HASIL PENELITIAN
C. KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DALAM KITAB AL-AKHLAQ LI ALBANIN
5. Membentuk karakter anak terhadap keluarga
Ketika anak telah tumbuh dan dapat memahami perkataan orang tua, maka wajib bagi orang tua untuk mengenalkan adab-adab anak ketika di rumah, baik terhadap segala perabootan yang ada di rumah ataupun terhadap seluruh anggota keluarga. Rumah adalah tempat yang sangat penting, karena merupakan tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga dan menjalankan berbagai aktivitas, karena itu wajib bagi anak untuk mengetahui adab-adab ketika berada di rumah.
Sebagaimana penjelasan Syaikh Umar bin Akhmad Baradja dalam Akhlaq li Al-Banin jilid 1 pasal 9 halaman 14 berikut
ِلزنلما بادآ
1. Wajib atas seorang Anak untuk Memperhatikan Adab di dalam Rumahnya, dengan Menghormati Kedua Orang Tuanya, dan Saudara-saudara laki-lakinya ataupun kepada Saudari Perempuannya, dab Semua orang didalam Rumahnya, dan tidak melakukan sesuatu yang membuat salah satu dari mereka menjadi Marah, dan tidak membantah saudaranya yang lebih besar serta memusuhi saudaranya yang lebih kecil darinya, dan tidak menyakiti para pembantu, dan apabila bermain maka bermainlah dengan Disiplin, dengan tanpa berteriak-teriak dan tidak bergerak (berlaga) yang tidak sesuai, terutama apabila ada seseorang dirumah yang sedang tidur atau sedang sakit
2. Dan Memelihara terhadap Alat-alat Rumah, maka tidaklah memainkan Alat-alat Dapur, dan tidak mendobrak Pintu, Merusak Pepohonan, dan apabila ada padanya Kucing atau Ayam, maka hendaknya ia memberi kepadanya Makan-makanan dan Minum-minuman dan jangan Menyakitinya.
Selain bersikap sopan santun kepada ayah dan ibu seorang anak ketika dirumah juga harus bersikap sopan dan santun kepada saudara-saudaranya, baik kepada kakak atau adiknya, mereka bukanlah sainganmu untuk merebutkan perhatian dari orang tuamu, tapi mereka yang melengkapimu yang menemanmu dan juga ikut menjagamu. Untuk itu berbuat baiklah kamu dengan saudaramu jangan menyakiti hatinya, jangan bertengkar dengannya, tapi cintailah mereka dengan sepenuh hati, agar ayah ibumu bahagia karena memiliki anak-anak yang akur. Sebagaimana penjelasan kitab Al-Akhlaq li Al-Banin jilid 1 pasal 17 halaman 25-26 berikut:
هتوخا عم دلولا بادآ
Adab seorang anak lelaki bersama saudara-saudaranya
1. Saudara-saudaramu yang laki-laki maupun yang perempuan adalah orang yang paling terdekat kepadamu setelah kedua orang tuamu. Maka apabila engkau ingin bapak dan ibumu bahagia terhadapmu maka beradablah kepada mereka (saudara2), denga cara engkau hormati saudara laki-lakimu yang besar dan saudara perempuanmu yang besar pula, kau cinta keduanya dengan kecintaan yang tulus, kau ikuti nasihat-nasihatnya, kau sayangi saudara laki-lakimu yang kecil dan saudara perempuanmu yang kecil , kau cintai juga keduanya dengan kecintaan yang benar, dan janganlah kau menyakiti keduanya dengan pukulan atau mencelanya, dan juga jangan saling menyakiti, atau mengganggu permainan keduanya, karena hal tersebut akan membuat murka kedua orang tuamu .
2. Dan begitu juga janganlah kamu bertengkar kepada saudara laki-lakimu atau saudara perempuanmu dalam urusan masuk kekamar mandi atau dalam bermain atau dalam masalah tempat duduk atau dalam perkara lainnya. Engkau wajib bersabar dan mengalahlah selalu. Maka hal ini termasuk perkara yang dapat membuat kedua orang tuamu bahagia dan menyebabkan keridhoan keduanya.
