• Tidak ada hasil yang ditemukan

Marketing Political yang Dilakukan Ishaq Abrar

BAB III METODE PENELITIAN

4.3 Interpretasi Data Penelitian

4.3.1 Marketing Political yang Dilakukan Ishaq Abrar

Untuk memenangkan pemilu tidak sedikit hambatan yang harus dilalui, baik yang bersumber dari caleg itu sendiri, maupun dari hal lain, maka untuk menjadi caleg yang terpilih tidak dapat terwujud tanpa adanya strategi yang jitu.

Pemilihan seorang calon legislatif sebenarnya sama dengan suatu marketing hingga hal tersebut dinamakan dengan political marketing. Keberhasilan seorang calon legislatif menjadi anggota legislatif tidak terlepas dari beberapa aspek, mulai dari aspek eksternal berupa praktek sistem pemilu dan kepandaian partai politik hingga hal internal yang dikenal dengan modal personal berupa kualitas dan potensi unggul dari diri caleg itu sendiri.

Berdasarkan hasil pemilihan anggota legislatif Kota Medan pada tahun 2019 untuk Dapil II, dapat diketahui bahwa Partai Gerindra mendapatkan 3 kursi yang ditempati Aulia Rachman, Surianto Butong dan Siti Suciati dengan perolehan suara 53.065. Selanjutnya, di posisi kedua ditempati Partai PAN dengan raihan 31.591 suara, mendapatkan 2 kursi yang diduduki HT. Bahrumsyah dan Sudari. Partai PDIP memperoleh 31.051 suara dan mendapatkan 1 kursi yang ditempati Margaret MS. Partai PKS memperoleh 25.811 suara dengan 1 kursi yang ditempati Abdul Latif Lubis. Partai Nasdem memperoleh 20.684 suara

mendapatkan 1 kursi atas nama T. Edriansyah Rendy. Partai Golkar memperoleh 1 kursi yang ditempati Mulia Asri Rambe. Partai Demokrat memperoleh 1 kursi yang diduduki Ishaq Abrar Mustafa Tarigan. Dan terakhir Partai Hanura mendapatkan 1 kursi yang ditempati Janses Simbolon.

Berdasarkan data tersebut di atas, yang menjadi objek pembahasan penelitian ini adalah kemenangan Ishaq Abrar Mustafa Tarigan (AMT) dengan Partai Demokrat sebagai partai pengusungnya. Kemenangan Ishaq AMT dalam pemilihan anggota legislatif Kota Medan dari Dapil II tidak lepas dari marketing politik yang dijalankannya maupun oleh tim suksesnya sebagai strategi yang efektif untuk memenangkan Ishaq AMT dalam Pemilu tahun 2019.

Secara teoritis, aspek yang lebih berperan besar dalam pemenangan pemilu adalah upaya dalam memperjuangkan dan meraih kursi dewan perwakilan.

Oleh karena itu, kapital sosial atau modal sosial pun menjadi salah satu unsur dari aset politik yang memainkan peran kuat untuk meraih suara terbanyak. Hal tersebut sejalan dengan pandangan Ishaq AMT mengenai modal sosial sebagai salah satu unsur meraih suara terbanyak. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ishaq AMT, diketahui bahwa:

“Dalam upaya mencapai dominasi dan demokrasi, dibutuhkan usaha dan strategi dalam mengelola modal atau kapital sosial yang ada. Untuk itu berbagai usaha dan strategi harus dirancang serta dijalankan dalam upaya memenangkan kursi dewan perwakilan yang dituju. (Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

Di samping adanya modal sosial yang cukup berperan dalam memenangkan suara, strategi political marketing juga sangat berperan dalam mempengaruhi keputusan pemilih untuk memilih calon yang dipilihnya.

