• Tidak ada hasil yang ditemukan

Operasional Industri Hotel di Tomohon

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

G. Operasional Industri Hotel di Tomohon

Adanya biaya transaksi dalam pengelolaan bisnis hotel ini tidak begitu disadari oleh para pemilik maupun pengelola industri hotel di Tomohon. Akibatnya terjadi penurunan

terhadap ketekunan, etos kerja, serta kreatifitas dalam menghadapi persaingan bisnis. Oleh sebab itu, banyak industri hotel di Tomohon mengalami stagnansi hingga berhenti beroperasi. Hal ini karena, sebagian besar industri hotel hanya concern pada keuntungan yang dihasilkan dari penjualan kamar. Berdasarkan informasi dari salah satu informan menyatakan bahwa, tujuan dari didirikan bisnis hotel adalah profit. Selebihnya juga ada yang mengatakan untuk kepentingan masyarakat agar dapat menikmati fasilitas hotel untuk refreshing.

Berdasarkan temuan di lapangan, ada beberapa faktor yang mendukung operasional industri hotel di Tomohon berjalan dengan lancar. Pertama, dilihat dari kelebihan atau keunggulan yang dimiliki setiap masing-masing industri hotel dalam menjalankan bisnisnya.

Keunggulan masing-masing hotel tersebut terdiri dari berbagai segi, yakni dari pelayanan dan fasilitas, target pasar, dan lokasi yang strategis. Keunggulan dari segi pelayanan dan fasilitas menjadi yang paling utama. Hal ini karena industri hotel pada umumnya menawarkan jasa pelayanan dan fasilitas. Sebagian besar tamu yang menginap di hotel membutuhkan pelayanan yang bagus, juga fasilitas pendukung untuk memuaskan para pelanggan. Berdasarkan penelitian, kebanyakan tamu lebih suka hotel yang menyediakan pelayanan dengan manner yang baik dan mengutamakan kebersihan serta kerapihan. Selain itu untuk fasilitas, kebanyakan pelanggan suka dengan hotel yang menyediakan restoran dan kolam renang. Kemudian dari segi target pasar, hal ini menjadi keunggulan pada industri hotel di Tomohon. Penentuan target pasar sangat berpengaruh pada meningkatnya profit industri hotel, juga peningkatan mutu layanan hotel tersebut. Berdasarkan penelitian, target pasar yang ditentukan oleh industri hotel di tomohon, yaitu turis lokal dan turis mancanegara.

Untuk turis lokal, semua hotel di Tomohon terbuka untuk masyarakat sekitar dan pendatang domestik yang ingin menginap di hotel. Sedangkan, untuk turis mancanegara terdapat hotel yang secara khusus didirikan untuk turis mancanegara yakni Hotel Highland. Namun tidak

menutup kemungkinan bagi turis lokal untuk menginap. Selain pelayanan, fasilitas, dan target pasar, lokasi yang strategis juga menjadi keunggulan dalam industri hotel. Hal ini karena selain mudah dijangkau, lokasi hotel yang strategis memberikan kepuasan tersendiri bagi para tamu karena dapat menikmati beberapa fasilitas kota, seperti department store, kuliner dan lain sebagainya.

Kedua, dilihat dari sisi peluang dalam menjalankan bisnis hotel. Dalam hal ini, peluang yang dilihat oleh sebagian besar industri hotel di Tomohon adalah perkembangan pariwisata di kota ini. Perkembangan pariwisata yang dilihat adalah semakin banyak pembangunan destinasi wisata di kota ini yang mengundang sejumlah turis lokal maupun mancanegara untuk datang berwisata di kota ini, dan pada akhirnya memutuskan untuk menginap di hotel.

Selain itu juga, terdapat kegiatan festival international yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh pemerintah Kota Tomohon yang mengundang sejumlah turis domestik dan mancanegara, sehingga membutuhkan tempat bagi mereka untuk penginapan. Selain itu, penemuan lokasi yang strategis oleh pemilik hotel juga menjadi peluang karena dapat membantu dalam menentukan target pasarnya.

