• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TAYANGAN IKLAN PROGRAM ADSENSE PADA CHANNEL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER TERHADAP MINAT DAN TINDAKAN MENONTON MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH TAYANGAN IKLAN PROGRAM ADSENSE PADA CHANNEL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER TERHADAP MINAT DAN TINDAKAN MENONTON MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA"

Copied!
152
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH TAYANGAN IKLAN PROGRAM ADSENSE PADA CHANNEL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER TERHADAP MINAT DAN TINDAKAN MENONTON

MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

TESIS

Oleh:

Alfi Syahri Lubis 197045013

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2021

(2)

PENGARUH TAYANGAN IKLAN PROGRAM ADSENSE PADA CHANNEL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER TERHADAP MINAT DAN TINDAKAN

MENONTON MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Ilmu Komunikasi dalam Program Magister Ilmu

Komunikasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

Oleh:

Alfi Syahri Lubis 197045013

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2022

(3)

i

MENONTON DIKALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Sikap Menonton Dikalangan Mahasiswa USU. Teori yang digunakan adalah teori New media. Total Populasi dalam penelitian ini berjumlah 16.874 orang diambil menggunakan random sampling dengan cara diundi ke 15 fakultas yang ada di USU sehingga terpilihlah 4 fakultas, sedangkan sampel penelitian 400 orang mahasiswa yang diambil secara proporsional dari 4 fakultas di USU yang telah terpilih menjadi populasi. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan iklan program adsense dengan minat menonton memiliki nilai korelasi 0.446, tayangan iklan program adsense dengan tindakan menonton memiliki nilai korelasi 0.579, dan tayangan iklan program adsense dengan minat menonton dengan tindakan menonton memiliki nilai korelasi 0.633. Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Berpengaruh Terhadap Minat dan Tindakan Menonton dikalangan Mahasiswa USU. Hasil nilai korelasi postif menunjukkan hubungan yang searah, bahwa minat menonton akan menaikkan tindakan menonton pada channel YouTube Dedy Corbuzier. Nilai signifikansi adalah adanya hubungan yang signifikan antara variabel tindakan dan minat menonton.

Kata Kunci: Pengaruh, tayangan iklan, adsense youtube, youtube Deddy Corbuzier, minat menonton, tindakan menonton, Mahasiswa usu.`

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

viii DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 9

1.3 Tujuan Penelitian ... 9

1.4 Manfaat Penelitian ... 10

BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Paradigma Penelitian...11

2.2 Penelitian Sejenis Terdahulu...13

2.3 Uraian Teoritis ... 19

2.1.1 Komunikasi Massa... 20

2.3.1.1 Karakteristik komunikasi massa ... 21

2.3.2 New Media... 23

2.3.3 Uses and Gratifications (Penggunaan dan kepuasan) ... 26

2.3.4 Adsense Youtube ... 31

2.3.5 Minat ... 32

2.3.5.1 Ciri-Ciri Minat ... 33

2.3.5.2 Faktor Yang Mempengaruhi Minat ... 34

2.3.5.3 Cara Mengukur Minat ... 34

2.3.5.4 Aspek-Aspek Minat ... 35

2.3.6 Sikap ... 36

2.3.6.1 Ciri-Ciri Sikap ... 39

2.3.6.2 Pembentukan dan Perubahan Sikap ... 40

2.4 Kerangka Konsep ... 43

2.5 Hipotesis ... 44

BAB III IMPLIKASI METODOLOGI 3.1 Metode Penelitian ... 46

3.2 Metode Pengukuran ... 47

3.2.1 Variabel, operasional, pertanyaan ... 47

3.2.2 Skala pengukuran ...49

3.2.3 Uji validitas dan realibiitas ...50

(11)

ix

3.3 Populasi & Sampel ... 52

3.3.1 Populasi ... 52

3.3.2 Sample ... 55

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 56

3.5 Teknik Analisis Data ... 57

3.5.1 Analisi Tabel Tunggal ... 57

3.5.2 Analisis Tabel Silang ... 57

3.5.3 Uji hipotesis ... 58

3.5.4 Analisis koefisien korelasi ... 59

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Karakteristik Responden ... 61

4.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 61

4.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Suku ... 63

4.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur ... 64

4.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Agama ... 65

4.1.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Fakultas ... 67

4.2 Uji Validitas ... 68

4.3 Uji Realibilitas ... 75

4.4 Analisis Deskriptif ... 77

4.5 Analisis Tabel Silang ... 117

4.6 Uji Hipotesis ... 120

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap minat menonton dikalangan mahasiswa USU ... 124

5.2 Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap tindakan menonton dikalangan mahasiswa USU ... 125

5.3 Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap minat dan tindakan menonton dikalangan mahasiswa USU ... 126

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ... 129

(12)

x

6.2 Saran ... 130 DAFTAR PUSTAKA ………131 LAMPIRAN

(13)

xi

DAFTAR TABEL

Nomor Judul

Tabel 2.1 Penyimpulan Sikap ………44

Tabel 2.2 Kerangka Konsep ………...49

Tabel 3.1 Tabel Variabel, Operasional, Pertanyaan ………..52

Tabel 3.2 Skala Yang Digunakan ………...55

Tabel 3.3 Populasi ……….……….59

Tabel 4.1 Responden berdasarkan jenis kelamin ……….………..61

Tabel 4.2 Responden berdasarkan suku ……….………63

Tabel 4.3 Responden berdasarkan umur ………64

Tabel 4.4 Responden berdasarkan agama ………..65

Tabel 4.5 Responden berdasarkan fakultas ………67

Tabel 4.6 Uji validitas variabel X ………..69

Tabel 4.7 Uji validitas variabel Y1 ……….71

Tabel 4.8 Uji validitas variabel Y2 ………73

Tabel 4.9 Uji realibilitas variabel X1 ………75

Tabel 4.10 Uji realibilitas variabel Y1 ………...76

Tabel 4.11 Uji realibilitas variabel Y2 ………...76

Tabel 4.12 Pernah mengakses chanel…….………77

Tabel 4.13 Pernah menonton Channel………...……….78

Tabel 4.14 Pernah mengakses dan menonton Channel………..………….79

Tabel 4.15 Frekuensi menonton Channel………80

Tabel 4.16 Pernah melihat iklan pada Channel..………81

Tabel 4.17 Frekuensi melihat iklan pada Channel..………82

Tabel 4.18 Ketertarikan terhadap iklan………...………83

(14)

xii

Tabel 4.19 Visualisasi iklan pada Channel.………84

Tabel 4.20 Bentuk pesan pada iklan………..….85

Tabel 4.21 Informasi pada iklan ……….………...86

Tabel 4.22 Kebaruan nilai pada iklan ……….………87

Tabel 4.23 Youtube untuk mencari informasi ………88

Tabel 4.24 Frekuensi kemunculan Channel ……….…..89

Tabel 4.25 Kebaruan informasi Channel..………..90

Tabel 4.26 Setuju Dengan Adanya Iklan ………91

Tabel 4.27 Sering melihat iklan yang sama……… ………92

Tabel 4.28 Iklan menggangu………..93

Tabel 4.29 Sikap positif dari menonton channel ………94

Tabel 4.30 Perasaan senang menonton channel...………..96

Tabel 4.31 Harapan dengan menonton channel...………...97

Tabel 4.32 Kebutuhan untuk menonton channel ………...98

Tabel 4.33 Sikap emosional dari menonton channel ……….99

Tabel 4.34 Membutuhkan orang lain dengan menonton channel …………..…..100

Tabel 4.35 Merasa terhibur dengan menonton channel ……….…..101

Tabel 4.36 Menonton channel membuat diri menjadi lebih kritis ………….…..102

Tabel 4.37 Mendapat pengharapan yang anda inginkan ………..……103

Tabel 4.38 Menonton channel setiap hari ………104

Tabel 4.39 Menimbulkan rasa simpati dan empati ………...105

Tabel 4.40 Tertarik pada tayangan di channel ………..106

Tabel 4.41 Keyakinan dari menonton channel ………...…..107

Tabel 4.42 Mengerti tayangan yang ditonton ………..108

Tabel 4.43 Merasa emosional ………..109

Tabel 4.44 Keinginan untuk menonton ulang ……….….110

(15)

xiii

Tabel 4.45 Channel favorit ………..……111

Tabel 4.46 Menerima tayangan ………..….112

Tabel 4.47 Pernah merespon dikolom komentar ……….113

Tabel 4.48 Menghargai kebijakan iklan ………..114

Tabel 4.49 Ada nilai yang bias diambil setelah menonton channel ……….115

Tabel 4.50 Memiliki tanggung jawab ……….…….116

Tabel 4.51 Merasa bertanggung jawab ……….…...117

Tabel 4.52 Analisis tabel silang X dan Y1 .……….118

Tabel 4.53 Analisis tabel silang X dan Y2 ………..119

Tabel 4.54 Uji hipotesis ………...121

(16)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul

Gambar 4.1 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin ………..62

Gambar 4.2 Karakteristik responden berdasarkan suku ………64

Gambar 4.3 Karakteristik responden berdasarkan umur ………65

Gambar 4.4 Karakteristik responden berdasarkan agama ………..66

Gambar 4.5 Karakteristik responden berdasarkan fakultas ………68

Gambar 4.6 Analisis tabel silang tayangan iklan dengan minat menonton ……..118 Gambar 4.7 Analisis tabel silang tayangan iklan dengan tindakan menonton ….120

