PENUTUP 5.1 Simpulan
Fase 6 Memberikan penghargaan
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang paling baik dalam menyajikan presentasi.
30 menit
C. Penutup
No. Kegiatan Alokasi Waktu
1. 2.
Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan membuat rangkuman di bukunya masing-masing. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal di LKS yang telah dimiliki oleh siswa.
10 menit
VIII. SUMBER PEMBELAJARAN
1. Multimedia interaktif (file media Flash) 2. LKS
1. Ranah Kognitif
Prosedur : Diskusi, tugas Jenis Tagihan : Tugas kelompok Instrumen : Lembar diskusi siswa. 2. Ranah Afektif
Prosedur : Observasi langsung Instrumen : Lembar observasi 3. Ranah Psikomotorik
Prosedur : Observasi langsung Instrumen : Lembar observasi DAFTAR PUSTAKA
Justiana, Sandri. 2009. Chemistry 2 for Senior High School Year XI. Jakarta: Yudhistira
Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Jatisrono, April 2013
Guru Mata Pelajaran, Guru Praktikan,
Dra. Endang Sunarsih, M.Pd Fitria
Sekolah : SMA Negeri 1 Jatisrono Mata pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI / 2 (dua) Materi Pokok : Larutan Penyangga
Sub Materi Pokok : Pengertian Larutan Penyangga dan Komponen Larutan Penyangga
Alokasi waktu : 2 x 45 menit Pertemuan : I (Pertama) I. STANDAR KOMPETENSI
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. II. KOMPETENSI DASAR
4.3 Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.
III. INDIKATOR 1. Kognitif
a. Produk
Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan dengan logis dan teliti.
b. Proses
Melakukan percobaan untuk menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga.
2. Psikomotorik
a. Menggunakan alat praktikum b. Mengumpulkan data
c. Mengolah dan menafsirkan data d. Membuat simpulan hasil percobaan 3. Afektif a. Berpikir logis b. Teliti c. Tanggung jawab d. Kerja sama e. Disiplin
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Kognitif
a. Produk:
1) Siswa mampu menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan dengan teliti.
2) Siswa dapat menjelaskan pengertian larutan penyangga secara logis. 3) Siswa dapat mengidentifikasi komponen larutan penyangga dengan
teliti. b. Proses
Siswa melakukan percobaan untuk mengidentifikasi larutan penyangga dan bukan penyangga.
membuat simpulan hasil percobaan yang dilakukan. 3. Afektif
Pada saat melakukan praktikum siswa mampu berpikir logis, teliti, bertanggung jawab, bekerja sama, dan disiplin sehingga tercipta peserta didik yang berkarakter.
V. ANALISIS MATERI
1. Pengertian Larutan Penyangga
Larutan penyangga disebut juga larutan dapar atau larutan buffer yaitu larutan yang berfungsi mempertahankan harga pH larutan dari suatu perubahan pH larutan. Jika larutan penyangga sedikit diencerkan, ditambahkan sedikit asam kuat atau basa kuat maka tidak terjadi perubahan pH yang signifikan, sehingga perubahan pHnya dapat diabaikan.
2. Komponen Larutan Penyangga a. Larutan Penyangga Asam
Komponen larutan penyangga asam adalah larutan asam lemah dan basa konjugasinya.
b. Larutan Penyangga Basa
Komponen larutan penyangga basa adalah larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
VI. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN: Pendekatan : Student centered Strategi Pembelajaran : CTL
Model Pembelajaran : Kooperatif tipe STAD Metode Pembelajaran : Diskusi, Ceramah, Praktikum
Media Pembelajaran : Alat dan bahan untuk praktikum serta lembar kerja siswa
VII. PROSES BELAJAR MENGAJAR A. Pendahuluan
No. Kegiatan Alokasi Waktu
1.
2. 3. 4.
Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Sebelum memulai pembelajaran, guru mengajak siswa berdoa sesuai keyakinan masing-masing (Guru menanamkan karakter religius).
Guru memeriksa kehadiran siswa (Guru menanamkan karakter disiplin).
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa melalui pembelajaran hari ini.
