Laki–laki yang ditampilkan dalam drama Korea Selatan memiliki karakteristik tersendiri, Selain tampilan wajah yang tampan bercampur dengan cantik, sifat maskulinitas laki-laki yang ditampilkan dalam drama Korea justru menampilkan tampilan sifat kewanitaan, Banyak sekali gambaran yang dimaksudkan sebagai sifat kewanitaan seperti gaya aegyo yang menunjukkan ekspresi wajah yang lucu dan lembut, hingga sifat manis dan manja,
Gambar 3.3-15
Artis Korea yang bergaya lucu dan lucu dan lembut (aegyo)
Sumber: http://ichaichez,blogspot,com/2013/02/apa-itu-aegyo-bagaimana-tentang-aegyo,html dan http://lidapark3424,blogspot,com/2013/02/apa-itu-aegyo-o,html
110 Dalam Running Man episode 209, Moon Hee Jun sebagai salah satu bintang tamu melemparkan candaan mengenai penampilannya yang mengundang canda tawa semua orang sebelum memainkan sebuah tantangan di Running Man,
Lokasi : Arena lumpur untuk tantangan bergulat Danny Ahn : Jangan takut merusak rambutmu! Kau bisa
mengeringkannya lagi! Jangan berpikir yang berlebihan!
Moon Hee Jun : Apa aku terlihat cantik, produser? (bergaya lucu dan lucu dan lembut)
: Aku perlu tahu hal ini, (semua orang tertawa mendengarnya),
Kim Jong Kook : Sedikit lumpur di wajah mu akan
membuatmu terlihat seksi (menenangkan Moon Hee Jun)
Moon Hee Jun : Aku mengerti (mengibaskan rambutnya dan menggoyangkan pinggulnya, orang-orang tertawa melihat tingkahnya)
Sesaat setelah permainan selesai
Ji Suk Jin : Bagaimana bisa rambutnya masih terlihat sama? Rambutnya masih terlihat bersih, Moon Hee Jun :Tersenyum lebar
: Aku mencoba di bagian ini bila jatuh, Bagian ini merupakan bagian yang dangkal
Gambar 3.3-16
Adegan di mana Moon Hee Jun sangat memperhatikan penampilannya saat akan menjalani games di Running Man
Sumber: Running Man episode 209
111
Tabel 3.3-3
Perbandingan Sifat Maskulinitas Antara Barat dan Korea Selatan
Barat Korea Selatan
Penampilan yang sifatnya macho, dengan yang tidak berdandan menggunakan kosmetik kecuali untuk kelompok metroseksual, Ekspresi yang ditampilkan adalah wajah yang maskulin dengan kesan serius bahkan garang,
Penampilan manis, lucu dan lembut, senyum yang merekah, Ciri-ciri ini terlihat dari tampilan wajah dengan riasan make up, fashion yang dan bahkan pemilihan warna pink yang biasanya dihubungkan dengan sifat feminin,
Sifat yang ditunjukkan maskulin seperti yang ditunjukkan laki-laki dalam dominasi budaya patriaki yang tangguh, tidak emosional, bahkan cuek, Bahkan kaum metroseksual akan bersikap menjaga image untuk harga diri laki-laki yang tangguh,
Memiliki sifat feminin pula seperti lembut, manja, perhatian, sensitif dengan perasaan emosional,
Istilah untuk laki-laki dengan sifat maskulinitas di Korea Selatan adalah kkotkminam (꽃미남, kkot/n 꽃= flower, minam 미남 = laki-laki tampan) atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan flower boy atau pretty man,13Kkotkminam (yang selanjutnya akan disebut dengan flower boy) adalah sebutan untuk pria cantik yang mulai terkenal di tahun 2000-an,Bae Young Jun dalam Winter Sonata merupakan salah satu karakter yang menggambarkan sifat maskulinitas yang lembut (soft masculinity) meskipun tidak bisa sepenuhnya digolongkan ke dalam kelompok flower boy, Terdapat beberapa rekam jejak sejarah maskulinitas Korea Selatan yang membentuk sifat maskulinitas lembut,
Sebelum membahas kemunculan flower boy, Korea Selatan sebelumnya adalah wilayah yang dalam kurun waktu lama dikuasai oleh Dinasti
13Jung, Sun.2011. Korean Masculinities and Transcultural Consumption; Yonsama, Rain, Oldboy, and K-Pop Idol. Hong Kong: Hong Kong University Press, halaman 58.
