• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III IMPLIKASI METODOLOGI

3.2 Metode Pengukuran

3.2.2 Skala pengukuran

Penelitian kuantitatif menggunakan teknik pengukuran skala tertentu. Skala pengukuran adalah dasar untuk menentukan jarak meter dan memungkinkan skala untuk menyediakan data kuantitatif. Ada banyak ukuran yang dapat digunakan dalam penelitian, seperti Skala Likert, Gutman, Semantic Difference, dan Assessment Skills. Dalam hal ini, peneliti menggunakan skala yang hanya menunjukkan, yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan tidak setuju, karena berguna bagi peneliti yang ingin memahami keseluruhan topik.

Menurut (Sugiyono, 2018: 135), skala ini digunakan untuk mengembangkan sarana untuk mengukur sikap, persepsi, dan pendapat individu atau kelompok orang mengenai hubungan sebab akibat dari analisis program. Pada skala ini, variabel diukur sebagai indikator variabel dan sebagai titik awal untuk mengedit item instrumen berupa pernyataan atau pertanyaan. Berdasarkan skala

tersebut, terdapat pilihan yang berada di tengah pilihan yang menunjukkan nilai yang ragu-ragu sehingga peneliti tidak memasukkan pilihan tersebut. berdasarkan alasan tersebut adapun skala yang digunakan sebagai berikut:

Tabel 3.2. Skala Yang digunakan

Pernyataan Penilaian

3.2.3. Uji Validitas dan Realibilitas a. Uji Validitas

Validitas merupakan pengukuran sejauh mana instrumen akan mengukur dalam penelitian, sehingga peneliti dapat mengetahui apakah instrumen yang digunakan cukup layak dan akurat sesuai dengan tujuan apa tidak. Dikatakan bahwa untuk pemeriksaan validitas, agar efektif, harus dilakukan beberapa langkah.

Pertama, tentukan bagaimana kinerja konseptual diukur. Yang kedua adalah menguji skala dengan beberapa responden. Ketiga, siapkan tabulasi respon.

Keempat, hitung korelasi antara masing-masing soal dengan total skor menggunakan teknik korelasi Spearman's Rho RhnkOrder menggunakan software SPSS, dimana rumus koefisiennya adalah:

ρ = 1 − 6 − ∑ 𝑑2 𝑁 (𝑁2− 1)

Keterangan:

: koefisien korelasi rank order

1: bilangan konstan 6: bilangan konstan

d: perbedaan antara pasangan jenjang

: stigma atau jumlah

N: jumlah individu dalam sampel

Koefisien korelasi Spearman (rs) yang dihasilkan menunjukkan angka antara +1,00 dan 1,00. Jika tidak ada hubungan antara variabel X dan Y, rs adalah nol. Jika nilai rs positif maka variabel tersebut dikatakan berkorelasi positif, dan jika nilai rs negatif maka variabel tersebut dikatakan berkorelasi negatif. Arti dari hubungan tersebut dapat diberikan sebagai berikut:

- Jika rho berarti <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan yaitu tidak ada hubungan antara pengaruh tayangan iklan program Adsense di channel Youtube Deddy Corbuzer terhadap minat dan tindakan menonton mahasiswa USU.

- Jika rho berarti >0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan yaitu tidak ada hubungan antara pengaruh

tayangan iklan program Adsense di channel Youtube Deddy Corbuzer terhadap minat dan tindakan menonton mahasiswa USU.

b. Uji reliabilitas

Alat ukur keandalan dievaluasi secara konsisten dan memberikan jawaban atas hasil atau gejala yang sama selama penggunaan berulang. Menurut (Kriyantono, 2012:146), alat uji reliabilitas memiliki tiga komponen yaitu stabilitas, konsistensi internal, dan kesamaan.