3. Maafkanlah saudaramu ketika ia marah, nampakkanlah kelembutanmu kepadanya ketika ia marah, agar ia tidak marah lagi, jauhilah dari banyak bercanda karena hal itu menyebabkan kedengkian dan permusuhan.
Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang akhlak seorang anak terhadap saudaranya, Syaikh Umar bin Akhmad Baradja juga memberikan contoh kisah mengenai seorang yang menjaga adabnya terhadap saudara pada pasal berikutnya, yaitu pasal 18 halaman 26-28, Sebagaimana penjelasan berikut:
ناوخلْا نبِاحتلما ،اًعام ِةاسارْدامْلا الىِإ ِنااباهْذاي :ِنَّبِااحاتُم ِنااواخاأ ُداْحْاأاو يِلاع ِءااداأ ىالاع ِنانَاوااعا تا ياو ،ايَِواس ااهْ نِم ِنااعِجْرا ياو
ِفاو .اًعام ِباعَّللا اتْقاو ِنااباعْلا ياو ،ِةاسارْدامْلا ِف او ِلِزْنامْلا ِف اامُهاسْوُرُد ِنااعِلااطُيا ف :اامِِتِاابِجااو ِمَّيَاْلْا انِم ٍّمْوا ي
اتِك ْنِم ،ِْيناتاخْسُن ُّيِلاع ىااتَْشْا انْياأ : ِنِِْبَْخاأ ْلَّضافا ت ، ِبِاأ ايَ : ًلَِئااق ُهابِاأ الاأاساف ،)اْينِنابْلِل ِق الَْخاْلْْأ( :ِبا
ُهاابَْخاأاو ،اَّدِج ُهوُباأ احِرافا ف ،ِبااتِكْلا اِذاه ْنِم ًةاخْسُن ِهْيالِإ ايِدْهُأ ْناأ ُدْيِرُأ ِ نِّإاف ؟ُداْحْاأ يِخاأ ِف ُهااخاأ ْناِبِ
ِةارْجُح او ،ِهْيالاع امَّلاساف ،ُهاسْوُرُد ُعِجاارُ ي ُهْوُخاأ ااذِإاف ،ِةارْجُْلْا الىِإ اًعِرْسُم يِلاع اباهاذاف .ِةاعالااطُمْلا ُهالاوانَ
.ِةانْ يِمَّثلا ِهِتَّيِداه ىالاع ،ِهْيِخاِلْ اًرِكااش ،ُداْحْاأ ااهالَّ باقا تا ف ،ٌرْوُرْسام ٌمِساتْ بُم اوُهاو ،اةاخْسُّنلا ِهْيِخاِلْ ُداْحْاأ امَّداق َُّثُ
َّرُساف ،ازْ يِزاعْلا ىِخاأايَ ،اكال ِتَّّيِداه ِهِذاهاو :ُلْوُقا ي اوُهاو ،ِمِساارامْلا ِظْفِِلْ اًفْ يِطال اًقْوُدْنُص ،ٍّ يِلاع ْنِم اًْيرِثاك يِلاع
اعِاسَ اَّمالاو .ِهْيالاع ُهاراكاشاو ، ِقْوُدْنُّصلِبِ احِرافاو ،ِهْيِخاأ اامُهاحاداماو ،احارافْلا اةايااغ اامُهْ نِم احِراف ،اامِهِتَّصِقِب ُذااتْسُْلْا
ِاجَ اْوُ نْوُكاف ،ااُهُاداعْساأاام ،اداْحْاأاو ٍّ يِلاع الىِإ ُد الَْواْلْاااهُّ ياأ اْوُرُظْنُأ :الااقاو ،ِذْيِم الََّتلا امااماأ ،ِنْياواخاْلْا ِنْياذاه الْثِم اًعْ ي
اْوُشْيِعاتِل .ٍّءااناهاو ٍّةادااعاس ِف
dua saudara yang saling mencintai
1. Ali dan akhmad adalah dua orang bersaudara yang saling mencintai, keduanya pergi kesekolah bersama, pulang darinya pun bersama-sama pula. Keduanya saling bantu-membantu didalam mengerjakan tugas rumahnya (PR), kedua juga mempelajari pelajaran-pelajarannya dirumah
maupun disekolah. Dan keduanya pun bermain diwaktu bermain bersama-sama.