(17)

xv

DAFTAR LAMPIRAN 1. Kuesioner

2. Tabulasi data

3. Hasil uji validitas dan realibilitas 4. Hasil Distribusi Frekuensi 5. Hasil Uji Statik dan Korelasi 6. Hasil regresi linier berganda 7. Biodata peneliti

(18)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Manusia dalam kehidupan sehari-hari seakan tidak dapat terpisah dari media. Manusia dikelilingi oleh media. Baik media cetak, radio, televisi, media sosial, maupun media online. Manusia sebagai audience dari media-media tersebut memiliki pilihan untuk memilih media mana saja yang sesuai dengan kehendak mereka, yang sesuai dengan kondisi mereka saat akan menggunakan media tersebut. Keputusan untuk menggunakan media tersebut. Hal ini sejalan dengan teori yang berkaitan media massa seperti teori Uses and Gratifications yang menyatakan bahwa pengguna media menggunakan media karena mempunyai alasan-alasan tertentu. Menurut Humaizi (2018, 205), teori kegunaan dan kepuasan merupakan salah satu teori komunikasi yang dikemukakan oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz.

Fokus penelitian ini adalah menggunakan kepuasan khalayak sebagai penentu pilihan media dan informasi. Responden dipandang sebagai individu yang aktif dan memiliki tujuan. Mereka bertanggung jawab untuk memilih media untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan mereka tahu persis apa kebutuhan mereka dan bagaimana mengatasinya.

Pakar komunikasi Mcquail menjelaskan dalam buku Mass Communication Theory (2011:43) bahwa ciri utama media baru antara lain interkonektivitas, akses

kepada khalayak individu sebagai penerima dan pengirim informasi, dan interaktivitas (interaksi dengan khalayak). Interaksi seolah-olah berdialog langsung.), berbagai kegunaannya sebagai karakter terbuka dan sifatnya yang ada

(19)

di mana-mana. Jenis media baru dapat dinilai dari dua aspek, yaitu berbasis internet atau berbasis digital. Misalnya, media berbasis Internet baru adalah situs web, dan media digitalnya adalah CD-ROM atau DVD.

Alasan seseorang menggunakan media semata-mata tidak hanya untuk fungsi hiburan atau informasi semata, tetapi ada alasan-alasan yang lain. Boleh jadi seseorang menggunakan media karena menghindari belajar, melarikan diri ke dunia fantasi, mencari tahu acara populer apa yang sedang ditonton oleh orang lain, bahkan terkadang seesorang menonton program yang tidak sesuai dengan dirinya hanya untuk mengurangi rasa kesepian saja. Salah satu bentuk aplikasi dari new media yang banyak di akses masyarakat dan menimbulkan minat serta sikap yang beragam bagi penonton, salah satunya mahasiswa yaitu aplikasi Youtube.

Menurut Stiggins (Ikbal, 2011:12), minat merupakan salah satu dimensi emosional dan memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang. Aspek emosional adalah aspek yang mengidentifikasi dimensi sensorik kesadaran emosional, kecenderungan, dan kehendak yang mempengaruhi pikiran dan tindakan seseorang. Minat seseorang timbul secara sadar dengan mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan seseorang, salah satunya dalam hal menonton channel youtube.

Minat yang banyak timbul sekarang ini ialah minat untuk menonton channel youtube, salah satu channel youtube yang mencuri perahatian sekarang ini adalah channel youtube Podcast Deddy Corbuzier, podcast tersebut menjadi pusat perhatian karena banyak menampilkan percakapan dalam bentuk visual yang sangat informatif dengan mengundang bintang tamu yang terkadang orang-orang berpengaruh diindonesia, tidak hanya itu channel youtube tersebut

(20)

juga memiliki banyak penonton yang mencapai angka jutaan penonton disetiap video yang di upload, hal ini lah yang membuat peneliti tertari untuk menjadikan channel youtube Podcast Deddy Corbuzier sebagai objek penelitian.

Sikap sebagai pola perilaku, kecenderungan atau persiapan yang diharapkan, kecenderungan untuk beradaptasi dengan situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respons terhadap stimulus sosial yang bersyarat. Sikap seseorang juga menjadi perhatian, dimana ingin melihat bagaimana sikap menonton yang akan ditimbulkan oleh penonton apabila melihat adanya iklan yang menggangu selama proses menonton, karena terkadang iklan ditampilkan terlalu banyak dan bisa juga menggangu konsentrasi pada saat menonton video yang sedang ditonton oleh penonton.

YouTube adalah situs video yang menyediakan informasi terpercaya dan terpercaya berupa “gambar bergerak”. Website ini memang untuk mereka yang ingin mencari informasi video dan menonton siaran langsung. Kita juga dapat berpartisipasi dalam mengunggah (upload) video ke server YouTube dan membagikannya ke seluruh dunia dalam Baskoro, 2009: 58. Dari November 2005 hingga April 2006, YouTube menerima modal investor untuk pertama kalinya setelah didirikan, yaitu Sequoia Capital, sebesar US$11,5 juta. Dengan tambahan dana yang banyak, YouTube berkembang pesat. Pada Juli 2006, ada lebih dari 65.000 video baru yang diunggah setiap hari di YouTube, dan 100 juta video ditonton setiap hari (http://www.usatoday.com/tech/news/2006-07-16-youtube- views_x. ).

(21)

Pertumbuhannya begitu pesat, YouTube menarik perhatian Google.inc.

Oktober 2006 Google.inc berhasil mengakuisisi YouTube dengan nilai transaksi

$1,65 miliar. Saat ini, menurut penyedia data pasar Internet "ComScore", YouTube adalah penyedia video online terbesar di Amerika Serikat dengan pangsa pasar 43 dari lebih dari 6 miliar video yang ditonton per Januari 2009.

(http://www.comscore. com).

Dengan tingginya jumlah penayangan dan video di YouTube, wajar jika YouTube menjadi bagian dari budaya internet. Kebebasan orang untuk menggunakan komputer pribadi mereka tanpa campur tangan pemerintah memungkinkan untuk menyajikan berita dari perspektif yang lebih beragam.

Namun, di zaman sekarang ini, banyak pengusaha atau pebisnis yang masih mencari cara atau peluang pada sesuatu yang sedang populer saat ini untuk mengiklankan produknya. Tingginya jumlah penonton Youtube membuat tidak banyak artis yang ikut membuat channel Youtube, salah satunya ialah Deddy Corbuzier. Saat ini, ada banyak iklan yang dapat ditemukan di hampir setiap video di YouTube. Ketika pengguna Youtube menonton video yang pertama kali muncul adalah video promosi produk, hal ini juga terjadi pada channel Youtube Deddy Corbuzier, banyak iklan yang akan muncul ketika menonton channel Youtube Deddy Corbuzier.

Iklan yang ditampilkan di aplikasi Youtube juga merupakan salah satu program Adsense yang terdapat pada aplikasi Google yang merupakan induk perusahaan dari salah satunya Youtube. Adsense adalah program periklanan Internet kolaboratif yang dioperasikan oleh Google. Melalui program periklanan

(22)

AdSense, pemilik situs web atau blog yang telah terdaftar dan disetujui keanggotaannya diizinkan untuk memasang unit iklan dengan bentuk dan konten yang ditentukan oleh Google di halaman web mereka. Pemilik situs web atau blog akan menerima pendapatan berupa bagi hasil dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs web, yang dikenal sebagai sistem bayar per klik (ppc), atau bayar per klik.