Berdasarkan hasil dokumentasi yang dilakukan di Posko Pemenangan Ishaq AMT,

didapatkan beberapa informasi tentang strategi political marketing dalam memenangkan Ishaq AMT. Adapun strategi political marketing tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6

Political Marketing Ishaq AMT No. Tipe Political

Marketing Deskripsi Hasil yang

Diperoleh

2 Kampanye Hal ini dilakukan setelah Ishaq AMT melakukan pemetaan dan mengetahui

3 Evaluasi Evaluasi merupakan salah satu teknik yang sangat penting, evaluasi yang

Berdasarkan Tabel 4.6 tersebut maka dapat diuraikan penjelasan lebih rinci sebagai berikut:

1. Melakukan Pemetaan

Pada umumnya pemetaan ini dilaksanakan melalui survey, namun karena Ishaq AMT adalah warga dari daerah pemilihannya sendiri, maka

informasi mengenai pemetaan politik di daerah pemilihan sudah ada di tangan sang calon legislatif, yaitu Ishaq AMT serta berdasarkan informasi dari partai, jaringan atau tim sukses mereka. Untuk melakukan survey melalui jasa lembaga survey atau kelompok diskusi atau wawancara mendalam serta analisa media memang memerlukan alokasi dana yang tidak sedikit. Menurut penuturan Ishaq AMT mereka tidak ada yang menggunakan jasa lembaga survey. Selain untuk menghemat dana, mereka menyatakan sudah mengetahui dengan baik daerah pemilihannya masing-masing.

“Pemetaan yang kami lakukan pada saat pencalonan sampai proses penghitungan suara itu dari saya dan tim sukses saya sendiri. Karena saya dan juga tim sukses saya berasal dari daerah Dapil II itu juga. Pemetaan yang kami lakukan seperti sudah melakukan pemetaan kepada keluarga kami sendiri”. (Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

Pemetaan yang dilaksanakan calon legislatif Ishaq AMT meliputi karakteristik sosial masyarakat, pemetaaan perilaku memilih masyarakat, pemetaan kelompok pemilih (sasaran), pemetaan jaringan sosial yang ada di daerah pemilihan, pemetaan media, serta pemetaan calon legislatif di satu daerah pemilihan yang beda grade (DPR/DPRD Prov/Kota/Kab).

“Adapun pemetaan yang dilakukan terdiri dari pemetaan karakter pemilih, perilaku pemilih, kelompok pemilih, jaringan sosial yang ada di tempat pemilih, media yang tersedia, bahkan juga dilakukan pemetaan terhadap kekuatan calon legislatif lainnya yang satu Dapil dengan kita. Calon legislatif lain yang terdapat dalam satu daerah pemilihan perlu dipetakan untuk diajak kerjasama yang nama-nama mereka sudah ada di tangan kita berdasarkan informasi dari partai, jejaring atau teamwork.” (Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat dijabarkan dalam penjelasan berikut ini.

a. Karakteristik Masyarakat

Urgensi pemetaan karakteristik masyarakat, yaitu menyediakan isu/data seputar dinamika sosial dan kondisi demografis masyarakat secara detail, sehingga seorang calon legislatif akan lebih mudah menentukan isu/tema kampanye yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saat diwawancarai, Ishaq AMT menyebutkan dengan jelas daerah pemilihan serta karakteristik sosial masyarakat yang ada di daerah pemilihannya. Ishaq AMT mengatakan, bahwa masyarakat daerah pemilihannya di Medan Utara masih tertinggal dalam bidang pendidikan, karena di daerahnya tidak memiliki sekolah tingkat SLTA.

Disini terlihat bahwa Ishaq AMT mengetahui dengan jelas karakteristik masyarakatnya, isu yang berkembang serta bisa menetapkan tema kampanye yang relevan sesuai kebutuhan masyarakatnya.

“Masyarakat yang ada di Dapil II ini masih banyak kekurangan sekolah ataupun masih sangat jauh dari rumah mereka yang sedikit di pojok untuk menjangkau SMA Negeri yang ada di Medan. Beberapa masih banyak yang mengeluhkan tentang masalah ini-ini saja tapi tidak ditanggapi. Saya selaku masyarakat asli daerah ini yang belum lama masih merasakan keadaan seperti ini jadi ingin membantu dengan segenap kemampuan saya”

(Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

b. Perilaku Pemilih

Pemetaan perilaku memilih, yakni tersedianya data-data yang akurat dan valid akan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih seorang calon wakil rakyat, sehingga Caleg akan memiliki banyak referensi strategi untuk melakukan treatment-treatment yang tidak generik yang memang relevan dan dibutuhkan untuk lebih mudah mempengaruhi simpati publik. Hal ini kelak berkaitan dengan positioning serta kemampuan pengelolaan modal sosial terutama dalam hal nilai-nilai.

