RAMBU, MARKA, DAN ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS (APIL)
RAMBU PETUNJUK
2. Marka Jalan Lalu Lintas
a. Pengertian
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1) Marka Jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong, serta lambang yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 51 lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas.
2) Marka Membujur adalah Marka Jalan yang sejajar dengan sumbu jalan.
3) Marka Melintang adalah Marka Jalan yang tegak lurus terhadap sumbu jalan.
4) Marka Serong adalah Marka Jalan yang membentuk garis utuh yang tidak termasuk dalam pengertian Marka Membujur atau Marka Melintang, untuk menyatakan suatu daerah permukaan jalan yang bukan merupakan jalur lalu lintas kendaraan.
5) Marka Lambang adalah Marka Jalan berupa panah, gambar, segitiga, atau tulisan yang dipergunakan untuk mengulangi maksud rambu lalu lintas atau untuk memberitahu pengguna jalan yang tidak dapat dinyatakan dengan rambu lalu lintas.
6) Marka Kotak Kuning adalah Marka Jalan berbentuk segi empat berwarna kuning yang berfungsi melarang kendaraan berhenti di suatu area.
7) Jalur adalah bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan.
8) Lajur adalah bagian jalur yang memanjang, dengan atau tanpa Marka Jalan, yang memiliki lebar cukup untuk dilewati satu kendaraan bermotor, selain sepeda motor.
9) Pulau Lalu Lintas adalah bagian jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, dapat berupa Marka Jalan atau bagian jalan yang ditinggikan.
b. Spesifikasi Teknis Marka Jalan
Marka Jalan berfungsi untuk mengatur lalu lintas, memperingatkan, atau menuntun pengguna jalan dalam berlalu lintas.
Marka Jalan berupa:
1) Peralatan.
2) tanda.
c. Marka Jalan Berupa Peralatan
Marka Jalan berupa peralatan, meliputi:
1) Paku jalan.
2) Alat pengarah lalu lintas.
3) Pembagi lajur atau jalur.
d. Marka Jalan Berupa Tanda
Marka Jalan berupa tanda,meliputi:
1) Marka Membujur.
2) Marka Melintang.
3) Marka Serong.
4) Marka Lambang.
5) Marka Kotak Kuning.
6) Marka lainnya.
Marka Jalan dapat berwarna:
1) Putih.
Marka Jalan berwarna putih menyatakan bahwa pengguna jalan wajib mengikuti perintah atau larangan sesuai dengan bentuknya.
2) Kuning.
Marka Jalan berwarna kuning menyatakan bahwa pengguna jalan dilarang berhenti pada area tersebut.
3) Merah
Marka Jalan berwarna merah menyatakan keperluan atau tanda khusus.
4) Warna lainnya.
Marka Jalan warna lainnya yaitu Marka Jalan berwarna hijau dan coklat, yang menyatakan daerah kepentingan khusus yang harus dilengkapi dengan rambu dan/atau petunjuk yang dinyatakan dengan tegas.
e. Penyelenggaraan Marka Jalan
Penyelenggaraan Marka Jalan meliputi kegiatan:
1) Penempatan.
2) Pemeliharaan.
3) Penghapusan.
Penyelenggaraan Marka Jalan,dilakukan oleh:
4) Menteri, untuk jalan nasional.
5) gubernur, untuk jalan provinsi.
6) bupati, untuk jalan kabupaten dan jalan desa.
7) walikota, untuk jalan kota.
Penyelenggaraan Marka Jalan untuk Jalan tol dilakukan oleh penyelenggara jalan tol mendapatkan penetapan Menteri.
f. Pembuatan Marka Jalan
Pembuatan Marka Jalan dilakukan oleh badan usaha yang telah memenuhi persyaratan:
1) Spesifikasi teknis bahan.
2) Bahan, perlengkapan dan peralatan produksi.
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 53 3) Sumber daya manusia yang berkompenten dibidang
perlengkapan jalan.
GAMBAR 1
PAKU JALAN A. PAKU JALAN BE
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 55
GAMBAR 6
BENTUK DAN UKURAN MARKA MEMBUJUR a. Jalan 2 jalur, 2 arah dengan lebar > 550 cm.