Selain menyediakan iklan dengan sistem bayar per klik, Google AdSense juga menawarkan AdSense untuk Pencarian (AdSense for Search) dan Iklan Referensi (Referral). Di AdSense untuk pencarian, pemilik situs dapat memasang kotak pencarian Google di halaman web mereka. Pemilik situs akan menerima pendapatan dari Google untuk setiap pencarian yang dilakukan pengunjung melalui kotak pencarian ini, dilanjutkan dengan klik pada iklan yang disertakan dalam hasil pencarian. Dalam iklan referral, pemilik website mendapatkan pendapatan setelah klik iklan berlanjut dengan tindakan pengunjung tertentu yang disepakati antara Google dan pengiklan.

Meskipun program AdSense menawarkan manfaat besar, Google menerapkan aturan ketat untuk melindungi kepentingan semua pemangku kepentingan, termasuk pengiklan yang sering dirugikan oleh tindakan tersebut, pemilik situs yang tidak bermoral yang menjadi anggota program AdSense.

Beberapa batasan Google yang harus diikuti oleh pemilik situs atau blog dalam program AdSense adalah:

1. Dengan mengklik iklan yang ditampilkan di situs web Anda sendiri, secara manual atau menggunakan perangkat lunak khusus

(23)

2. Secara sengaja mendorong pengunjung situs untuk mengklik iklan yang ditampilkan, misalnya dengan tulisan “klik iklan ini” atau “kunjungi halaman ini”

3. Mengubah bentuk dan ukuran unit iklan yang telah ditentukan Google

4. Membuat pranala langsung menuju halaman hasil pencarian AdSense untuk pencarian

5. Mengisi secara otomatis kotak pencarian AdSense dengan kata kunci tertentu 6. Memanipulasi target iklan dengan kata kunci tersembunyi atau dengan

IFRAME

7. Kode unit iklan AdSense harus ditempatkan langsung pada kode html website tanpa modifikasi apapun. Pemilik situs tidak diperbolehkan mengubah kode AdSense untuk alasan apapun, seperti untuk menampilkan klik di pop-up atau mengarahkan target iklan.

Adanya iklan dalam video YouTube, tentu saja, peningkatan peringkat bervariasi dari pengguna ke pengguna. Apakah pengguna melewatkan iklan atau memperhatikan iklan dan bagaimana preferensi dan sikap pengguna aplikasi YouTube, terutama pemirsa saluran Podcast Deddy Corbuzier dalam menghadapi iklan. Adsense iklan aplikasi youtube juga merupakan salah satu penghasilan terbesar yang bisa dicapai oleh seorang youtuber, tidak terkecuali youtube Deddy Corbuzier, ketertarikan saya menganalisi channel youtube ini dikarenakan tingginya minat menonton video dari channel youtubenya tersebut dan bagaimana sikap dari penonton yang banyak tersebut mengenai tampilan iklan yang terkadang suka muncul di momen yang tidak tepat pada saat sedang menonton.

(24)

Melihat tigginya antusias dari masyarakat untuk menonton podcast yang diusung oleh deddy corbuzier yang memiliki penonton hingga jutaan dalam satu videonya membuat iklan-iklan dari program adsensense nya pun menjadi cukup banyak hanya pada satu tampilan video, hal inilah yang membuat peneliti sangat tertarik dengan fenomena tersebut.

Fenomena media sosial yang terus menjadi kebutuhan dikalagan mahasiswa membuat setiap orang terutatama mahasiswa sangat tertarik dengan media sosial salah satunya Youtube, alasan yang mendorong peneliti tertarik untuk melihat fenomena tersebut tidak terlepas dari antusiasnya masyarakat khususnya mahasiwa terhadap Youtube, apalagi yang menjadi objek penelitian adalah Youtube Podcast Deddy Corbuzier, seperti yang saya amati sebelumnya, jumlah penonton pada channel tersebut sangat banyak dan saya melakukan observasi dengan melihat kolom komentar, saya menemui banyaknya masyarakat yang masi tergolong mahasiswa menambahkan komentar. Hal itulah yang mendorong deddy corbuzier untuk menyebutkan penontonnya dengan sebutan smart people.

Setelah melihat fenomena tersebut saya merasa tertarik untuk menjadikan youtube deddy corbuzier sebagai objek penelitian dan mahasiswa USU sebagai subjek penelitian.

Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti “Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU”. Dalam penelitian ini, yang menjadi responden adalah mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Hal ini dikarenakan, mahasiswa lebih sering menonton Youtube dibandingkan dengan Televisi untuk pemenuhan informasi. Alasan saya memilih mahasiswa Universitas Sumatera Utara karena apabila saya meneliti seluruh mahasiswa yang ada dikota

(25)

medan akan terlalu luas cakupannya. Dan juga rata-rata umur penonton tanyangan youtube Deddy corbuzier ini sebagian besar adalah mahasiswa.

(26)

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka peneliti merumuskan permasalahan dalam penelitian yaitu:

1. Apakah Terdapat Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

2. Apakah Terdapat Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

3. Apakah Terdapat Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini yakni:

1. Untuk Menganalisis Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

2. Untuk Menganalisis Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

3. Untuk Menganalisis Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

(27)

1.4 Manfaat Penelitian

1. Secara Teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan peneliti dan pembaca tentang Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

2. Secara Praktis, diharapkan dengan hasil penelitian yang peneliti sajikan bermanfaat dan menjadi referensi bagi pembaca mengenai Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

3. Secara Akademis, penelitian ini dapat menjadi sumbangsih kepada Mahasiswa dan Mahasiswi, dalam bidang kajian tentang Pengaruh Tayangan Iklan Program Adsense Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier Terhadap Minat dan Tindakan Menonton Dikalangan Mahasiswa USU.

(28)

BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Paradigma Penelitian

Penggunaan paradigma sebagai sudut pandang dalam melihat realitas pada dasarnya terdiri dari lima jenis, yaitu positivisme yang keberadaannya cukup lama dan paling tua, pospositivisme, kritis, konstruktivisme dan partisi patori (Denzin dan Lincoln, 2009: 350). Kelima jenis paradigma tersebut memiliki berbagai ciri yang dapat dijadikan pijakan terhadap teori dan implikasinya pada metodologi penelitian.

Dimensi ontologi yang berkaitan dengan asumsi tentang realitas; epistemologi mengenai hubungan antara peneliti dengan yang diteliti; dan metodologi yaitu bagaimana peneliti memperoleh pengetahuan merupakan tiga lingkungan kajian yang dapat dianalisis dengan menggunakan paradigma.

Penelitian kuantitatif pada umumnya menggunakan paradigma positivisme, dimana berbagai realitas, gejala dan fenomena dilihat sebagai suatu yang dapat dikelompokkan, relatif tetap, konkrit, diamati, terukur dan hubungannya bersifat sebab akibat. Sementara itu, upaya untuk menggeneralisir hasil pada lingkup yang lebih luas dengan pemilihan sampel yang dinilai dapat mewakili populasi secara representatif merupakan fungsi dari metodologi. Pola pikir serta alur pengumpulan dan penyajian data hasil penelitian bersifat deduktif. Artinya, penggunaan konsep atau teori hingga dapat dirumuskan suatu hipotesis merupakan tujuan untuk menjawab rumusan masalah di dalam penelitian (Sugiyono, 2014: 11).

(29)

Penelitian dengan paradigma positivisme lebih memberikan penekanan lebih pada pengalaman sebagai sumber pengetahuan yang dinilai sejalan dengan pandangan aliran filsafat seperti empirisme, behaviorisme, naturalisme dan sainisme (Bungin, 2015: 187). Keyakinan paradigma positivisme terletak pada segala sesuatu yang dapat diukur dengan menggunakan berbagai indikator.

Sehingga, hal tersebut akan menghasilkan suatu hasil yang dapat diukur pula.

Penelitian kuantitatif memverifikasi hipotesis-hipotesis sebagai preposisi matematis yang menunjukkan hubungan fungsional.

Positivisme dalam perkembangannya mendominasi ilmu pengetahuan bahkan hingga saat ini. Eksplanatoris dan prediktif merupakan dua kriteria yang harus dipenuhi oleh manusia dan alam agar dapat diakui sebagai ilmu pengetahuan dari suatu hal yang diteliti (Denzin dan Lincoln, 2009: 350). Berbagai tradisi dari positivisme melahirkan pendekatan paradigma kuantitatif dalam penelitian sosial, dimana objek penelitiannya dianggap memiliki keteraturan yang natural, empiris dan behavioristik. Seluruh objek penelitian harus diubah menjadi fakta yang dapat diamati dan tidak terlalu mementingkan fakta tersebut sebagai makna. Namun lebih mementingkan fenomena yang tampak serta penilaian yang bebas terhadap objek dengan menentang sikap subjektif.

