5. Efek (effect), yaitu apa yang terjadi pada penerima setelah ia menerima pesan tersebut, misalnya dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu,
2.1.4 New Media
Media massa telah banyak mengalami perubahan dari waktu-ke-waktu dengan arus perkembangan yang awalnya hanya bergerak dalam satu arah kini kepada massa yang beragam. Perubahan zaman ini beriringan dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan oleh manusia. Selama satu dekade belakangan ini, penggunaan new media atau media baru hadir untuk mengisi kegiatan manusia. Media baru yang dimaksud biasanya berupa perangkat teknologi komunikasi yang dimungkinkan dengan digitalisasi dan ketersediaannya yang luas untuk penggunaan pribadi sebagai alat komunikasi.
(McQuail, 2011: 148).
Lievrouw dan Livingstone (2006) menyebutkan bahwa New media atau media baru adalah berbagai teknologi informasi dan komunikasi dengan pendekatan konteks-konteks sosial terkait yang terdiri dari tiga elemen, yakni: alat dan artefak teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi; aktivitas dan penggunaan untuk menyampaikan informasi; serta tatanan organisasi sosial yang terlibat dalam alat dan praktik tersebut (McQuail, 2011: 42-43).
Media baru tidak memiliki, tidak dikendalikan atau tidak dikelola oleh sebuah badan tunggal tetapi merupakan sebuah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan beroperasi berdasarkan protokol yang disepakati bersama (Humaizi, 2017: 50). Kehadiran media baru memungkinkan untuk memperluas dan mengubah seluruh spektrum sosio-teknologi bagi komunikasi publik. Media baru yang sangat beragam tidak mudah untuk didefenisikan, tetapi penerapannya yang dalam berbagai wilayah memasuki ranah komunikasi massa secara langsung maupun tidak langsung memiliki dampak terhadap media tradisional.
Rasmussen (2000) berpendapat bahwa media baru memiliki efek kualitatif yang berbeda terhadap integrasi sosial dalam jaringan masyarakat modern yang mengambil teori modernisasi Giddens (1991). Kontribusi utamanya adalah untuk menghubungkan jurang lebar yang terbuka antara dunia publik dan privat.
Berbanding terbalik dengan televisi, media baru dapat memainkan peran langsung dalam proyek kehidupan individual. Mereka mempromosikan keragaman pengguna dan partisipasi yang lebih besar. Singkatnya, media baru membantu merekatkan kembali individu akibat efek dari modernisasi (McQuail, 2011: 154-155).
Menurut McQuail (2011: 156-157) terdapat lima kategori utama ‘media baru’ yang sama-sama memiliki kesamaan saluran tertentu dan kurang lebih dibedakan berdasarkan jenis penggunaan, konten, dan konteks, seperti berikut ini:
a) Media komunikasi antarpribadi (interpersonal communication media).
Meliputi telepon (yang semakin mobile) dan surat elektronik (terutama untuk pekerjaan, tetapi menjadi semakin personal). Secara umum, konten bersifat pribadi dan mudah dihapus dan hubungan yang tercipta dan dikuatkan lebih penting daripada informasi yang disampaikan.
b) Media permainan interaktif (interactive play media). Media ini terutama berbasis komputer dan video game, ditambah peralatan realitas virtual.
Inovasi utamanya terletak pada interaktivitas dan mungkin dominasi dari kepuasan ‘proses’ atau ‘penggunaan’.
c) Media pencarian informasi (information search media). Ini adalah kategori yang luas tetapi Internet/www merupakan contoh yang paling penting, dianggap sebagai perpustakaan dan sumber data yang ukuran, aktualitas dan aksibilitasnya belum pernah ada sebelumnya. Posisi mesin pencari telah telah menjadi sangat penting sebagai alat bagi para pengguna sekaligus sebagai sumber pendapatan untuk Internet. Di samping Internet, telepon (mobile) juga semakin menjadi saluran penerimaan informasi, sebagaimana juga teleteks yang disiarkan dan layanan data radio.
d) Media partisipasi kolektif (collective participatory media). Kategorinya khususnya meliputi penggunaan Internet untuk berbagi dan bertukar informasi, gagasan dan pengalaman, serta untuk mengembangkan
hubungan pribadi aktif (yang diperantarai komputer). Situs jejaring sosial termasuk di dalam kelompok ini.
e) Substitusi media penyiaran (substitution of broadcasting media). Acuan utamanya adalah penggunaan media untuk menerima atau mengunduh konten yang dimasa lalu biasanya disiarkan atau disebarkan dengan metode lain yang serupa.
Dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara media baru dan media tradisional yang jelas mencuat adalah dari segi penggunaannya secara individual atau pribadi serta akses informasi yang lebih luas dan beragam. Media baru memiliki tingkat interaktif pengguna media yang diindikasikan oleh rasio respon pengguna terhadap pengirim pesan, tingkat sosialisasi pengguna di mana media baru lebih bersifat individual dan bukan bersifat interaksi sosial secara langsung.
Tingkat kebebasan dalam penggunaan media, tingkat kesenangan, dan menariknya media yang digunakan sesuai dengan keinginan serta tingkat privasi yang tinggi untuk penggunaan media baru (Kurnia, 2005).
2.1.4.1 Internet
Internet merupakan singkatan dari interconncetion networking yang dapat berarti jaringan antara atau penghubung. Internet menghubungkan antara berbagai jenis perangkat teknologi komunikasi yang terhubung menggunakan protokol standar dalam komunikasi yaitu protokol TCP/IP (Transmission Control/Internet Protocol).
Sejarah internet bermula pada tahun 1969 yang dibangun dari riset APRAnet yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat beserta beberapa universitas seperti UCLA, Stanford Research Institute, UCSB dan University of Utah yang awalnya difokuskan untuk keperluan militer Amerika Serikat (Humaizi, 2019: 45).
Internet mulai digunakan sebagai alat komunikasi nonkomersial dan pertukaran data di antara profesional sebagai alternatif bagi alat komunikasi pribadi dan antarpribadi. Internet merupakan bentuk konvergensi dari beberapa teknologi penting terdahulu, seperti komputer, televisi, radio, dan telepon. Internet berkembang dengan begitu cepat menjadi sebuah teknologi yang mampu
mentransmisikan berbagai informasi dengan cepat serta bahkan mampu menciptakan realitas baru dalam kehidupan manusia yang tercipta dalam bentuk dunia may (Pasaribu, 2017: 22).
Informasi yang tersedia di internet jumlahnya bahkan tidak dapat dipastikan sehingga menjunjukkan bahwa internet kini menjadi platform primadona dalam menyebarkan informasi. Internet digolongkan sebagai media baru karena memiliki beberapa karakteristik yang mencerminkan karakteristik media baru itu sendiri seperti penggunaan teknologi yang terhubung dengan jaringan, serta tidak dikendalikan atau dikelola oleh sebuah lembaga. Ciri-ciri utama internet menurut McQuail (2011: 45) adalah sebagai berikut:
a. Teknologi berbasis komputer b. Karakteritik hibrida, fleksibel c. Adanya interaktif
d. Bersifat publik maupun privat e. Peraturan tidak ketat
f. Kesalingterhubungan
g. Dapat digunakan di mana-mana
h. Dapat diakses individu sebagai komunikator i. Media komunikasi massa dan pribadi
2.1.4.2 Media Sosial
Luttrell (2015:22) mendefinisikan media sosial sebagai segala aktivitas, praktik, dan perilaku sejumlah orang yang berkumpul untuk saling berbagi informasi, pengetahuan, dan pendapat menggunakan media media percakapan.
Media percakapan adalah aplikasi-aplikasi yang berbasis jaringan yang memungkinkan untuk membuat dan secara mudah mentransmisikan konten dalam bentuk kata-kata, gambar, video, dan audio.
Media sosial sangat sulit untuk dipisahkan dari kehidupan sosial individu saat ini. Berdasarkan penelitian Lenhart et. al (2010, 20) media sosial digunakan oleh penggunanya untuk melakukan aktifitas:
a) Mengirimkan pesan pada grup.
b) Menulis komentar pada blog seseorang.
c) Mengirimkan pesan pribadi.
d) Menulis komentar pada foto seseorang.
e) Mengirimkan Instant Messaging atau pesan singkat melalui situs.
f) Menulis komentar pada halaman timeline atau dinding seseorang.
g) Bergabung dalam suatu grup atau kelompok.
h) Mengupdate atau melihat profil sendiri.
Adapun jenis-jenis media sosial yang diungkapkan oleh Zarella (2010) dalam Widjajanto (2013), mengelompokkan media sosial dalam delapan bentuk yakni:
1) Blogging atau blog, adalah sejenis sistem manajemen konten (content