Penghitungan gain/loss dari pelepasan aset tetap PT CNR dilakukan untuk audit tahun buku 2019 (Lampiran 52). Untuk melakukan penghitungan gain/loss dari pelepasan aset tetap, auditor terlebih dahulu memperoleh file berupa softcopy general ledger PT CNR tahun 2019, file softcopy kertas kerja penghitungan ulang aset tetap, dan trial balance periode yang diaudit dari senior auditor. Prosedur menghitung gain/loss pelepasan aset tetap diawali dengan auditor membuat file Microsoft Excel yang baru untuk membuat
234 template penghitungan gain/loss dari pelepasan aset tetap seperti yang ditunjukkan gambar berikut ini:
Gambar 3.121
Tabel Penghitungan Gain/Loss Disposal Fixed Assets
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Gambar 3.121 merupakan tampilan template yang akan digunakan untuk menghitung gain/loss dari pelepasan aset tetap PT CNR. Dalam template penghitungan gain/loss dari pelepasan aset tetap, auditor telah menuliskan judul pada bagian atas template yang terdiri dari nama perusahaan yaitu PT CNR, loss/gain disposal, dan periode audit yaitu 31 Desember 2019.
Kemudian, auditor membuat tabel untuk penghitungan gain/loss pelepasan aset tetap yang terdiri dari kolom Nomor, Group, Nama Akun, Umur Ekonomis (dalam tahun), Umur Ekonomis dalam bulan (Month), Beban Depresiasi per bulan (Depreciation/Month), Tanggal Perolehan, Nilai Perolehan, Tanggal Penjualan, Jumlah Bulan yang Dibebankan hingga tanggal penjualan, Akunulasi Penyusutan hingga tanggal penjualan, Net Book Value (NBV), Harga Jual, dan Loss/Gain dari pelepasan aset tetap.
235 Selanjutnya, auditor membuka file softcopy general ledger PT CNR tahun 2019 untuk mencari aset tetap yang dilepasakan/dijual pada tahun 2019.
Untuk memudahkan pencarian dalam general ledger, auditor menggunakan fitur filter yang terdapat pada masing-masing kolom tabel general ledger PT CNR. Auditor men-filter kolom Nama Akun dan memilih semua akun aset tetap yang dimiliki oleh PT CNR sehingga general ledger hanya akan menampilkan kumpulan data transaksi terkait aset tetap pada tahun 2019.
Gambar berikut merupakan tampilan dari hasil filter pada kolom Nama Akun dalam general ledger PT CNR tahun 2019:
Gambar 3.122
Filter Kolom Nama Akun pada General Ledger PT CNR
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Berdasarkan Gambar 3.122, terdapat satu aset tetap yang saldonya berada pada sisi kredit. Hal ini berarti adanya pelepasan aset tetap kendaraan dengan nilai Rp414.000.000 pada tahun 2019. Pada tabel penghitungan gain/loss on disposal of fixed assets terdapat kolom Tanggal Perolehan. Data tanggal perolehan diperoleh dari file softcopy penghitungan ulang aset tetap seperti yang ditunjukkan gambar berikut ini:
236 Gambar 3.123
Tabel Penghitungan Ulang Aset Tetap PT CNR
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Gambar 3.123 merupakan tampilan sebagian tabel pada file softcopy penghitungan ulang aset tetap PT CNR tahun 2019. Pada tabel penghitungan ulang aset tetap PT CNR terdapat data aset tetap mobil ABC dengan harga perolehan Rp414.000.000. Dalam penghitungan ulang mobil ABC, pada tahun 2019 mobil ABC mengalami pengurangan sebesar Rp414.000.000. Hal ini mengartikan bahwa terdapat disposal of fixed assets untuk aset tetap PT CNR, yaitu mobil ABC. Mobil ABC diperoleh pada tanggal 24 Oktober 2013. Data tanggal perolehan pada tabel penghitungan ulang aset tetap digunakan untuk mengisi kolom Tanggal Perolehan dalam template penghitungan gain/loss on diposal of fixed assets seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini:
Gambar 3.124
Pengisian Data Pelepasan Aset Tetap pada Tabel Penghitungan Gain/Loss on Disposal
237 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Gambar 3.124 merupakan tampilan penghitungan gain/loss dari pelepasan aset tetap. Berdasarkan data yang diperoleh dalam general ledger PT CNR tahum 2019, aset tetap yang dilepaskan adalah kendaraan. Pengisian tabel penghitungan gain/loss dari pelepasan aset tetap diawali dengan mengisi kolom Group yang diisi dengan fixed assets. Kemudian mengisi kolom Nama Akun yaitu kendaraan. Kolom Umur Ekonomis (dalam tahun) dapat dilihat dari file softcopy kertas kerja penghitungan ulang aset tetap. Berdasarkan data yang diperoleh dari file softcopy kertas kerja penghitungan ulang aset tetap, umur ekonomis (dalam tahun) untuk aset tetap kendaraan adalah 8 tahun maka auditor mengisi kolom Umur Ekonomis (dalam tahun) pada tabel penghitungan gain/loss on disposal adalah 8 tahun. Lalu kolom Umur Ekonomis dalam bulan (Month) diisi dengan mengalikan umur ekonomis dalam tahun yaitu 8 tahun dengan 12 bulan sehingga diperoleh umur ekonomis dalam bulan adalah 96 bulan.