Peneliti yang menggunakan paradigma positivisme berusaha untuk selalu objektif dan bekerja dalam kontrol dan konsep penting yang ada di dalam teori.

Artinya, pada saat peneliti melakukan pengamatan maka ia akan berhati-hati membangun suatu situasi. Sehingga hanya akan ada satu elemen yang bervariasi

(30)

dan tentu memudahkan peneliti dalam membuat pernyataan yang relatif pasti tentang sebuah elemen.

2.2. Penelitian Sejenis Terdahulu

Penelitian pertama yang peneliti jadikan referensi adalah pada jurnal Acta Diurna Komunikasi, volume 6 nomor 1. Penelitian ini menjelaskan bahwa pengaruh konten vlog di dalam situs Youtube terhadap pembentukan sikap mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sam Ratulangi berdasarkan pada teori Jarum Hipodermik. Teori tersebut memiliki asumsi bahwa media massa memengaruhi secara langsung, cepat dan sangat menentukan sikap khalayak. Sehingga, konten vlog dalam situs Youtube ini layaknya seperti jarum suntik yang memengaruhi penontonnya yang kemudian diukur sejauh mana mereka menyadari, memahami dan menerima isi video tersebut. Selain itu, efek kognifit, afektif dan behavioral juga akan timbul nantinya.

bahwa mahasiswa senang dan gemar menonton, ingin mencoba hal-hal yang mereka lihat bahkan ingin menjadi seorang vlogger.

Penelitian kedua di dalam Repository Universitas Islam Bandung. Penelitan ini menjelaskan bahwa Youtube menjadi salah satu situs yang khalayak gunakan untuk mencari berbagai informasi, terutama mengenai kecantikan. Female Daily Network merupakan salah satu channel Youtube yang membahas tentang kecantikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terjadi hubungan antara jenis, isi, terpaan media dan konteks sosiasl tayangan Youtube Femali Daily Network dengan pemenuhan kebutuhan informasi khalayak.

(31)

Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification.

Selain itu, metode penelitian yang digunakan adalah korelasional, yaitu meneliti hubungan antara variabel atau sejauh mana variabel pada suatu faktor berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya. Total sampling adalah teknik sampling yang diterapkan di dalam penelitian ini. Populasi dan sampel yang ditarik oleh peneliti adalah khalayak yang memberikan komentar di dalam salah satu tayangan Youtube Female Daily Network dengan judul “Tips Menghilangkan Jerawat ft Harumi Sudrajat,” yang berjumlah sebanyak 74 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jenis, isi, terpaan media dan konteks sosial tayangan Youtube Female Daily Network dengan pemenuhan kebutuhan informasi khalayak.

Penelitian ketiga pada jurnal Spektrum Komunikasi, volume 7 nomor 1.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tayangan Youtube

“Londokampung” terhadap tingkat pengetahuan bahasa Suroboyoan pada subscribers di Surabaya. Hal yang membuat tayangan tersebut menjadi menarik

yaitu konten kreatornya merupakan warga negara Australia bernama Dave Jepchott yang sangat menguasai baik pengucapan maupun penulisan bahasa Suroboyoan.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menyebarkan kuesioner kepada subscriber Youtube “Londokampung” dengan sampel sebanyak 100 responden.

Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Liner Sederhana untuk mengetahui kuat atau lemahnya hubungan pengaruh diantara suatu tayangan Youtube dengan penontonnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh menonton tayangan Youtube ‘Londokampung” dengan tingkat pengetahuan bahasa Suroboyoan pada subscriber di Surabaya.

(32)

Penelitian keempat pada E-Proceedings of Management, volume 4 nomor 1. Penelitian ini menjelaskan bahwa Youtube merupakan salah satu situs yang timbul karena perkembangan teknologi dan banyaknya kebutuhan masyarakat dalam menggunakan digital sebagai media komunikasi serta mendapatkan informasi. Youtube memberikan kemudahan masyarakat digital untuk mengunggah, menonton dan membagikan video bahkan membuat channel pribadi.

Travelling Channel Youtube oleh Ponti Ramanta merupakan salah satu

konten yang memiliki banyak peminat. Konten yang diberikan terbilang menarik perhatian audiens untuk menikmati konten milik Ponti Ramanta tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh terpaan tayangan pada channel di Youtube terhadap minat wisata para audiens.

Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode regresi linier sederhana. Populasinya terdiri dari subscriber Youtube Ponti Ramanta yang berjumlah 2.785 orang saat penelitian ini dilakukan dan sampel sebanyak 100 responden. Variabel bebas merupakan terpaan tayangan video yang terdiri dari sub-variabel stimulus dan organism, sedangkan variabel terikatnya yaitu minat berwisata subscriber yang merupakan respon dari audiens. Penyebaran kuesioner secara online kepada subscriber Ponti Ramanta merupakan teknik pengumpulan data yang diterapkan. Apabila menggunakan teknik analisis deskriptif, maka persentase perhitungan terhadap adanya minat berwisata setelah mendapatkan terpaan travelling video berada pada kategori baik. Artinya, terdapat pengaruh terpaan tayangan tersebut terhadap minat berwisata para subscriber.

(33)

Penelitian kelima. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh iklan, etnosentrisme dan sikap penonton terhadap pengambilan keputusan menonton film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 pada pengungjung Bioskop Rajawali Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah rata-rata jumlah pengunjung Bioskop Rajawali Purwokerto di setiap harinya yaitu mencapai 2.624 orang. Sedangkan, sampel dalam penelitian ini sebanyak 106 orang dengan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan model SEM (Structural Equation Modelling) program AMOS 21.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hitung tabel (2.031>1.960), artinya iklan berpengaruh signifikan terhadap sikap penonton. Hasil selanjutnya memaparkan bahwa nilai hitung>tabel (2.020>1.1960), artinya etnosentrisme berpengaruh signifikan terhadap sikap penonton. Lalu, nilai hitung>tabel (2.120>1.960) dimana sikap penonton berpengaruh signifikan terhadap keputusan menonton. Hasil analisis selanjutnya menunjukkan hitung>tabel (3.325>1.960) yang berarti iklan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menonton. Data lapangan juga menunjukkan bahwa tidak seluruhnya responden memutuskan untuk menonton hanya dengan melihat iklan film yang menarik saja ataupun rasa cinta pada produk lokal buatan negeri. Berdasarkan teori, keputusan menonton tidak hanya dipengaruhi oleh variabel iklan, etnosentrisme maupun sikap penonton itu sendiri.

(34)

Penelitian keenam pada Jurnal Penelitian Komunikasi, volume 21 nomor 2.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aplikasi Youtube di smartphone terhadap perkembangan kemampuan komunikasi interpersonal anak TK di Bandung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif agar data yang didapat bersifat akurat, terukur dan teruji. Penelitian ini melibatkan satu variabel independen dan dependen. Pengambilan sampel menggunakan rumus probabiliti sampling dengan pendekatan Slovin dan jumlah responden sebanyak 70 murid TK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akses Youtube di smartphone untuk anak TK di Bandung dilakukan setiap harinya mampu memengaruhi perkembangan kemampuan komunikasi interpersonal anak.

Penelitian ketujuh pada eJournal Ilmu Komunikasi, volume 3 nomor 4.

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan program SPSS versi 18. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di Samarinda mendorong peningkatan konsumsi listrik dari waktu ke waktu yang memengaruhi biaya produksi listrik. Sehingga, hal tersebut sulit untuk diimbangi oleh peningkatan kapasitas produksi listrik.

Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan adanya pengaruh iklan Earth Hour tentang penggunaan energi terhadap variabel pengetahuan dengan nilai F sebanyak 11.623 dengan taraf sig sebesar 0.001. Selanjutnya, variabel perilaku nilai F terhitung sebanyak 17.825 dengan taraf sig sebesar 0.000, dimana angka tersebut lebih kecil dari taraf sig yaitu 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklan layanan masyarakat Earth Hour berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku siswa SMP N10 Samarinda.

(35)

Penelitian kedelapan pada Repository Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video blog make-up tutorial pada Youtube terhadap minat beli mahasiswi ilmu komunikasi UINSU.

