• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI PENGARUH PERSONAL CAPABILITY (Halaman 23-0)

BAB I PENDAHULUAN

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kegunaan bagi :

1. Bagi peneliti

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan peneliti dalam pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem informasi akuntansi.

2. Bagi PT.Bank SUMUT Kota Binjai

Sebagai suatu informasi dalam meningkatkan efektivitas sistem informasi akuntansi serta memperhatikan aspek-aspek apa saja yang menjadi motivasi seorang karyawan sehingga dapat menghasilkan kinerja yang optimal dan pihak-pihak lain yang berkepentingan agar dapat mengambil kebijakan-kebijakan terkait dengan peningkatan efektivitas sistem informasi akuntansi.

3. Bagi akademis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah untuk pengetahuan ilmu pengetahuan, memperluas wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem informasi akuntansi.

4. Peneliti selanjutnya

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan dan referensi bagi penelitian selanjutnya yang terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem informasi akuntansi.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Teori TAM (Technology Acceptance Model)

Model TAM dikembangkan oleh Davis (1989), model ini merupakan salah satu model penelitian teknologi informasi yang paling banyak digunakan. Tujuan dari TAM adalah untuk menjelaskan faktor eksternal dari perilaku pengguna teknologi informasi terhadap penerimaan penggunaan teknologi informasi itu sendiri. TAM menggambarkan penerimaan teknologi informasi dengan dimensi tertentu yang dapat mempengaruhi diterima tidaknya teknologi informasi oleh pengguna (user).Secara empiris TAM telah terbukti memberikan gambaran umum pada aspek perilaku pengguna PC, dimana banyak pengguna PC bisa dengan mudah menerima suatu teknologi informasi karena sesuai dengan yang diinginkannya (Igbaria et al, 1997 dalam Lucyanda , 2010).

Teori TAM menunjukkan bahwa keinginan perilaku seseorang dalam menggunakan suatu sistem ditentukan oleh dua keyakinan, yaitu:

(a) Manfaat yang dirasakan (perceived usefulness), yaitu keyakinan seseorang bahwa dengan menggunakan sistem akan meningkatkan kinerjanya dalam bekerja. Pengukuran manfaat ini didasarkan pada frekuensi penggunaan dan keragaman aplikasi yang dijalankan. Seseorang akan menggunakan TI jika mengentahui manfaat positif atas penggunaan

teknologi informasi tersebut (Thompson, 1991), dan (b) Kemudahan penggunaan (perceived ease of use), yang didefinisikan dimana seseorang merasa yakin dengan menggunakan system tersebut tidak memerlukan upaya apapun (free of effort) (Davis, 2000 dalam Lucyanda,2010).

2.1.2 Teori Kontijensi

Teori kontijensi merupakan konsep yang dirumuskan oleh Drazin dan Van de Ven. Teori ini mengajukan tiga pendekatan penting dalam riset kontijensi, yaitu seleksi (selection), interaksi (interaction), dan sistem (system). Teori kontijensi dalam arti luas menyatakan bahwa keefektivitasan organisasi merupakan suatu fungsi kesesuaian antara sistem lingkungan di mana suatu organisasi tersebut beroperasi. Teori kontijensi merupakan alat pertama dan yang paling terkenal untuk menjelaskan berbagai variasi dalam struktur organisasi. Faktor kontijen secara tidak langsung menciptakan kebutuhan-kebutuhan dalam integrasi informasi yang dibutuhkan untuk koordinasi dan pengendalian organisasi.

Teori kontijensi mendukung terwujudnya efektivitas sistem informasi akuntansi. Penerapan teori dalam sistem informasi akuntansi erat kaitannya dengan efek teknologi, efek lingkungan, dan efek struktur organisasi. Struktur organisasi, lingkungan, dan teknologi informasi merupakan tiga faktor penting yang saling berhubungan dalam peningkatan kinerja dan efektivitas organisasi (Paranoan et al, 2019)

Pemakaian SIA dalam suatu perusahaan dilihat dari seorang pengguna komputer meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan komputer. Dengan demikian semakin mahir pemakai maka semakin efektif penerapan sistem informasi akuntansi di suatu perusahaan yang akan mengakibatkan meningkatnya kinerja individual yang bersangkutan (Sari, 2009 dalam Paranoan, 2019).

