelitian akan disoroti”.

Kerangka teori merupakan bagian dari penelitian yang memuat konsep- konsep teoritis yang menjadi landasan untuk memperoleh perspektif ilmiah dalam perumusan hipotesis atau jawaban atas pertanyaan penelitian yang sedang dilaksanakan. Uraian di dalam kerangka teori merupakan hasil berfikir rasional yang dituangkan secara tertulis meliputi aspek-aspek yang terdapat di dalam masalah atau sub masalah (Nawawi, 2012: 50). Dalam penelitian ini kerangka teori sebagai landasan berfikir yang digunakan sebagai pendukung pemecahan masalah penelitian, adalah sebagai berikut:

2.3.1. Komunikasi Massa

Komunikasi massa merupakan proses komunikasi yang dilakukan di media massa seperti surat kabar, radio dan televisi yang disebar luaskan kepada masyarakat (Effendy, 2015: 20). Oleh karena itu, proses komunikasi yang dilakukan secara massa harus selalu menggunakan media sebagai alat pertukaran pesannya kepada khalayak. Sedangkan, Michael W. Gamble dan Teri K. Gamble (dalam Nuruddin, 2013: 8) mendefinisikan komunikasi massa ke dalam beberapa pengertian, diantaranya:

a. Pengirim pesan atau komunikator dalam komunikasi massa menggunakan peralatan modern, sehingga dapat menyebarkan informasi kepada khalayak dengan cepat, luas dan tersebar secara merata melalui koran, majalah, televisi, film atau kombinasi dari media-media tersebut.

b. Komunikator menyebarkan pesan dengan maksud mencoba berbagi pengertian kepada banyak orang yang tidak saling mengenal atau mengetahui. Anonimitas audiens dalam komunikasi massa seperti inilah yang menjadi perbedaan dengan jenis komunikasi lainnya.

c. Pesan yang telah diberikan bersifat milik publik. Artinya, pesan tersebut dapat diterima dan didapatkan oleh khalayak banyak.

d. Komunikasi massa adalah bagian dari organisasi formal seperti jaringan dan perkumpulan. Oleh karena itu komunikator tidak hanya berasal dari satu orang melainkan suatu organisasi.

e. Gatekeeper sebagai penyaring informasi mengendalikan sejumlah besar proses komunikasi. Artinya, pada saat informasi belum disiarkan melalui media massa, pesan tersebut telah dikuasai oleh banyak individu di dalam organisasi.

f. Umpan balik di dalam komunikasi massa bersifat tertunda. Sedangkan, pada jenis komunikasi lainnya umpan balik bersifat langsung.

2.3.1.1. Karakteristik komunikasi massa

Terdapat beberapa karakteristik komunikasi massa yang menjadi perbedaan dengan jenis komunikasi lainnya. Adapun beberapa karakateristik komunikasi massa diantaranya (Ardianto, 2012: 6-11):

a. Komunikasi Terlembaga

Proses komunikasi massa melibatkan suatu lembaga dan komunikator yang bertanggungjawab di dalam organisasi yang kompleks. Artinya, komunikator menyampaikan suatu informasi dalam bentuk artikel terencana dan melalui beberapa tahap proses. Beberapa orang di dalam lembaga itulah yang melakukan tanggungjawab tersebut di masing-masing bidang tugasnya agak layak untuk disebarluaskan kepada khalayak.

b. Pesan Bersifat Umum

Sifat komunikasi massa adalah terbuka dimana hal itu ditunjukkan untuk setiap orang atau seluruh khalayak. Artinya, pesan yang disampaikan tidak ditunjukkan hanya kepada kelompok tertentu. Selain itu, informasi yang disampaikan secara massa ini bersifat umum seperti fenomena, fakta dan opini.

c. Komunikan Bersifat Anonim dan Heterogen

Penerima pesan atau komunikan di dalam komunikasi massa bersifat anonim karena interaksi yang dilakukan menggunakan media dan tidak melalui proses tatap muka secara langsung. Sedangkan, maksud dari sifat hetorogen adalah komunikasi terjadi di berbagai lapisan masyarakat yang berbeda baik segi umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, latar belakang dan lain sebagainya.

d. Media Massa Menimbulkan Keserempakan

Ciri lainnya di dalam komunikasi massa adalah mampu menimbulkan keserempakan pada komunikan dalam menerima informasi yang disebarkan.

Keserempakan dari khalayak dalam jarak jauh untuk menerima pesan dan waktu yang bersamaan.

e. Komunikasi Lebih Mengutamakan Isi dibandingkan Hubungan Komunikasi massa harus menyusun pesan dengan sedemikian rupa sesuai dengan karakter media yang digunakan. Hal terpenting di dalam komunikasi massa adalah penyampaian pesan secara sistematis oleh komunikator agar komunikan dapat memahami isi pesan tersebut.

f. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah

Komunikasi massa tidak mengikutsertakan feedback atau umpan balik di dalam interaksi yang terjalin. Komunikator dan komunikan dinilai aktif dalam menyampaikan dan menerima pesan. Namun, sebagai seorang komunikator mereka tidak akan mengetahui pendapat khalayak mengenai pesan yang disampaikan.

g. Stimulasi Alat Indera Terbatas

Setiap media memiliki stimulasi alat indera yang terbatas. Surat kabar dan

majalah hanya berbentuk visual, radio melalui audip dan televisi secara audio visual. Hal ini tentu menjadi kelemahan dan kelebihan tersendiri di setiap jenis media massa.

h. Umpan Balik Tertunda dan Tidak Langsung

Proses komunikasi secara massa tidak dapat mengetahui bagaimana respon audiens terhadap pesan yang mereka terima. Namun, tanggapan tetap dapat dilakukan melalui telepon, e-mail atau surat pembaca dan hal itu dinilai sebagai umpan balik bersifat tidak langsung.

