• Tidak ada hasil yang ditemukan

Matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats Matrix) Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal

VIII Pertumbuhan

6 Pendapatan/Bulan

7.5. Matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats Matrix) Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal

Restoran Pondok Sekararum diketahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dapat digunakan dalam merumuskan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan. Adapun alternatif-alternatif strategi diperoleh melalui analisis dan penggabungan dengan faktor yang memiliki tujuan yang sama. Alternatif-alternatif strategi tersebut disusun dengan menggunakan

94 matriks SWOT. Matriks SWOT Restoran Pondok Sekararum dapat dilihat pada Tabel 18.

Tabel 18. Matriks SWOT Restoran Pondok Sekararum Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan (Strengths-S) 1. Restoran adalah pionir

makanan khas Jawa Timur di Kecamatan Ciomas dengan bumbu dan cita rasa asli

2. Adanya hubungan yang baik antara pengelola usaha dengan karyawan 3. jaringan pemilik restoran

yang luas

4. Memiliki modal yang kuat dan milik pribadi

5. Melayani fasilitas pesan antar

6. Menggunakan bahan baku sayuran yang diproduksi sendiri secara organik

Kelemahan (Weakness-W) 1. Kurangnya kegiatan

promosi

2. Lokasi usaha yang kurang strategis

3. Lahan parkir yang sempit 4. Kurangnya variasi dalam menu 5. Kurangnya fasilitas toilet Peluang (Opportunities-O) 1. Pasar potensial restoran yang

cukup besar

2. Tingkat inflasi yang cenderung stabil

3. Jumlah PDRB per kapita meningkat 4. Perkembangan Teknologi Strategi SO S1=Penetrasi Pasar (S1,2,3,4,5 dan O1,3,4) S2=Meningkatkan kualitas produk serta pelayanan kepada konsumen (S1,2,3,4,5,6 dan O1,4) Strategi WO S3=Memperbaiki bauran pemasaran (W1,2,3,4,5 dan O1,2,3,4) Ancaman (Threats-T) 1. Tingginya kekuatan

tawar-menawar pembeli

2. Adanya persaingan industri 3. Banyaknya produk subtitusi 4. Hambatan masuk industri

kecil

5. Tingginya kekuatan tawar menawar pemasok

Strategi ST

S4=Meningkatkan kualitas hubungan kerja antara pengelola dan karyawan (S2,4 dan T2,3,4) S5=Meningkatkan hubungan dengan pemasok (S1,3,4 dan T2,3,4,5) Strategi WT S6=Pengembangan Produk (W4 dan T1,2,3,4)

Berdasarkan analisis matriks SWOT tersebut, maka alternatif atau pilihan strategi yang dapat diberikan untuk mengembangkan usaha adalah sebagai berikut:

95 1. Strategi S-O (strengths-opportunities)

Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal, dimana kekuatan internal dapat memanfaatkan tren dan kejadian eksternal.

A. Melakukan penetrasi Pasar (S1,2,3,4,5 dan O1,3,4)

Peluang yang dimiliki perusahaan adalah Pasar potensial restoran yang cukup besar, , pengeluaran per kapita per bulan tinggi, khususnya pengeluaran untuk makanan, tingkat inflasi yang cenderung stabil, Jumlah PDRB per kapita meningkat. Penetrasi pasar merupakan strategi yang berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar suatu produk atau jasa dengan melakukan pemasaran yang lebih besar di daerah geografis yang sama. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar dari produk yang sudah ada dalam pasar yang selama ini digeluti dengan menggunakan usaha pemasaran dengan maksimal. Hal tersebut dilakukan Restoran Pondok Sekararum karena selama ini Restoran Pondok Sekararum adalah pionir makanan khas Jawa Timur di Kecamatan Ciomas dengan bumbu dan cita rasa asli, memiliki hubungan yang baik antara pengelola usaha dengan karyawan, jaringan pemilik restoran yang luas, memiliki modal yang kuat dan milik pribadi, serta didukung oleh fasilitas pesan antar.

Saat ini Restoran Pondok Sekararum memiliki cabang berupa mini outlet di Kantin Plasma, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Strategi penetrasi pasar yang akan ditempuh Restoran Pondok Sekararum adalah dengan cara memperluas wilayah distribusi produk dan meningkatkan pemasaran seperti membuka sebuah cabang mini outlet baru di lingkungan IPB ataupun membuka sebuah cabang di lingkungan universitas lainnya di Kota Bogor. Selain karena masih banyak pasar potensial yang tersedia, jaringan pemilik yang luas yang dimiliki Restoran Pondok Sekararum sangat membantu dalam upaya meningkatkan pangsa pasar yang ada. Selain itu, adanya peluang dari tingginya kepadatan penduduk Kecamatan Ciomas membuka kesempatan bagi Restoran Pondok Sekararum untuk meningkatkan pangsa pasar dengan meningkatkan kegiatan pemasaran seperti menambah tenaga kerja layanan antar, menawarkan produk-produk dengan harga lebih ekonomis sebagai upaya promosi, serta mengalokasikan biaya untuk iklan.