Menurut Zainal Arifin (2011: 44), teknik ini tidak hanya digunakan untuk menguji pilihan kedua, tetapi lebih aplikatif, misalnya ketika menguji skala pengaturan 3, 5, atau 7. peningkatan. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti memanfaatkan keandalan koefisien alfa Cronbach, berkat perangkat lunak SPSS.

Soal nutir sudah dinyatakan valid dalam uji validasi. Keandalannya ditentukan oleh kriteria berikut:

1. Jika nilai Cronbach’s Alpha >0,60 maka pertanyaan reliabel.

2. Jika nilai Cronbach’s Alpha <0,60 maka pertanyaan tidak reliabel 3.3. Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi adalah sekelompok mata pelajaran yang akan dipelajari. Oleh karena itu, populasi penelitian adalah semua subjek penelitian seperti manusia, hewan, tumbuhan, gejala, dan nilai udara, serta merupakan sumber data penelitian (Bungin, 2011: 109). Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial yang meliputi Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial Politik, Fakultas Budaya,

dan Fakultas Hukum. Dasar untuk memilih hanya Sekolah Ilmu Sosial. Empat fakultas dipilih berdasarkan perhitungan prosedur sampel acak. Fakultas-fakultas ini ditentukan dengan undian sehingga ditentukan fakultas 4x4 dalam setiap undian IPS yang terdiri dari fakultas ekonomi dan fakultas sosial politik. Fakultas Sains dan Fakultas Budaya dipilih, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Fakultas Hukum menjadi populasi.

Dengan besarnya jumlah populasi mahasiswa aktif di Universitas Sumatera Utara, tentu akan membuat peneliti menjadi sulit saat melakukan pengambilan sampel dan juga waktu yang digunakan akan menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, menurut Sugishirono (2017: 82), peneliti membatasi jumlah populasi dengan melakukan tiga jenis metode pengambilan sampel yang terdiri dari metode simple random sampling. Metode simple random sampling adalah metode sederhana pengambilan sampel secara acak anggota sampel dari populasi dengan cara undian tanpa memeriksa atau memperhatikan persamaan dan lapisan yang ada pada populasi. Metode Intentional Sampling, atau menurut Sugishirono (2014:

124), menyatakan bahwa pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan tertentu untuk mencapai tujuan penelitian. Pengambilan sampel yang digunakan juga berdasarkan metode sampel acak. Sugiyono (2016; 124) Sampling dari accidental/accidental sampling Pengambilan sampel adalah teknik random sampling yang cocok sebagai sumber data. Dari 15 fakultas yang ada di Universitas Sumatera Utara, peneliti telah memilih 4 fakultas, karena sebagian besar penonton channel youtube Deddy corbuzier adalah mahasiswa, dilakukan penarikan secara pengundian untuk mengambil 4 fakultas yang akan dijadikan

populasi. Berdasarkan hasil pengundian tersebut, maka populasi dalam penelitian ini adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya dan juga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Tabel 3.3

Tabel Populasi Mahasiswa Aktif di 4 Fakultas Universitas Sumatera

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Fakultas Hukum

Fakultas Ilmu Budaya

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

5.447

3.848

4.490

4.089

Total 17.874

(sumber: direktori mahasiswa USU 2021)

Dengan demikian, jumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara termasuk 4 fakultas yang dipilih sebagai populasi adalah 17.874 responden.

3.3.2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk dijadikan subjek penelitian. Menurut (Bungin, 2011: 114), sampel mewakili semua satuan stratigrafi yang ada dalam suatu populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling rasional, menurut Sugiyono (2014: 124), yang berpendapat bahwa pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk mencapai tujuan penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah Fakultas Ilmu Ekonomi dan Ilmu Komersial, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan populasi mahasiswa dari keempat fakultas tersebut sebanyak 17.874 mahasiswa.