V = <60 Km/jam 12 cm x 3 m 5 m 3 m 5 m 3 m
b. Jalan lebih dari dua jalur
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 57
GAMBAR 7
BENTUK DAN UKURAN MARKA MEMBUJUR
Berfungsi sebagai garis peringatan pada jalur percepatan/perlambatan sebelum pendekat penghalang (aproach line) atau pada garis dilarang menyiap di tikungan.
3 m
1,5 m 3 m 1,5 m 3 m
15 cm
GRS.PERINGATAN
MIN. 50 m GRS.PEMISA
H GRS. PENDEKAT
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 59
GAMBAR 11
BENTUK DAN UKURAN MARKA MELINTANG
Marka Pengarah Lalu Lintas dipasang di daerah sebelum dan sesudah adanya penghalang, yang berfungsi sebagai pengarah lalu lintas.
Arah Panah digambar menghadap arah lalu lintas.
m 1
15 cm
30 c m
1 m
15 cm
30 c m
m 2
15 cm
30 c m
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 61
3 5c m3 0cm 2 0c m 5 0cm 1 5c m 3 0cm3 0c m3 0Cm
GAMBAR 12
BENTUK DAN UKURAN MARKA LAMBANG
Tanda panah (tanda pengarah lajur)
2 m 3 m
10 cm 90 cm 70 cm
1,4 m 1,1 m
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 63
GAMBAR 19
BENTUK DAN UKURAN MARKA LAINNYA Bentuk Marka Larangan Parkir Atau Berhenti
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 65
GAMBAR 21
BENTUK DAN UKURAN MARKA LAINNYA Bentuk Lajur Khusus Sepeda
3 m
6 m
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 67 GAMBAR 23
BENTUK DAN UKURAN MARKA LAINNYA Bentuk Lajur Khusus Sepeda Motor
GAMBAR 22
BENTUK DAN UKURAN MARKA LAINNYA
Bentuk Lajur Khusus Bus
LAJUR KHUSU S BUS
LAJUR KHUSU S BUS
LAJUR KHUSU S BUS
LAJUR KHUSU S BUS
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 69
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 71 3. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.
a. Pengertian
1) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas adalah perangkat elektronik yang menggunakan isyarat lampu yang dapat dilengkapi dengan isyarat bunyi untuk mengatur lalu lintas orang dan/atau Kendaraan di persimpangan atau pada ruas jalan.
2) Luminer adalah seperangkat peralatan yang merupakan bagian dari Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dan berfungsi untuk menghasilkan, mengatur, dan mendistribusikan pencahayaan.
3) Tiang penyangga adalah pipa berbahan logam atau bahan lainnya yang digunakan untuk menambatkan Luminer.
b. Jenis dan fungsi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.
Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas terdiri atas:
1) lampu tiga warna.
a) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dengan lampu tiga warna dipergunakan untuk mengatur Kendaraan.
b) Lampu tiga warna terdiri dari lampu berwarna merah, kuning, dan hijau.
c) Lampu berwarna merah untuk menyatakan
Kendaraan harus berhenti dan tidak boleh sesudah lampu berwarna hijau padam, menyatakan lampu berwarna merah akan segera menyala, Kendaraan bersiap untuk berhenti. Kendaraan dan/atau Pejalan Kaki.
b) Lampu dua warna terdiri dari lampu berwarna merah dan hijau.
c) Lampu berwarna merah untuk menyatakan Kendaraan harus berhenti dan tidak boleh melewati marka melintang yang berfungsi sebagai garis henti.
d) Lampu berwarna hijau menyatakan Kendaraan berjalan.
3) lampu satu warna.
a) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dengan lampu satu warna dipergunakan untuk memberikan peringatan bahaya kepada Pengguna Jalan.
b) Lampu satu warna berwarna kuning kelap kelip atau merah.
c) Lampu berwarna kuning kelap kelip untuk menyatakan Pengguna Jalan berhati-hati.
d) Lampu berwarna merah untuk menyatakan Pengguna Jalan berhenti.
Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas berfungsi untuk mengatur lalu lintas orang dan/atau Kendaraan di persimpangan atau pada ruas jalan.
