BAB IV PROSES PENEMUAN JATI DIRI TOKOH ED DALAM NOVEL
4.2 Penemuan Jati Diri Tokoh Ed
4.2.10 Masa Kreatif
Dinamakan sebagai masa kreatif karena pada masa ini seseorang bebas untuk berbuat apa yang diinginkan. Namun kreatifitas tergantung pada minat, potensi, dan kesempatan. Pada masa ini, Ed sudah menemukan jati dirinya yaitu
di panti asuhan Yogyakarta, tempat di mana ia diasuh sejak kecil. Ed menjadi penerus yayasan rumah panti yang sudah diwariskan oleh mendiang Ibu Ros.
Kemudain memasuki sebuah toko peralatan rumah tangga. Aku membeli sabit, gunting rumput, pacul, sapu lidi, pengki, dan beberapa peralatan lain yang diperlukan. Setelah beres, kuminta mereka membawa barang-barang itu (Febrialdi:273)
Pagi itu suasana tampak semarak. Semua anak bekerja dan bergembira. Tak ada yang duduk melamun atau sekadar melihat yang lain bekerja. Semua harus bekerja.
Begitu pun denganku. Aku membongkar rangka kayu pada plafon teras yang sudah keropos. Lantas mengukurnya dengan ukuran yang dibutuhkan. Kemudian menggergaji kayu yang tadi kubeli (Febrialdi:274).
Pada beberapa kutipan di atas menunjukkan masa kreatif yang dilakukan Ed setelah penemuan jati dirinya. Setelah memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta, ternyata rumah panti itu diwariskan Ibu Ros kepada Ed. Hal itu membuat Ed merasa bertanggung jawab atas panti dan ingin mempercantik dan memperbaiki keadaan panti dengan mengajak anak-anak panti bergotong royong membereskan rumah panti itu.
Akhirnya kisah yang kutulis selama ini selesai juga, bersamaan dengan selesainya ibadah haji 40 hari lamanya. Setiap malam aku selalu menyempatkan diri untuk menulis agar naskah yang kutulis bisa selesai sebelum pulang ke Indonesia (Febrialdi:296)
Akhirnya kukabulkan permintaanya. Kubuka laptop, kubuka file tulisan yang kumaksud, dan kuserahkan ke pangkuannya.
Putri pun mulai membaca halaman pertama. tokoh Ed. Ketika musim haji tiba, Ed, Putri, Ibu Putri dan Pak Hendra melakukan ibadah haji bersama. Selama menjalankan ibadah haji, banyak pencerahan batin
yang didapatkan oleh Ed. Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Selama 40 hari beribadah haji, setiap kembali ke hotel, Ed langsung membuka laptop dan menuangkan segala yang dipikirkan dan dirasakannya melalui tulisan. Akhirnya kisah perjalanan Ed tidak hanya terbuang sia-sia. Ed menuliskan semuanya pada cerita yang berjudul Gitanjali, yang diambil dari bahasa Sansekerta, yaitu tembang persembahan.
BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap proses penemuan jati diri tokoh Ed dalam novel Gitanjali karya Febrialdi R, dengan menggunakan analisis kajian psikologi sastra, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Latar belakang terjadinya penemuan jati diri adalah berawal dari fase-fase perkembangan kepribadian yang dialami tokoh Ed yaitu: (1) Fase bayi 0-1 tahun, (2) Fase anak-anak 1-3 tahun, (3) Usia bermain 3-6 tahun, (4) Usia sekolah 6-12 tahun, (5) Adolesen 12-20 tahun, (6) Dewasa awal 20-30 tahun.
2. Proses penemuan jati diri tokoh Ed berada pada fase dewasa awal (20-30 tahun). Hal itu dianalisis dengan melihat ciri-ciri yang terjadi pada fase dewasa awal yang dialami tokoh Ed. Ciri-ciri fase dewasa awal yaitu: (1) Masa pengaturan, (2) Masa usia produktif, (3) masa bermasalah, (4) Masa ketegangan emosional, (5) masa keterasingan sosial, (6) Masa komitmen, (7) Masa ketergantungan, (8) Masa perubahan nilai, (9) Masa menyesuaikan diri dengan hidup baru, (10) Masa kreatif.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, menurut peneliti novel Gitanjali ini masih bisa diteliti kembali dari berbagai aspek dan teori sastra lainnya. Seperti sosiologi sastra, antropologi sastra, semiotika, maupun kajian ilmu lainnya. Peneliti
berharap agar penelitian lanjutan yang mendalam dan bervariasi dapat memperkaya kajian di bidang ilmu sastra.
DAFTAR PUSTAKA Buku:
Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press
Aminuddin. 1995. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Biru
Endaswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta:
Media Pressindo
Hadi, Hardono P. 2000.Jati Diri Manusia Berdasar Filsafat Organisme Whitehead.Yogyakarta: Pustaka Filsafat.
Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Lindzey, Calvin S. Hall & Gardner. 2017. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis).
Yogyakarta: PT Kanisius.
Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Tantawi, Isma. 2017. Bahasa Indonesia Akedemik. Bandung: Cipta Pustaka Media.