Teori yang dianggap relevan di dalam penelitian ini adalah komunikasi, new media, komunikasi pemasaran, minat dan AIDDA. Kuantitatif dan korelasional merupakan metode serta pendekatan di dalam penelitian ini. Terdapat sebanyak 190 orang dari populasi penelitian ini dan menggunakan rumus Slovin, sehingga memperoleh sampel sebanyak 66 orang.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel tunggal, tabel silang dan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan angka 0.439 yang memiliki arti bahwa terdaspat perbedaan yang signifikan antara pengaruh video blog make-up tutorial pada Youtube dan minat beli mahasiswi ilmu komunikasi UINSU. Sehingga, Ha yang diterima yaitu adanya pengaruh menonton video blog make-up tutorial pada Youtube terhadap minat beli mahasiswi ilmu komunikasi UINSU sebesar 18.49% dan 81.51% dan faktor lainnya turut memengaruhi.

Penelitian kesembilan pada Repository Universitas Islam Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersamaan adanya pengaruh intensitas menonton tayangan program religi islam “Assalamualaikum Cantik” di Trans TV dan sikap berpakaian Muslimah terhadap gaya berpakaian Muslimah trendi pada kalangan mahasiswi Universitas Islam Indonesia. Oleh karena itu, hipotesis ketiga yang menyatakan adanya pengaruh signifikan intensitas menonton tersebut terbukti dan dapat diterima.

(36)

Nilai Adjusted R Square yang diperoleh sebesar 0.384, dimana hal itu memiliki arti bahwa adanya perubahan gaya berpakaian Muslimah trendi di kalangan mahasiwi Universitas Islam Indonesia dipengaruhi oleh variasi dari intensitas menonton tayangan program religi tersebut serta sikap berpakaian Muslimah diperoleh dengan nilai sebesar 37.4%.

2.3. Uraian Teoritis

Kerangka teori merupakan dasar yang dapat dijadikan pedoman penelitian yang mengungkapkan segenap permasalahan dengan berbagai teori yang dianggap mempunyai keterkaitan langsung terhadap permasalahan yang akan menjadi tujuan pembahasan penelitian. (Nawawi: 2012: 50) memberikan batasan pengertian kerangka teori sebagai “landasan berfikir yang berguna sebagai pendukung pemecahan masalah susunan teori-teori yang digunakan alam menjawab permasalahan penelitian memuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana masalah penelitian akan disoroti”.

Kerangka teori merupakan bagian dari penelitian yang memuat konsep- konsep teoritis yang menjadi landasan untuk memperoleh perspektif ilmiah dalam perumusan hipotesis atau jawaban atas pertanyaan penelitian yang sedang dilaksanakan. Uraian di dalam kerangka teori merupakan hasil berfikir rasional yang dituangkan secara tertulis meliputi aspek-aspek yang terdapat di dalam masalah atau sub masalah (Nawawi, 2012: 50). Dalam penelitian ini kerangka teori sebagai landasan berfikir yang digunakan sebagai pendukung pemecahan masalah penelitian, adalah sebagai berikut:

(37)

2.3.1. Komunikasi Massa

Komunikasi massa merupakan proses komunikasi yang dilakukan di media massa seperti surat kabar, radio dan televisi yang disebar luaskan kepada masyarakat (Effendy, 2015: 20). Oleh karena itu, proses komunikasi yang dilakukan secara massa harus selalu menggunakan media sebagai alat pertukaran pesannya kepada khalayak. Sedangkan, Michael W. Gamble dan Teri K. Gamble (dalam Nuruddin, 2013: 8) mendefinisikan komunikasi massa ke dalam beberapa pengertian, diantaranya:

a. Pengirim pesan atau komunikator dalam komunikasi massa menggunakan peralatan modern, sehingga dapat menyebarkan informasi kepada khalayak dengan cepat, luas dan tersebar secara merata melalui koran, majalah, televisi, film atau kombinasi dari media-media tersebut.

b. Komunikator menyebarkan pesan dengan maksud mencoba berbagi pengertian kepada banyak orang yang tidak saling mengenal atau mengetahui. Anonimitas audiens dalam komunikasi massa seperti inilah yang menjadi perbedaan dengan jenis komunikasi lainnya.

c. Pesan yang telah diberikan bersifat milik publik. Artinya, pesan tersebut dapat diterima dan didapatkan oleh khalayak banyak.

d. Komunikasi massa adalah bagian dari organisasi formal seperti jaringan dan perkumpulan. Oleh karena itu komunikator tidak hanya berasal dari satu orang melainkan suatu organisasi.

(38)

e. Gatekeeper sebagai penyaring informasi mengendalikan sejumlah besar proses komunikasi. Artinya, pada saat informasi belum disiarkan melalui media massa, pesan tersebut telah dikuasai oleh banyak individu di dalam organisasi.

f. Umpan balik di dalam komunikasi massa bersifat tertunda. Sedangkan, pada jenis komunikasi lainnya umpan balik bersifat langsung.

2.3.1.1. Karakteristik komunikasi massa

Terdapat beberapa karakteristik komunikasi massa yang menjadi perbedaan dengan jenis komunikasi lainnya. Adapun beberapa karakateristik komunikasi massa diantaranya (Ardianto, 2012: 6-11):

a. Komunikasi Terlembaga

Proses komunikasi massa melibatkan suatu lembaga dan komunikator yang bertanggungjawab di dalam organisasi yang kompleks. Artinya, komunikator menyampaikan suatu informasi dalam bentuk artikel terencana dan melalui beberapa tahap proses. Beberapa orang di dalam lembaga itulah yang melakukan tanggungjawab tersebut di masing-masing bidang tugasnya agak layak untuk disebarluaskan kepada khalayak.

b. Pesan Bersifat Umum

Sifat komunikasi massa adalah terbuka dimana hal itu ditunjukkan untuk setiap orang atau seluruh khalayak. Artinya, pesan yang disampaikan tidak ditunjukkan hanya kepada kelompok tertentu. Selain itu, informasi yang disampaikan secara massa ini bersifat umum seperti fenomena, fakta dan opini.

(39)

c. Komunikan Bersifat Anonim dan Heterogen

Penerima pesan atau komunikan di dalam komunikasi massa bersifat anonim karena interaksi yang dilakukan menggunakan media dan tidak melalui proses tatap muka secara langsung. Sedangkan, maksud dari sifat hetorogen adalah komunikasi terjadi di berbagai lapisan masyarakat yang berbeda baik segi umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, latar belakang dan lain sebagainya.

d. Media Massa Menimbulkan Keserempakan

Ciri lainnya di dalam komunikasi massa adalah mampu menimbulkan keserempakan pada komunikan dalam menerima informasi yang disebarkan.

Keserempakan dari khalayak dalam jarak jauh untuk menerima pesan dan waktu yang bersamaan.

e. Komunikasi Lebih Mengutamakan Isi dibandingkan Hubungan Komunikasi massa harus menyusun pesan dengan sedemikian rupa sesuai dengan karakter media yang digunakan. Hal terpenting di dalam komunikasi massa adalah penyampaian pesan secara sistematis oleh komunikator agar komunikan dapat memahami isi pesan tersebut.

f. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah

Komunikasi massa tidak mengikutsertakan feedback atau umpan balik di dalam interaksi yang terjalin. Komunikator dan komunikan dinilai aktif dalam menyampaikan dan menerima pesan. Namun, sebagai seorang komunikator mereka tidak akan mengetahui pendapat khalayak mengenai pesan yang disampaikan.

g. Stimulasi Alat Indera Terbatas

Setiap media memiliki stimulasi alat indera yang terbatas. Surat kabar dan

(40)

majalah hanya berbentuk visual, radio melalui audip dan televisi secara audio visual. Hal ini tentu menjadi kelemahan dan kelebihan tersendiri di setiap jenis media massa.

h. Umpan Balik Tertunda dan Tidak Langsung

Proses komunikasi secara massa tidak dapat mengetahui bagaimana respon audiens terhadap pesan yang mereka terima. Namun, tanggapan tetap dapat dilakukan melalui telepon, e-mail atau surat pembaca dan hal itu dinilai sebagai umpan balik bersifat tidak langsung.

2.3.2. Media Baru (New Media)

Media Baru atau New Media merupakan media berbasis internet dengan menggunakan perangkat komputer ataupun alat digital yang semakin canggih. Pada awalnya, terdapat dua kekuatan perubahan yang terjadi pada komunikasi satelit dan pemanfaatan komputer. Carey (dalam McQuail, 2011: 43) mengatakan bahwa sebagai sebuah mesin komunikasi, kekuatan komputer menjadi kunci pada proses digitalisasi yang memungkinkan segala bentuk informasi dibawa secara efisien dan saling berbaur.

