• Tidak ada hasil yang ditemukan

Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP)

Dalam dokumen BAB III AKUNTABILITAS KINERJA (Halaman 21-26)

Median Usia Kawin Pertama (MUKP) adalah median usia saat pertama kali kawin pada wanita usia 15-49 tahun yang berstatus kawin (menikah) atau pernah kawin. Median usia kawin pertama menunjukkan sebanyak 50 persen dari seluruh wanita usia 15-49 tahun sudah melakukan perkawinan pada usia tertentu.

a) Analisis Pencapaian MUKP Tahun 2021

Berikut tabel capaian Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021.

71

Tabel 3.7 Pencapaian Median Usia Kawin Pertama Perempuan Umur 15–49 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021

No Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase Status Capaian

1 Meningkatnya Median Usia Kawin Pertama Perempuan

Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP) umur 25-49 tahun

21 20,5 97,61

Sumber Data : Metadata BKKBN Tahun 2021

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa capaian MUKP Provinsi Sumatera Selatan sudah baik, namun masih belum mencapai target yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2021 yaitu 21 tahun.

b) Analisis Trend Pencapaian MUKP Tahun 2019-2021

Adapun jika dibandingkan dengan realisasi dan capaian selama 3 (tiga) tahun terakhir, hal ini mengalami peningkatan sebagaimana yang bisa dilihat dalam grafik sebagai berikut.

Grafik 3.12 Pencapaian MUKP

Provinsi Sumatera Selatan Periode Tahun 2019-2021

Sumber Data : Metadata BKKBN Tahun 2021

Kenaikan capaian MUKP pada Wanita usia 15-19 tahun ini menunjukkan keberhasilan program pembinaan ketahanan remaja yang sudah dilakukan di Provinsi Sumatera Selatan. Sejak tahun 2021 Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menerapkan prinsip Meaningfull Youth Participation (MYP) dimana remaja dalam hal ini remaja GenRe dilibatkan bukan hanya sebagai objek tetapi sebagai

72

subjek dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana, sehingga pelibatan Forum GenRe Sumatera Selatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi terhadap implementasi Program GenRe di Sumatera Selatan.

c) Analisis Capaian MUKP Tahun 2021 terhadap Target Renstra 2024

Adapun trend realisasi capaian angka MUKP umur 15-49 tahun Provinsi Sumatera Selatan periode tahun 2019 - 2021 dibandingkan dengan target rencana strategis yang harus dicapai sebagai berikut:

Grafik 3.13 Pencapaian MUKP Provinsi Sumatera Selatan Periode Tahun 2019 - 2021 terhadap Target Renstra 2024

Sumber Data : Metadata BKKBN Tahun 2021

Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa terjadi trend kenaikan capaian MUKP yang semakin mendekati target rencana strategi. Secara persentase dapat diketahui bahwa capaian MUKP tahun 2021 sudah mencapai 97,61%

terhadap target Renstra 2024.

d) Analisis Capaian MUKP Tahun 2021 terhadap Target Nasional

Sejalan dengan capaian terhadap target Renstra 2024, capaian MUKP tahun 2021 Provinsi Sumatera Selatan jika dibandingkan dengan target nasional sebesar 22 tahun, maka sudah tercapai 93,18% dan masih berada di bawah capaian nasional.

Berikut ini data perbandingan capaian MUKP Provinsi Sumatera Selatan dibandingkan dengan capaian dan target MUKP nasional:

73

Grafik 3.14 Capaian MUKP Provinsi Sumatera Selatan Terhadap Capaian dan Target Nasional Tahun 2021

Sumber Data : Metadata BKKBN Tahun 2021

Meskipun perkembangan nilai MUKP mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun masih perlu upaya untuk mengoptimalkan kegiatan pembinaan ketahanan remaja ini mengingat kondisi saat ini masih belum mencapai target yang telah ditetapkan, baik target dalam Perjanjian Kinerja tahun 2021 maupun target rencana strategi.

e) Analisis Tantangan dan Upaya dalam Peningkatan MUKP

Adapun tantangan-tantangan dalam upaya peningkatan MUKP sebagian besar dikarenakan kondisi remaja saat ini antara lain:

a) Pengetahuan remaja tentang resiko menikah muda masih relatif rendah sehingga bisa menjadi salah satu penyebab pernikahan dini dan membuat MUKP relatif rendah. Data SKAP 2019 menunjukkan persentase remaja belum kawin umur 10-24 tahun yang mengetahui resiko menikah usia muda adalah 42,8 %, sedangkan yang tidak tahu sebesar 57,2 %;

b) Indeks pengetahuan remaja belum kawin umur 10-24 tahun tentang kesehatan reproduksi remaja di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 43,9. Hal ini menunjukkan bahwa remaja di Provinsi Sumatera Selatan cenderung belum banyak mendapatkan informasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (SKAP, 2019);

c) Persentase remaja yang belum kawin usia 10-24 tahun yang belum pernah memperoleh/mendengar/melihat/membaca informasi berkaitan dengan PIK-R sebesar 94,5% (SKAP, 2019);

d) Persentase penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan relatif cukup besar yaitu sebesar 12,66% (Sumsel dalam angka, 2020). Cohen (2004) menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya

74

pernikahan dini. Pertama, faktor ekonomi yang merupakan latar belakang terjadinya pernikahan dini pada masyarakat yang tergolong menengah ke bawah. Hal ini menunjukkan bahwa kemiskinan menjadi faktor menurunnya MUKP; dan

e) Rata-rata lama sekolah di Provinsi Sumatera selatan hanya sebesar 8,48.

Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah di Provinsi Sumatera Selatan hanya sampai bangku SMP. (Sumsel dalam Angka, 2020). Padahal menurut teori dari Roumli & Anna (2009), semakin rendah tingkat pendidikan, semakin mendorong pernikahan dini. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan menjadi faktor menurunnya MUKP.

Berbagai upaya strategis yang telah dilakukan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan untuk mendorong pencapaian MUKP tahun 2021 antara lain:

a) Penyebarluasan materi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja, termasuk tentang pencegahan stunting melalui kegiatan PIK-R dan kelompok BKR serta melalui konten edukasi yang di share di media sosial;

b) Promosi Program GenRe yang meliputi penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan pendewasaan usia kawin pertama dilakukan pada sasaran kelompok PIK Remaja, kelompok BKR, serta masyarakat yang peduli remaja baik secara langsung maupun dengan memanfaatkan jejaring media sosial.

c) Kerjasama lintas sektor dengan melibatkan stakeholder dan mitra kerja dalam upaya pembinaan ketahanan remaja baik dengan instansi pemerintahan, organisasi kepemudaan, maupun lembaga sosial yang peduli remaja.

d) Promosi dan KIE tentang isu Bangga Kencana terutama tentang kependudukan di berbagai media dengan melibatkan stakeholder dan mitra kerja.

f) Analisis Manfaat Pencapaian MUKP bagi Masyarakat

Indikator capaian MUKP memberikan masukan terhadap kebijakan penundaan usia perkawinan muda di kalangan masyarakat. Perkembangan MUKP menggambarkan pola perubahan fertilitas yang terjadi saat ini. Dengan adanya pemantauan indikator ini, dapat menghasilkan strategi Advokasi dan KIE dalam upaya mempertahankan MUKP dan penurunan ASFR kelompok 15-19 tahun.

75

Dalam dokumen BAB III AKUNTABILITAS KINERJA (Halaman 21-26)

Dokumen terkait