2.2 Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Efektivitas sistem informasi akuntansi adalah keberhasilan yang dicapai oleh sistem informasi akuntansi dalam menghasilkan informasi yang tepat waktu, akurat dan dapat diandalkan. Menurut Adisanjaya et al (2017) efektivitas sistem informasi akuntansi merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran sejauh mana target dapat dicapai dari suatu kumpulan sumber daya yang diatur untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data elektronik, kemudian mengubahnya menjadi sebuah informasi yang berguna serta menyediakan laporan formal yang dibutuhkan dengan baik secara kualitas maupun waktu.

Sistem informasi akuntansi didefinisikan sebagai sumber daya manusia dan modal dalam suatu organisasi yang mempunyai tugas dalam menyiapkan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari sebuah kegiatan pengumpulan dan pengolahan transaksi bisnis (Baridwan, 2003:3). Sistem informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan, fleksibilitas, integrasi dan keakuratan informasi yang dihasilkan, dengan demikian banyak pihak yang

memanfaatkan sistem informasi untuk mencapai keunggulan perusahaan (Mahendra dan Affandy, 2013).

Efektivitas adalah seberapa baik pekerjaan yang dilakukan, sejuah mana seseorang menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan (Kristiani, 2012 dalam Marlina 2017). Dalam sistem informasi akuntansi dapat dikatakan efektif menurut Delone (1992) dalam Marlina (2017) harus memenuhi persyaratan, yakni: informasi yang dihasilkan harus berkualitas dan harus berkaitan dengan output sistem informasi. Output dari sistem informasi akuntansi adalah informasi-informasi yang akan berguna dalam mengukur kinerja keuangan dan menghasilkan laporan keuangan perusahaan yang akurat.

2.3 Personal Capability, Pengalaman Kerja, Partisipasi Pemakai, Kecanggihan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi

2.3.1 Personal Capability

Personal Capability atau kemampuan pengguna adalah suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Menurut Adisanjaya et al (2017) secara umum kemampuan personal sangat dibutuhkan, dimana kemampuan personal akan menunjukkan sejauh mana kualitas pribadi seseorang dalam menguasai teknik pengelolaan sistem akuntansi yang dikembangkan. Keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologinya tetapi juga ditentukan oleh kesesuaian lingkungan pengguna sistem yang terkait. Informasi pada suatu perusahaan tergantung bagaimana sistem

tersebut dijalankan, kemudahan sistem bagi para pemakainya, dan pemanfaatan teknologi yang digunakan (Goodhue dan Thompson, 1995 dalam Lestari et al, 2017).

Kemampuan keseluruhan seorang individu pada dasarnya terdiri atas dua kelompok faktor, yaitu : (a) Kemampuan intelektual (Intelectual Ability), merupakan kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas mental (berfikir, menalar dan memecahkan masalah).

(b) Kemampuan fisik (Physical Ability), merupakan kemampuan melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan, dan karakteristik serupa. Dimana, Bodnar dan Hopwood (2000:29) dalam Adisanjaya et al (2017) yang menyatakan bahwa suatu keberhasilan implementasi sistem tidak hanya ditentukan pada penguasaan teknik belaka, namun faktor perilaku dan individu pengguna sistem sangat menentukan kesuksesan implementasi suatu sistem. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan adalah kesanggupan atau kecakapan seseorang untuk menguasai suatu keahlian dan digunakan untuk melaksanakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.

2.3.2 Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja adalah proses atau tingkat penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai seseorang dalam pekerjaannya, yang dapat diukur sesuai dengan lamanya masa kerja, tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya (Anggarini et al,

2021). Dengan pengalaman kerja yang telah dimiliki sebelumnya, akan menghasilkan kualitas kerja sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh perusahaan dan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan dalam pencatatan.

Dengan pengalaman kerja, seseorang dapat dengan mudah memahami cara kerja serta penyesuaian dan kerjasama antar karyawan mudah terjalin dan secara psikologis akan tenang menghadapi masalah pekerjaan.

Seseorang yang memiliki banyak pengalaman kerja diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perusahaan tempat ia bekerja, karena pengalaman menunjukkan jenis-jenis pekerjaan yang pernah dilakukan seseorang dan memberikan kesempatan yang besar bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik (Anggarini et al, 2021). Pengalaman serta latihan akan diperoleh melalui suatu masa kerja. Melalui pengalaman kerja seseorang secara sadar atau tidak sadar belajar, sehingga memiliki kecakapan teknis, serta keterampilan dalam menghadapi pekerjaa.Selain itu pengalaman dan pelatihan kerja yang dilakukan mempermudah karyawan dalam menyelesaiakn setiap pekerjaan yang dibebankan (Marlina, 2017).

