• Tidak ada hasil yang ditemukan

Melakukan Penghitungan Ulang (Recalculate) Depresiasi Aset Tetap Penghitungan ulang aset tetap PT DMS dilakukan untuk tahun buku 2019

Dalam dokumen BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG (Halaman 88-99)

(Lampiran 23). Untuk melakukan penghitungan ulang aset tetap, auditor terlebih dahulu memperoleh file berupa softcopy kertas kerja penghitungan ulang depresiasi aset tetap, file softcopy rincian penghitungan depresiasi klien dan trial balance dari senior auditor. Kertas kerja penghitungan ulang depresiasi aset tetap ditunjukkan pada gambar berikut ini:

132 Gambar 3.30

Kertas Kerja Penghitungan Ulang Aset Tetap PT DMS

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Berdasarkan Gambar 3.30, tabel kertas kerja penghitungan ulang aset tetap PT DMS terbagi ke dalam 2 (dua) bagian tabel, yaitu tabel data aset tetap klien dan tabel penghitungan ulang yang dilakukan oleh auditor. Tabel bagian data aset tetap klien terdiri dari kolom Nomor, Tanggal Perolehan, Jenis Aktiva, Harga Perolehan, dan bulan Januari hingga Desember yang memuat beban depresiasi per bulan. Sementara, tabel bagian penghitungan ulang terdiri dari Umur Ekonomis dalam bulan (month), Depresiasi per Bulan (Depreciation/Month), Jumlah Bulan yang dibebankan sejak tanggal perolehan hingga tahun 2018 (Month s/d 2018), Akumulasi Depresiasi Tahun 2018 (Accumulation Depreciation 2018), Jumlah Bulan yang Dibebankan pada Tahun 2019 (Month 2019), Jumlah Beban Penyusutan pada Tahun 2019

133 (Depreciation 2019), dan Akumulasi Depresiasi Tahun 2019 (Accumulation Depreciation 2019).

Auditor mengisi tabel bagian data aset tetap klien yaitu, kolom Nomor, Tanggal Perolehan, Jenis Aktiva, Harga Perolehan, dan bulan Januari sampai dengan Desember yang memuat beban depresiasi per bulan menurut penghitungan klien yang terdapat pada file softcopy rincian aset tetap klien.

Auditor mengisi kolom-kolom pada tabel bagian data aset tetap klien dengan memindahkan angka-angka pada rincian aset tetap klien ke dalam tabel aset tetap klien dalam kertas kerja penghitungan ulang depresiasi aset tetap. Contoh rincian aset tetap PT DMS pada salah satu cabang ditunjukkan pada gambar berikut ini:

Gambar 3.31

Rincian Aset Tetap PT DMS

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

134 Gambar 3.31 merupakan tampilan dari rincian aset tetap PT DMS cabang Serpong. Namun, auditor harus memeriksa tanggal perolehan aset tetap yang tidak sesuai dengan bulan dimulainya depresiasi. Contohnya, aset kitchen set kantin kantor tanggal perolehannya ditulis pada Tanggal 6 Mei 2018 akan tetapi pada schedule depresiasi, depresiasi aset di mulai sejak bulan Juni artinya penulisan tanggal dan bulan pada kolom tanggal perolehan tidak tepat. Maka, auditor perlu memperbaiki tanggal perolehan menjadi 5 Juni 2018. Hal ini terjadi dikarenakan rincian aset tetap PT DMS merupakan output dari software akuntansi klien yang di konversi ke dalam format Microsoft Excel. Seluruh data pada rincian penghitungan aset tetap PT DMS cabang Serpong yang telah diperbaiki tanggal perolehannya disalin ke dalam tabel bagian data aset tetap klien dengan copy-paste value dan seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut:

Gambar 3.32

Pengisian Data Aset Tetap PT DMS pada Kertas Kerja Penghitungan Ulang Aset Tetap PT DMS

135 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.32 merupakan contoh pengisian data aset tetap yang diperoleh (disalin) dari rincian aset tetap PT DMS ke dalam kertas kerja peghitungan ulang aset tetap PT DMS. Selain itu, pada Gambar 3.32, auditor telah memperbaiki tanggal perolehan yang sesuai dengan bulan dimulainya depresiasi masing-masing aset tetap. Kemudian auditor melakukan penghitungan ulang terhadap depresiasi aset tetap klien dengan mengisi kolom-kolom tabel penghitungan ulang.