New Media merupakan sebuah media baru yang mampu memberikan

persamaan kontrol pada setiap penggunanya mengenai kapan dan di mana mereka dapat mengakses konten yang tersedia baik bersifat teks, suara dan audio visual.

Media baru juga dianggap memberikan lebih banyak keuntungan apabila dibandingkan dengan media lama atau konvensional. Penggunaan media baru harus menunggu konten yang akan diproduksi oleh orang lain. Kelebihan penggunaan media baru adalah pengguna dapat menciptakan kontennya sendiri tanpa harus

(41)

menunggu orang lain untuk memproduksinya dan memperoleh respon dalam waktu yang tidak terlalu lama (Levinson, 2013: 5).

Unsur-unsur utama lainnya dari media baru adalah konsumen dapat berperan sebagai seorang produser. Media baru dapat dipraktikkan secara mudah hanya dengan satu orang yang bekerja sendirian, seperti menulis di situs blog atau merekam dan mengunggah video melalui akun Youtube. Adapun berbagai karakteristik media baru diantaranya sebagai berikut (Levinson, 2013: 3-5):

a. Setiap Pengguna Berperan Sebagai Produsen

Karakteristik ini merupakan hal yang paling dasar dari media baru. Artinya, siapapun yang memiliki akun di dalam media baru dapat menjadi produser pada akun pribadinya. Selain itu, pengguna juga dapat mengatur akun yang dimiliki sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh, pengguna yang memiliki blog dapat menulis tulisan dan diunggah ke dalam akun pribadinya, membaca milik orang lain dan memberikan serta membalas komentar.

b. Mudah Didapat dan Tidak Berbayar

Pengguna di dalam media baru dengan mudah dapat memperoleh apa yang mereka cari tanpa harus membayarnya, sehingga menikmati apa yang disajikan melalui media baru tersebut. Hal itu tentu berbeda dengan media lama, dimana untuk dapat membaca surat kabar harus terlebih dahulu membelinya.

c. Kompetitif dan Saling Terhubung

Bersaing dengan kompetitif dan saling terhubung juga merupakan karakteristik media baru. Sebagai contoh, apabila menggunakan aplikasi Twitter,

(42)

pengguna dapat mengatur sambungan sehingga apa yang diunggah dapat diteruskan kepada aplikasi lain, misalnya Facebook.

d. Dapat Dijadikan Ladang Bisnis

Selain dapat digunakan sebagai media pencarian informasi, media baru juga dapat digunakan sebagai sarana bisnis. Media baru diartikan sebagai tangan kanan atau kepercayaan penggunanya.

Keterhubungan, akses luas terhadap khalayak, interaktivitas, kegunaan yang beragam secara terbuka, sifatnya yang ada di mana saja, media komunikasi secara massa dan pribadi merupakan berbagai ciri utama dari media baru. Adapun perubahan utama yang berkaitan dengan kehadiran media baru diantaranya (McQuail, 2011: 153):

a. Digitalisasi dan kovergensi terhadap segala aspek media b. Peningkatan interaktivitas dan konektivitas jaringan

c. Pengiriman dan penerimaan pesan secara mobilitas serta delokasi d. Adaptasi terhadap peranan publik dan khalayak

e. Kehadiran beragam bentuk “pintu” (gateway) media f. Pemisahan dan pengaburan dari lembaga media

Hadirnya media baru turut memberikan andil akan perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya internet memengaruhi sedikit banyaknya cara berkomunikasi diantara manusia. Kehadiran internet di tengah masyarakat saat ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dalam berinteraksi dan memperoleh informasi. Selain itu, internet juga berfungsi sebagai jaringan global untuk interaksi dari satu lokasi ke lokasi lainnya di berbagai belahan dunia. Saat ini untuk

(43)

mengakses internet sudah menjadi rutinitas keseharian masyarakat dunia dan tidak hanya menggunakan komputer atau laptop saja, melainkan handphone ataupun smartphone yang semakin canggih. Sedangkan, beberapa hal yang menjadi

perbedaan diantara media baru dan lama diantaranya:

a. Media baru mengabaikan batasan percetakan dan model penyiaran denganmemungkinkan percakapan antar banyak pihak

b. Penerimaan secara stimulan, perubahan dan penyebaran kembali berbagai objek budaya

c. Mengganggu tindakan komunikasi d. Menyediakan objek global secara instan

e. Memasukkan subjek modern ke dalam mesin yang terhubung 2.3.3. Uses and Gratification (Penggunaan dan Kepuasan)

Uses and Gratification atau Teori Penggunaan dan Kepuasan adalah

salah satu teori komunikasi yang diprakarsai oleh McQuail, Blumer dan Brown, dimana fokus penelitian ini tertuju pada kepuasan audiens sebagai konsumen media dan pemilihan pesan. Audiens dipandang sebagai individu yang aktif dan memiliki tujuan. Audiens juga bertanggungjawab untuk memilih media untuk memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan permasalahan mereka (Humaizi, 2018: 205).

Teori Uses and Gratification menjelaskan bahwa audiens berkuasa dalam pemilihan informasi yang ingin mereka konsumsi. Teori ini juga membantah pernyataan tentang media yang memberikan informasi dan audiens menerima segalanya secara pasif. Teori Uses and Gratification berasumsi

(44)

bahwa pengguna media berperan aktif dalam memilih dan menggunakan media tersebut serta memberikan penekanan lebih kepada pendekatan manusiawi dalam melihat media massa. Artinya, manusia memiliki otonominya dan kewenangan untuk memperlakukan media (Nurudin, 2011: 192).

Khalayak memiliki banyak alasan atau motif yang begitu beragam dalam menggunakan media. Motif-motif tersebut terbagi menjadi empat diantaranya: motif informasi, identitas pribadi, integrasi dan interaksi sosial serta hiburan. Keempat motif tersebut dimiliki oleh setiap individu yang berbeda dalam penggunaan media. Hal itu dikarenakan adanya kebutuhan masing-masing yang ingin dipenuhi oleh setiap individu melalui media.

Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO) merupakan

pengukuran terhadap kepuasan. Palmgreen (dalam Kriyantono, 2012: 211), menyebutkan bahwa Gratification Sough (GS) adalah suatu kondisi dimana khalayak mencari dan membutuhkan kepuasan melalui suatu media. Proses GS yang terjadi pada khalayak didasarkan pada belief (kepercayaan) mereka mengenai apa yang disajikan dan evaluasi tentang isi media itu sendiri.

Sedangkan, maksud dari belief adalah hal yang didasarkan pada budaya atau institusi sosial individu, keadaan maupun lingkungan sosial. Namun, apabila Gratification Obtained (GO) memberikan pertimbangan terhadap apapun yang

diperoleh dari penggunaan media, sehingga proses terjadinya kepuasan sangat bergantung kepada khalayak yang memilih media.

Katz, Blumer & Gurevitch (dalam Ardianto dkk, 2009: 70), memaparkan beberapa asumsi dasar mengenai teori Uses and Gratifications, diantaranya:

1. Khalayak aktif, artinya mereka merupakan bagian terpenting dari

(45)

penggunaan media massa yang kemudian memiliki asumsi bahwa terdapat tujuan di dalamnya;

2. Inisiatif di dalam proses komunikasi massa dilakukan untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media oleh khalayak;

3. Keharusan media massa untuk mampu bersaing dengan sumber lainnya agar mampu memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi oleh media massa bersifat lebih luas, dimana hal itu mencakup kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui konsumsi media. Sehingga, hal itu sangat bergantung kepada perilaku khalayak yang bersangkutan;

4. Tujuan pemilihan media massa dapat disimpulkan dari data yang diberikan kepada khalayak. Artinya, seseorang dianggap cukup paham untuk melaporkan kepentingan dan motif terhadap berbagai situasi tertentu; dan

5. Penangguhan terhadap penilaian arti kultural dari massa sebelum lebih dahulu diteliti oleh khalayak.

Teori Uses and Gratifications dimulai dari lingkungan sosial (social environment) dimana asumsinya adalah kebutuhan pemenuhan informasi serta

kepuasan penggunaan media massa oleh khalayak. Kebutuhan individual dikategorisasikan ke dalam beberapa aspek, diantaranya (Effendy, 2015: 81):

1. Cognitive Needs (Kebutuhan Kognitif), merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan informasi, pengetahuan dan pemahaman

(46)

terhadap lingkungan. Kebutuhan ini juga didasarkan pada hasrat pemahaman, penguasaan lingkungan, pemuasan rasa penasaran dan pendorong penyelidikan individu;

2. Affective Needs (Kebutuhan Afektif), yaitu kebutuhan yang erat kaitannya dengan peneguhan beragam pengalaman estetis, menyenangkan dan emosional;

3. Personal Integrative Needs (Kebutuhan Pribadi secara Integratif), merupakan kebutuhan yang berkaitan erat dengan peneguhan kredibilitas, kepercayaan, stabilitas dan status individual yang didapat dari hasrat akan harga diri;

4. Social Integrative Needs (Kebutuhan Sosial secara Integratif), yaitu peneguhan kontak dengan keluarga, teman dan dunia yang didorong oleh hasrat ingin berafiliasi;

5. Escapist Needs (Kebutuhan Pelepasan), adalah upaya penghindaran tekanan, ketegangan dan hasrat akan keanekaragaman.

2.3.4 Adsense Youtube

Adsense merupakan program kemitraan atau kerjasama periklanan melalui

situs internet yang disediakan oleh Google. Pemilik situs WEB atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya, melalui program periklanan adsense diizinkan untuk memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di dalam situs mereka. Adanya pembagian keuntungan dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs merupakan pemasukan yang

(47)

akan diterima oleh pemilik situs WEB atau blog. Hal itu kemudian dikenal sebagai sistem Pay Per Click (PPC) atau bayar per klik.

