TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembangunan
2.3 Masyarakat Pesisir
2.3.1 Pengertian Masyarakat Pesisir
Masyarakat pesisir sering didefinisikan sebagai suatu masyarakat yang tinggal di pinggir pantai dan menggantungkan hidupnya pada hasil sumber daya laut, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat petani. Selain itu, konsentrasi pola hidup masyarakat pesisir yang berhubungan langsung dengan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka, menyebabkan kondisi mereka terisolasi dalam satu daerah saja.
Masyarakat pesisir adalah masyarakat yang bertempat tinggal di lingkungan pesisir pantai. Karena masyarakat ini hidup di lingkungan pesisir pantai maka masyarakat ini menggantungkan hidupnya pada kekayaan alam yang ada di laut. Pekerjaan masyarakat pesisisr ini secara umum adalah sebagai nelayan. Para nelayan ini ada yang menggunakan tek nologi sederhana atau disebut dengan nelayan tradisonal. Namun, ada juga nelayan yang menggunakan teknologi yang berbeda yang disebut dengan nelayan modern, hanya saja jumlahnya tidak terlalu banyak (Chozin dkk, 2010 : 222 – 223).
2.3.2 Struktur Sosial Masyarakat Pesisir
Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, masyarakat pesisir merupakan masyarakat yang bertempat tinggal di lungkangan pesisir pantai, sehingga pada umumnya mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan dan menggantungkan hidup dari kekayaan alam pesisir maupun lautan.
Pekerjaan lain yang ada di kawasan pesisir adalah sewa – menyewa kapal. Ada juga kalangan masyarakat yang membuat garam. Pada umumnya ketergantungan masyarakat pesisir pada sektor kelautan menjadi kendala bagi masyarakat untuk berhasil keluar dari garis kemiskinan. Hal ini karena terdapat banyak faktor yang mempengaruhi penghasilan masyarakat pesisir, sehingga pekerjaan ini tidak menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan para keluarga yang tergolong masyarakat pesisir. Hal tersebutlah alasan mengapa dikatakan bahwa masyarakat pesisir memiliki variasi hidup yang kompleks.
Selain menangkap ikan, masyarakat pesisir juga mengolah kebun kelapa. Terutama karena di dekat pantai biasanya pohon kelapa mudah tumbuh. Namun, jika memiliki tanah maka tanah tersebut dikelola secara optimal. Pada saat musim padi maka tanah akan berfungsi menjadi sawah dan pada saat yang lain akan dikelola menjadi kebun. Selain itu, kolektifitas masyarakat maritim masih banyak sebagai pelayar dan pedagang antar pulau (Chozin dkk, 2010 : 223).
2.3.3 Karakteristik Masyarakat Pesisir
Adapun karakteristik atau ciri – ciri yang dipantulkan oleh komunitas atau masyarakat pesisir di Indonesia adalah :
1. Masyarakat pesisir adalah masyarakat yang tergantung pada alam laut. Ketergantungan masyarakat pesisir terhadap alam laut itu dalam bentuk fisik maupun emosional sesuai dengan kondisi alam yang mempengaruhinya. Masyarakat pesisir dengan demikiain menggantungkan
hidupnya dengan cuaca, iklim, dan pergantian musim terutama masyarakat pesisir yang bekerja sebagai nelayan.
2. Masyarakat pesisir sangat tergantung pada sumber daya energi yang murah dan konvensional untuk dapat menggali kekayaan alam laut yang merupakan tempat pencarian kebutuhan hidup.
3. Masyarakat pesisir sangat tergantung pada modal tunai untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari terutama untuk modal kegiatan pelayanan dan konsumsi.
4. Masyarakat pesisir sangat bergantung kepada pihak lain baik secara individual maupun berkelompok dalam sistem jaringan kerja, baik penangkapan ikan, jasa pelelangan ikan maupun terhadap para pemilik modal.