Guru menyampaikan pengetahuan prasyarat yang harus dimiliki siswa dari pembelajaran
dengan memaparkan hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan larutan buffer tanpa menggunakan media. B. Kegiatan Inti
No. Kegiatan Alokasi Waktu
Eksplorasi
Fase 2 : Menyajikan informasi
Guru memberikan pengarahan tentang fungsi serta cara menggunakan alat dan bahan kimia dalam kegiatan praktikum yang akan dilaksanakan. Siswa memperhatikan dengan seksama dan mendengarkan dengan baik penjelasan guru.
Fase 3 : Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar
Guru membagi siswa ke dalam 8 kelompok untuk melakukan praktikum dengan teliti.
15 menit
Elaborasi
Fase 4 : Membimbing kelompok dalam bekerja dan belajar
Siswa bekerja sama dalam melakukan praktikum dengan teman sekelompoknya dengan penuh tanggung jawab dan disiplin (tepat waktu). Guru berkeliling untuk membimbing siswa dalam melakukan praktikum. 35 menit 1. 2. 3. Konfirmasi Fase 5 : Evaluasi
Masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
Guru memberikan konfirmasi tentang jawaban yang paling tepat dan memberi penjelasan mengenai pengertian dan komponen larutan penyangga tanpa menggunakan media presentasi.
Siswa diberi kesempatan untuk bertanya. Fase 6 : Memberikan penghargaan
Guru mengumumkan kelompok terbaik dan memberikan penghargaan.
20 menit
C. Penutup
No. Kegiatan Alokasi Waktu
1. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari secara logis dan meminta siswa membuat rangkuman di
pembuatan larutan penyangga dan perhitungan pH dan pOH larutan penyangga. VIII. SUMBER PEMBELAJARAN
1. LKS
2. Buku teks pelajaran tentang larutan penyangga IX. PENILAIAN HASIL BELAJAR
1. Ranah Kognitif
Prosedur : Praktikum, diskusi, tugas tertulis Jenis Tagihan : Tugas kelompok, tugas individu
Instrumen : Lembar kerja siswa (berisi petunjuk melakukan percobaan dan lembar diskusi).
2. Ranah Afektif
Prosedur : Observasi langsung Instrumen : Lembar observasi 3. Ranah Psikomotorik
Prosedur : Observasi langsung Instrumen : Lembar observasi DAFTAR PUSTAKA
Justiana, Sandri. 2009. Chemistry 2 for Senior High School Year XI. Jakarta: Yudhistira
Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Jatisrono, Maret 2013
Guru Mata Pelajaran, Guru Praktikan,
Dra. Endang Sunarsih, M.Pd. Fitria
Sekolah : SMA Negeri 1 Jatisrono Mata pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI / 2 (dua)
Materi Pokok : Larutan Penyangga
Sub Materi Pokok : Cara Pembuatan Larutan Penyangga, Perhitungan pH Larutan Penyangga dan Kapasitas Larutan Penyangga Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Pertemuan : II (Kedua) I. STANDAR KOMPETENSI
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. II. KOMPETENSI DASAR
4.3 Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.
III. INDIKATOR 1. Kognitif
a. Produk:
Menghitung pH atau pOH larutan penyangga dengan teliti. b. Proses:
Melakukan diskusi kelompok untuk mengerjakan soal-soal perhitungan pH larutan penyangga.
2. Psikomotorik
a. Menyampaikan pendapat b. Mengajukan pertanyaan c. Menyajikan hasil diskusi 3. Afektif
a. Teliti b. Kerja sama c. Komunikatif d. Disiplin
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Kognitif
a. Produk:
1) Siswa dapat menjelaskan cara pembuatan larutan penyangga dengan benar.
2) Siswa mampu menghitung pH atau pOH larutan penyangga dengan teliti.
3) Siswa dapat mengaplikasikan kapasitas suatu larutan penyangga dalam mengidentifikasi larutan penyangga dan bukan penyangga melalui perhitungan pH dengan teliti.
b. Proses:
Siswa melakukan diskusi kelompok untuk mengerjakan soal-soal perhitungan pH larutan penyangga.