Namun, lebih dari itu keberhasilan operasional industri hotel di Tomohon masih dipengaruhi juga oleh faktor-faktor yang menjadi keresahan (penghambat) bagi para pemilik dan pengelola hotel. Pasalnya, terdapat kelemahan juga ancaman dalam menjalankan bisnis industri ini. Pertama, sebagian besar industri hotel di Tomohon mengalami kekurangan/kelemahan dari segi manajerial, pelayanan, dan fasilitas. Dari segi manajerial, sebagian beasar industri hotel di Tomohon masih kurang tepat dalam membentuk struktur manajerialnya. Berdasarkan temuan di lapangan, kelemahan dalam menyusun struktur manajerial ini terjadi setelah pandemi Covid 19, di mana hotel harus mengurangi sumber daya tenaga kerja. Hal ini mengakibatkan terjadi double jobdesc yang dilakukan oleh satu tenaga kerja, sehingga jobdesc tersebut kadang berjalan dengan tidak baik karena kurang

FAKTOR PENGHAMBAT FAKTOR PENDUKUNG

OPERASIONAL INDUSTRI HOTEL DI TOMOHON

dipahami tugasnya. Kemudian, dari segi pelayanan sebagian besar industri hotel di Tomohon masih kurang memahami manner dalam melayani tamu, juga dalam menjalankan tugas dalam hotel, sehingga hotel mengeluarkan biaya untuk layanan konsultasi teknis.

Selanjutnya dari segi fasilitas, masih banyak industri hotel yang belum menyediakan fasilitas pendukung seperti restoran dan kolam renang. Hal ini menyebabkan kurangnya ketertarikan bagi para tamu untuk menginap.

Kedua, selain kelemahan tersebut, dalam menjalankan bisnisnya, industri hotel juga dihadapkan dengan berbagai ancaman. Dalam hal ini ancaman diklasifikasikan ke dalam dua hal, yaitu ancaman dari luar dan ancaman dari dalam. Ancaman dari luar adalah ancaman yang dirasakan oleh hotel dari luar lingkungan hotel tersebut. Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian besar industri hotel di Tomohon terancam oleh pembangunan industri yang sejenis sehingga memicu terjadinya persaingan bisnis. Hal ini dapat terjadi karena tidak ada larangan bagi siapa saja yang ingin membangun industri hotel. Sedangkan, untuk

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil penelitian dan analisis pada bab IV adalah:

1. Jenis-jenis biaya transaksi yang teridentifikasi pada industri hotel di Tomohon, yaitu managerial transaction cost, market transaction cost, dan political transaction cost.

a. Komponen-komponen biaya transaksi yang termasuk dalam jenis biaya transaksi manajerial (managerial transaction cost) pada industri hotel di Tomohon adalah biaya administrasi, biaya materai, biaya jaminan, biaya asuransi, biaya layanan konsultasi teknis, biaya kelayakan bisnis, biaya fasilitas, biaya transportasi, serta biaya makan & minum.

b. Komponen-komponen biaya transaksi yang termasuk dalam jenis biaya transaksi pasar (market transaction cost) pada industri hotel di Tomohon adalah biaya iklan dan promosi, biaya pihak ketiga, biaya kontrak, biaya negosiasi, serta biaya pemantauan & pengawasan.

c. Komponen-komponen biaya transaksi yang termasuk dalam jenis biaya transaksi politik (political transaction cost) pada industri hotel di Tomohon adalah biaya pengajuan kasus dan biaya hukum/notaris.

2. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi operasional bisnis industri hotel di Tomohon, yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Untuk faktor pendukung terdapat dua hal yang mempengaruhi, yakni keunggulan dan peluang dijalankan bisnis hotel.

a. Keunggulan yang menjadi faktor pendukung dalam bisnis industri hotel di Tomohon dilihat dari segi pelayanan, fasilitas, dan lokasi yang strategis.

b. Peluang yang menjadi faktor pendukung dalam bisnis industri hotel di Tomohon dilihat dari segi perkembangan destinasi wisata, kegiatan Tomohon International

Sedangkan, untuk faktor penghambat, terdapat juga dua hal yang mempengaruhi, yakni kelemahan dan ancaman dijalankan bisnis hotel tersebut.

a. Kelemahan yang menjadi faktor penghambat dalam bisnis industri hotel di Tomohon dilihat dari segi struktur manajerial, pelayanan, dan fasilitas.

b. Ancaman yang menjadi faktor penghambat dalam bisnis industri hotel di Tomhon dilihat dari segi adanya persaingan bisnis dan kriminalitas yang terjadi di dalam hotel.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut:

1. Bagi pengusaha industri hotel di Tomohon, sebagai pengelola bisnis disarankan untuk lebih memperhatikan biaya-biaya yang dikeluarkan di luar biaya produksi.