Tim sukses Ishaq AMT mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih wakil rakyat. Kedekatan, hubungan keluarga, religius, sederhana serta sikap selalu siap membantu. Ishaq AMT memanfaatkan kedekatan hubungan melalui jalinan silaturrahmi ke masyarakat, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat dan selalu terbuka jika ada yang perlu bantuan.

“Masyarakat yang ada di daerah ini sebenarnya sudah mengetahui tentang permasalahan mereka dan juga cara menanggulanginya. Saya dan tim saya sebisa dan sekuat tenaga membantu mereka. Pendekatan seperti itulah yang saya berikan kepada mereka selaku untuk menjadi awal pendekatan kepada mereka” (Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

c. Kelompok Pemilih

Menurut Agus Efendi sebagai Ketua Tim Sukses Ishaq AMT pemetaan ini bermanfaat untuk menghemat energi dan logistik calon legislatif dalam berkampanye. Karena tujuan dari pemetaan ini adalah segmentasi masyarakat yang akan menjadi prioritas kampanye, dengan

mempertimbangkan aspek-aspek akseptabilitas dari masing-masing segmen tersebut. Hal ini disebabkan karena Ishaq AMT tidak mungkin bisa menyasar seluruh segmen masyarakat dalam periode kampanye yang terjadwal, selain itu juga karena keterbatasan logistik dan energi, sehingga penetapan skala prioritas segmen sasaran sangat penting.

“Pemetaan ini akan menghemat energi dan logistik dalam berkampanye. Tujuan dari pemetaan ini adalah menentukan kelompok masyarakat yang akan menjadi prioritas kampanye, dengan mempertimbangkan aspek-aspek akseptabilitas dari masing-masing kelompok tersebut. Kita tidak mungkin bisa menyasar seluruh segmen masyarakat dalam periode kampanye yang terjadwal karena keterbatasan logistik dan energi.” (Wawancara dengan Agus Efendi, tanggal 15 November 2019, pukul 09:00 Wib).

Pengetahuan tentang kelompok pemilih ini dirasa sangatlah penting oleh semua calon legislatif terutama oleh Ishaq AMT. Ishaq AMT merasa bahwa saat ini dia berada pada daerah yang tepat dan itu pun, menurutnya tidak menjadikan masyarakat menengah ke atas sebagai target pembinaan. Menurutnya, masyarakat menengah ke atas yang dikenal dengan swing voter, cukup sulit dipengaruhi, wilayah yang lebih banyak memberikan suara adalah wilayah yang masyarakatnya dibina secara skill dan ini juga berkaitan dengan efektivitas pendanaan serta tenaga. Akan sulit sekali mencukupi dana dan tenaga jika semua wilayah di daerah pemilihan dijadikan area prioritas.

Ishaq AMT menuturkan bahwa mereka menetapkan area prioritas. Selain itu Ishaq AMT juga mengatakan bahwa daerah pemilihan mereka yang terbaik adalah daerah yang memungkinkan

mereka menghasilkan sebanyak-banyaknya suara dan biasanya daerah tersebutlah yang akan dijadikan daerah prioritas binaan. Menurut Ishaq AMT, tidak perlu memaksa berkampanye kepada semua orang yang ada di daerah pemilihan. Penentuan segmentasi sasaran ini juga dalam rangka efektifitas dana kampanye. Seorang calon legislatif harus bisa mengidentifikasi medan pertarungan politik yang akan dihadapi, sasaran yang ingin direbut, dan target-target mana yang realistis diraih serta target mana pula yang tidak mungkin dicapai, agar kampanye politik yang dilakukan tidak sia-sia dan boros.

“Jujur saja, tidak semua kalangan masyarakat di daerah Dapil II ini menjadi prioritas saya untuk menjadi suara tetap saya.

Saya berasal dari Medan Deli dan saya adalah putra daerah itu jadi yah bisa dibilang daerah itulah yang menjadi pusat saya berkampanye dan beraktivitas. Bukan berarti saya tidak mementingkan daerah daerah Dapil II lainnya, tapi yah bisa dibilang saya juga tidak ingin usaha yang sia-sia dan juga saya harus membenahi kampung saya dahulu sebelum mengurusi kampung orang lain” (Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

d. Jaringan Sosial

Ishaq AMT juga sudah melaksanakan pemetaan jaringan sosial.