Setelah responden telah ditentukan sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, maka akan ditentukan berapa sampel yang akan diambil. Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menggunakan rumus Slovin dengan akurasi 5%

dengan kepercayaan 95%, sebagai berikut:

𝑛 = 𝑁

𝑁 (𝑑)2+ 1

𝑛 = 17.874

17.874 (0,052) + 1

𝑛 =17.874

44,685= 400

Keterangan:

n: jumlah sampel

N: jumlah populasi

d: presisi/ tingkat kesalahan (5%) = 0,05

1: konstanta

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam proses penelitian tentunya ada yang disebut dengan proses pengumpulan data. Hal ini dianggap sangat penting karena dengan data yang terkumpul peneliti dapat memecahkan masalah penelitian. Metode Teknik pengumpulan data penelitian adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data (Sugiyono, 2018: 193). Data yang dikumpulkan sebagai bagian dari penelitian harus objektif dan konsisten dengan data lapangan.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini agar mendapatkan data yang objektif yaitu dengan cara:

a. Penelitian Lapangan (Field research)

Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data di lapangan. Membagikan kuesioner dan melakukan kegiatan penelitian di fasilitas penelitian. Oleh karena itu, peneliti di Kota Medan yang menjadi basis penelitian akan terjun langsung ke lokasi dan memperoleh hasil penelitian. (Sugishiro, 2014: 142) Kuesioner disusun secara sistematis beserta alternatif jawaban sehingga responden memilih jawaban yang paling sesuai dengan kebutuhan, aspirasi, persepsi, sikap, situasi, atau pendapat pribadinya. pertanyaan sampingan. Kuesioner dibuat oleh peneliti berdasarkan variabel penelitian ini.

b. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari literatur yang mendukung dan relevan. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini antara lain buku, majalah, media online, internet, dan sumber lainnya, tergantung dari permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.

3.5 Teknik Analisis Data

Rekayasa analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dipahami, dibaca, dan disajikan (Singarimbun, 2011: 263). Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis dan diinterpretasikan dalam beberapa tahapan analisis, antara lain:

3.5.1 Analisis data tabel tunggal

Analisis tabel tunggal adalah analisis yang dilakukan dengan membagi variabel pencarian menjadi beberapa kategori berdasarkan frekuensi. Satu tabel juga merupakan langkah pertama dalam analisis data dan terdiri dari dua kolom:

kolom nomor frekuensi dan kolom persentase untuk setiap kategori (Singarimbun, 2011: 266). Analisis tabel tunggal dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan SPSS 26 untuk menghitung rentang angka frekuensi dan menyajikan hasil data.

3.5.2 Analisis data tabel silang

Analisis tabulasi silang adalah teknik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahui bahwa variabel yang satu berhubungan dengan variabel lainnya, sehingga dapat dilihat respon berdasarkan kategori dari responden, apakah variabel tersebut positif atau negatif (Singarimbun, 2011: 273) .

3.5.3 Uji hipotesis

Pengujian hipotesis adalah fitur yang menyederhanakan data dan membuatnya tersedia untuk digunakan dalam pengujian hipotesis. Analisis hubungan menguji intervensi statistik untuk menentukan derajat hubungan antara dua variabel. Kekuatan variabel ini dikenal sebagai koefisien korelasi.

Menurut (Sugiyono, 2018: 111), hipotesis adalah jawaban sementara atas suatu masalah penelitian berdasarkan teori yang relevan. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik korelasi regresi dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu SPSS. Rumus koefisien korelasi pada tingkat Spearman adalah: (Kriyantono, 2012: 174).

𝑅𝑜 = 1 − 6 − ∑ 𝑑2 𝑁 (𝑁2− 1)

Keterangan :

: Koefisien korelasi rank order

1: Bilangan konstan 6: Bilangan konstan

d: Perbedaan antara pasangan jenjang

: Stigma atau jumlah

N: Jumlah individu dalam sampel

Koefisien korelasi Spearman (rs) yang dihasilkan menunjukkan angka antara +1,00 dan 1,00. Jika tidak ada hubungan antara variabel X dan Y, rs adalah

nol. Jika nilai rs positif, variabel berkorelasi positif, dan jika nilai rs negatif, variabel berkorelasi negatif. Arti dari hubungan tersebut dapat diberikan sebagai berikut:

- Jika rho memiliki nilai signifikasi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan, artinya data tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pengaruh tayangan program Adsense di channel Youtube Deddy Corbuzier terhadap minat dan tindakan menonton mahasiswa USU.