Dengan itu, dapat meminimalisir munculnya biaya-biaya transaksi.

2. Bagi pimpinan industri hotel, sebagai pihak yang merekrut tenaga kerja dalam hotel disarankan untuk melakukan briefing dan training awal bagi para calon tenaga kerja sehingga job description yang diberikan dapat dipahami dengan baik, juga dapat menghasilkan pelayanan yang baik pula.

3. Bagi pemilik hotel, sebagai pihak yang memiliki aset bisnis tersebut disarankan untuk melengkapi fasilitas hotel dengan beberapa fasilitas pendukung sehingga dapat menarik minat para pengunjung, juga dapat mengahadapi adanya persaingan bisnis.

4. Bagi pihak hotel khususnya bagian keamanan dan receptionist, sebagai pihak yang bertanggungjawab atas identitas para pengunjung, disarankan untuk melakukan screening dan pengecekan identitas untuk setiap tamu yang mengunjungi hotel dan membuat peraturan ketat terkait hal-hal yang dapat memicu terjadinya kriminalitas.

5. Bagi peneliti selanjutnya, karena penelitian ini menggunakan populasi kecil yakni di

popoulasi yang lebih besar/luas. Selain itu, karena penelitian ini telah menggunakan pendekatan kualitatif, maka untuk penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan lain seperti kuantitatif atau mixed method sehingga dapat melengkapi penelitian biaya transaksi di industri hotel.

DAFTAR PUSTAKA

Agyemang-Duah, d. (2014). Evaluating The Impact Of Outsourcing of Non-Core Functions in The Hotel Industry: A Case Study of Anita, Noda and Golden Gate Hotels.

European Journal of Business and Innovation Research.

Alkassim, R. S., & Tran, X. (2016). Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 2.

Badan Pusat Statistik, T. (2019, November 26). Pariwisata: Badan Pusat Statistik. Retrieved

Maret 6, 2021, from Badan Pusat Statistik :

https://tomohonkota.bps.go.id/statictable/2019/11/26/605/jumlah-wisatawan- mancanegara-dan-domestik-di-kota-tomohon-2014-2018.html

Cholik, M. A. (2017). The Developement of Tourism Industry in Indonesia: Current Problems And Challenges. European Journal of Research and Reflection in Management Sciences.

Coase, R. H. (1937). The Nature of The Firm. Economica, Vol. 4, No. 16, 386-405.

Dietrich, M. (1994). Transaction Cost Economics and Beyond: Toward A New Economics of The Firm. London: Routledge.

Du, D., Lew, A. A., & Ng, P. T. (2014). Tourism and Economic Growth. Journal of Travel Research.

Emzir. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: Rajawali.

Furubotn, E., & Richter, R. (2008). Institutions and Economics Theory The Contribution of The New Institutional Economics: Transaction Cost. United State of America: The University of Michigan Press.

Furubotn, E., & Ritcher. (2000). Institutions and Economics Theory. Michigan.

Garcia, P. J., Rivero, M. S., & Fernandez, J. I. (2015). Does Tourism Growth Influence Economic Growth? Jouenal of Travel Research.

Gupta, A., & Maranas, C. D. (2003). Managing Demand Uncerntainty in Supply Chain Planning. Computers and Chemical Engineering.

Hasan, M. I. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta:

Penerbit Ghalia Indonesia.

Hendriyati, L. (2019). Pengaruh Online Travel Agent Terhadap Pemesanan Kamar di Hotel Mutiara Malioboro Yogyakarta. Media Wisata, Volume 17, Nomor 1.

Holmlund, M., C, K., & Biggeman, S. (2016). Organizational Behaviour in Innovation, Marketing, and Purchasing in Business Service Contexts. Journal of Business Research.

