• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masyarakat Desa Tinggi Raja

BAB II GAMBARAN UMUM

2.2 Masyarakat Desa Tinggi Raja

Desa Tinggi Raja merupakan salah satu desa yang memiliki jumlah penduduk yang padat. Adapun total keseluruhan dari jumlah penduduk adalah 3.845 orang, dengan rincian antara lain: jumlah penduduk laki-laki sejumlah 1.914 orang dan jumlah penduduk perempuan sejumlah 1.931 orang. Dari 3.845 orang terdapat sejumlah 1.162 Kepala Keluarga (KK). Berikut tabulasinya:

Tabel 2.3

Jumlah Penduduk Desa Tinggi Raja, Kec. Tinggi Raja, Kab. Asahan

No Nama Dusun

Laki-Laki Perempuan Jumlah Jiwa

Jumlah KK

1 Dsn. I Pekan 202 222 424 133

2 Dsn. II Sawah 270 257 527 153

3 Dsn. III Pengajian 187 181 368 105

4 Dsn. IV Kuala Piasa 103 105 208 53

5 Dsn. V Jati Sari 390 387 777 229

6 Dsn. VI Jati Sari 410 398 808 248

7 Dsn. VII Jati Sari 352 381 733 241

Jumlah 1.914 1.931 3.845 1.162

Sumber Data : Dokumen Kantor Desa 2020

Perlu diketahui bahwa masyarakat Desa Tinggi Raja tidak semuanya merupakan penduduk asli desa setempat, melainkan terdapat penduduk pendatang yang berasal dari luar daerah Asahan seperti dari Jawa, Padang, Riau, Palembang dan lain-lain. Adapun masyarakat Desa Tinggi Raja berdasarkan keturunan terdiri dari suku Melayu 32 orang, Jawa 2.971 orang, Batak 842 orang. Saat ini, faktor yang melatarbelakangi para warga ini menjadi penduduk Desa Tinggi Raja adalah dikarenakan adanya ikatan tali perkawinan antara satu sama lainnya. Desa Tinggi Raja adalah salah satu desa yang ada di Pulau Sumatera bagian Utara yang mayoritas masyarakatnya berasal dari suku Batak.

Akan tetapi, agak berbeda dengan asal sukunya yaitu Batak, di Desa Tinggi Raja masyarakatnya menggunakan bahasa jawa sebagai alat komunikasi sehari-hari.

Hal ini dikarenakan, di Desa Tinggi Raja orang-orang dari suku Jawa menjadi masyarakat mayoritasnya. Sehingga dari segi sosial dan budaya dari masyarakat Tinggi Raja tidak jauh berbeda dengan masyarakat yang berasal dari suku Jawa pada umumnya.

Unsur-unsur kependudukan yang dapat merubah struktur kependudukan merupakan unsur-unsur yang terdiri dari kelahiran, kematian, dan migrasi.

Ketiga unsur ini saling berpengaruh. Bila pada suatu penduduk tingkat kelahiran tinggi maka akan berpengaruh pada struktur penduduk di daerah tersebut yaitu presentase penduduk usia lebih muda jumlahnya menjadi lebih besar. Demografi tidaklah mempelajari penduduk sebagai individu, tetapi penduduk sebagai suatu kelompok. Jadi yang dimaksud dengan penduduk dalam kajian demografi adalah sekelompok orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah.

Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Secara terus-menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang lahir (menambah jumlah penduduk), tetapi secara bersamaan akan dikurangi oleh jumlah kematian yang terjadi pada semua golongan unsur.

Sementara itu migrasi juga berperan imigrasi (pendatang) akan menambah dan imigran akan mengurangi jumlah penduduk.