2.3.3 Partisipasi Pemakai

Dalam pengembangan sistem informasi akuntansi, baik manual maupun komputer, diperlukan keterlibatan pemakai baik dalam tahap perencanaan maupun pengembangan sistem. Partisipasi pemakai menurut Barki (1994) dalam Pardani (2017) sebagai perilaku penugasan dan

aktivitas yang dilakukan atau yang mewakilinya selama proses pengembangan sistem informasi.

Adanya partisipasi pemakai sistem informasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas sistem informasi, karena suatu sistem infomasi tidak akan efektif dalam membantu pekerjaan apabila tidak melibatkan pemakai sistem informasi akuntansi. Menurut Ginzberg (1981) dalam Artanaya dan Yadyana (2016) dengan adanya partisipasi pemakai dalam pengembangan sistem informasi akan memberikan dampak positif terhadap organisasi dan memberikan keuntungan ekonomis.

Kepuasan pemakai mengungkapkan keselarasan antara harapan pemakai dan hasil yang diperoleh dari sistem berkenaan dengan partisipasinya yang diberikannya selama pengembangan sistem. Pemakai sistem informasi akuntansi yang dilibatkan dalam proses pengembangan sistem informasi akuntansi akan menimbulkan keinginan dari pemakai untuk menggunakan SIA sehingga pemakai akan merasa lebih memiliki sistem informasi yang digunakan sehingga kinerja sistem informasi akuntansi dari sistem yang digunakan menjadi meningkat.

2.3.4 Kecanggihan Teknologi Informasi

Kecanggihan teknologi informasi adalah suatu konstruksi/susunan sistem yang mengacu pada karakter, kompleksitas dan ketergantungan manajemen terhadap penggunaan TI dalam suatu organisasi (Raymond dan Pare dalam Ratnaningsih, 2014). Kecanggihan teknologi saat ini

mengalami perkembangan yang pesat bahkan dapat menghasilkan berbagai macam sistem teknologi yang dirancang untuk membantu pekerjaan manusia menghasilkan informasi yang berkualitas.

Hussin et al dalam Ratnaningsih (2014), menjelaskan bahwa kecanggihan teknologi mencerminkan keanekaragam jumlah teknologi yang digunakan sedangkan kecanggihan informasi ditandai oleh sifat portofolio penerapannya. Hubungan kecanggihan teknologi informasi dan efektivitas sistem informasi akuntansi dapat dijelaskan dengan pemikiran bahwa sistem yang memiliki kecanggihan informasi yang baik akan membantu perusahaan menghasilkan informasi yang cepat dan akurat untuk pembuatan keputusan yang efektif (Dwitraani dalam Marlina,2017).

Maharsi (2004) dalam Marlina (2014) mendefinisikan teknologi informasi sebagai perpaduan antara teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya seperti perangkat keras, database, teknologi jaringan dan peralatan telekomunikasi lainya. Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa teknologi informasi berkaitan dengan data dan komputer yang dapat menghasilkan sebuah informasi kemudian dikomunikasikan kepada manusia.

2.3.5 Pemanfaatan Teknologi Informasi

Teknologi informasi dapat memberikan peluang dan mendukung perusahaan untuk lebih kompeten di era globalisasi. Keberhasilan pembangunan sistem informasi pada suatu perusahaan tergantung

bagaimana sistem tersebut dijalankan, kemudahan sistem bagi para pemakainya, dan pemanfaatan teknologi yang digunakan (Goodhue, 1995 dalam Lestari et al, 2017).

Pemanfaatan teknologi informasi merupakan penggunaan secara optimal dari komputer, perangkat lunak (software), database, jaringan (internet, intranet), electronic commerce, dan jenis lainnya yang berhubungan dengan teknologi (Nurillah, 2014 dalam Paranoan et al, 2017). Pemanfaatan teknologi informasi dalam hal ini penggunaan komputer dapat membantu proses pengumpulan informasi lebih cepat dan akurat. Pemanfaatan teknologi informasi mencakup adanya (a) pengolahan data, pengolahan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronik, dan (b) pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat diakses dengan mudah dan murah oleh masyarakat.