5. Masyarakat pesisir sangat membutuhkan program – program pemberdayaan yang dapat mengeluarkan masyarakat pesisir dari jerat kehidupan yang sangat tajam dan tidak mengenal kompromi (Chozin dkk, 2010).
2.3.4 Upaya Memajukan Masyarakat Pesisir
Salah satu upaya memajukan masyarakat pesisir adalah melalui pembangunan infrastruktur. Adapun infrastruktur yang utama adalah jalan. Jalan yang dimaksudkan di sini adalah fasilitas untuk sarana transportasi. Sarana transportasi yang baik akan memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Alasannya, karena keberadaan sarana transportasi meningkatkan efisiensi, alokasi sumber daya, meningkatkan kinerja pasar dan
memacu perumbuhan ekonomi. Meningkatkan akses pelayanan dasar baik itu kesehatan, pendidikan, dan meningkatkan peluang ekonomi karena berhasil menurunkan biaya.
Dengan adanya jalan, maka mobilitas masyarakat menjadi tidak terbatas. Masyarakat pesisir dapat membuka akses ke wilayah lain yang menjadi sentra – sentra ekonomi. Dapat membina hubungan dengan masyarakat lain yang ada di luar wilayah pesisir. Mobilitas manusia, barang, jasa, dan modal akan bertambah juga dengan adanya transportasi yang baik. Mobilitas dan hubungan dengan masyarakat luar pada akhirnya akan menambah wawasan masyarakat pesisir (Chozin dkk, 2010).
Infrastruktur lain adalah fasilitas air, listrik, dan telekomunikasi. Fasilitas – fasilitas ini diperlukan dalam menunjang produktivitas masyarkat pesisir. Di malam hari masyarkat dapat menggunakan listrik untuk penerangan. Keberadaan listrik ini akan mengurangi pengeluaran masyarakat untuk penerangan. Apalagi jika masih menggunakan minyak lampu yang harganya sudah sangat mahal, demikian pula dengan fasilitas air.
Kemudahan akan fasilitas air dan listrik akan memudahkan masyarakat pesisir untuk dapat lebih fokus dalam bekerja dan memnuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Untuk air bersih, masyarakat pesisir sudah tidak perlu mengangkut air dari tempat sumber air kempat penampungan air keluarga. Ataupun jika fasilitas air bersih tersebut masih berupa sumber air umum, maka pengangkutan air bersih dari sumber air ketempat penampungan air keluarga tidak terlalu jauh.
Akses yang baik ke wilayah pesisir merupakan pintu bagi terbukanya orang luar untuk masuk ke wilayah pesisir. Keberadaan orang luar di wilayah pesisir akan membuka peluang munculnya investasi, dan yang paling penting adalah masyarakat pesisir dapat memikirkan peluang untuk membenahi wilayahnya. Apakah itu dengan menyediakan tempat untuk masyarakat luar yang datang untuk menikmati keindahan alam (wisatawan) berupa sarana dan pra – sarana umum seperti penginapan, rumah makan, toilet umum dan lain – lain.
Kendala mengenai sikap masyarkat yang menganggap pendatang baru sebagai ancaman bagi persatuan dan kesatuan masyarakat dapat diatasi dengan memberikan pemahaman tentang keuntungan dan kerugian yang diperoleh masyarakat pesisir jika terdapat masyarakat pendatang/luar.
Segala upaya tersebut tentu akan membawa perubahan masyarakat pesisir menjadi lebih baik lagi dalam berbagai aspek. Kondisi yang semakin baik tersebut dapat mendorong kreativitas masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kewirausahaan masyarkat dalam bentuk pembuatan kerajinan tangan yang dapat dijual kepada pendatang/wisatawan adalh potensi yang besar. Selain itu, kendala yang didapat dari ketergantungan nelayan pada hasil tangkapan ikan di laut tentu dapat diatasi melalui peningkatan keterampilan dan kreativitas masyarakat, serta kejelian dalam membuka usaha baru.