2.3.2. Media Baru (New Media)

Media Baru atau New Media merupakan media berbasis internet dengan menggunakan perangkat komputer ataupun alat digital yang semakin canggih. Pada awalnya, terdapat dua kekuatan perubahan yang terjadi pada komunikasi satelit dan pemanfaatan komputer. Carey (dalam McQuail, 2011: 43) mengatakan bahwa sebagai sebuah mesin komunikasi, kekuatan komputer menjadi kunci pada proses digitalisasi yang memungkinkan segala bentuk informasi dibawa secara efisien dan saling berbaur.

New Media merupakan sebuah media baru yang mampu memberikan

persamaan kontrol pada setiap penggunanya mengenai kapan dan di mana mereka dapat mengakses konten yang tersedia baik bersifat teks, suara dan audio visual.

Media baru juga dianggap memberikan lebih banyak keuntungan apabila dibandingkan dengan media lama atau konvensional. Penggunaan media baru harus menunggu konten yang akan diproduksi oleh orang lain. Kelebihan penggunaan media baru adalah pengguna dapat menciptakan kontennya sendiri tanpa harus

menunggu orang lain untuk memproduksinya dan memperoleh respon dalam waktu yang tidak terlalu lama (Levinson, 2013: 5).

Unsur-unsur utama lainnya dari media baru adalah konsumen dapat berperan sebagai seorang produser. Media baru dapat dipraktikkan secara mudah hanya dengan satu orang yang bekerja sendirian, seperti menulis di situs blog atau merekam dan mengunggah video melalui akun Youtube. Adapun berbagai karakteristik media baru diantaranya sebagai berikut (Levinson, 2013: 3-5):

a. Setiap Pengguna Berperan Sebagai Produsen

Karakteristik ini merupakan hal yang paling dasar dari media baru. Artinya, siapapun yang memiliki akun di dalam media baru dapat menjadi produser pada akun pribadinya. Selain itu, pengguna juga dapat mengatur akun yang dimiliki sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh, pengguna yang memiliki blog dapat menulis tulisan dan diunggah ke dalam akun pribadinya, membaca milik orang lain dan memberikan serta membalas komentar.

b. Mudah Didapat dan Tidak Berbayar

Pengguna di dalam media baru dengan mudah dapat memperoleh apa yang mereka cari tanpa harus membayarnya, sehingga menikmati apa yang disajikan melalui media baru tersebut. Hal itu tentu berbeda dengan media lama, dimana untuk dapat membaca surat kabar harus terlebih dahulu membelinya.

c. Kompetitif dan Saling Terhubung

Bersaing dengan kompetitif dan saling terhubung juga merupakan karakteristik media baru. Sebagai contoh, apabila menggunakan aplikasi Twitter,

pengguna dapat mengatur sambungan sehingga apa yang diunggah dapat diteruskan kepada aplikasi lain, misalnya Facebook.

d. Dapat Dijadikan Ladang Bisnis

Selain dapat digunakan sebagai media pencarian informasi, media baru juga dapat digunakan sebagai sarana bisnis. Media baru diartikan sebagai tangan kanan atau kepercayaan penggunanya.

Keterhubungan, akses luas terhadap khalayak, interaktivitas, kegunaan yang beragam secara terbuka, sifatnya yang ada di mana saja, media komunikasi secara massa dan pribadi merupakan berbagai ciri utama dari media baru. Adapun perubahan utama yang berkaitan dengan kehadiran media baru diantaranya (McQuail, 2011: 153):

a. Digitalisasi dan kovergensi terhadap segala aspek media b. Peningkatan interaktivitas dan konektivitas jaringan

c. Pengiriman dan penerimaan pesan secara mobilitas serta delokasi d. Adaptasi terhadap peranan publik dan khalayak

e. Kehadiran beragam bentuk “pintu” (gateway) media f. Pemisahan dan pengaburan dari lembaga media

Hadirnya media baru turut memberikan andil akan perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya internet memengaruhi sedikit banyaknya cara berkomunikasi diantara manusia. Kehadiran internet di tengah masyarakat saat ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dalam berinteraksi dan memperoleh informasi. Selain itu, internet juga berfungsi sebagai jaringan global untuk interaksi dari satu lokasi ke lokasi lainnya di berbagai belahan dunia. Saat ini untuk

mengakses internet sudah menjadi rutinitas keseharian masyarakat dunia dan tidak hanya menggunakan komputer atau laptop saja, melainkan handphone ataupun smartphone yang semakin canggih. Sedangkan, beberapa hal yang menjadi

perbedaan diantara media baru dan lama diantaranya:

a. Media baru mengabaikan batasan percetakan dan model penyiaran denganmemungkinkan percakapan antar banyak pihak

b. Penerimaan secara stimulan, perubahan dan penyebaran kembali berbagai objek budaya

c. Mengganggu tindakan komunikasi d. Menyediakan objek global secara instan

c. Mengganggu tindakan komunikasi d. Menyediakan objek global secara instan