Kirchner, C., & Arnold, P. (1987). Transaction Cost Analysis of Structural Change. Journal of Institutional and Theoritical Economic.

Klein, B., Crawford, R. G., & Alchian, A. A. (1978). Vertical Integration, Appropriable Rents, and The Competitive Contracting Process. Journal of Law and Economics.

Klein, P., & Shelanski, H. A. (1995). Empirical Research in Transaction Cost Economics: A Revies and Assessment. Journal of Law Economics and Organization.

Kotler, P., Bowen, T. J., & Makens, C. J. (2006). Marketing for Hospitality and Tourism.

Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Education, Inc.

Kusuma, S. E. (2019). Teori Ekonomi Biaya Transaksi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Lacity, M., & Willcocks, L. (1998). An Empirical Investigation of Information Technology Sourcing Practices: Lesson From Experience. MIS Quarterly.

Lamminmak, D. (2011). An Examination of Factors Motivating Hotel Outsourcing.

International Journal of Hospitality Management.

Lew, A. (2011). Tourism's Role in the Global Economy. Tourism Geographies.

Maylisa, A. (2013). Evaluasi Keputusan pemberian Potongan Tarif Sewa Kamar ( Studi Kasus Pada Hotel Jentra Dagen Yogyakarta). Jurnal Ilmiah Akuntansi.

Mulyadi, S., Basuki, H., & Prabowo, H. (2019). Metode Penelitian Kualitatif dan Mixed Method. Depok: RAJAWALI PERS.

Murray, J. (2001). Strategic Alliance-Based Global Sourcing Strategy For Competitive Advantage: A Conceptual Frame-Work and Research Propositions. Journal of International Marketing.

Nasution. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

North, D. (1991). Institutions. Journal of Economic Perspectives.

Piboonrungroj, P., & Disney, S. M. (2015). Supply Chain Collaboration in Tourism: A Transaction Cost Economics Analysis. Supply Chain Economics Research Centre (SCERC).

Rhee, J., Park, T., & Lee, D. H. (2010). Drivers of Innovativeness and Performance for Innovative SMEs in South Korea: Mediation of Learning Orientation. Technovation, 65-75.

Riduwan. (2002). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: ALFABETA.

Srimindarti, C. (2004). Balanced Scorecard Sebagai Alternatif untuk Mengukur Kinerja.

Fokus Ekonomi, 3(1).

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.

Sulastiyono, A. (2008). Manajemen Penyelenggaraan Hotel. Jakarta: Alfabeta.

Suwithi, N. W., & Boham, C. E. (2013). Industri Perhotelan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Williamson, O. (1979). Transaction-Cost Economics: The Governance of Contractual Relations. The Journal of Law and Economics.

Williamson, O. (1981). The Economics of Organization: The Transaction Cost Approach.

The American Journal of Sociology.

Wiyasha, I. (2007). Akuntansi Manajemen untuk Hotel dan Restoran. Yogyakarta: Andi Offset.

Yustika, A. E. (2008). The Transaction Cost of Sugarcane Farmers: An Explorative Study.

Jurnal Eknomi dan Bisnis Indonesia, 256.

Zhang, Y., Ma, E. (., & Qu, H. (2017). Transaction Cost and Resources Based Views on Hotel's Outsourcing Mechanism: An Empirical Study in China. Journal of Hospitality Marketing and Management.

LAMPIRAN Lampiran 1. Format Wawancara

Wawancara Penelitian

ANALISIS BIAYA TRANSAKSI PADA INDUSTRI HOTEL (Studi Pada Industri Hotel Di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara) Kepada Yth. Saudara/i

Kami membutuhkan pendapat Anda mengenai biaya transaksi pada industri hotel. Pendapat Anda sangat bermanfaat bagi penelitian kami, khususnya untuk mengidentifikasi, menjelaskan, dan memahami biaya transaksi di hotel. Kami mengharapkan kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner di bawah ini.

Vilia Fransiska Kojongian

(Mahasiswi Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma)

Profil Narasumber

1. Nama: ...

2. Posisi/Jabatan di hotel ...:

[1] Pemilik

4. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya administrasi?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

5. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya penyusunan kontrak?