2.4 Tinjauan Penelitian Terdahulu

Pada tinjauan penelitian terdahulu akan diuraikan mengenai hasil-hasil penelitian yang didapat oleh peneliti terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji pengaruh variabel-variabel yang mempengaruhi efektivitas sistem informasi akuntansi. Berikut disajikan dalam tabel penelitian terdahulu:

Tabel 2. 1

Tinjauan Penelitian Terdahulu No. Penelitian

(Tahun)

Variabel Penelitian Hasil Penelitian 1. Pardani dan

Variabel Independen:

Variabel Independen:

Efektivitas sistem informasi akuntansi adalah keberhasilan yang dicapai oleh sistem informasi akuntansi dalam menghasilkan informasi yang tepat waktu, akurat dan dapat diandalkan. Faktor penting yang dapat mempengaruhi keefektivan sistem informasi akuntansi diharapkan mempunyai pengaruh yang positif yang dapat menunjukkan tingkat keberhasilan sistem dalam menjalankan fungsinya. Dalam sistem informasi akuntansi dapat dikatakan efektif menurut

Delone (1992) dalam Marlina (2017) harus memenuhi persyaratan, yakni:

informasi yang dihasilkan harus berkualitas dan harus berkaitan dengan output sistem informasi.

Dalam penyusunan laporan keuangan tidak jarang terdapat kesalahan-kesalahan ataupun ketidakakuratan dalam pencatatan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam hal ini penggunaan komputer dapat membantu proses pengumpulan informasi lebih cepat dan akurat. Pemakaian SIA dalam suatu perusahaan dilihat dari seorang pengguna komputer meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan komputer. Dengan demikian semakin mahir pemakai maka semakin efektif penerapan sistem informasi akuntansi di suatu perusahaan yang akan mengakibatkan meningkatnya kinerja individual yang bersangkutan (Sari, 2009 dalam Paranoan et al, 2019).

Kerangka konseptual memaparkan secara teoritis hubungan antarvariabel yang diteliti. Berdasarkan perumusan masalah dan tujuan penelitian untuk menilai efektivitas sistem informasi akuntansi, maka kerangka konseptual dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2. 1 Kerangka Konseptual

2.6 Hipotesis Penelitian

2.6.1 Pengaruh Personal Capability terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Personal Capability atau kemampuan pengguna adalah suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan teknik pemakai sistem informasi berperan penting dalam mengembangkan sistem informasi untuk dapat menghasilkan informasi guna menciptakan laporan perencanaan yang akurat, oleh karena itu setiap karyawan harus dapat menguasai penggunaan sistem berbasis komputer agar dapat memeroses sejumlah transaksi dengan cepat dan terintegrasi, dapat menyimpan data dan mengambil data dalam jumlah

yang besar, dapat mengurangi kesalahan matematik, menghasilkan laporan tepat waktu dalam berbagai bentuk, serta dapat menjadi alat bantu keputusan (Yullian, 2011:6 dalam Pardani, 2017).

Penelitian terdahulu yang dilakukan Lestari et al (2017) membuktikan bahwa kemampuan personal berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesis yang diajukan adalah:

H1 : Personal Capability berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi

2.6.2 Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Pengalaman kerja sangatlah penting dalam hal melakukan pekerjaan karena dengan adanya pengalaman kerja yang mencukupi akan meningkatkan kinerja dari orang tersebut (Wahyuni et al, 2021).

Pengalaman kerja adalah proses atau tingkat penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai seseorang dalam pekerjaannya, yang dapat diukur sesuai dengan lamanya masa kerja, tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya (Anggarini et al, 2021). Dengan pengalaman kerja yang telah dimiliki sebelumnya, akan menghasilkan kualitas kerja sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh perusahaan dan dapat mengurangi kesalahan dalam pencatatan.

Penelitian yang dilakukan Sari et al, 2021 membuktikan bahwa pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesis yang diajukan adalah:

H2 : Pengalaman kerja berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi

2.6.3 Pengaruh Partisipasi Pemakai terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Partisipasi pemakai menurut Barki dan Hartwick (1994) dalam Pardani (2017) sebagai perilaku penugasan dan aktivitas yang dilakukan atau diwakili selama proses pengembangan sistem informasi. Dalam pengembangan sistem informasi akuntansi, baik manual maupun komputer, diperlukan keterlibatan pemakai baik dalam tahap perencanaan maupun pengembangan sistem. Adanya partisipasi pemakai sistem informasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas sistem informasi, karena suatu sistem infomasi tidak akan efektif dalam membantu pekerjaan apabila tidak melibatkan pemakai sistem informasi akuntansi.