Skripsi:
Ariani, Atikah Dwi. 2019. ”Pencarian Jati Diri dalam Novel Intelegensi Embun Pagi karya Dee Lestari”. (Skripsi). Program Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga Surabaya.
(http://repository.unair.ac.id/view/thesis_type/skripsi/Sastra=5FIndonesia/
2019.type.html ) Diakses pada Tanggal 12 Desember 2019
Daniyati, Ester. 2010. “Perjalanan Pencarian jati Diri Tokoh Kimpada Novel Kim Karya Rudyard Kipling”. (Skripsi).Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Dipenogoro Semarang.
(http://eprints.undip.ac.id/10124/) Diakses pada Tanggal 11 November 2019
Mitasari, Rizda Armi. 2017. “Strategi Pembentukan Identitas Diri Remaja di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Malang”. (Skripsi). Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
(https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://etheses.
uin-malang.ac.id/) Diakses pada tanggal 3 September 2020.
Mulyono, Ninin Kholida. 2007. “Proses Pencarian Identitas Diri Pada Remaja Muallaf”. (Skripsi). Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Dipenogoro Semarang.
(http://eprints.undip.ac.id/10124/) Diakses pada tanggal 15 Desember 2019.
Artikel:
Putri, Alifia Fernanda. 2019. Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. (Artikel). Universitas Negeri Padang.
(https://doi.org/10.23916/08430011) Diakses pada September 2020.
Lampiran I SINOPSIS
Gitanjali Karya Febrialdi R
Novel ini menceritakan tentang pemuda yang bernama Ed, seorang karyawan restoran dengan posisi sebagai pencuci piring dan pembantu koki di dapur. Ed memiliki kekasih yang bernama Ine, seorang dosen, berpendidikan S2, bahkan sedang menempuh S3. Cerita bermula ketika Ed terkena korban ledakan gas dapur tempat ia bekerja. Kecelakaan kerja itu mengakibatkan Ed mengalami koma selama dua minggu. Namun, perusahaan tempat ia bekerja malah memutuskan untuk mem-PHK Ed dengan alasan bahwa akibat cedera di kepala, secara kondisi sudah tak memungkinkan untuk melanjutkan kerja di restoran lagi.
Meskipun melalui asuransi perusahaan sudah menanggung seluruh biaya rumah sakit dan Ed diberkan pesangon dengan nominal cukup besar, tetapi pemutusan kerja secara sepihak semacam itu sungguh membuat Ed merasa diperlakukan tidak adil.
Perasaan kalut itu semakin menjadi ketika ia tidak mendapati kehadiran Ine di kala ia masih dalam keadaan koma hingga sampai ia pulih. Ed berfikir hal itu mungkin disebabkan karena sebuah percakapan serius yang lumayan menyesakkan ketika mereka terakhir bertemu. Ine memang berasal dari keluarga akademisi. Pendidikan mereka tinggi. Sering keluar negeri. Hidup mapan dan bekecukupan. Sejak awal Ed mendekatinya, Ed sadar bahwa dirinya telah memasuki sebuah lingkaran yang berbeda sama sekali dengan kehidupan Ed.
Namun Ed tetap saja nekat. Pesona Ine sudah menyedot akal sehat Ed untuk terus
mendekatinya dan menjadikannya kekasih.Perbedaan status sosial itulah yang menjadi dilema dalam hubungan percintaan mereka.
Seorang teman yang bernama Dicky, datang dan memberi saran kepada Ed untuk melakukan travelling agar Ed mendapatkan ketenangan hati sebelum memulai kehidupannya dari nol lagi. Dicky khawatir kalau uang pesangon itu langsung digunakan untuk buka usaha atau mencari kerja, ia ragu kalau Ed tidak akan fokus dan uring-uringan karena sebenarnya Ed pasti masih ragu untuk melangkah kedepannya. Setelah pertimbangan yang matang, Ed memutuskan untuk melakukan perjalanan Seven summit Indonesia, kegiatan menaklukan 7 gunung tertinggi yang mewakili 7 pulau terbesar yang ada di Indonesia. Dengan modal uang pesangon PHK tempat ia bekerja dan tekad yang kuat, ia melangkah untuk membuktikan kepada Ine bahwa ia bisa melakukan sesuatu yang dapat dibanggakan. Alih-alih mendaki sebagai persembahan, Ed justru mengalami sekelumit kisah yang tak terduga dalam pencapaiannya.Ketika cinta dan asa tak selalu seirama, Ed mendapatkan makna reliji sesungguhnya atas perjalanannya itu.
Lampiran II
DATA RIWAYAT HIDUP FEBRIALDI R
Nama lengkap : Febrialdi Rusdi
Tempat, tanggal lahir : Bandung, 4 Februari 1981 Status : Belum Menikah
Riwayat Pendidikan : D3 Fikom Jurnalistik- Stikom Bandung
Karya :Novel Bara (2017) Penerbit Media Kata, Novel Gitanjali (2018) Penerbit Media Kata, Novel Proelium (2019-2020) Penerbit Media Kata.