112 Joseon,Dinasti Joseon dipengaruhi kuat oleh ajaran Konfusius, Konfusius mempengaruhi kuat nilai –nilai yang ada di era Joseon meskipun tidak seluruhnya saat ini nilai-nilai Konfusius berlaku di Korea Selatan, Era Joseon memiliki perkumpulan pelajar laki-laki yang mendalami pemahaman Konfusius terutama bagian kebijaksanaan (wen, 문, 文) yang disebut dengan seonbi,14Seonbi tersebut memahami ajaran Konfusius pada sekolah yang disebut sungkyuwan,Seonbi yang belajar di sungkyuwan memiliki sifat halus, baik dalam bertutur kata hingga perilaku,Seonbi yang ditugaskan mendalami paham Konfusius dilarang mengurusi hal-hal yang bersifat domestik atau pekerjaan yang sifatnya rumah tangga, pelajar hanya bertanggung jawab dalam memberikan pendapat dan pertimbangan atas keputusan raja yang memimpin,
Dalam pemahaman Cina sebagai sumber ajaran Konfusius, konsep laki-laki yang mengejar kebijaksanaan (wen,文) dipandang lebih elit dan tinggi dibandingkan dengan laki-laki konsep kuat (wu, 武), Pemahaman yang berdasarkan ukuran spiritual inilah yang disinyalir mempengaruhi pandangan dan menciptakan sifat seonbi yang bersifat halus,Pemahaman Konfusius seperti inilah yang dianggap sebagai bangunan budaya patriaki di Korea Selatan, Sifat halus para pelajar inilah yang merupakan akar dari maskulinitas lembut yang ada di karakter Bae Young Jun,
Terdapat berbagai argumen yang menyebutkan kemunculan fenomena ini, Turnbull menyebutkan kemunculan flower boy tidak terlepas dari kondisi Korea Selatan saat dilanda krisis IMF di akhir tahun 1990-an yang bersinggungan
14Ibid, Jung, Sun.2011.Korean Masculinities and Transcultural Consumption; halaman 27
113 dengan perkembangan ideologi gender atau perkembangan feminisme di Korea Selatan, Saat Korea Selatan dilanda krisis, perusahaan banyak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada kaum perempuan dibandingkan dengan laki-laki karena pandangan pembagian peran gender saat itu kebutuhan perempuan akan disediakan oleh kaum laki-laki sebagai pencari nafkah, Laki-laki digambarkan sebagai sosok tangguh dalam ideologi gender saat itu, Kondisi ini memicu reaksi kemarahan kaum perempuan yang merasa kegiatan mereka dibatasi dan menginginkan laki-laki yang benar-benar mengerti perempuan,
Ada pula yang menyebutkan flower boy muncul sebagai pengaruh dari komik Jepang yang bergenrebishounen15 yang mengandung unsur yaoi16, Komik Jepang sempat populer di Korea Selatan hingga pemerintah Korea Selatan menetapkan pelarangan beredarnya komik Jepang karena isi komik Jepang banyak mengandung unsur kekerasan yang memakan korban jiwa di Korea Selatan,Bishounen dalam popular culture Jepang merupakan komik yang bertemakan laki-laki yang digambarkan cantik menurut perspektif Jepang tetapi fenomena bishounen ada di masyarakat Jepang yang menganggap realitas nyata, Pengaruh dari Jepang dengan konsep bishounen yang digambarkan laki-laki cantik memberikan pengaruh kepada kemunculan flower boy, Perilaku aegyo-pun
15Disandur dari Bishōnen http://en.wikipedia.org/wiki/Bish%C5%8Dnen dan Flower Men: The Hot Topic of 2009?http://thegrandnarrative.com/2009/04/03/flower-men-the-hot-topic-of-2009/, diakses pada 7 Agustus 2014.
Bishounen di Jepang disebut pula dengan istilah anak laki laki cantik, bishounen muncul lebih dahulu dibandingkan dengan flower boy. Yang tergolong bishounen bagi orang Jepang adalah laki-laki yang berusia sekitar 20 tahunan dan memiliki paras dan penampilan cantik dengan memiliki perasaan sensitif. Perempuan di Jepang menerima kondisi bishounen tanpa ada stigma negatif bahkan orientasi seksual.