Google Adsense juga menyediakan adsense untuk pencarian (adsense for search) dan iklan arahan (referral) selain menyediakan berbagai iklan dengan

sistem berbayar per klik. Pemilik situs Web pada adsense untuk pencarian dapat memasang kotak pencarian Google di halaman WEB mereka. Pemilik situs akan mendapatkan pemasukan dari Google untuk setiap pencarian yang dilakukan audiens melalui kotak pencarian tersebut, dimana hal itu akan berlanjut pada klik dalam iklan yang disertakan dengan hasil pencarian. Sedangkan, pemilik situs pada iklan arahan akan menerima pemasukan setelah klik pada iklan berlanjut dengan tindakan tertentu oleh audiens yang telah disepakati antara Google dengan pemasang iklan tersebut.

Meskipun program adsense memberikan keuntungan besar bagi penggunanya, namun Google tetap memberikan aturan ketat dalam melindungi kepentingan banyak pihak yang terlibat. Hal itu seperti pemasangan iklan yang sering merasa rugi oleh tindakan penyelewengan pemilik situs program adsense.

Adapun larangan-larangan Google yang harus ditaati pemilik situs WEB atau blog program adsense antara lain:

1. Melakukan klik yang ditampilkan situs milik sendiri, baik secara manual maupun bantuan perangkat lunak khusus;

2. Mendorong pengunjung situs dengan sengaja untuk mengklik iklan yang ditampilkan, seperti dengan kata-kata “klik iklan ini” atau

(48)

“kunjungi halaman ini”

3. Mengubah bentuk dan ukuran unit iklan yang telah ditetapkan oleh Google;

4. Membuat pranala langsung menuju halaman hasil pencarian adsense

untuk pencarian;

5. Secara otomatis mengisi kotak pencarian adsense dengan kata kunci tertentu;

6. Memanipulasi target iklan dengan kata kunci tersembunyi atau dengan frame; dan

7. Kode unit iklan adsense harus ditempatkan langsung pada kode html situs WEB tanpa perubahan. Pemilik situs WEB tidak diperbolehkan mengubah kode adsense dengan alasan apapun, seperti dengan tujuan menampilkan hasil klik di jendela pop up atau mengalihkan target iklan.

Potensi keuntungan mengikuti program adsense membuat banyak pemilik situs WEB mengembangkan berbagai metode untuk meningkatkan jumlah klik yang ditayangkan. Sebahagian metode terbukti illegal dan melawan kebijakan resmi program adsense. Metode lain diperbolehkan bahkan mendorong penggunanya oleh Google. Beberapa metode yang dianggap sah diantaranya:

1. Memodifikasi warna unit iklan menggunakan palet warna yang

disediakan adsense;

2. Meletakkan unit iklan pada posisi tertentu pada halaman WEB yang

(49)

dianggap memiliki tingkat pembaca tinggi;

3. Menghilangkan garis tepi unit iklan dan menyamakan warna latarnya dengan warna latar halaman WEB, sehingga unit iklan terlihat berbaur dengan isi halaman.

2.3.5. Minat

Stiggins (dalam Ikbal, 2011: 12) mendefinisikan minat sebagai dimensi dari

aspek afektif yang banyak berperan dalam kehidupan manusia. Sementara itu, afektif adalah aspek yang mengidentifikasi dimensi-dimensi perasaan dari kesadaran emosi, disposisi dan kehendak yang memengaruhi pikiran dan tindakan seseorang. Dimensi afektif juga mencakup tiga hal penting, seperti: 1) berhubungan dengan perasaan mengenai objek yang berbeda; 2) berbagai perasaan tersebut memiliki arah yang dimulai dari titik netral ke sisi berlawanan, tidak positif dan negative; dan 3) berbagai perasaan yang memiliki perbedaan intensitas dari kuat ke sedang dan menuju lemah.

Sandjaja (dalam Ikbal, 2011: 13) mengatakan bahwa minat adalah kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari atau mencoba banyak aktivitas dalam bidang tertentu. Selain itu, minat diartikan sebagai sikap positif terhadap aspek lingkungan. Minat juga dipandang sebagai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati suatu aktivitas disertai dengan perasaan senang. Widyastuti (dalam Ikbal, 2011: 12) menyatakan minat adalah keinginan yang didukung dengan keinginan setelah melihat,

(50)

mengamati, membandingkan dan mempertimbangkan dengan kebutuhan serta keinginan.

2.3.5.1. Ciri-Ciri Minat

Para ahli sebelumnya telah memaparkan pendapat mereka tentang minat, sehingga dari beberapa pengertian minat tersebut diketahui bahwa minat memiliki ciri dan karakteristik tertentu. Ciri dan karakteristik tersebut akan menjadi perbedaan antara satu pendapat dengan lainnya, seperti motivasi dan dorongan emosional. Crow (dalam Hurlock, 1994: 215) membagi ciri-ciri minat seperti:

- Perhatian terhadap objek yang diamanit dengan sadar dan spontan, wajar dan tanpa paksaan. Faktor ini diperlihatkan dengan perilaku tidak goyah dikarenakan orang lain selama ia fokus terhadap apa yang diminatinya tersebut;

- Senang terhadap objek yang menarik perhatian, dimana hal ini ditunjukkan dengan kepuasan setelah mendapatkan suatu hal yang diinginkannya;

- Konsisten terhadap objek yang diminati selama objek tersebut efektif baginya;

- Mencari objek yang diminati, dimana faktor ini ditunjukkan dengan tidak putus asa untuk mengikuti model yang diinginkan; dan

- Pengalaman yang didapat selama perkembangan individu bersifaat bawaan. Selain itu, menjadi sebab akibat dari pengalaman masa lalu, dimana individu tertarik pada suatu yang ia inginkan karena pengalaman menguntungkan bagi dirinya.

(51)

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa minat diperoleh dari adanya konsistensi terhadap objek secara sendiri, spontan, wajar dan tanpa paksaan.

Konsistensi tersebut diperoleh dari pengalaman selama perkembangan individu dan bukan bersifat bawaan.

2.3.5.2. Faktor yang Memengaruhi Minat

Ada banyak faktor yang dianggap mampu memengaruhi minat, baik dari individu maupun lingkungan masyarakat yaitu:

1. Faktor dorongan dari dalam (internal), yaitu berhubungan dengan dorongan fisik, motif, mempertahankan diri dari kelaparan, ketakutan, kesakitan dan lain sebagainya. Sedangkan, faktor motif sosial adalah faktor yang membangkitkan minat untuk melakukan berbagai aktivitas demi pemenuhan kebutuhan sosial, seperti hunting foto demi memenuhi tugas pameran dan lain sebagainya;

2. Faktor emosional atau perasaan, dimana faktor ini merupakan pemacu minat individu. Apabila faktor ini menghasilkan emosi atau perasaan senang, maka perasaan ini akan membangkitkan dan memperkuat minat yang sudah ada.

Kedua penjelasan tentang faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa minat bersifat pribadi. Perkembangan minat dimulai sejak masa anak-anak yang tertanam di dalam diri manusia ataupun lingkungan masyarakat.