Adapun presentase perubahan penduduk Desa Tinggi Raja yaitu, 0,25 % kelahiran rata-rata tiap tahun, 0,25 % kematian rata-rata tiap tahun, dan 0,30 %

penduduk pindah domisili tiap tahunnya. Berikut tabulasinya:

Tabel 2.4

Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama dan Suku Serta Perubahan Penduduk Desa Tinggi Raja, Kec. Tinggi Raja, Kab. Asahan

No Nama Desa Jumlah Penduduk Menurut Agama dan Suku, Serta Perubahan Penduduk

1 2 3

1 Desa Tinggi Raja

I. Penduduk Menurut Agama

Jumlah (Jiwa)

- Islam 3.838

- Kristen Katolik -

- Kristen Protestan 7

- Hindu -

- Budha -

Jumlah 3.845 Jiwa

II. Penduduk Menurut Suku

- Jawa 2.971

- Batak 842

- Melayu 10

- Minang 17

- Banjar 1

- Aceh 4

Jumlah 3.845 Jiwa III. Perubahan Penduduk

- Kelahiran Rata-Rata Tiap Tahun

0,25 %

- Kematian Rata-Rata Tiap Tahun 0,25 % - Penduduk Pindah Domisili 0,30 % Sumber Data : Dokumen Kantor Desa 2020

2.2.2 Mata Pencaharian

Perekonomian pada masyarakat Desa Tinggi Raja tidak terlepas dari pengaruh perkembangan ekonomi desa beberapa dekade sebelumnya.

Pertambahan penduduk serta kebijakan-kebijakan yang telah ditempuh pemerintah selama ini. Beberapa hal ini memberikan pengaruh pada kehidupan masyarakat Tinggi Raja termasuk semua lapisan masyarakat dengan tingkat yang tentunya berbeda-beda. Dalam proses ini ada yang meningkat dan ada pula yang bergeser ke bawah.

Jumlah mereka yang bekerja sebagai petani lebih nampak sangat dominan dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Oleh sebab itu perekonomian secara umum di Desa Tinggi Raja banyak dilakukan oleh hasil pertanian atau perkebunan. Karena hasil yang diperoleh tidak menetap maka pendapatan tiap harinya pun tidak menetap, dampak dari ketidakmerataan hasil pendapatan ini membuat perekonomian keluarga tidak menentu, hal ini juga dirasakan oleh para pedagang yang besar kecilnya perolehan dan ditentukan hasil panen dari pertanian mereka. Dan jika pekerjaan sebagai petani ini hanya dianggap sebagai

salah satu dari kategori mata pencaharian yang lebih luas, yaitu mata pencaharian di bidang pertanian dan perkebunan, tentunya harus juga memasukkan mereka yang beternak, buruh yang mempunyai pekerjaan sambilan sebagai petani, pegawai ataupun pensiunan atau mereka yang berusaha di bidang perdagangan sebagai usaha.

Adapun sektor mata pencaharian di Desa Tinggi Raja yaitu sektor pertanian terdiri dari 850 jiwa petani, sektor perkebunan terdiri dari 70 jiwa buruh perkebunan. Adapun dibidang lainnya seperti di sektor peternakan yang terdiri dari 56 jiwa pemilik ternak sapi, 5 jiwa pemilik ternak kambing, 8 jiwa pemilik ternak ayam dan 4 jiwa pemilik buruh peternak. Di sektor pertambangan galian C terdiri dari 1 jiwa pemilik usaha pertambangan galian C, 1 jiwa pemilik perdagangan hasil galian C dan 13 jiwa buruh usaha pertambangan galian C. Di sektor industri kerajinan rumah tangga terdiri dari 9 jiwa pemilik usaha kerajinan, 2 jiwa usaha industri rumah tangga, dan 10 jiwa buruh industri kecil/

kerajinan/ rumah tangga. Di bidang jasa terdiri dari jasa keterampilan yaitu 6 jiwa tukang kayu, 5 jiwa tukang batu, 9 jiwa tukang jahit/border, 5 jiwa tukang cukur. Jasa lainnya seperti 5 jiwa listrik dan gas, 3 jiwa depot air minum dan 38 jiwa konstruksi. 31 jiwa pegawai negeri dan 2 jiwa anggota polri. Berikut tabulasinya:

Tabel 2.5

Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian di Desa Tinggi Raja Tinggi Raja, Kec. Tinggi Raja, Kab. Asahan

No Jenis Pekerjaan Jiwa

1 Pegawai Negeri 31 Jiwa

2 Anggota Polri 2 Jiwa

3 Petani 850 Jiwa

4 Peternakan 73 Jiwa

5 Jasa Keterampilan 33 Jiwa 6 Industri Kerajinan Rumah Tangga 9 Jiwa 7 Perdagangan/dagang 69 Jiwa 8 Bangunan/Konstruksi 38 Jiwa

9 Perkebunan 70 Jiwa

11 Pertambang Galian C 1 Jiwa

Jumlah 1.176 Jiwa

Sumber Data : Dokumen Kantor Desa 2020

2.2.3 Pendidikan

Bagi masyarakat petani Desa Tinggi Raja terdahulu antara ekonomi dan pendidikan sama-sama lemahnya, sering dikatakan sebagai lingkaran setan.