96 B. Meningkatkan kualitas produk serta pelayanan kepada konsumen

Peluang yang dimiliki Restoran Pondok Sekararum adalah Pasar potensial restoran yang cukup besar dan perkembangan teknologi. Didukung oleh kekuatan dari Restoran Pondok Sekararum sebagai pionir makanan khas Jawa Timur di Kecamatan Ciomas dengan bumbu dan cita rasa asli, memiliki hubungan yang baik antara pengelola usaha dengan karyawan, jaringan pemilik restoran yang luas, memiliki modal yang kuat dan milik pribadi, didukung oleh fasilitas pesan antar, serta menggunakan bahan baku sayuran yang diproduksi sendiri secara organik. Strategi meningkatkan kualitas produk serta pelayanan kepada konsumen secara terus-menerus merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh Restoran Pondok Sekararum agar tetap bertahan dan diminati konsumen. Kualitas produk yang ingin dipenuhi perusahaan harus dilihat dari sudut pandang konsumen, sebab konsumen merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan karena konsumen merupakan pasar sasaran bagi produk yang dihasilkan Restoran Pondok Sekararum. Hal ini membuat keinginan dan selera konsumen adalah syarat utama bagi kelangsungan hidup perusahaan dan berpengaruh pada perumusan strategi Restoran Pondok Sekararum. Hal tersebut ditujukan untuk memenuhi keinginan pasar dan berusaha menciptakan kepuasan konsumen.

Dalam meningkatkan kualitas produk, Restoran Pondok Sekararum memanfaatkan sayuran organik yang dibudidayakan sendiri sebagai bahan baku bagi produk-produk yang dihasilkan. Upaya peningkatan kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen yang akan diterapkan oleh Restoran Pondok Sekararum selanjutnya adalah dengan menggunakan daging ayam organik yang bebas dari zat berbahaya, menggunakan beras kualitas tinggi, serta meningkatkan fasilitas layanan jasa antar. Tujuan strategi ini adalah menambah dan mempertahankan loyalitas konsumen serta secara tidak langsung mengajak para konsumen untuk mengkonsumsi makanan tradisional khas Jawa Timur yang sehat dan bebas dari bahan pengawet.

2. Strategi W-O (weaknesses-opportunities)

Strategi W-O bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal.

97 A. Memperbaiki bauran pemasaran (W1,2,3,4,5 dan O1,2,3,4)

Peluang yang dimiliki Restoran Pondok Sekararum adalah pasar potensial restoran yang cukup besar, tingkat inflasi yang cenderung stabil, Jumlah PDRB per kapita meningkat, dan perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahan Restoran Pondok Sekararum yang kurang melakukan kegiatan promosi, memiliki lokasi usaha yang kurang strategis, lahan parkir yang sempit, kurangnya variasi dalam menu, dan kurangnya fasilitas toilet. Strategi W-O yang dapat dilakukan oleh Restoran Pondok Sekararum adalah memperbaiki bauran pemasaran. Strategi ini dilakukan untuk dapat lebih menarik perhatian konsumen dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Strategi ini dilalui dengan melakukan pembenahan dan perbaikan pada bauran pemasaran yang meliputi tujuh elemen bauran pemasaran jasa yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion), orang (people), proses (process), dan bukti fisik (physical evidence). Strategi memperbaiki bauran pemasaran bertujuan untuk membenahi tujuh elemen bauran pemasaran jasa agar dapat lebih efektif serta dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

Restoran Pondok Sekararum berupaya untuk memperbaiki bauran pemasaran perusahaan dengan melakukan beberapa perbaikan. Perbaikan dalam bauran pemasaran tersebut meliputi, perbaikan dan penambahan beberapa papan nama penunjuk restoran yang diletakkan di lokasi-lokasi strategis, pembuatan pamflet Restoran Pondok Sekararum yang kemudian akan diedarkan di lingkungan universitas, promosi potongan harga, menata lahan parkir, menambah fasilitas toilet, membuat perencanaan produksi yang baik dan adanya pembagian tugas memasak di antara koki, memberikan pengarahan atau pembinaan kepada pramusaji dalam bersikap, menambah jumlah karyawan yang hanya dipekerjakan saat restoran ramai pengunjung, dan membuat kebijakan tentang penggunaan seragamdan pemberian voucher makan gratis.