Tujuan dari pemetaan jaringan sosial adalah menyediakan data tentang jaringan/komunitas yang ada di daerah pemilihan yang harus dimasuki oleh Ishaq AMT melalui strategi-strategi dengan lingkaran elitnya, atau dengan kontrak politik guna mempermudah calon legislatif dalam memperkenalkan diri ke masyarakat luas. Jaringan itu yang pada akhirnya menjadi jalan atau peluang bagi Ishaq AMT untuk menarik simpati publik. Hal ini berdasarkan prinsip multi level marketing,

bahwa komunitas/jaringan itulah yang akan menjadi down-line Ishaq AMT, sehingga secara tidak langsung mereka yang akan aktif memasarkan atau memperkenalkan Ishaq AMT ke masyarakat. Saat ini Ishaq AMT memang sudah mengidentifikasi jaringan-jaringan sosial yang ada di daerah pemilihan mereka, utamanya kelompok-kelompok atau komunitas-komunitas milenial.

e. Calon Legislatif Lain

Menurut Ishaq AMT, pemetaan calon-calon legislatif lainnya di daerah pemilihan yang sama juga penting untuk dilaksanakan. Hal ini dilakukan agar bisa dibangun kerjasama berkampanye atau mutual relation. Mutual relation yang biasanya terjadi adalah, seorang calon legislatif yang berada pada kasta yang lebih tinggi menyumbangkan sejumlah dana kampanye untuk pembuatan alat-alat peraga yang dapat digunakan bersama-sama seperti banner yang memajang foto dua calon legislatif sekaligus atau dengan kompensasi panggung kampanye yang disediakan oleh calon legislatif lokal untuk digunakan kampanye bersamaan.

Apalagi jika salah satu calon legislatif tersebut sangat populer.

Hal tersebut dapat menjadi endorsement bagi Ishaq AMT untuk lebih dikenal di masyarakat. Menurut Ishaq AMT dengan mengetahui calon legislatif lain di kasta yang lebih tinggi dia bisa mengajak kampanye bersama sehingga biaya jadi lebih hemat.

“Saya terkadang ikut berkampanye kepada calon legislatif DPR yang punya akses ke Dapil II Kota Medan. Saya melakukan cara seperti itu untuk seraya menjadi sepak terjang

saya agar lebih dikenal masyarakat” (Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

f. Media

Menurut Ishaq AMT secara teori pemetaan media setidaknya dapat menghasilkan 3 keuntungan, yaitu Ishaq AMT mampu mengidentifikasi media-media apa saja yang paling diminati oleh anggota di daerah pemilihan. Hal ini akan mempermudah tim sukses dalam menentukan skala prioritas media mana yang akan dipergunakan sebagai instrumen kampanye. Kemudian calon legislatif akan bisa mengidentifikasi media mana saja yang memiliki concern pada isu-isu yang terjadi. Serta yang terakhir hal ini juga sekaligus menyediakan informasi kepada Ishaq AMT terkait pembiayaan kampanye melalui media tersebut. Sehingga Ishaq AMT bisa menimbang media mana yang efektif, namun dalam range budget yang terjangkau.

Ishaq AMT mengakui pentingnya media sebagai alat bantu untuk mencapai target. Menurutnya hal ini sangat penting, karena dalam prinsip komunikasi, jika medan kampanye politik ini diibaratkan sebagai hutan belantara luas, maka seorang calon legislatif membutuhkan banyak orang, banyak dukungan terutama generasi milenial untuk bisa membantu menyuarakan agar suaranya lebih mudah didengarkan publik. Prinsipnya, seorang calon legislatif tidak mungkin berkampanye sendirian, tapi sebisa mungkin melibatkan banyak orang dengan biaya yang terjangkau.

“Saya menggunakan media yang banyak untuk dapat menunjang kegiatan saya berkampanye maupun melakukan mapping. Termasuk media sosial yang dapat meringkan beban saya tetapi juga sangat efektif untuk itu” (Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

Melihat saat ini masih banyak para calon legislatif terpaku pada media yang umum dipakai seperti spanduk, baleho, kalender, stiker atau beragam tanda mata. Ishaq AMT berupaya untuk melakukan gebrakan baru dengan menggunakan media lain yang selalu dan pasti dijangkau oleh kalangan atau generasi milenial melalui media sosial.