Menurut Ginzberg (1981) dalam Artanaya dan Yadyana (2016) dengan adanya partisipasi pemakai dalam pengembangan sistem informasi akan memberikan dampak positif terhadap organisasi dan memberikan keuntungan ekonomis. Penelitian yang dilakukan oleh Lestari et al (2017) menyatakan bahwa partisipasi pemakai berpengaruh terhadap efektivitas

sistem informasi akuntansi. Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesis yang diajukan adalah:

H3 : Partisipasi pemakai berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi

2.6.4 Pengaruh Kecanggihan Teknologi Informasi terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Kecanggihan teknologi saat ini mengalami perkembangan yang pesat bahkan dapat menghasilkan berbagai macam sistem teknologi yang dirancang untuk membantu pekerjaan manusia menghasilkan informasi yang berkualitas. Raymond dan Pare dalam Ratnaningsih (2014) mendefinisikan bahwa kecanggihan teknologi informasi sebagai suatu konstruksi yang mengacu pada penggunaan alam, kompleksitas dan saling ketergantungan teknologi informasi dan manajemen dalam suatu organisasi.

Hubungan kecanggihan teknologi informasi dan efektivitas sistem informasi akuntansi dapat dijelaskan dengan pemikiran bahwa sistem yang memiliki kecanggihan informasi yang baik akan membantu perusahaan menghasilkan informasi yang cepat dan akurat untuk pembuatan keputusan yang efektif (Dwitraani dalam Marlina,2017). Penelitian terdahulu yang dilakukan Marlina (2017) membuktikan bahwa kecanggihan teknologi informasi berpengaruh terhadap efektivitas sistem

informasi akuntansi. Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesis yang diajukan adalah:

H4 : Kecanggihan teknologi informasi berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi

2.6.5 Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Pemanfaatan teknologi informasi merupakan penggunaan secara optimal dari komputer, perangkat lunak (software), database, jaringan (internet, intranet), electronic commerce, dan jenis lainnya yang berhubungan dengan teknologi (Nurillah, 2014 dalam Paranoan et al, 2017). Pemanfaatan teknologi informasi dalam hal ini penggunaan komputer dapat membantu proses pengumpulan informasi lebih cepat dan akurat. Teknologi informasi dapat memberikan peluang dan mendukung perusahaan untuk lebih kompeten di era globalisasi.

Penelitian terdahulu yang dilakukan Putra et al (2014) membuktikan bahwa Pemanfaatan Teknologi Informasi berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesis yang diajukan adalah:

H5 : Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, ditinjau dari tingkat ekplanasi penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan bentuk hubungan kausal. Menurut Sugiyono (2017:20), penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana hubungan antara satu variabel mempengaruhi variabel lain. Sedangkan hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat.

Hubungan sebab-akibat dalam penelitian ini adalah menjelaskan tentang pengaruh Personal Capability, Pengalaman Kerja, Partisipasi Pemakai, Kecanggihan dan Pemanfaatan Teknologi informasi pada PT. Bank SUMUT Kota Binjai.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank SUMUT di wilayah Kota Binjai.

Penelitian ini dilaksanakan pada 23 April 2021.

3.3 Definisi Operasional

Dalam penelitian ini ada 5 (lima) variabel yang diteliti, yaitu Personal Capability, Pengalaman Kerja, Partisipasi Pemakai, Kecanggihan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi. Dari variabel tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu variabel bebas yang terdiri dari Personal Capability, Pengalaman Kerja,

partisipasi pemakai, kecanggihan dan pemanfaatan teknologi informasi serta variabel terikat yaitu efektivitas sistem informasi akuntansi.

Tabel 3. 2 Definisi Operasional

No. Variabel Definisi Operasional Indikator Skala 1. Efektivitas

4. Partisipasi

dilakukan secara

komputerisasi penggunaan software sesuai undang-undang.

3.3.1 Variabel Independen

Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen atau variabel terikat. Variabel independen pada penelitian ini adalah:

a. Personal Capability

Personal Capability adalah suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.Variabel ini diukur dengan beberapa indikator berikut ini:

1. Pengetahuan 2. Kemampuan 3. Keahlian

b. Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja adalah proses atau tingkat penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai seseorang dalam pekerjaannya, yang dapat diukur sesuai dengan lamanya masa kerja, tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.