3. Afektif
Pada saat melaksanakan diskusi siswa mampu bersikap teliti, kerja sama, komunikatif, dan disiplin sehingga tercipta peserta didik yang berkarakter. V. ANALISIS MATERI
1. Cara Pembuatan Larutan Penyangga a. Larutan penyangga asam
Larutan penyangga asam dapat dibuat dengan cara mencampurkan larutan asam lemah dengan basa konjugasi dari garamnya. Larutan penyangga asam juga dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam lemah dengan basa kuat dengan syarat pada akhir reaksi ada sisa asam lemah, sedangkan basa kuat habis bereaksi.
b. Larutan penyangga basa
Larutan penyangga basa dapat dibuat dengan cara mencampur larutan basa lemah dengan asam konjugasi dari garamnya. Larutan penyangga basa juga dapat dibuat dengan cara mereaksikan basa lemah dengan asam kuat dengan syarat akhir reaksi terdapat sisa basa lemah, sedangkan asam kuat habis bereaksi.
2. Menentukan pH Larutan Penyangga a. Larutan Penyangga Asam
Contoh larutan penyangga dari asam lemah dan basa konjugasinya ialah larutan yang dibuat dengan mencampurkan larutan asam asetat (CH3COOH) dengan larutan garam natrium asetat (CH3COONa).
Dalam larutan, campuran tersebut terionisasi sebagai berikut: CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)
CH3COONa(aq) CH3COO-(aq) + Na+(aq)
Asam asetat adalah asam lemah. Tetapan ionisasi untuk reaksi ionisasi asam asetat adalah:
CH COOH
H COO CH Ka 3 3 Asam asetat hanya sedikit terionisasi, sedangkan natrium asetat terionisasi sempurna. Ion CH3COO- dari garam mengakibatkan kesetimbangan asam bergeser ke kiri, sehingga asam asetat yang mengion semakin kecil. Untuk memudahkan, konsentrasi asam asetat dalam larutan dianggap tetap dan ion CH3COO- dianggap hanya berasal dari garam, sedangkan CH3COO- yang berasal dari asam asetat diabaikan. Sehingga persamaan di atas dapat ditulis sebagai berikut:
a H g Ka . atau
g a K H a.Volume larutan adalah volume campuran asam dan basa konjugasi, sehingga pH larutan penyangga hanya bergantung pada tetapan ionisasi asam serta perbandingan mol asam dan basa konjugasi.
V g
Persamaan tersebut pada V yang sama dapat ditulis sebagai berikut:
g a K H a Keterangan:Ka = tetapan ionisasi asam lemah a = jumlah mol asam lemah g = jumlah mol basa konjugasi
g a K g a K
pH log a log a log
a g pK pH a log
b. Larutan Penyangga Basa
Contoh larutan penyangga dari basa lemah dan asam konjugasinya ialah larutan yang dibuat dengan mencampurkan larutan basa amonia (NH3) dengan larutan garam amonium klorida (NH4Cl). Campuran itu akan terionisasi sebagai berikut:
NH3(aq) + H2O(l) NH4+(aq) + OH-(aq) NH4Cl(aq) NH4+(aq) + Cl-(aq)
Tetapan ionisasi basa lemah NH3 adalah:
4NH3
OH NH Kb , konsentrasi H2O dianggap konstan
Dalam larutan, ion NH4+ dianggap hanya berasal dari garam, sedangkan konsentrasi NH3 dianggap tepat, karena pengaruh ion NH4+ dari NH4Cl menyebabkan kesetimbangan bergeser ke pihak NH3. Sehingga persamaan dapat dituliskan:
b OH g Kb . atau
g b K OH b.Karena volume larutan adalah volume campuran basa dan asam konjugasinya, maka persamaan menjadi:
g b K OH b. Keterangan:Kb = tetapan ionisasi basa lemah a = jumlah mol basa lemah g = jumlah mol asam konjugasi
g b K g b K
pOH log b log b log
3. Kapasitas Larutan Penyangga
Kapasitas penyangga mengacu pada jumlah asam atau basa yang dapat ditambahkan ke dalam larutan penahan sebelum terjadi perubahan pH yang besar. Larutan penyangga mempunyai kapasitas maksimum pada pH = pKa (pOH = pKb). Hal ini berarti larutan penyangga efektif pada daerah pKa –
log
� < pH < pKa + log � untuk larutan penyangga asam, sedangkan untuk
larutan penyangga basa efektif pada daerah pKb – log
� < pOH < pKb + log �.