Ya …………. Tidak………

………

6. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya transportasi?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

8. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya jaminan- jaminan tertentu?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya jaminan yang dimaksud.

………

9. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya asuransi tertentu?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

10. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya hukum atau notaris untuk keperluan tertentu?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

11. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya fasilitasi pertemuan untuk acara tertentu?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

12. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya pemantauan dan pengawasan terkait aktivitas bisnis hotel?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

13. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya kelayakan bisnis terkait proyek tertentu?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

14. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya makanan dan minuman?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

15. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya pelanggaran kontrak karena melanggar perjanjian kontrak tertentu?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

16. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya pengajuan kasus tertentu yang dihadapi pihak hotel?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

17. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya perekrutan pihak ketiga?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

18. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya materai?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

19. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya waktu?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

20. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya negosiasi?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

21. Selama mengerjakan tugas di hotel, apakah hotel mengeluarkan biaya maladaption ketika isi kontrak tidak dijalankan sesuai kesepakatan ?

Ya …………. Tidak………

Jika Ya, jelaskan dan sebutkan biaya yang dimaksud.

………

………

………

………

………

………

………

………

Profil Narasumber

22. Nama:...

23. Jenis kelamin: [1] laki-laki [2] perempuan

24. Tahun kelahiran/umur:...

25. Status: [1] belum menikah [2] menikah belum punya anak [3] menikah sudah punya anak (jumlah anak. ... )

26. Tempat Tinggal: [1]rumah milik sendiri [2]rumah milik orangtua/saudara [3]rumah kontrakan/kos [4]lain-lain, sebutkan...

27. Tingkat pendidikan tertinggi:

[1] Tidak sekolah [3] Tamat SLTP [5] Diploma (D3) [7]

Pascasarjn

[2] Tamat SD [4] Tamat SLTA [6] Sarjana (S1)

Lampiran 2. Data Profil Narasumber

Data Profil Narasumber Industri Hotel di Kota Tomohon

No Keterangan Narasumber 1 Narasumber 2 Narasumber 3 Narasumber 4 1 Nama David Wolf Jason Wangke Sari Mandagi Maikel

Ponamon

2 Umur 23 Tahun 22 Tahun 27 Tahun 53 Tahun

3 Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki

4 Status Belum

5 Domisili Tomohon Tomohon Tomohon Tomohon

6

Hotel Pemilik Pemilik Manajer Manajer

8 Lama bekerja > 5 Tahun > 5 Tahun 2 Tahun > 5 Tahun

Lampiran 3. Daftar Wawancara

TRANSKRIP WAWANCARA 1 Identitas Narasumber

Nama : David Wolf

Lama Bekerja : 8 Tahun

Status : Belum menikah

Pelaksanaan Wawancara

Hari, Tanggal : 4 September 2021 Waktu : 19.00 s/d 21.00

Lokasi : Hotel Lanosa

Transkrip wawancara

1 Pewawancara Ini saya mau nanya-nanya seputar pengembangan hotel Lanosa, termasuk beberapa komponen biaya transaksinya.

2 Informan Oh iya boleh boleh

3 Pewawancara Sebelumnya, boleh cerita sedikit ga tentang sejarah atau asal-usul bisnis hotel ini?

4 Informan Oh iya. Jadi untuk sejarah hotel Lanosa sendiri, di tahun 2004, sebenarnya ini hanya rumah keluarga besar. Tapi, karena banyak orang yang sering tanya untuk penginapan, dari situ kami mulai coba untuk buka usaha penginapan. Nah dari situ sudah mulai ada yang jaga ketika ada orang yang mau nginap, juga orang orang sudah cukup banyak yang menginap di sini pada waktu itu. Maka akhirnya berkembang jadi hotel lanosa sampe saat ini

5 Pewawancara Kalau boleh tau, keunggulan atau kelebihan dari hotel lanosa ini apa kak?

6 Informan Kalau keunggulanya ya, dari segi geografis hotel ini sangat strategis karena hotel ini lokasinya berada di jalan utama kota. Selain itu juga dekat dengan beberapa store, indomaret, alfamart. Hotel kami juga adalah satu satunya hotel yang masih berjalan usaha di kecamatan Tomohon Selatan.