16Yaoi merupakan salah satu genre di manga (komik) Jepang yang mengangkat tema homoseksual pria yang mengandung unsur erotis dan romantis yang khusus ditujukan untuk kaum wanita.Jepang sendiri menekankan yaoi berbeda dengan gay.
114 1tidak terlepas dari pengaruh tampilan kawaii (lucu dan lembut) dari laki-laki Jepang yang banyak dilakukan oleh orang Korea Selatan,
Pada tahun 2005, film King and Clown yang menceritakan kisah cinta terlarang seorang raja dengan seorang prajurit laki-laki berparas cantik langsung mendapat perhatian publik,Lee Joon Ki, pemeran prajurit laki-laki, ditampilkan dalam sosok laki-laki dengan wajah yang cantik langsung menjadi perhatian publik hingga disebut dengan kkotminam atau flower boy, Fenomena flower boy ini banyak diangkat ke dalam berbagai drama Korea seperti Boys Before Flower, Flower Boys Next Door, dan berbagai drama lainnya yang tidak secara spesifik judulnya mengacu pada flower boy,
Gambar 3.3-17
Aktor Korea Selatan yang mendapat gelar flower boy yang membintangi berbagai drama, Kim Bum (kiri), Kim Woobin (tengah), dan Kim Soo Hyun (kanan)
Sumber:
http://michellasatik12,blog,com/2009/06/20/kim-sang-bum-%EA%B9%80%EC%83%81%EB%B2%94/, http://sidomi,com/308661/kim-woo-bin-dipilih-sebagai-aktor-paling-sopan/, dan https://kimcheezblog,wordpress,com/tag/kim-soo-hyun/
Flower boy di Korea Selatan ditunjukkan oleh laki-laki dengan berdandan, Berdandan bukanlah hal yang hanya dilakukan oleh kaum perempuan saja, akan tetapi hal tersebut juga lumrah dilakukan oleh kaum adam di Korea Selatan, Saat ini banyak para kaum pria berdandan layaknya perempuan,Flower
115 boy menawarkan tampilan wajah yang manis, mengemaskan sehingga mempengaruhi sikap yang ditampilkan oleh laki-laki tersebut,
a. Wajah tampan dengan adanya unsur feminin,
b. Langsing dan bahkan kekar dengan ditunjukkan oleh otot tubuh, c. Tinggi tubuh proporsional
d. Tata rambut yang fashionable
e. Mempunyai karisma (seperti ekspresi lucu, bergaya lucu atau aegyo) f. Berdandan,
g. Menggunakan pakaian yang sesuai fashion, ketat, sesuai dengan ukuran tubuh,
h. Bersikap lembut, peka terkadang sering kali dicampur adukan dengan sikap laki-laki yang jantan,
Tampilan laki-laki yang demikian tidak pula terlepas dari pengaruh bedah plastik yang digemari oleh penduduk Korea Selatan, Selain memiliki tampilan cantik, kadang mereka benar-benar terlihat cantik dibandingkan perempuan yang sebenarnya, Kecantikan penyanyi Korea Selatan ini terlihat ketika mereka memarodikan gaya artis perempuan di sebuah acara atau program televisi,
116
Gambar 3.3-18
Artist laki-laki yang berdandan menyerupai perempuan, Kiri adalah tampilan perempuan dan kanan adalah wajah asli mereka Sumber: http://4kpopindo,wordpress,com/2014/08/17/boa-berpose-dengan-lady-changmin/,
http://www,wowkeren,com/foto/seleb/tvxq/changmin-tvxq-josei-jishin-mei-2013-03,html, http://www,soompi,com/2012/05/16/jyjs-junsu-goes-drag-queen/ dan
http://dramahaven,com/junsu-jyj-in-scent-of-a-woman-photo-gallery/#
3.3.2. Praktek Wacana
Praktek wacana membahas bagaimana teks hallyu diproduksi dan di konsumsi, Wacana sebagai grand narratives tersusun dari serangkaian praktek diskursus yang menyusun dari teks dan praktik wacana, Karena menjelaskan bagaimana sebuah teks diproduksi dan dikonsumsi, maka tentu saja hal ini melibatkan pihak-pihak yang berkaitan dalam proses tersebut,