2. Pada suatu hari, ali membeli 2 buah naskah (buku) dari kitab akhlak lil banin. Kemudian ia bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayahku, bisakah engkau memberitahuku dimana saudaraku akhmad? Sungguh, aku ingin menghadiakan kepadanya 1 naskah dari kitab ini”. (setelah mendengar hal tersebut) ayahnya senang sekali, kemudian ia memberitahu pada ali bahwa saudaranya berada diruang belajar.
3. Maka ali pergi dengan segera menuju kamar. Tiba-tiba ia mendapati saudaranya sedang mengulang-ngulang pelajarannya. Kemudian ali mengucapkan salam padanya, dan memberikan kepada akhmad naskah itu dan akhmad dalam keadaan tersenyum gembira, akhmad menerima pemberiannya itu dalam keadaan bersyukur kepada saudaranya atas hadiahnya yang berharga.
4. Kemudian akhmad juga memberikan kepada saudaranya ali sebuah kotak yang lembut untuk menyimpan gambar. Dan ia berkata, “ ini adalah hadiahku untukmu wahai saudaraku yang mulia,” maka ali sangat bahagia tersebab saudaranya dan ia bahagia dengan kotak itu dan berterimakasih padanya.
5. Ketika gurunya mendengar kisah keduanya, ia pun ikut berbahagia dengan sangat bahagia dan memuji keduanya dihadapan murid-murid yang lain.
Dan berkata, “Lihatlah wahai anak-anak kepada ali dan akhmad, alangkah berbahagianya keduanya, jadilah kalian semua seperti 2 saudara ini, agar kalian hidup dalam kebahagiaan dan kegembiraan”.
Setelah mengetahui kewajiban seorang anak terhadap saudaranya, anak juga harus memiliki sikap sopan santun kepada kerabat, karena kerabat adalah orang yang terdekat setelah kedua orang tua dan juga saudara, Kerabat disini seperti paman, bibik, kakek, nenek dan juga yang lainya yang masih memiliki hubungan baik dengan keluarga, untuk itu seorang anak yang baik akhlaknya harus bersikap sopan santun terhadap mereka. Sebagaimana penjelasan pada pasal 12 halaman 48-49 sebagai berikut:
1. Sesungguhnya orang terdekatmu i setelah kedua orang tuamu dan saudara-saudaramu mereka adalah kerabatmu seperti paman-paman dan bibi-bibi dari bapakmu dan dari ibumu, dan anak-anak dari mereka dan anak-anak dari saudara laki-laki dan perempuanmu.
Di dalam hadist : ( bibi dari ibu sederajat dengan ibu,paman dari bapak sama dengan posisi bapaknya , anak saudara perempuan dari seseorang termasuk dari mereka ).
Dan kerabatmu mereka mencintaimu dan juga mencintai kedua orang tuamu , maka apa yang harus engkau lakukan terhadap mereka?
اكُمازْلا ي
2. Wajib atasmu berprilaku dengan mereka, seperti prilakumu terhadap kerabatmu : maka engkau menghormati mereka yang lebih tua, kau sayangi mereka yang lebih muda, dan membantu mereka dalam pekerjaan mereka , dan membantu yang membutuhkan diantara mereka , dan kau kunjungi mereka waktu demi waktu , khususnya di hari raya dan saat-saat bahagia , dan pada saat terkena musibah-musibah dan kesedihan , jika ada yang sakit salah seorang kerabatmu maka bergegaslah ke rumah nya untuk mengunjunginya dan mendoakan atas kesembuhan nya, apabila berpindah kepada Allah SWT ( meninggal ), maka bersegeralah untuk menyatakan duka kepada anak-anak nya dan keluarganya dan membantu mereka. Dan jangan sekali kali engkau melewatkan untuk menghadiri sholat jenazah kerabatmu ikut mengantarkan janazahnya , maka dengan demikian kerabatmu senang kepada engkau , karena sesungguhnya engkau ikut gembira dengan kegembiraan mereka dan turut bersedih dengan kesedihan mereka, dan mereka mengenal engkau sebagai anak yang beradab, yang melaksanakan kewajibannya terhadap kerabatnya.