2.3.5.3. Cara Mengukur Minat

Wood dan Marquis (dalam Susilowati, 2010: 33) menyebut bahwa penemuan suatu objek oleh seseorang yang dapat terhubung, maka ia menaruh minat terhadap temuannya tersebut. Artinya, minat dapat menimbulkan kesanggupan atau pengalaman yang berhubungan dengan objek seperti individu

(52)

yang minat dalam membaca buku karena ia dibebankan tugas mengulas buku.

Sehingga, hal tersebut mengharuskannya untuk membaca buku dan menelaahnya.

Sedangkan, Super dan Crities mengatakan bahwa ada empat cara mengenal bakat dan digolongkan menjadi empat bagian pula, seperti:

1. Menanyakan atau menuliskan kegiatan-kegiatan yang paling digemari, baik bersifat tugas maupun bukan. Meskipun cara ini mengandung kelemahan, tetapi keguanaannya begitu besar dalam dunia pendidikan dan sangat bermanfaat apabila adanya ketepatan penggunaan yang disertai dengan pendekatan yang baik kepada subjek bersangkutan;

2. Mengobservasi secara langsung atau mengetahui hobi serta banyak aktivitas lainnya yang dilakukan subjek (manifest interest);

3. Penyimpulan tes secara objektif (tested interest), dimana nilai yang tinggi biasanya menunjukkan minat yang tinggi pula terhadap suatu hal.

Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah meskipun hal tersebut sering terjadi akan tetapi tidak selalu bersifat demikan; dan

4. Penggunaan alat terstandarisir (inventoried interest), dimana minat dinyatakan kepada subjek yang bersangkutan. Kemudian, subjek tersebut merasa senang atau tidak terhadap sejumlah aktivitas atau sesuatu yang ia nyatakan.

2.3.5.4. Aspek-Aspek Minat

Terdapat dua aspek di dalam minat yaitu kognitif dan afektif (Hurlock, 2004: 116) dengan penejelasan sebagai berikut:

a. Aspek Kognitif, hal ini didasarkan pada perkembangan konsep anak tentang bidang yang berkaitan dengan minat, seperti minat anak terhadap sekolah.

Seorang anak yang beranggapan bahwa sekolah sebagai tempat di mana mereka dapat belajar tentang hal baru dan menimbulkan keingintahuan.

(53)

Mengukur aspek kognitif dapat dilihat melalui kebutuhan akan informasi dan rasa ingin tahu.

b. Aspek Afektif, dimana aspek ini berkembang dari pengalaman pribadi yang berasal dari sikap orang yang penting seperti orangtua, guru dan teman sebaya terhadap aktivitas yang sejalan dengan minat tersebut.

- Pengalaman dari Sikap Orangtua, yaitu sikap orangtua yang memberikan perhatian dan dukungan keinginan anak dalam suatu hal.

Semakin besar perhatian dan dukungan orangtua, maka akan semakin senang dan besar pula minat anak. Sebaliknya, semakin kurang perhatian dan dukungan orangtua maka minat pun akan semakin berkurang.

- Pengalaman dari Sikap Guru, dimana pendidik merupakan orangtua anak ketika mereka berada di sekolah. Selain itu, guru juga menjadi faktor penentu besarnya minat siswa akan suatu hal.

- Pengalaman Teman Sebaya, sebagai seorang anak mereka akan selalu mencari lingkungan yang sesuai dengan dirinya. Artinya, anak akan berhubungan dengan teman sebayanya. Hal tersebut tentu akan menjadi pengalaman yang akan memengaruhi pola pikir anak.

2.3.6. Sikap

Berkowitz (dalam Azwar, 2007: 5) mengatakan bahwa adanya lebih dari tiga pulu definisi tentang sikap. Pada umumnya, puluhan definisi tersebut dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari tiga kerangka pemikiran. Pertama, kerangka pemikiran yang diwakili oleh para ahli psikologi seperti Louis Thurstone, Rensis

(54)

Likert dan Charles Osgood. Mereka berpendapat bahwa sikap dipandang sebagai bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Sikap seseorang terhadap suatu objek merupakan perasaan mendukung atau memihak maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak pada suatu objek.

Secara lebih spesifik, Thurstone memberikan formulasi sikap sebagai derajat afek positif atau negatif terhadap suatu objek psikologis. Kedua, La Pierre juga mengartikan sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif dan predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial. Dengan kata lain, secara lebih sederhana sikap adalah respon terhadap rangsangan sosial yang dikondisikan. Ketiga, yaitu kelompok yang berorientasi pada skema triadic (triadic scheme), dimana kerangka pemikiran ini memandang sikap sebagai konstelasi komponen-komponen kognitif, afektik dan konatif yang saling berhubungan dalam memahami, merasakan dan berprilaku terhadap suatu objek.

Selanjutnya, Secord dan Backman (dalam Azwar, 2007: 5) mengartikan sikap sebagai keteraturan tertentu tentang perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi) dan tindakan (konasi) individu terhadap aspek di sekitar hidupnya.

Kognitif, afektif dan tindakan secara umum merupakan tiga kompenen sikap, dimana komponen kognitif adalah sikap yang berkenaan dengan penilaian individu terhadap objek dan subjek. Informasi yang diterima pikiran manusia masuk melalui proses analisis, sintesis dan evaluasi yang kemudian menghasilkan nilai baru. Hal tersebut akan diakomodasi atau diasimilasikan dengan pengetahuan yang telah ada terlebih dulu di dalam otak manusia. Kebaruan nilai yang diyakini benar, baik, indah dan sebagainya akan memengaruhi emosi atau komponen afektif dari sikap seseorang pada akhirnya. Oleh karena itu, afektif merupakan perasaan

(55)

atau emosi individu terhadap objek dan subjek yang sejalan dengan hasil penilaiannya.

Komponen tindakan adalah aspek yang berkenaan dengan keinginan individu untuk melakukan perbuatan sesuai dengan keyakinan dan keinginannya.

Sikap seseorang terhadap suatu objek atau subjek dapat bernilai positif dan negatif.

Oleh karena itu, pentingnya individu untuk memanifestasikan sikap untuk terlihat sebagai tanggapan seseorang tentang apakah ia menerima atau menolak, setuju atau tidak setuju terhadap objek dan subjek tertentu. Komponen kognitif, afektif dan konatif atau tindakan merupakan suatu kesatuan sistem, sehingga tidak dapat dilepas antara satu dengan lainnya. Ketiga kompenen tersebut secara bersama-sama akan membentuk sikap pribadi. Kemudian, sikap dapat diklasifikasikan menjadi sikap individu dan sosial (Gerungan, 2009: 161).

Sikap sosial dinyatakan dengan cara kegiatan yang sama dan berulang terhadap objek sosial dan biasanya dinyatakan oleh sekelompok orang atau masyarakat. Sedangkan, sikap individu adalah sikap yang dimiliki dan dinyatakan oleh seseorang, dimana pada akhirnya hal itu akan membentuk sikap sosial manakala adanya keberagaman sikap terhadap suatu objek pengetahuan yang dimiliki orang (Gerungan, 2009: 163-164). Semakin kompleks situasi dan banyak faktor yang ikut menjadi pertimbangan, maka akan semakin sulit memprediksi perilaku dan penafsirannya sebagai indikator sikap individu. Hal itulah yang dijelaskan oleh Theory of Reasoned Action, dimana respon perilaku ditentukan tidak hanya oleh sikap individu, tetapi juga oleh norma subjektif yang terdapat dalam diri individu (Baron, 2003: 135).

Referensi

Dokumen terkait

7.2 Kondisi untuk penyimpanan yang aman, termasuk ketidakcocokan Bahan atau campuran tidak cocok. Pertimbangan untuk nasihat lain •

1) Cephalo pelvic disproportion/ disproporsi kepala panggul yaitu apabila bayi terlalu besar atau pintu atas panggul terlalu kecil sehingga tidak dapat

Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa bagi hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah menabung pada PT.BPRS Bangka Belitung Cabang

Pelaksanaan dan proses pembelajaran yang menarik perhatian siswa dengan pemilihan metode yang baik, penggunaan metode pembelajaran akan mempermudah mentor untuk

Meyerhoff (2006) states that code mixing “generally refers to the alternation between varieties, or codes within a clause or phrase.” Code mixing occurs when speaker use

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Analisis data digunakan dalam penelitian secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, 1)

Biaya'operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 digunakan untuk pembayaran honorarium, pengadaan bahan, alat tulis kantor, cetak/stensil, fotocopy/penggandaan,

Penambahan luas ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah kabupaten terutama DKP yang terus melakukan pembangunan dan optimalisasi TPST untuk dapat memenuhi Sidoarjo Zero