Selain itu Ishaq AMT mengatakan bahwa sehubungan dengan peraturan pembatasan baleho, maka media cetak terbanyak yang dipilih dan dibuat adalah spanduk. Spanduk dikatakan lebih praktis, tinggal pesan sesuai keinginan bahkan ada yang bisa sekalian menempatkan atau memasang sesuai pesanan. Biayanya juga relatif lebih murah dan mudah diakses masyarakat luas.

“Saya menggunakan media spanduk karena lebih praktis dalam pemasangannya juga biaya yang relatif lebih murah.

Kemudian saya juga menggunakan media sosil untuk memperkenalkan saya khususnya kepada kaum milenial yang notabenenya adalah pengguna media sosial” (Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

Melalui hal-hal yang telah dijelaskan tersebut dapat diketahui bahwa Ishaq AMT telah melakukan berbagai macam pemetaan baik yang menyangkut karakteristik sosial masyarakat, perilaku pemilih, kelompok pemilih, sosial yang ada di daerah pemilihan, pemetaan media walaupun dalam tingkat yang masih sederhana hanya berdasarkan intuisi sebagai orang lokal, ataupun informasi jaringan tim sukses.

2. Kampanye

Melalui kampanye Ishaq AMT mencoba menempatkan citranya dibenak pemilih sehingga citra yang sudah dilihat oleh para pemilih bisa menuntun pemilih untuk jatuh hati dan terkesan pada Ishaq AMT dan memilih Ishaq AMT pada hari pemilihan.

Tema-tema kampanye dari saudara Ishaq diambil langsung dari visi dan misi yang dicantumkannya pada spanduk-spanduk ataupun selembaran yang dibuatnya. Walaupun tidak setiap kampanye dia menjelaskan tentang semua visi dan misinya tapi pada setiap kampanyenya dia selalu membuat tema berhubungan dengan visi dan misinya. Ishaq AMT juga mengatakan bahwasanya para calon legislatif harus bisa menyesuaikan tema dimana tempat mereka berkampanye.

Kemampuan kampanye ini akan didukung oleh pemetaan yang tepat dan kapasitas kemampuan diri calon legislatif. Menurut Ishaq AMT kemampuan diri seorang politisi biasanya diperoleh dari pengalaman pekerjaan atau organisasi, tingkat pendidikan, karakter, profesi atau yang lebih simpel posisi mereka di tengah komunitas.

Dalam hal pendidikan, Ishaq AMT menyatakan bahwa pentingnya pendidikan sebagai cerminan kualitas diri. Saat bersosialisasi, calon legislatif yang memiliki gelar pendidikan umumnya menunjukkan gelar mereka. Namun pada satu sisi pemanfaatan gelar ini menjadi timbulnya perbedaan, kalau seluruh calon legislatif memakai gelar, maka terjadilah perbedaan pandangan antara satu dengan yang lain.

Menurut Agus Efendi sebagai Ketua Tim Sukses Ishaq AMT menyatakan bahwa Ishaq AMT justru menghendaki masyarakat memilihnya dengan apa adanya tanpa embel-embel gelar. Pada umumnya dapat diketahui bahwa para calon legislatif sudah memiliki kualitas akademis yang dapat menunjang kinerja mereka di kancah politik dan bersaing dengan yang lain.

“Pendidikan adalah cerminan diri seseorang pada zaman sekarang ini. Tetapi, Ishaq AMT tidak ingin terlalu menonjolkan tentang itu. Justru Ishaq AMT ingin menonjolkan sisi kemanusiaan kepada masyarakat yang ingin memilih Ishaq AMT” (Wawancara dengan Agus Efendi, tanggal 15 November 2019, pukul 09:00 Wib).

Ishaq AMT menyatakan bahwa beberapa orang yang terjun ke dunia politik dengan restu dan dukungan keluarga. Selain itu pada umumnya atau rata-rata dari mereka yang terjun ke dunia politik melalui pemilihan calon legislatif ini merasa beruntung karena basis masyarakat pendukung mereka kebanyakan adalah keluarga.