Perbaikan dan penambahan beberapa papan nama penunjuk restoran bertujuan agar para konsumen dapat mengetahui lokasi Restoran Pondok Sekararum. Karena menurut pengamatan, kebanyakan dari konsumen Restoran Pondok Sekararum awalnya tidak mengetahui akan keberadaan restoran. Selain itu, sejak papan nama penunjuk restoran yang lama rusak, jumlah pengunjung atau

98 konsumen baru yang berasal dari luar Bogor cukup berkurang. Pembuatan pamflet mengenai Restoran Pondok Sekararum yang kemudian akan di edarkan di lingkungan universitas bertujuan agar dapat memperluas pangsa pasar yang ada. Sasaran penyebaran pamflet adalah lingkungan universitas, khususnya di lingkungan pengajar/dosen. Rutinitas evaluasi yang dilakukan dosen-dosen setiap minggunya dianggap suatu kesempatan bagi Restoran Pondok Sekararum. Adanya rapat evaluasi mingguan yang dilakukan dosen, maka akan membutuhkan konsumsi pula. Maka dari itu, sasaran penyebaran Restoran Pondok Sekararum adalah pengajar/dosen dengan harapan dapat memasok konsumsi untuk rapat evaluasi setiap minggunya. Adapula bentuk promosi potongan harga yaitu diberikan potongan harga kepada konsumen Restoran Pondok Sekararum sekian persen apabila melakukan pembelian beberapa kali dalam kurun waktu tertentu. Strategi lain yang dapat dijalankan adalah membagikan voucher makan gratis apabila mengajak teman atau kerabat dalam jumlah tertentu. Namun, voucher yang diberikan tersebut hanya berlaku pada pagi atau malam hari di hari kerja dengan pertimbangan bahwa pada waktu tersebut jumlah konsumen yang berkunjung sedikit. Dengan strategi memperbaiki bauran pemasaran, diharapkan Restoran Pondok Sekararum dapat menggunakan adanya peluang-peluang yang ada untuk mengatasi kelemahan.

3. Strategi S-T (strengths-threats)

Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal.

A. Meningkatkan kualitas hubungan kerja antara pengelola dan karyawan Adanya hubungan yang baik antara pengelola usaha dengan karyawan dan jaringan pemilik yang luas diharapkan dapat mengurangi pengaruh dari adanya persaingan dalam industri dan hambatan masuk industri yang kecil. Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan loyalitas dan kinerja karyawan serta pengelola usaha agar dapat terus bekerja sama untuk membangun usaha dan dapat menghadapi persaingan. Pelaksanaan tugas tiap bagian yang sudah dijalankan dengan baik harus selalu dijaga dan sebaiknya dibuat peraturan secara tertulis yang disepakati bersama agar terlihat jelas mengenai hak dan kewajiban masing-masing orang. Selain itu perlu diadakan pertemuan rutin antara pengelola dan

99 karyawan untuk mengevaluasi kinerjanya masing-masing. Pertemuan rutin itu juga bermaksud agar pengelola dan karyawan mengetahui mengenai kondisi usaha dan rencana apa saja yang akan dijalankan.

Hubungan yang baik antara karyawan dan pengelola usaha pun perlu terus dijaga agar loyalitas mereka terhadap Restoran Pondok Sekararum dapat terus ditingkatkan. Upaya ini dapat dilakukan dengan mengadakan rekreasi bersama antara karyawan dan pengelola usaha pada waktu-waktu tertentu guna menjaga hubungan baik yang sudah terjalin. Dengan adanya pembagian hak dan kewajiban yang tertulis dengan jelas, pertemuan rutin, dan didukung oleh adanya loyalitas pengelola dan karyawan, diharapkan mereka dapat memberikan yang terbaik bagi kelangsungan usaha Restoran Pondok Sekararum.

B. Meningkatkan hubungan dengan pemasok (S1,3,4 dan T2,3,4,5)

Restoran Pondok Sekararum adalah pionir makanan khas Jawa Timur di Kecamatan Ciomas dengan bumbu dan cita rasa asli, jaringan pemilik restoran yang luas, dan memiliki modal yang kuat dan milik pribadi diharapkan dapat mengurangi ancaman yang datang dari tingginya kekuatan tawar- menawar pemasok. Dengan melakukan strategi integrasi ke belakang dengan upaya untuk meningkatkan hubungan dengan pemasok, Restoran Pondok Sekararum bertujuan untuk mencoba memiliki dan meningkatkan kendali atas pemasok. Upaya tersebut adalah dengan menjalin sebuah kontrak tertulis dengan pemasok dan dengan melakukan kerjasama dengan petani.