Kemudian auditor mengisi kolom Tanggal Perolehan terlebih dahulu berdasarkan data yang diperoleh pada file softcopy kertas kerja penghitungan ulang aset tetap yaitu tanggal 23 Oktober 2013. Kolom Nilai Perolehan diisi dengan nominal aset tetap yang dilepaskan yang terdapat pada general ledger PT CNR tahun 2019 yaitu sebesar Rp414.000.000. Auidtor mengisi kolom Beban Depresiasi per Bulan (Depreciation/Month) dengan nilai perolehan
238 kendaraan sebesar Rp414.000.000 dibagi umur ekonomis kendaraan dalam bulan yaitu 96 bulan sehingga diperoleh depresiasi/bulan kendaraan adalah Rp4.312.500.
Setelah itu, kolom Tanggal Penjualan, Jumlah Bulan yang Dibebankan hingga tanggal penjualan, Akunulasi Penyusutan hingga tanggal penjualan, Net Book Value (NBV), Harga Jual, dan Loss/Gain dari pelepasan aset tetap diisi dengan memperoleh data dari jurnal terkait pelepasan aset tetap yang terdapat dalam general ledger. Auditor membuka filter kolom Nama Akun pada general ledger dan melakukan filter pada kolom Nomor Transaksi untuk mencari penjurnalan terkait pelepasan kendaraan seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini:
Gambar 3.125
Jurnal Pelepasan Aset Tetap dalam General Ledger PT CNR
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Gambar 3.125 merupakan tampilan dari hasil filter pada kolom Nomor Transaksi untuk nomor transaksi BR020419 dalam general ledger PT CNR.
Terdapat 4 akun dalam jurnal pelepasan aset tetap kendaraan pada sisi debit terdapat akun kas di bank panin sebesar Rp115.000.000, akumulasi penyusutan kendaraan sebesar Rp276.000.000, dan laba (rugi) penjualan sebesar
239 Rp23.000.000. Lalu pada sisi kredit terdapat akun kendaraan sebesar Rp414.000.000.
Selanjutnya, auditor mengisi kolom Tanggal Penjualan, Jumlah Bulan yang Dibebankan hingga tanggal penjualan, Akunulasi Penyusutan hingga tanggal penjualan, Net Book Value (NBV), Harga Jual, dan Loss/Gain dari pelepasan aset tetap pada tabel penghitungan gain/loss on disposal aset tetap seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini:
Gambar 3.126
Penghitungan Gain/Loss on Disposal
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Berdasarkan Gambar 3.126 tabel penghitungan gain/loss telah pada jurnal penjualan kendaraan yaitu tanggal 4 Februari 2019. Kemudian Jumlah Bulan yang Dibebankan hingga tanggal penjualan diisi dengan menggunakan penghitungan otomatis pada Microsoft Excel sehingga diperoleh jumlah bulan yang dibebankan hingga tanggal penjualan adalah 64 bulan. Kolom Akumulasi Penyusutan hingga tanggal penjualan dihitung dengan mengalikan depresiasi/bulan sebesar Rp4.312.000 dengan jumlah bulan yang dibebankan hingga tanggal penjualan sehingga diperoleh akumulasi penyusutan kendaraan
240 sebesar Rp276.000.000. Lalu, auditor mengisi kolom Net Book Value (NBV) dengan nilai perolehan sebesar Rp414.000.000 dikurang akumulasi penyusutan sebesar Rp276.000.000 sehingga NBV kendaraan pada saat di jual adalah Rp138.000.000. Kolom Harga Jual diisi dengan nominal akun kas di bank panin yang terdapat pada general ledger yaitu Rp115.000.000. Karena harga jual kendaraan lebih kecil dari NBV kendaraan pada saat dijual maka PT CNR mengalami loss on disposal sebesar Rp23.000.000 yang diperoleh dari harga jual Rp115.000.000 dikurang NBV yaitu Rp138.000.000
Kemudian auditor melakukan tie up atas rugi dari penjualan kendaraan dengan angka akun laba (rugi) penjualan kendaraan pada trial balance PT CNR seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini:
Gambar 3.127
Hasil Akhir Penghitungan Gain/Loss on Disposal Fixed Assets
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Berdasarkan Gambar 3.127, auditor telah melakukan tie-up terhadap hasil penghitungan gain/loss on disposal dengan akun laba (rugi) penjualan
241 aset tetap pada trial balance sehingga diperoleh selisih Rp0. Artinya pengakuan laba/rugi penjualan aset tetap yang terdapat pada trial balance PT CNR telah sesuai dengan hasil penghitungan auditor. Selain itu, auditor juga memasukkan jurnal atas penjualan kendaraan dari general ledger. Template penghitungan gain/loss on disposal aset tetap yang telah diisi di simpan dan diserahkan kepada senior auditor.