Seperti yang dilaporkan Ikatan Bacaan Internasional bahwa negara-negara miskinlah yang paling besar jumlah presentase kebutahurufannya. Sedangkan orang yang buta huruf dapat kita bayangkan status kerja dan pendapatannya.

Bagi masyarakat Desa Tinggi Raja terdahulu target sekolah hanya bisa membaca dan menulis saja bahkan mereka beranggapan bisa kerja atau mengetahui bukan karena diajarkan di sekolah tetapi diajarkan oleh kontak dengan orang dewasa dan lingkungannya.

Namun pandangan yang kurang baik itu dapat dihilangkan dengan meningkatkan kesadaran bagi masyarakat petani dengan bahasa yang menyentuh dan menghubungkan pelajaran di sekolah lebih erat lagi dengan penghidupan masyarakat. Di bidang pendidikannya masyarakat Tinggi Raja termasuk desa yang memiliki rata-rata berpendidikan tidak terlalu rendah, rata-rata telah menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA). Walaupun dalam menempuh pendidikan sampai pada perguruan tinggi itu hanya dimiliki orang-orang yang golongan menegah ke atas, atau mereka yang tidak mampu tapi memiliki semangat yang tinggi terhadap pendidikan. Hanya sedikit saja masyarakat Desa Tinggi Raja yang berhenti sampai pada pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Oleh sebab ini jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada maka hal tersebut relatif cukup baik.

Hal ini sangat memperlihatkan dan membutuhkan pemikiran serta penanganan yang lebih baik lagi untuk ke depannya. Perhatian pemerintah setempat sangat besar dalam mencerdaskan masyarakat Tinggi Raja, hal ini terbukti dengan sarana pendidikan yang dibangun di desa tersebut. Terdapat 2 unit Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta yaitu Al-Washliyah Tinggi Raja dan Swadaya Tinggi Raja, 2 unit Sekolah Menengah Pertama yaitu SMP N 1 Tinggi Raja dan Tsanawiyah Swasta Tinggi Raja. 3 unit Sekolah Dasar (SD)

yaitu SD N 1 Tinggi Raja, dan 4 unit Paud/ TK. Berikut tabulasinya:

Table 2.6

Jumlah Penduduk yang Sedang Menempuh Pendidikan di Desa Tinggi Raja, Kec.

Tinggi Raja, Kab. Asahan

Sumber Data : Dokumen Kantor Desa 2020

2.2.4 Kegotongroyongan

Kegotongroyongan masyarakat masih tetap terjaga. Kebiasaan menjenguk orang sakit, melahirkan dan sedang berduka (tetangga atau sanak keluarga) masih dilakukan oleh masyarakat. Hal ini pun biasanya dijadikan masyarakat Desa Tinggi Raja untuk mempererat silaturahmi dan rasa persaudaraan. Kemudian kebiasaan saling membantu tetangga yang mengadakan pesta juga masih dilakukan. Istilah orang-orang yang membantu di belakang untuk mengurusi keperluan makanan pesta disebut rewang. Biasanya orang yang diundang untuk rewang adalah tetangga-tetangga yang dekat dengan rumah, sanak keluarga yang masih terjangkau jarak rumahnya. Semua itu

No Berdasarkan Pendidikan Jiwa

1 Sedang Duduk di Perguruan Tinggi 193 Jiwa 2 Sedang Duduk di SMU/ Sederajat 321 Jiwa 3 Sedang Duduk di SLTP/ Sederajat 345 Jiwa 4 Sedang Duduk di SD/ Sederajat 436 Jiwa

Jumlah 1.295 Jiwa

menggambarkan bahwa hubungan ketetanggaan di desa ini masih dilakukan.

Dokumen terkait