Dalam melakukan penghitungan ulang, auditor mengisi kolom Umur Ekonomis dalam bulan (Month), Depresiasi per Bulan (Depreciation/Month), Jumlah Bulan yang dibebankan sejak tanggal perolehan hingga tahun 2018 (Month s/d 2018), Akumulasi Depresiasi Tahun 2018 (Accumulation Depreciation 2018), Jumlah Bulan yang Dibebankan pada Tahun 2019 (Month 2019), Jumlah Beban Penyusutan pada Tahun 2019 (Depreciation 2019), dan Akumulasi Depresiasi Tahun 2019 (Accumulation Depreciation 2019) pada

136 kertas kerja penghitungan ulang aset tetap. Pengisian bagian tabel penghitungan ulang seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini:

Gambar 3.33

Penghitungan Ulang Aset Tetap PT DMS

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.33 merupakan contoh pengisian data penghitungan aset tetap PT DMS untuk cabang Serpong. Penghitungan ulang dan pengisian kolom-kolom tabel penghitungan ulang oleh auditor dilakukan untuk seluruh aset tetap yang tertera pada kolom Jenis Aktiva. Sebagai contoh, auditor mengisi kolom Umur Manfaat dalam Bulan (Month) untuk aset kitchen set kantin kantor

137 dengan membagi harga perolehan aset dengan beban depresiasi per bulannya, yaitu Rp12.046.000 dibagi Rp250.958 sehingga memperoleh hasil umur manfaat (month) untuk aset kichen set kantin kantor adalah 48 bulan. Lalu, auditor menghitung dan mengisi kolom penyusutan per bulan (depreciation/month) dengan membagi harga perolehan sebesar Rp12.460.000 dengan umur manfaat aset (dalam bulan) yaitu selama 48 bulan sehingga depreciation/month adalah sebesar Rp250.958.

Selanjutnya, auditor mengisi kolom jumlah bulan yang dibebankan sejak tanggal perolehan hingga tahun 2018 (month s/d 2018) dengan menghitung jumlah bulan dari tanggal 5 Juni 2018 hingga akhir tahun 2018 sehingga diperoleh jumlah bulan yang dibebankan sejak tanggal perolehan hingga akhir tahun 2018 adalah 7 bulan. Auditor juga mengisi kolom accumulated depreciation tahun 2018 yang diperoleh dari depreciation/month sebesar Rp250.958 dikalikan dengan jumlah bulan yang dibebankan sejak tanggal perolehan hingga akhir tahun 2017, yaitu 7 bulan. Maka, hasil accumulated depreciation 2018 untuk aset kitchen set kantin kantor adalah sebesar Rp1.756.708.

Auditor mengisi jumlah bulan yang dibebankan pada tahun 2019 (month 2019), yaitu selama 12 bulan. Lalu, auditor menghitung dan mengisi depreciation 2019 dengan mengalikan depresiasi per bulan (depreciation/month) sebesar Rp250.958 dan jumlah bulan yang dibebankan pada tahun 2019 (month 2019), yaitu selama 12 bulan sehingga diperoleh jumlah beban penyusutan tahun 2019 sebesar Rp3.011.500. Setelah mengisi

138 depreciation 2019, kemudian auditor mengisi accumulated depreciation 2019 dengan menambahkan accumulated depreciation 2018 sebesar Rp1.756.708 dengan depreciation 2019 sebesar Rp3.011.500 sehingga diperoleh accumulated depreciation 2019 adalah Rp4.768.208.

Jika auditor telah menghitung dan mengisi seluruh kolom pada kertas kerja penghitungan ulang aset tetap PT DMS, selanjutnya auditor harus memisahkan aset sesuai ketegorinya, terdapat 3 (tiga) kategori aset tetap pada yang digolongkan oleh PT DMS antara lain mesin dan peralatan, kendaraan inventaris, serta mesin dan peralatan bengkel. Hal ini dikarenakan pada trial balance PT DMS, aset tetap dipisah berdasarkan kategori-kategori tersebut.