- Jika rho memiliki nilai signifikasi > 0,05 maka, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan, artinya tidak adanya hubungan antara Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

3.5.4 Analisis koefisien korelasi

Analisis koefisien korelasi adalah untuk melihat bagaimana hubungan antara hasil pengukuran terhadap variabel-variabel yang diteliti, guna mengetahui derajat hubungan antar variabel x, y, z. Untuk mengatur kekuatan derajat hubungan digunakan nilai koefisien (Kriyantono, 2012:168-169):

 0,20 = hubungan rendah sekali 0,20  0,39 = hubungan rendah tapi pasti 0,40  0,70 = hubungan yang cukup berarti 0,71  0,90 = hubungan yang tinggi

 0,90 = hubungan yang sangat tinggi

Berdasarkan nilai rs hitungan, maka akan dapat diketahui besar kekuatan dari prediksi pada penelitian ini dengan rumus sebagai berikut:

𝐾𝑝 = 2. Rs Keterangan:

Kp: koefisien Determinan Rs: nilai koefisien

BAB IV

HASIL PENELITIAN 4.1 Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini diperlukan adanya karakteristik responden. Hal ini digunakan untuk mengetahui gambaran profil responden yang menjadi sumber data didalam penelitian. Adapun karakteristik responden pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Jenis kelamin 2. Suku

3. Umur 4. Agama 5. Fakultas

4.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pada tayangan Iklan Program Edsense pada Channel YouTube Dedy Corbuzier ditunjukkan pada Tabel

Tabel 4.1

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki-Laki 117 29%

Perempuan 283 71%

Total 400 100%

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Berdasarkan Tabel 4.1 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pada tayangan Iklan Program Edsense pada Channel YouTube Dedy Corbuzier dengan jenis kelamin Laki – Laki dengan jumlah sebanyak 117 responden dan responden berjenis kelamin Perempuan dengan jumlah sebanyak 283 responden.

Dengan kata lain responden wanita pada penelitian ini lebih banyak menonton Channel YouTube Dedy Corbuzier dibandingkan dengan responden berjenis kelamin laki laki. Adapun persentanse Gambar Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pada tayangan Iklan Program Edsense pada Channel YouTube Dedy Corbuzie, Pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

4.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Suku

Karakteristik responden berdasarkan suku pada tayangan Iklan Program Edsense pada Channel YouTube Dedy Corbuzier ditunjukkan pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2

Responden Berdasarkan Suku

Suku Jumlah Persentase

Jawa 112 28%

Batak 235 59%

Karo 25 6%

Padang 22 5%

Melayu 6 2%

Total 400 100%

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Berdasarkan Tabel 4.2 Karakteristik responden berdasarkan suku menunjukkan bahwa responden mayoritas oleh suku Batak dengan total responden 235 orang responden, responden suku Jawa dengan total 112 responden, responden suku Karo dengan total 25 responden, responden suku padang dengan total 22 responden dan responden suku melayu dengan total 6 responden.

Gambar 4.2

Responden Berdasarkan Suku

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021) 4.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Karakteristik responden berdasarkan umur pada tayangan Iklan Program Edsense pada Channel YouTube Dedy Corbuzier ditunjukkan pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3

Responden Berdasarkan Umur

Umur Jumlah Persentase

20 -24 240 60%

25 -29 160 40%

Total 400 100%

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Berdasarkan Tabel 4.3 Karakteristik responden berdasarkan umur menunjukkan bahwa responden memiliki umur dengan kisaran 20 Tahun sampai dengan 24 Tahun berjumlah 240 responden dan responden yang memiliki umur dengan kisaran 25 Tahun sampai dengan 29 Tahun dengan total 160 responden.