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 73 c. Spesifikasi Teknis Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
Komponen utama Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, terdiri atas:
1) Luminer.
2) tiang penyangga.
3) bangunan konstruksi pondasi.
4) perangkat kendali.
5) kabel instalasi.
d. Penyelenggaraan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
Penyelenggaraan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas meliputi kegiatan:
1) penempatan dan pemasangan.
a) Penempatan dan pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas harus memperhatikan:
b) desain geometrik jalan.
c) kondisi tata guna lahan.
d) jaringan lalu lintas dan angkutan jalan.
e) situasi arus lalu lintas.
f) kelengkapan bagian konstruksi jalan.
g) kondisi struktur tanah.
h) konstruksi yang tidak berkaitan dengan Pengguna Jalan.
i) Penempatan dan pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas harus pada ruang manfaat jalan dan dipasang bersamaan dengan rambu lalu lintas dan marka jalan.
2) Pemeliharaan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan berdasarkan:
a) umur teknis.
b) kebijakan pengaturan lalu lintas.
c) keberadaan fisik Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.
e. Pembuatan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
Pembuatan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dilakukan oleh badan usaha yang telah memenuhi persyaratan:
1) bahan, perlengkapan, dan peralatan produksi.
2) sumber daya manusia yang berkompetensi di bidang perlengkapan jalan.
FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS 75
Rangkuman
1. Rambu Lalu Lintas adalah salah satu dari perlengkapan-perlengkapan jalan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan atau perpaduan diantaranya sebagai peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi pemakai jalan.
2. Dasar hukum Rambu Lalu Lintas adalah UU Nomor 22 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 61 Tahun 1993.
3. Rambu Peringatan adalah rambu yg digunakan untuk menyatakan bahaya / tempat berbahaya pada jalan di depan pemakai jalan.
4. Rambu Perintah adalah rambu yg digunakan untuk menyatakan digunakan untuk menyatakan perintah yang diwajibkan dilakukan oleh pemakai jalan.
5. Rambu Larangan adalah rambu yang digunakan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang, yang dilakukan oleh pemakai jalan.
6. Rambu Petunjuk adalah rambu yang digunakan untuk menyatakan petunjuk mengenai jurusan jalan, situasi, kota, tempat pengaturan, fasilitas dan lain-lain bagi pemakai jalan.
7. Marka menurut UU No.22 Tahun 2009 adalah suatu tanda yang berada dipermukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong serta lambang yang berfungsi untuk mengarahkan arus Lalu Lintas dan membatasi daerah kepentingan Lalu Lintas.
8. Dasar hukum Marka Jalan adalah UU No.22 tahun 2009 dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 60 tahun 1993.
9. Marka jalan sesuai dengan fungsinya dikelompokan dalam 5 (lima) jenis yaitu marka membujur, melintang, serong, lambang dan marka lainnya.
10. APIL adalah perangkat elektronik yang menggunakan isyarat lampu yang dapat di lengkapi dengan isyarat bunyi untuk mengatur Lalulintas orang dan atau kendaraan di persimpangan atau pada ruas jalan.
11. Dasar hukum APIL adalah UU No.22 tahun 2009.
Latihan
1. Jelaskan Rambu Lalu Lintas ! 2. Jelaskan Marka Lalu Lintas ! 3. Jelaskan APIL !
77 FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA
MODUL 03
TURJAWALI
4 JP (180 menit)
Pengantar
Dalam modul ini materi yang akan dibahas yaitu tentang pengaturan Lalu Lintas, penjagaan Lalu Lintas, pengawalan Lalu Lintas dan patroli Lalu Lintas. Tujuan diberikannya modul ini agar peserta didik memahami dan menerapkan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli Lalu Lintas.
Kompetensi Dasar
Memahami dan menerapkan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli Lalu Lintas.
Indikator hasil belajar:
1. Menjelaskan pengaturan Lalu Lintas.
2. Menjelaskan penjagaan Lalu Lintas.
3. Menjelaskan pengawalan Lalu Lintas.
4. Menjelaskan patroli Lalu Lintas.
5. Mensimulasikan pelaksanaan kegiatan Turjawali Lalu Lintas.
78 FUNGSI TEKNIS LALU LINTAS