• Tidak ada hasil yang ditemukan

Market Transaction Cost dalam Industri Hotel di Tomohon

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Market Transaction Cost dalam Industri Hotel di Tomohon

Market transaction cost atau biaya transaksi pasar adalah salah satu jenis biaya transaksi pada industri hotel di Tomohon. Biaya transaksi ini muncul pada hubungan antara

ini muncul pada hubungan antara industri hotel dengan pihak lain yang terkait. Pihak-pihak lain tersebut adalah perusahaan outsourcing, perusahaan online/offline travel agent (OTA), perusahaan bisnis lainnya, dan juga karyawan.

Komponen-komponen biaya transaksi dalam jenis biaya transaksi pasar ini, dapat dilihat pada gambar 4.3. Pada gambar tersebut ditujukkan bahwa terdapat berbagai komponen biaya transaksi dalam jenis biaya transaksi ini. Komponen-komponen biaya transaksi tersebut, dijelaskan sebagai berikut:

1. Biaya Iklan dan Promosi

Sebagai industri bisnis yang menjual jasa dan pelayanan, industri hotel menerapkan berbagai strategi marketing, termasuk mengiklankan atau mempromosikan produk yang dijualnya. Industri hotel di Tomohon bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang mengiklankan dan mempromosikan produk-produk hotel. Produk-produk hotel tersebut, yakni kamar hotel, fasilitas kolam renang, restoran, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, produk-produk yang diiklankan dan dipromosikan tersebut, dipasarkan secara offline mapunun online. Untuk pemasaran secara offline, industri hotel di Tomohon bekerja sama dengan berbagai perusahaan travel agent, juga memasang atribut iklan di jalan. Berdasarkan informasi dari Pak Maikel (Hotel Highland), bahwa untuk iklan dan promosi secara offline hotel bekerjasama dengan perusahaan Safari tours and travel dan Tari tours and travel.

Selain itu, berdasarkan informasi dari Bu Sari (Hotel Wise), hotel memasarkan produknya lewat banner yang di pasang di jalan. Sedangkan, untuk pemasaran secara online, indsutri hotel di Tomohon pada umumnya bekerjasama dengan perusahaan online travel agent (OTA) dan media sosial. Untuk pemasaran lewat OTA, hotel bekerjasama dengan berbagai perusahaan. Berdasarkan informasi dari Jason (Hotel Jhoanie), perusahaan OTA yang memasang iklan dan promosi produk hotelnya yaitu Traveloka, Pegi-pegi.com, dan Agoda.

Sedangkan untuk pemasaran lewat media sosial, pada umumnya industri hotel di Tomohon

memanfaatkan media sosial Instagram dan Facebook, dengan membayarkan ads (iklan) di media sosial tersebut. Selain itu, ada juga hotel yang berupaya untuk membuat pemasaran lewat website hotelnya sendiri.

2. Biaya Pihak Ketiga

Biaya pihak ketiga dalam hal ini diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan oleh industri hotel untuk urusan antara hotel dengan pihak lain yang membutuhkan bantuan dari pihak ketiga. Berdasarkan informasi yang ditemui di lapangan, biaya pihak ketiga dikeluarkan oleh industri hotel apabila berurusan dengan pihak pemerintah, khsusunya untuk urusan perizinan. Dalam hal ini, pihak ketiga yang dimaksud, seperti pejabat pembuat akta tanah (PPAT), notaris, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mempermudah birokrasinya dengan ditangani oleh pihak-pihak yang berwajib tersebut.

3. Biaya Negosiasi

Biaya negosiasi dalam hal ini diartikan sebagai bentuk penawaran yang dilakukan antara industri hotel dengan perusahaan lain yang saling berelasi. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, industri hotel di Tomohon melakukan negosiasi dengan jaringan perusahaan, agar menjadi pelanggan tetap. Dalam hal ini, jenis negosiasi yang dibentuk berupa penawaran khusus yang diberikan oleh industri hotel. Penawaran khusus tersebut, seperti diskon harga kamar, mendapatkan fasilitas tambahan, dan lain sebagainya. Berdasarkan informasi dari Pak Maikel:

Kalo negosiasi kami pernah memberikan penawaran khusus untuk beberapa perusahaan, yang biasanya adalah tamu dari owner ato ga kenalan yang nginap di sini untuk urusan tertentu. Salah satunya itu dari perusahaan Gudang Garam. Tiap minggu mereka datang nginap di sini, dan biar mereka ga cari hotel lain maka kami sepakat untuk memberikan diskon harga kamar, terus free extra bed dan free sarapan pagi.

Selain itu, ada juga yang secara langsung menetapkan corporate rate berdasarkan hasil negosiasi antara industri hotel dengan jaringan perusahaan. Informasi dari Kak David (Hotel Lanosa):

Biaya negosiasi, sepertinya ada. Karena hotel ini berhubungan dengan beberapa perusahaan terkait tamu menginap ya, salah satunya perusahaan Pertamina. Jadi kami bersama dengan perusaha-perusahaan ini berdiskusi untuk menentukan corporate rate khusus untuk tamu dari perusahan- perusahaan tersebut yang akan menginap di sini, seperti itu.

4. Biaya Pemantauan dan Pengawasan

Sebagai industri bisnis yang menerima berbagai tamu, baik tamu lokal maupun mancanegara, industri hotel wajib untuk memastikan keamanan dan kenyamanannya bagi para pelanggan. Maka dari itu, industri hotel mengeluarkan biaya untuk memantau dan mengawasi setiap aktivitas dalam hotel. Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian besar industri hotel di Tomohon mengeluarkan biaya untuk pemantauan dan pengawasan. Biaya pemaantauan dan pengawasan biasanya dikeluarkan untuk membeli CCTV, serta menyewa security dan pihak berwajib lainnya. Selain itu untuk menjamin kenyamanan para pelanggan, indsutri hotel mengeluarkan biaya untuk perawatan fisik hotel. Informasi dari Pak Maikel (Hotel Highland):

Untuk biaya pemantauan dan pengawasan itu biasanya kami kerjasama dengan perusahaan outsourcing untuk security. Juga ada sewa beberapa orang dari pihak kepolisian untuk memantau dan mengawasi para tamu asing. Kadang kan kalo untuk aktivitas tamu asing kami juga ga mampu untuk mengawasi jadi pake polisi, gitu. Ada juga dari jasa pest control yang setiap minggu datang untuk melepas racun tikus, semprot nyamuk, dan anti rayap di sekitar hotel.

Lebih dari semua komponen biaya transaksi tersebut, ternyata terdapat hal positif di dalamnya, antara lain terbentuknya hubungan bisnis antara industri hotel dengan pihak- pihak tersebut. Hal ini memberikan kontribusi positif bagi industri hotel dalam membentuk sebuah jaringan yang lebih luas dengan perusahaan-perusahaan lain. Selain itu, hal tersebut

Gambar 4. 3 Market Transaction Cost Pada Industri Hotel di Tomohon

Dokumen terkait