25) Menyiapkan Surat Konfirmasi Bank
Surat konfirmasi bank PT HTC disiapkan untuk audit tahun buku 2019 (Lampiran 53). Untuk menyiapkan surat konfirmasi bank, auditor terlebih dahulu memperoleh file berupa softcopy format surat konfirmasi bank dan daftar data bank yang ingin dikirimkan surat konfirmasi dari senior auditor.
Sheet Data Bank dalam format surat konfirmasi bank merupakan bagian yang perlu diisi auditor untuk membuat surat konfirmasi bank. Gambar berikut merupakan tampilan sheet Data Bank dalam format surat konfirmasi bank yang diterima dari senior auditor:
Gambar 3.128
Format Data Surat Konfirmasi Bank PT HTC
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
242 Berdasarkan Gambar 3.128, tabel pada sheet Data Bank dalam format surat konfirmasi bank terdiri dari kolom-kolom yang harus diisi dengan keterangan tanggal surat, nama dan alamat bank yang dimintai konfirmasi, nama perusahaan klien, periode laporan keuangan yang diaudit, dan nama personel bank (attention). Auditor terlebih dahulu mengisi insial nama perusahaan yang diaudit, yaitu PT HTC pada bagian atas tabel. Lalu, auditor mengisi kolom nama, alamat bank, dan nama personel bank (attention) dengan informasi yang tertera pada daftar data bank untuk konfirmasi. Gambar berikut merupakan contoh daftar data bank untuk konfirmasi PT HTC (untuk menjamin kerahasiaan data klien, maka data-data yang tertera disamarkan/bukan data yang sebenarnya):
Gambar 3.129
Daftar Data Bank untuk Konfirmasi PT HTC
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Dalam Gambar 3.129 data bank untuk konfirmasi PT HTC berisi informasi terkait nama bank, alamat, dan personel bank yang dituju untuk konfirmasi. Data tersebut dipindahkan ke dalam sheet Data Bank format surak konfirmasi bank seperti yang ditunjukkan gambar berikut:
243 Gambar 3.130
Pengisian Data Bank untuk Konfirmasi PT HTC
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Gambar 3.130 merupakan contoh pengisian data bank dalam sheet Data Bank pada format surat konfirmasi bank dengan data yang diperoleh dari daftar data bank untuk konfirmasi. Pada Gambar 3.130 tampak auditor telah memasukkan inisial perusahaan pada bagian atas tabel, yaitu HTC. Auditor mengisi kolom tanggal surat dengan tanggal saat auditor menyiapkan surat konfirmasi bank, yaitu tanggal 12 Agustus 2020. Tampak pada Gambar 3.130 keterangan nomor surat pada kolom Nomor Surat telah disesuaikan secara otomatis dengan data-data yang dimasukkan oleh auditor pada setiap kolom-kolom tabel dalam sheet Data Bank. Selanjutnya, pengisian keterangan nama bank untuk konfirmasi dalam kolom Nama Bank ditulis secara lengkap.
Sebagai contoh, bank BCA pada daftar data bank untuk konfirmasi ditulis dalam sheet Data Bank format surat konfirmasi bank sebagai PT Bank Central Asia. Lalu, pengisian data alamat bank untuk konfirmasi dibagi menjadi 2 kolom, yaitu kolom Alamat 1 dan kolom Alamat 2. Kolom Alamat 1 digunakan untuk mengisi keterangan seperti nama gedung, lantai, blok, dan jalan.
Sedangkan, kolom Alamat 2 digunakan untuk mengisi keterangan kota/kabupaten/kecamatan, provinsi, dan kode pos (jika tersedia). Kemudian,