Bilamana perbandingan konsentrasi asam/basa konjugasi terhadap elektrolit lemahnya lebih kecil dari 0,10 atau lebih besar dari 10, larutan penahan akan kehilangan keefektifannya. Hal ini karena log 0,10 = -1 dan log 10 = +1, maka selang penahan efektif adalah kira-kira satu unit pH di atas atau di bawah nilai pK. Untuk larutan penahan asam asetat-natrium asetat, selang efektif adalah di antara pH 3,76 sampai 5,76, sedangkan untuk ammonia-amonium klorida, sekitar pH 8,24 sampai 10,24.
VI. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN: Pendekatan : Student centered Strategi Pembelajaran : CTL
Model Pembelajaran : Kooperatif tipe STAD
Metode Pembelajaran : Diskusi, ceramah, dan pemberian tugas Media Pembelajaran : Lembar diskusi siswa
VII. PROSES BELAJAR MENGAJAR A. Pendahuluan
No. Kegiatan Alokasi Waktu
1.
2. 3. 4.
Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Sebelum memulai pembelajaran, guru mengajak siswa berdoa sesuai keyakinan masing-masing (Guru menanamkan karakter religius).
Guru memeriksa kehadiran siswa (Guru menanamkan karakter disiplin).
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa melalui pembelajaran hari ini.
Guru memancing rasa ingin tahu siswa dengan memberi pertanyaan kepada
beberapa siswa “Bisakah kamu membuat larutan penyangga?”
No. Kegiatan Alokasi Waktu Eksplorasi
Fase 2 : Menyajikan informasi
Guru menjelaskan materi mengenai cara pembuatan larutan penyangga, perhitungan pH larutan penyangga dan kapasitas larutan penyangga tanpa menggunakan media presentasi serta memberikan contoh soal. Siswa memperhatikan dengan seksama dan mendengarkan dengan baik penjelasan guru. Fase 3 : Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar
Guru membagi siswa ke dalam 7 kelompok untuk berdiskusi dalam mengerjakan soal.
30 menit
1. 2.
Elaborasi
Fase 4 : Membimbing kelompok dalam bekerja dan belajar
Siswa melakukan diskusi dengan teman sekelompoknya dengan bekerja sama dan disiplin (tepat waktu).
Guru berkeliling untuk membimbing siswa dalam melakukan diskusi.
30 menit 1. 2. 3. Konfirmasi Fase 5 : Evaluasi
Masing-masing kelompok diminta untuk menjawab soal diskusi yang diberikan dengan teliti dan komunikatif.
Guru memberikan konfirmasi tentang jawaban yang paling tepat.
Siswa diberi kesempatan untuk bertanya. Fase 6 : Memberikan penghargaan
Guru mengumumkan kelompok terbaik dan memberikan penghargaan.
15 menit
C. Penutup
No. Kegiatan Alokasi Waktu
1. 2.
Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan membuat rangkuman di bukunya masing-masing. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal di LKS yang telah dimiliki oleh siswa.
10 menit
VIII. SUMBER PEMBELAJARAN 1. LKS
1. Ranah Kognitif
Prosedur : Diskusi, tugas tertulis
Jenis Tagihan : Tugas kelompok, tugas individu
Instrumen : Lembar kerja siswa (berisi lembar diskusi). 2. Ranah Afektif
Prosedur : Observasi langsung Instrumen : Lembar observasi 3. Ranah Psikomotorik
Prosedur : Observasi langsung Instrumen : Lembar observasi DAFTAR PUSTAKA
Justiana, Sandri. 2009. Chemistry 2 for Senior High School Year XI. Jakarta: Yudhistira
Petrucci, Ralph H. dan Suminar. 1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta: Erlangga.
Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Jatisrono, Maret 2013
Guru Mata Pelajaran, Guru Praktikan,
Dra. Endang Sunarsih, M.Pd Fitria
Sekolah : SMA Negeri 1 Jatisrono Mata pelajaran : Kimia
Materi Pokok : Larutan Penyangga
Sub Materi Pokok : Mekanisme larutan penyangga dalam mempertahankan pH dan Perhitungan pH Larutan Penyangga ketika Ditambahkan Sedikit Asam Kuat atau Basa Kuat
Kelas / Semester : XI / 2 (dua) Alokasi waktu : 2 x 45 menit Pertemuan : III (Ketiga) I. STANDAR KOMPETENSI
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. II. KOMPETENSI DASAR
4.3 Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.
III. INDIKATOR 1. Kognitif
a. Produk:
Menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa dengan teliti.
b. Proses:
Melakukan diskusi kelompok untuk mengerjakan soal-soal perhitungan pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa. 2. Psikomotorik
a. Menyampaikan pendapat b. Mengajukan pertanyaan c. Menyajikan hasil diskusi 3. Afektif
a. Teliti b. Kerja sama c. Komunikatif d. Disiplin
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Kognitif
a. Produk:
1) Siswa mampu menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa dengan teliti, kreatif , dan komunikatif. 2) Siswa dapat menjelaskan mekanisme larutan penyangga dalam
mempertahankan pH ketika ditambah sedikit asam atau sedikit basa dengan tepat.
b. Proses:
Siswa melakukan diskusi kelompok untuk mengerjakan soal-soal perhitungan pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa.
3. Afektif
Pada saat melaksanakan diskusi siswa mampu bersikap teliti, kerja sama, komunikatif, dan disiplin sehingga tercipta peserta didik yang berkarakter. V. ANALISIS MATERI
1. Mekanisme Larutan Penyangga dalam Mempertahankan Nilai pH a. Larutan penyangga asam
Apabila ditambahkan sedikit asam (H+) atau basa (OH-) ke dalam larutan penyangga yang terdiri dari larutan CH3COOH dan CH3COO-, akan terjadi reaksi berikut.
1) Jika ditambahkan asam maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk CH3COOH, menurut reaksi:
CH3COO-(aq) + H+(aq) CH3COOH(aq), sehingga harga pH tetap.
2) Jika ditambahkan basa, ion OH- akan dinetralkan oleh CH3COOH, menurut reaksi:
CH3COOH (aq) + OH-(aq) CH3COO-(aq) + H2O(l) sehingga harga pH tetap.
b. Larutan penyangga basa
Apabila ditambahkan sedikit asam (H+) atau basa (OH-) ke dalam larutan penyangga yang terdiri dari larutan NH3 dan NH4+, akan terjadi reaksi berikut.
3. Jika ditambahkan asam maka ion H+ akan dinetralkan oleh basa, menurut reaksi:
NH3 (aq) + H+(aq) NH4+ (aq), sehingga harga pH tetap.
4. Jika ditambahkan basa, ion OH- akan bereaksi dengan ion NH4+, menurut reaksi:
NH4+ (aq) + OH-(aq) NH3 (aq) + H2O(l) sehingga harga pH tetap.
2. Menentukan pH Larutan Penyangga ketika Ditambahkan Sedikit Asam atau Basa
a. Larutan Penyangga Asam
Larutan penyangga asam dapat memeprtahankan harga pH yang kurang dari 7 walaupun ditambahkan sedikit basa kuat atau asam kuat. Untuk menghitung harga pH larutan penyangga ketika ditambahkan sedikit asam kuat atau basa kuat langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
i. Mengidentifikasi asam lemah dan basa konjugasi dari larutan penyangga asam.
ii. Mengidentifikasi komponen yang bereaksi dengan H+ atau OH- ketika ditambahkan asam atau basa.
iii. Menuliskan persamaan stoikiometri larutan ketika ditambahkan asam atau basa.