• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

C. KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DALAM KITAB AL-AKHLAQ LI ALBANIN

2. Membentuk karakter anak terhadap Allah

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita terlebih dahulu membentuk karakter anak kita terhadap Allah, karena kewajiban terhadap Allah ta’ala adalah foundasi utama dalam membentuk karakter anak menjadi karakter yang baik, semakin ia

56 Imam al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum Al-Din, Jilid III (Beirut: Dar Al-Fiqr), hlm 56

sadar akan kewajibannya terhadap Allah, akan semakin baik pula karakter yang terbentuk, orang tua harus dapat mngenalkan kepada anak-anak tentang siapa Allah dan mengapa kita harus taat kepadanya, bukan hanya karena Allah adalah pencipta, namun karena banyaknya karunia yang telah dilimpahkan kepada kita, sehingga hidup kita menjadi lebih baik dan bahagia.

Dengan memberikan dasar demikian, maka anak tidak akan menganggap Allah sebagai pengawas atau hakim, namun sebagai dzat yang memang kita butuhkan, hal inilah yang harus kita jadikan sebagai foundasi utama dalam mendidik dan membentuk karakter yang baik bagi anak. Salah satu cara dalam memberikan dasar hablun minAllah adalah dengan mengenalkan, mengajarkan dan membiasakan shalat kepada anak sejak ia masih kecil, selain itu kita juga dapat mengenalkan kegiatan-kegiatan keagamaan lain yang dapat membantu membentuk pemikiran dan karakter anak seperti membaca al-Qur’an dan juga bersedekah, kita juga dapat memberikan pengertian dan manfaat-manfaat yang didapatkan dengan hablun minAllah. Dengan demikian karakter anak pelan-pelan akan terbiasa dengan hablun minAllah tanpa harus ada paksaan dari orang tua.

Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT. Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "

ُالله َّلَِإ اهالِإ الَ

" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat

ِالله ُلْوُسار اًدَّماُمَ

.

"Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaAllah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illAllah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illAllah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas)

Jika kita keliru dalam mengenalkan Allah kepada anak, anak-anak pun akan lebih sering mendengan asma Allah dalam suasana yang menakutkan, yang anak-anak ketahui hanya tentang ancaman dan hukuman Allah, akibatnya anak-anak akan

lebih memilih menjauh dan tidak lagi menjadikan tuhannya sebagai tempat meminta dan memohon pertolongan

Sesungguhnya Allah memiliki banyak sifat diantaranya yaitu Maha agung, maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap manusia bahkan semua makhluk ciptaanya juga harus mengaggungkan Allah SWT, tidak terkecuali anak-anak, karena Allah lah yang menciptakannya, memberinya nikmat pendengaran, penglihatan, dan menciptakanmu sebagai manusia sempurna dalam bentuk yang terbaik, oleh sebab itu wajib baginya mengagungkan Allah, karena itu salah satu bukti bahwa anak memiliki akhlak yang baik. Sebagaimana penjelasan Syaikh Umar bin Akhmad baradja dalam kitab Al-Akhlaq li Al-Banin jilid 1 pasal 5 halaman 8-9 berikut:

ااهُّ ياأ

Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi

1. Wahai anak yang Mulia : Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi Dia yang menciptakan mu, dan membaguskan rupa mu, dengan memberi kedua mata kepada mu dengannya kamu bisa melihat segala sesuatu, dan kedua telinga, dengannya kamu bisa mendengar suara, dan lisan yang dengannya kamu mampu berbicara, dan kedua tangan yang dengannya kamu mampu memakai untuk aktifitas mu, dan kedua kaki yang dengannya kamu bisa berjalan, dan akal yang dengannya kamu mengetahui yang Baik dari yang Buruk, dan Dia Memberi Nikmat atasmu berupa kesehatan yang sehat, serta meletakkan rasa sayang di hati kedua orangtuamu sehingga mereka mendidikmu dengan pendidikan yang baik.

2. Maka wajib atasmu untuk mengagungkan serta mencintai Tuhanmu, dan engkau mensyukuri atas segala nikmat-nikmatNya : dengan kamu mematuhi

segala perintah-perintahNya, dan menjauhi segala LaranganNya, dan Juga kamu mengagungkan seluruh Para Malaikat-malaikatNya, Rasul-rasulNya, Nabi-NabiNya dan Seluruh orang-orang sholeh dari semua hamba-hambaNya, dan kamu cintai mereka karna sesungguhnya Allah yang Maha Tinggi mencintai mereka.

3. Apabila kamu telah mencintai Tuhanmu, dan mematuhi segala perintah-perintahNya serta menjauhi semua larangan-laranganNya, Dia akan menambah nikmat-nikmatNya kepadamu, dan menjadikanmu orang yang dicintai diantara manusia, serta menjaga mu dari segala gangguan, dan memberi mu segala apa-apa yang kamu mau: dari pada Rezeki atau yang Lainnya.

Sejalan dengan pemikiran Syaikh Umar bin Akhmad Baradja, Imam Al-Ghazali dalam upaya mendidik anak lebih memfokuskan pada upaya untuk mendekatkan anak kepada Allah SWT, sehingga setiap bentuk apapun dalam kegiatan, pendidikan harus mengarah pada pengenalan dan pendekatan anak kepada sang pencipta.57

Menurut Muhammad Arif akhlak terhadap Allah adalah segala prilaku yang dilakukan oleh seseorang yang ditujukan kepada Allah, akhlak ini adalah akhlak yang pa;ing agung dan harus dimiliki oleh seluruh umat manusia. Ada beberapa akhlak yang wajib dilakukan manusia kepada Allah, yaitu :

a. Mengagungkan dan mencintai-Nya.

b. Mensyukuri semua nikmat yang diberikan-Nya.

c. Menjalankan semua perintah-Nya.

d. Menjauhi semua larangan-Nya.

e. Mengagungkan semua Malaikat-malaikat-Nya.

f. Mengagungkan semua Rasul-rasul-Nya.

g. Mengagungkan semua Nabi-nabi-Nya.

h. Mengagungkan orang-orang saleh dalam beribadah kepada-Nya.

i. Mencintai semuanya karena Allah juga mencintainya58

57 Yoke Surya Darma & Akhmad Hifdzil Haq, Pendidikan Akhlak menurut Imam Al-Ghazali, Jurnal At-Ta’dib Vol. 10. No. 2, Desember 2015, hlm 365.

58 Muhammad Arif, Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Ahlakul Lil Banin Karya Umar Ibnu Akhmad Bardjah, Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, Vol. 2 No. 2, Oktober 2018, hlm 408.

3. Membentuk karakter anak untuk mengagungkan Nabi Muhammad