Kontrak tertulis yang dibuat dengan pemasok berisi tentang kesepakatan pemesanan bahan baku yang dapat dipasok oleh pemasok. Kemitraan dengan pemasok dibutuhkan agar Restoran Pondok Sekararum mendapatkan kepastian mengenai harga, jumlah pasokan, dan waktu pengiriman sehingga Restoran Pondok Sekararum dapat mengurangi risiko jumlah bahan baku yang berlebih dan tidak sesuai dengan kebutuhan produksi. Apabila terjadi kelebihan dalam jumlah bahan baku, maka Restoran Pondok Sekararum harus menyimpan daging dan bahan baku lain tersebut di freezer. Hal ini mengakibatkan daging ayam dan bahan baku lain menjadi tidak lagi segar. Sedangkan, apabila Restoran Pondok Sekararum mengalami kekurangan bahan baku, maka Restoran Pondok Sekararum harus melakukan pemesanan kembali. Hal ini mengakibatkan biaya

100 operasional yang meningkat. Selain itu, upaya lain untuk meningkatkan hubungan dengan pemasok adalah menjalin kontrak produksi dengan petani setempat dalam memperoleh bahan baku. Menjadikan petani sebagai pemasok adalah dengan pertimbangan karena harga yang diperoleh dari petani lebih murah. Selain itu, adanya kekuatan perusahaan yaitu modal yang kuat dapat dimanfaatkan perusahaan. Dengan adanya hal tersebut diharapkan ancaman berupa tingginya kekuatan tawar menawar pemasok dapat dikurangi dengan beberapa kekuatan yang dimiliki perusahaan.

4. Strategi W-T (weaknesses-threats)

Strategi W-T adalah taktik defensif yang diarahkan pada pengurangan kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal.

A. Pengembangan produk (W4 dan T1,2,3,4)

Adanya kelemahan pada menu produk yang kurang variatif dan ancaman dari sisi tingginya kekuatan tawar-menawar pembeli, persaingan industri, hambatan masuk industri yang rendah, serta banyaknya produk subtitusi membuat Restoran Pondok Sekararum menerapkan strategi pengembangan produk. Strategi pengembangan produk bertujuan untuk meningkatkan penjualan perusahaan dengan cara meningkatkan atau memodifikasi produk-produk atau jasa-jasa yang telah ada sekarang. Hal ini dilakukan karena produk yang dimiliki oleh Restoran Pondok Sekararum juga telah dimiliki oleh para pesaing dalam industri dengan harga dan kualitas yang hampir sama. Selain itu, Restoran Pondok Sekararum sedang berada pada posisi tumbuh dan berkembang serta memiliki kemampuan dalam mengembangkan produknya. Upaya Restoran Pondok Sekararum dalam strategi pengembangan produk adalah dengan memperbanyak menu dengan produk makanan khas Jawa Timur lainnya, melakukan pembuatan menu dengan paket yang lebih bervariasi, dan menjual makanan oleh-oleh khas Jawa Timur.

Restoran Pondok Sekararum berupaya untuk memperbanyak menu dengan produk khas Jawa Timur lainnya sehingga dapat memperkecil tingkat persaingan yang ada antara restoran sejenis. Adapula usaha lain yaitu dengan membuat menu yang lebih bervariasi dalam sisi penempatan beberapa produk dan harga, akan membuat konsumen mempunyai pilihan yang lebih banyak dan bervariasi. Selain itu, adanya menu yang variatif akan meningkatkan pangsa pasar dengan

101 menjangkau lebih luas dari setiap golongan konsumen. Adanya inovasi baru dengan menjual aneka oleh-oleh khas Jawa Timur merupakan salah satu upaya pengembangan produk untuk menghasilkan perbedaan dan differensiasi terhadap produk para pesaing. Dengan adanya penjualan oleh-oleh khas Jawa Timur, diharapkan dapat memperluas pangsa pasar yang dimiliki oleh Restoran Pondok Sekararum. Selain itu, Inovasi yang ada dalam pengembangan produk Restoran Pondok Sekararum bertujuan untuk memanfaatkan adanya celah pasar yang belum terjangkau oleh para pesaing.

7.6. Penentuan Prioritas Strategi berdasarkan Matriks QSP (Quantitative