Adapun persentase Gambar, pada Gambar 4.3.

Gambar 4.3

Responden Berdasarkan Umur

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021) 4.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Agama

Karakteristik responden berdasarkan agama pada tayangan Iklan Program Edsense pada Channel YouTube Dedy Corbuzier ditunjukkan pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4

Responden Berdasarkan Agama

Agama Jumlah Agama

Islam 302 75%

Kristen 98 25%

Total 400 100%

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Berdasarkan Tabel 4.4 Karakteristik responden berdasarkan agama pada tayangan Iklan Program Edsense pada Channel YouTube Dedy Corbuzier menunjukkan bahwa mayoritas responden pada penelitian ini memiliki agama Islam dengan jumlah 302 responden dan responden yang beragama Kristen dengan jumlah 98 responden. Adapun persentase Gambar, pada Gambar 4.4.

Gambar 4.4

Responden Berdasarkan Agama

75%

25%

Agama

Islam Kristen

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

4.1.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Fakultas

Karakteristik responden berdasarkan Fakultas pada tayangan Iklan Program Edsense pada Channel YouTube Dedy Corbuzier ditunjukkan pada Tabel.

Tabel 4.5

Responden Berdasarkan Fakultas

Fakultas Jumlah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis 177

Fakultas Hukum 58

Fakultas Ilmu Budaya 64 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 101

Total 400

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021) Berdasarkan Tabel 4.5 Karakteristik responden berdasarkan Fakultas menunjukkan bahwa jumlah responden yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis berjumlah 177 responden, dari Fakultas Hukum berjumlah 58 responden, Fakultas Ilmu Budaya berjumlah 64 responden dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 101 responden. Adapun persentase Gambar, Pada Gambar 4.5.

Gambar 4.5

Responden Berdasarkan Fakultas

44%

15%

16%

25%

Fakultas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Fakultas Hukum

Fakultas Ilmu Budaya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

4.2 Uji Validitas

Validitas merupakan pengukuran sejauh mana instrumen akan mengukur dalam penelitian, sehingga peneliti dapat mengetahui apakah instrumen yang digunakan cukup layak dan akurat sesuai dengan tujuan apa tidak. Karena Uji Validitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan 30 responden, maka nilai rtabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,361. Kemudian dilakukan Uji Validitas dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 23.0 for Windows untuk penghitungannya.

Tabel 4.6

Uji Validitas Variabel X

Kode Pernyataan r hitung r tabel Keterangan X1 Pearson Correlation .619**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X2 Pearson Correlation .587**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .001

N 30

X3 Pearson Correlation .568**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .001

N 30

X4 Pearson Correlation .838**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X5 Pearson Correlation .838**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X6 Pearson Correlation .711**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X7 Pearson Correlation .642**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X8 Pearson Correlation .546**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .002

N 30

X9 Pearson Correlation .672**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X10 Pearson Correlation .589**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .001

N 30

X11 Pearson Correlation .808**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X12 Pearson Correlation .757**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X13 Pearson Correlation .658**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X14 Pearson Correlation .818** 0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

X15 Pearson Correlation .545**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .002

N 30

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Karena Uji Validitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan 30 responden, maka nilai rtabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,361 maka seluruh variabel X1 dinyatakan valid.

Tabel 4.7

Uji Validitas Variabel Y1

Kode Pernyataan r hitug r tabel Keterangan Y1 Pearson Correlation .816**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y2 Pearson Correlation .850**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y3 Pearson Correlation .685**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y4 Pearson Correlation .776**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y5 Pearson Correlation .626**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y6 Pearson Correlation .553**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y7 Pearson Correlation .489**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .007

N 30

Y8 Pearson Correlation .488**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .001

N 30

Y9 Pearson Correlation .728**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y10 Pearson Correlation .605**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y11 Pearson Correlation .615** 0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y12 Pearson Correlation .847**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Y13 Pearson Correlation .651**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Karena Uji Validitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan 30 responden, maka nilai rtabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,361 maka seluruh variabel Y1 dinyatakan valid.