7 Pewawancara Oh ya?! Saya kira ada beberapa hotel di dekat sini seperti Kawanua itu yang di sebelah itu kak?

8 Informan Ooh itu sudah tidak berjalan lagi usahanya. Kira-kira sekitar tahun lalu itu sudah tidak beroperasi lagi karena sebuah insiden yang terjadi di situ.

9 Pewawancara Nah kalau kekurangannya apa kak?

10 Informan Saya kira kekurangan dari hotel ini terletak pada manajerialnya. Ya karena dikelola oleh keluarga jadi mungkin kurang mengikuti perkembangan ya. Maksud saya, mungkin di luar sana sudah lebih banyak orang yang profesional dalam mengelola usaha seperti ini, begitu.

11 Pewawancara Kenapa ga hired mereka yang sudah profesional kak?

12 Informan Bukan engga, sudah ada rencana tapi yah masih terkendala. Seperti sekarang juga kan masih masa pandemi. Kalau saya hired mereka yang profesional nanti muncul masalah dalam pemberian gaji sementara juga saat ini pelanggan masih sepi kecuali pelanggan yang regular tadi. Jadi ya, selama masih dihandle oleh keluarga dan tidak ada masalah menurut saya gapapa.

13 Pewawancara Kira-kira ada ga kak peluangnya ketika menjalankan bisnis hotel ini?

14 Informan Kalau peluang, seperti yang sudah saya bilang tadi, di masa pandemi hotel kami masih tetap berjalan dibandingkan beberapa hotel lain di sekitar sini. Selain itu, kalau ada event tahunan kayak TIFF gitu gitu kan banyak turis yang dating nginap. Tapi ya karena lagi pandemic jadi ga ada turisnya.

15 Pewawancara Ooh gitu ya, kak. Nah, kalau ancaman ada ga, kak?

16 Informan Maksudnya gimana?

17 Pewawancara Pada saat mengelola hotel ini ada ancaman-ancaman dari luar ga, kak?

18 Informan Ohh threats ya?

19 Pewawancara Nah, iya kak.

20 Informan Kalo threats sendiri, ya kalau kedepannya ada yang buka hotel di sekitar sini yang lebih bagus otomatis saya punya saingan. Juga bisa dilihat dari letak geografisnya ya. Selain itu, bisa dilihat juga di depan hotel ini ada SPBU yang mungkin sekali kali bisa terjadi ledakan, dan ya bisa juga sampe ke sini dampaknya.

21 Pewawancara Nah, untuk perkembangan terkini hotel lanosa sendiri, kira-kira gimana kak? Apakah hotel lanosa ada kemajuan?

22 Informan Untuk perkembangan terkini, yah karena masih masa pandemi tentu lebih berpengaruh pada omsetnya ya. Karena juga kalau dari sektor pariwisata kurang juga untuk pemasukan. Tapi karena hotel kami juga Kerjasama dengan perusahan perusahaan lain jadi setidaknya ada pelanggan regular yang dating untuk menginap

23 Pewawancara Kalau dari sisi manajerial dan pengelolaanya itu gimana kak?

24 Informan Dari sisi manajerial dan pengelolaannya bisa dibilang hotel lanosa lumayan bagus karena dikelola oleh keluarga yang pada dasarnya sudah mengerti tentang pengelolaan industri hotel, pendidikannya juga ada karena sudah pernah kuliah di bidang ini, juga sudah banyak pengalamannya. Untuk beberapa pekerjaan seperti kebersihan keamanan dan lain lain kami hired beberapa orang dari luar untuk mengurus itu.

25 Pewawancara Nah, kira-kira untuk tujuan pengembangan dari hotel lanosa sendiri apa ya kak? Goals dari hotel lanosa itu apa?

26 Informan Untuk goals, yang utama bagi kami ya bisa mencapai profit per bulannya dan bisa menggaji karyawan. Ya tentunya profit ini dating dari setiap pelanggan yang menginap di sini. Jadi, bisa dibilang

26 Informan Untuk goals, yang utama bagi kami ya bisa mencapai profit per bulannya dan bisa menggaji karyawan. Ya tentunya profit ini dating dari setiap pelanggan yang menginap di sini. Jadi, bisa dibilang

Dokumen terkait