“Yah banyak juga calon legislatif yang mencalonkan dirinya itu berdasarkan dengan unsur kekeluargaan, termasuk saya sendiri.

Keluarga saya sangat menjadi titik yang paling penting dalam pencalonan diri saya. Karena melihat Ibunda saya pernah menjadi anggota DPRD Kota Medan tahun 2009-2014, membuat saya sangat tertarik dengan mencalonkan diri” (Wawancara dengan Ishaq AMT, tanggal 13 November 2019, pukul 14:00 Wib).

Dalam masa observasi, penulis juga melihat bahwa tidak sedikit dari calon legislatif selain Ishaq AMT yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, kalimat atau tutur sapanya yang baik, suara yang lantang dan penuh dengan percaya diri. Hal ini tentu memberikan

dampak pula terhadap Ishaq AMT, karena kemampuan-kemampuan tersebut sangat berperan dalam berorasi untuk merebut hati pemilih.

Menurut penjelasan yang diberikan oleh tim sukses Ishaq AMT secara organisasi, calon-calon legislatif tersebut juga sudah matang berkecimpung dan merasakan hidup berorganisasi, bahkan ada yang sudah aktif sejak usia sekolah menengah. Oleh karena itu, walaupun banyak hambatan baik yang bersumber dari dalam diri mereka sendiri maupun dari luar, mereka masih tetap bisa memperjuangkan kursi yang diinginkan.

Namun hal ini tidak membuat semangat Ishaq AMT surut dan menyerah untuk mendapatkan kursi yang diinginkan.

Menurut M. Zaki Abdullah sebagai kaum milenial, ada beberapa calon legislatif yang menyatakan bahwa mereka merasa terpanggil untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan salah satunya adalah Ishaq AMT sendiri. Ishaq AMT mengungkapkan bahwa dalam masa ini, setiap calon legislatif harus menunjukkan kualitas dan nilai plus dalam bernegosiasi dengan partai, dengan sesama calon legislatif baik laki-laki ataupun perempuan serta dengan masyarakat.

“Banyak anak-anak muda yang ingin juga mencalonkan dirinya sebagai calon legislatif pada saat itu, tetapi dalam melihat saudara Ishaq AMT kami merasakan ada hal-hal nilai plus yang diberikannya dan juga supporting dari keluarga yang menjamin akan hal itu” (Wawancara dengan M. Zaki Abdullah, tanggal 17 November 2019, pukul 21:00 Wib ).

Dalam hal pemilihan daerah, menurut Ishaq AMT ini sangat tergantung dengan kemampuan loby dan negosiasi dengan pengurus partai.

Dalam penetapan daerah binaan harus bisa benegosiasi dengan calon

legislatif lain baik laki-laki atau perempuan baik satu partai ataupun beda partai. Bahkan dengan masyarakat di daerah pemilihan, kadang mereka harus bisa menegaskan jenis hubungan yang akan dibina.

Walaupun Ishaq AMT mengakui adanya peran partai dalam kesuksesan menjadi calon legislatif, namun masyarakat dari daerah pemilihan mengungkapkan bahwa pada kenyataannya peran partai tidak terlalu banyak. Menurut masyarakat setiap calon legislatif sudah pasti dilepas dan dibiarkan berusaha sendiri sesuai dengan kemampuannya.

Ishaq AMT mengungkapkan bahwa kondisi tersebut memang benar adanya, dan kondisi yang demikian justru memicu Ishaq AMT untuk memperjuangkan apa yang telah ditargetkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa para calon legislatif terpilih nantinya adalah para pekerja ulet dan punya semangat pantang menyerah. Menurut Ishaq AMT semua calon legislatif secara konsisten membina dan membangun kedekatan dengan masyarakat meskipun harus mendatangi tempat-tempat yang terisolir dan susah dijangkau.

Setelah calon legislatif menempatkan dirinya dengan partainya masing-masing, sampailah mereka pada taraf kampanye. Prinsipnya, seorang calon legislatif tidak mungkin berkampanye sendirian, oleh karena itu sebisa mungkin melibatkan banyak orang dengan biaya terjangkau.

Kampanye merupakann strategi yang sangat menentukan keberhasilan

Kampanye merupakann strategi yang sangat menentukan keberhasilan