• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di MI/SD

4. Materi Perubahan Lingkungan Fisik dan Pengaruhnya 41

bunyi melalui penggunaan alat musik.

9. Memahami perubahan

kenampakan permukaan

bumi dan benda langit.

9.1Mendeskripsikan perubahan

kenampakan bumi.

9.2Mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan bumi dari hari ke hari.

10.Memahami perubahan

lingkungan fisik dan

pengaruhnya terhadap

daratan.

10.1 Mendeskripsikan berbagai

penyebab perubahan lingkungan fisik (angin, hujan, cahaya matahari, dan gelombang air laut).

10.2 Menjelaskan pengaruh

perubahan lingkungan fisik

terhadap daratan (erosi, abrasi, banjir, dan longsor).

10.3 Mendeskripsikan cara

pencegahan kerusakan

lingkungan (erosi, abrasi, banjir, dan longsor)

11.Memahami hubungan

antara sumberdaya alam

dengan lingkungan,

teknologi, masyarakat.

11.1 Menjelaskan hubungan

antara sumber daya alam

dengan lingkungannya.

11.2 Menjelaskan hubungan

antara sumber daya alam

dengan teknologi yang

digunakan.

11.3 Menjelaskan dampak

pengambilan bahan alam

terhadap pelestarian lingkungan.

4. Materi Perubahan Lingkungan Fisik dan Pengaruhnya

A) Penyebab Perubahan Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik adalah keadaan sekitar yang mempengaruhi dan mendukung kehidupan. Lingkungan fisik meliputi tanah, air, dan udara. Lingkungan fisik tidak selamanya tetap,setiap waktu dapat mengalami perubahan. Perubahan lingkungan dapat digakibatkan oleh kegiatan manusia maupun gejala alam. Gejala yang mempengaruhi

42

perubahan lingkungan ai antaranya angin, hujan, cahaya matahari, dan gelombang laut.

Penyebab perubahan lingkungan fisik penjelasannya adalah sebagai berikut:

1) Angin

Angin adalah udara yang bergerak. Angin terjadi karena adanya perpindahan udara yaitu daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Angin mempunyai banyak manfat untuk manusia, misalny mengeringkan pakaian basah atau membantu penyerbukan pada bunga. Namun, selain memberikan manfaat angin juga memberikan kerugian untuk manusia. Angin yang berhembus kenncang dapat menimbulkan terjadinya angin topan. Angin topan dapat mengakibatkan kerusakan di permukaan bumi. Daerah yang terkena angin topan banyak mengalami kerusakan, seperti pohon-pohon tumbang dan banyak bangunan yang runtuh.

43

Gambar 2.1Kerusakan Akibat Angin Topan

Sumber: gaul.solopos.com

Angin dapat mengikis batuan dan permukaan tanah. Pengikisan tanah dan bebatuan oleh angin disebut deflasi. Hembusan tanah yang kencang dan terus-menerus di daerah yang tandus dapat memindahkan partikel-partikel halus batuan. Proses ini dapat membentuk suatu bukit pasir di gurun atau pantai. Bukit pasir pantai disebut gumuk pasir.

2) Hujan

Selain angin, hujan dapat berpengaruh terhadap perubahan lingkungan fisik. Pengaruh yang menguntungkan, misalnya hujan dapat membentuk udara menjadi lebih segar dan hujan dimanfaatkan petani untuk mengairi sawah. Sedangkan pengaruh yang merugikan, misalnya hujan yang sangat deras dan terus-menerus dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan erosi.

44

Gambar 2.3 Akibat Banjir

Sumber: gambargambar.com

3) Cahaya Matahari

Cahaya matahari memiliki banyak manfaat bagi makhluk hidup di bumi. Dengan adanya cahaya matahari, bumi menjadi terang dan tidak gelap. Cahaya matahari dibutuhkan tumbuhan untuk fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan pada tumbuhan. Cahaya matahari digunkan tumbuhan sebagai sumber energi. Cahaya matahari juga digunakan manusia sebagai energi alternatif sebagai pembangkit listrik tenaga surya.

Selain memancarkan cahaya, matahari juga memancarkan panas. Panas dan cahaya matahari yang berkepanjangan mengakibatkan kekeringan di bumi, sebab penguapan air lebih cepat tejadi. Tanah dan batuan dapat mengalami keretakan. Tanah yang kering dan retak tidak dapat di gunakan untuk tempat hidup tumbuhan.