Sehingga, angka penghitungan depresiasi harus disesuaikan dengan kategori-kategori aset tetap PT DMS. Kemudian, auditor menambahkan 3 (tiga) baris dibawah masing-masing kategori agar auditor dapat melakukan tie up angka-angka berdasarkan penghitungan ulang auditor dengan yang dicatat pada trial balance perusahaan. Ketiga baris tersebut akan dimasukkan total keselurhan perhitugan ulang aset tetap, saldo aset tetap yang dicatat pada trial balance klien per kategori, dan difference untuk menghitung jumlah selisih antara rincian aset tetap yang diperoleh dari klien dan penghitungan ulang auditor dengan saldo aset tetap yang dicatat pada trial balance. Trial balance PT DMS ditunjukkan pada gambar berikut ini:

139 Gambar 3.34

Trial Balance Aset Tetap PT DMS

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.34 merupakan trial balance PT DMS untuk cabang Serpong yang menyajikan akun aset tetap dan akumulasi aset tetap PT DMS cabang Serpong. Pada trial balance PT DMS cabang Serpong terdapat aset tetap yang di depresiasi berupa mesin dan peralatan, kendaraan inventaris, serta mesin dan peralatan bengkel. Lalu, terdapat juga akumulasi untuk mesin dan peralatan, kendaraan inventaris, serta mesin dan peralatan bengkel pada trial balance PT DMS cabang Serpong tesebut. Kemudian, angka saldo trial balance aset tetap dan akumulasi aset tetap untuk seluruh kelompok aset tetap yang di depresiasi PT DMS Cabang Serpong dimasukkan ke dalam kertas kerja penghitungan ulang aset tetap PT DMS cabang Serpong untuk di tie up dengan hasil penghitungan ulang auditor seperti yang ditunjukkan gambar berikut ini:

140 Gambar 3.35

Hasil Akhir Penghitungan Ulang Aset Tetap PT DMS

141 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.35 merupakan tampilan hasil akhir penghitungan ulang aset tetap PT DMS pada kerta kerja penghitungan ulang. Berdasarkan Gambar 3.35 aset tetap telah dikelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing yaitu mesin dan peralatan, kendaraan inventaris, dan mesin dan peralatan bengkel. Selain itu, pada bagian bawah masing-masing kategori terdapat baris yang terdapat jumlah total harga perolehan dan accumulated depreciation 2019 merupakan saldo aset tetap dan akumulasi depresiasi yang dicatat pada trial balance. Pengisian baris difference diisi dengan angka menurut rincian penghitungan klien dan penghitungan auditor dikurang angka saldo aset tetap dan akumulasi pada trial balance. Sebagai contoh, berdasarkan rincian penghitungan aset tetap PT DMS jumlah aset mesin dan peralatan adalah Rp12.046.000 sementara menurut trial balance akun mesin dan peralatan adalah sebesar Rp12.046.000. Kemudian, berdasarkan penghitungan auditor akumulasi depresiasi tahun 2019 untuk mesin dan peralatan adalah sebesar

142 Rp4.768.208, sementara menurut trial balance PT DMS akumulasi depresiasi mesin dan peralatan adalah Rp4.768.208 sehingga diperoleh selisih Rp8. Untuk selisih tersebut kemudian dianggap passed. Saldo aset tetap yang terdapat pada trial balance telah sama dengan saldo aset tetap yang terdapat pada rincian penghitungan aset tetap klien. Lalu, pada penghitungan akumulasi depresiasi tahun 2019 masih terdapat selisih antara akumulasi depresiasi berdasarkan penghitungan auditor dengan akumulasi yang terdapat pada trial balance.

Secara keseluruhan, auditor melakukan penghitungan ulang untuk 19 cabang PT DMS yang terdapat 1.916 aset tetap. Kertas kerja penghitungan ulang aset tetap yang telah selesai diisi kemudian disimpan dan diserahkan kepada senior auditor untuk di-review. Penghitungan ulang aset tetap dilakukan untuk PT CNR untuk tahun buku 2019 (Lampiran 24). Aset tetap yang dilakukan penghitungan ulang oleh auditor pada PT CNR sebanyak 305 aset tetap.

Dalam dokumen BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG (Halaman 88-99)