Variabel ini diukur dengan beberpapa indikator berikut ini : 1. Lama waktu dan masa kerja

2. Penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan

3. Tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki

c. Partisipasi Pemakai

Partisipasi pemakai adalah perilaku penugasan dan aktivitas yang dilakukan atau yang mewakilinya selama proses pengembangan sistem informasi. Variabel ini diukur dengan beberapa indikator berikut ini:

1. Ikut serta berpartisipasi dalam pengembangan sistem informasi

2. Meningkatkan hubungan antara user dan manajemen

3. Merasa memiliki dan turut menjaga atas sistem yang dibangun

4. Menghasilkan sistem informasi yang bernilai 5. Memberikan kepuasan bagi manajemen

d. Kecanggihan teknologi informasi

Kecanggihan teknologi informasi adalah sebuah konstruksi / susunan sistem yang mengacu pada karakter, kompleksitas dan ketergantungan manajemen terhadap penggunaan TI dalam sebuah organisasi.Variabel ini diukur dengan beberapa indikator berikut ini:

1. Dokumentasi pengembangan 2. Teknik dan waktu pencatatan 3. Meningkatkan kinerja perusahaan

e. Pemanfaatan teknologi informasi

Pemanfaatan teknologi informasi merupakan penggunaan secara optimal dari computer, perangkat lunak, database, jaringan, electronic commerce, dan jenis lainnya yang berhubungan dengan teknologi. Variabel ini diukur dengan beberapa indikator berikut ini:

1. Jumlah computer yang memadai 2. Pemanfaatan jaringan internet

3. Proses akuntansi dilakukan secara komputerisasi 4. Penggunaan software sesuai undang-undang

3.3.2 Variabel Dependen

Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang menjadi perhatian utama peneliti. Tujuan peneliti adalah memahami dan membuat variabel terikat, menjelaskan variabilitasnya, atau memprediksinya.

a. Efektivitas sistem informasi akuntansi

Efektivitas sistem informasi akuntansi adalah keberhasilan yang dicapai oleh sistem informasi akuntansi dalam menghasilkan

informasi yang tepat waktu, akurat dan dapat diandalkan. Variabel ini diukur dengan beberapa indikator berikut ini:

1. Kualitas sistem 2. Kualitas informasi 3. Kualitas layanan 4. Pengguna informasi 5. Kepuasan pengguna 6. Manfaat penggunaan

3.4 Skala Pengukuran Variabel

Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Menurut Sugiyono (2017:158), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Metode pengukuran ini dikembangkan oleh Rensis Likert sehingga metode ini dikenal dengan nama Skala Likert. Dalam skala Likert, variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Responden diminta memberikan pendapat setiap butir pertanyaan.

Berikut adalah penilaian kuesioner dengan menggunakan skala likert.

a. Sangat Setuju (SS), diberi nilai 5 b. Setuju (S), diberi nilai 4

c. Netral (N), diberi nilai 3

d. Tidak Setuju (TS), diberi nilai 2

e. Sangat Tidak Setuju (STS), diberi nilai 1

Dalam skala ini, jawaban tiap indikator instrumen dari yang paling positif sampai yang paling negatif.

3.5 Populasi dan Sampel

3.5.1 Populasi Penelitian

Populasi adalah sekumpulan individu yang memiliki karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam lingkup yang ingin diteliti (Sugiarto, 2016:134). Dengan mempelajari sampel, peneliti akan mampu menarik kesimpulan yang dapat mencerminkan populasi dalam penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai PT.Bank Sumut (tidak termasuk supir, satpam, TKAD, cleaning service) yang berada di wilayah Kota Binjai, yaitu :

1. Bank Sumut Binjai (KCU) 2. Bank Sumut Linchun (KCP) 3. Bank Sumut Pasar Tavip (KCP) 4. Bank Sumut Kuala (KCP) 5. Bank Sumut Diski (KCP)

1. Bank Sumut Binjai (KCU) 2. Bank Sumut Linchun (KCP) 3. Bank Sumut Pasar Tavip (KCP) 4. Bank Sumut Kuala (KCP) 5. Bank Sumut Diski (KCP)

Dalam dokumen SKRIPSI PENGARUH PERSONAL CAPABILITY (Halaman 23-0)

Dokumen terkait