45

Di hutan, cahaya matahari dan pana matahari yang berlebihan dapat membakar ranting dan daun kering. Akibatnya terjadi kebakaran hutan. Hutan yang terbakar akan menyebabkan perubahan lingkungan fisik bumi. Daratan yang semula hijau ditumbuhi pepohonan yang rindang dan subur, berubah menjadi daratan yang gundul, tandus, dan gersang.

Gambar 2.3Kekeringan

Sumber: aidil-likely.blogspot.co.id

4) Gelombang Lautan

Gelombang bumi yang sangat luas di permukaan bumi disebut laut. Permukaan laut dapat membentuk gelombang atau ombang laut. Gelombang atau ombak dapat diseabkan karena tiupan angin. Semakin besar tiupan angin akan menyebabkan gelombang laut semakin besar. Gelombang air laut membawa energi yang sangat besar. Pantai menjadi terkikis oleh benturan ombak laut yang terus-menerus menerjang. Gelombang air laut

46

pengikisan tanah yang disebabkan karena air laut. Gelombang laut juga menyebabkan pelapukan di sekitar pantai.

Gelombang laut yang besar dapat dikirangi dengan pembuatan alat pemecah gelombang atau ombak. Pemecah gelombang diletakkan sebelum ombak laut sampai tanah pantai. Dengan demikian kekuatan ombak laut ketika sampai pantai sudah berkurang. Pemecah gelombang dapat berupa beton-beton yang ditempatkan di sekitar pantai. Di samping itu, penanaman pohon bakau juga dapat memecah ombak di pantai.

Gambar 2.4 Abrasi

Sumber: armeidi.blogspot.com

B) Dampak Perubahan Lingkungan Fisik pada Daratan.

Perubahan lingkungan beerdampak pada daratan, antara lain: 1) Erosi Tanah

Erosi adalah pengikisan yang terjadi pada tanah oleh air laut atau angin. Tanah yang tidak terlindungi oleh tumbuhan sangat mudah terkikis dan dihanyutkan leh air. Tanah-tanah di lereng

47

gunung dapat terkikis oleh air hujan. Begitu pula pada tanah-tanah subur lainnya yang tidak ada perlindungan dari tumbuhan akan mudah terkikis oleh air hujan.

Dampak erosi tanah antara lain:

a. Tanah menjadi tandus atau tidak subur, karena lapisan tanah bagian atas yang mengandung humus dihanyutkan oleh air hujan atau angin sehingga tumbuhan tidak dapat hidup.

b. Erosi yang tidak terkendali menyebabkan endapan lumpur lebih banyak. Akibatnya, waduh atau bendungan cepat mengalami pendangkalan.

2) Banjir

Hujan yang turun terlalu deras mengakibatkan sungai tidak mampu menampung dan mengalirkan air dengan lancar. Aliran air di sungai dapat meluap dan menggenangi perumahan, sawah, serta merusak segala yang dilaluinya. Banjir membawa korban, baik harta maupun nyawa. Manusia, hewan, dan tumbuhan dapat hanyut terbawa banjir.

Dampak banjir antara lain:

a. Air menggenangi rumah-rumah warga.

b. Merusak tanaman

c. Tanah terkikis

48

Banjir juga dapat disebabkan oleh kegiatan membuang sampah di sungai. Sampah yang dibuang ke sungai dapat menyumbat aliran air sehingga air sungai meluap saat hujan lebat turun. Penebangan hutan dan penutupan permukaan tanah dengan aspal atau semen dapat mengurangi daerah resapan air, sehingga banjir mudah terjadi.

3) Abrasi

Gelombang air laut yang sampai di pantai membentur suatu tebing sehingga permukaan tanah di daerah pantai dapat terkikis oleh gelombang laut. Pengikisan pantai oleh gelombang air laut dinamakan abrasi. Akibat yang ditimbulkan oleh abrasi air laut adalah rusaknya batu karang. Abrasi juga dapat menyebabkan daratan terkikis sehingga luasnya dapat berkurang. Selain itu, hanyutnya pasir ke laut menyebabkan pendangkalan laut, hewan-hewan yang biasa hidup di karang dan pantai kehilangan tempat tinggalnya.

4) Longsor

Longsor adalah gerakan meluncurnya tanah akibat tidak dapat menampung air dalam tanah. Longsor mudah terjadi pada tanah miring yang gundul. Pada tanah gundul, tidak terdapat akar tumbuh yang mengait dan menahan air.

49 D. Model Guided Discovery Learning

Dokumen terkait