Tabel 4.8

Uji Validitas Variabel Y2

Kode Pernyataan r hitung r tabel Keterangan YY1 Pearson Correlation .765**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

YY2 Pearson Correlation .724**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

YY3 Pearson Correlation .373 0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .105

N 30

YY4 Pearson Correlation .550*

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .011

N 30

YY5 Pearson Correlation .513*

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .024

N 30

YY6 Pearson Correlation .569**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .001

N 30

YY7 Pearson Correlation .745**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

YY8 Pearson Correlation .822**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

YY9 Pearson Correlation .776**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 30

YY10 Pearson Correlation .507**

0.36 Valid

Sig. (2-tailed) .001

N 30

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Karena Uji Validitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan 30 responden, maka nilai rtabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,361 maka seluruh variabel Y1 dinyatakan valid.

4.3 Uji Reliabilitas

Menurut Zainal Arifin (2011: 44) teknik ini tidak hanya digunakan untuk tes dengan dua pilihan, tetap penerapannya lebih luas seperti menguji skala pengukuran sikap dengan tiga, lima atau tujuh pilihan. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan reabilitas koefisien cronbach alpha melalui alat bantu software spss. Nutir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:

1. Jika nilai Cronbach’s Alpha >0,60 maka pertanyaan reliabel.

2. Jika nilai Cronbach’s Alpha <0,60 maka pertanyaan tidak reliable Tabel 4.9

Pada pernyataan diatas bahwa nilai Cronbach’s Alpha >0,60 maka pernyataan pada variabel tersebut valid.

Tabel 4.10

Pada pernyataan diatas bahwa nilai Cronbach’s Alpha >0,60 maka pernyataan pada variabel tersebut valid.

Pada pernyataan diatas bahwa nilai Cronbach’s Alpha >0,60 maka pernyataan pada variabel tersebut valid.

4.4 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif pada tabel ini dikelompokan kedalam 3 variabel di dalam penelitian ini yakni : Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier, Minat menonton dan tindakan menonton sebagai berikut :

Tabel 4.12

Pernah Mengakses Channel

Pernyataan Jumlah Persentase (%)

Tidak pernah 6 1.5 (%)

Jarang 80 20.0 (%)

Pernah 179 44.8 (%)

Sangat Pernah 135 33.8 (%)

Total 400 100.0

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Tabel diatas menunjukan analisis deskriptif dari variabel X1 yang menunjukkan apakah pernah mengakses chanel youtube deddy corbuzier, responden menjawab Sangat Pernah, pernah, jarang dan tidak pernah disertai dengan persentase dan cumulative persentase. Responden memberikan perbedaan variasi terhadap jumlah jawaban sehingga pada masing – masing pernyataan memiliki nilai yang berbeda. Untuk responden yang memberikan jawaban Sangat Pernah berjumlah 135 responden, alasannya karena responden sangat menyukai

sosok deddy corbuzier, pernah berjumlah 179 responden, jarang berjumlah 80 responden, alasannya karena responden tidak terlalu menyukai konten yang ditampilkan pada chanel Youtube Deddy Corbuzier dan tidak pernah berjumlah 6 responden, alasannya karena responden tidak menyukai sosok deddy corbuzier.

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden pernah mengakses channel YouTube Deddy Corbuzier. Mayoritas responden setuju pernah mengakses channel YouTube Deddy corbuzier karena tayangan dari acaranya menarik dan infomasi yang disampaikan juga bermanfaat dan informatif.

Tabel 4.13

Pernah Menonton Channel

Pernyataan Jumlah Persentase (%)

Tidak pernah 6 1.5 (%)

Jarang 80 20.0 (%)

Pernah 179 44.8 (%)

Sangat Pernah 135 33.8 (%)

Total 400 100.0

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Tabel diatas menunjukan analisis deskriptif dari variabel X2 yang menunjukkan apakah pernah menonton chanel youtube deddy corbuzier, responden menjawab Sangat Pernah, pernah, jarang dan tidak pernah disertai dengan persentase dan cumulative persentase. Responden memberikan perbedaan variasi terhadap jumlah jawaban sehingga pada masing – masing pernyataan

memiliki nilai yang berbeda. Untuk responden yang memberikan jawaban Sangat Sering berjumlah 135 responden, alasannya karena responden sangat menyukai sosok Deddy Corbuzier, pernah 179 responden, Jarang berjumlah 80 responden alasannya karena responden tidak terlalu menyukai konten yang ditampilkan pada chanel Youtube Deddy Corbuzier dan tidak pernah berjumlah 6 responden, alasannya karena responden tidak menyukai sosok deddy corbuzier. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sering mengakses dan menonton channel YouTube Deddy Corbuzier. Mayoritas responden sering mengakses dan menoton channel YouTube Deddy Corbuzier sama seperti disampaikan sebelumnya hal ini karena acaranya menarik dan infomasi yang disampaikan juga bermanfaat dan informatif.

Tabel 4.14

Pernah Mengakses dan Menonton Chanel

Pernyataan Jumlah Persentase (%)

Tidak pernah 8 2.0 (%)

Jarang 42 10.5 (%)

Pernah 186 46.5 (%)

Sangat Pernah 164 41.0 (%)

Total 400 100.0

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021) Tabel diatas menunjukan analisis deskriptif dari variabel X3 yang menunjukkan frekuensi atau seberapa sering responden menjawab Sangat Pernah,

pernah, jarang dan tidak pernah disertai dengan persentase dan cumulative persentase. Responden memberikan perbedaan variasi terhadap jumlah jawaban sehingga pada masing – masing pernyataan memiliki nilai yang berbeda. Untuk responden yang memberikan jawaban Sangat Pernah berjumlah 164 responden, alasannya karena responden sangat menyukai sosok deddy corbuzier, pernah berjumlah 186 responden, jarang berjumlah 42 responden, alasannya karena responden tidak terlalu menyukai konten yang ditampilkan pada chanel youtube deddy corbuzier dan tidak pernah berjumlah 8 responden, alasannya karena responden tidak menyukai sosok deddy corbuzier. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden pernah mengakses dan menonton channel YouTube Deddy Corbuzier. Mayoritas responden setuju pernah mengakses dan menoton channel YouTube Deddy corbuzier karena tayangan dari acaranya menarik dan infomasi yang disampaikan juga bermanfaat dan informatif.

Tabel 4.15

Frekuensi Menonton Chanel (per minggu)

Pernyataan Jumlah Persentase (%)

Tidak pernah 1 3 (%)

1-3 kali 6 1.5 (%)

4-5 kali 327 81.8 (%)

6-7 kali 66 16.5 (%)

Total 400 100.0

Sumber: (Pengumpulan data per bulan agustus-oktober 2021)

Tabel diatas menunjukan analisis deskriptif dari variabel X4 yang menunjukkan frekuensi atau seberapa sering responden menjawab 6-7 kali, 4-5 kali, 1-3 kali dan tidak pernah disertai dengan persentase dan cumulative persentase. Responden memberikan perbedaan variasi terhadap jumlah jawaban

Tabel diatas menunjukan analisis deskriptif dari variabel X4 yang menunjukkan frekuensi atau seberapa sering responden menjawab 6-7 kali, 4-5 kali, 1-3 kali dan tidak pernah disertai dengan persentase dan cumulative persentase. Responden memberikan perbedaan variasi terhadap jumlah jawaban