Sengketa II telah melanggar prosedur tentang pencacatan dalam buku tanah mengenai adanya sengketa sebagaimana
VI. Melanggar Asas Keadilan dan Kewajaran dalam menerbitkan Objek Sengketa I dan Objek Sengketa II karena dalam menerbitkan
3. Memerintahkan Tergugat dengan kewajiban untuk mencabut dan mencoret dari register buku tanah yang diterbitkan oleh Tergugat berupa :
1. Sertifikat Hak Milik No. 06778/Kel. Karang Joang, Kecamatan
Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur tertanggal 28 Mei 2015 sesuai Surat Ukur No. 00780/Karang
Joang/2015 tertanggal 06/05/2015 Sisa Luas 39.406 m² (dahulu Luas 44.722 m²), NIB Letak Tanah : 1602030307275 atas nama ONIEK
DJUNANI ASIEM; (OBJEK SENGKETA I)
2. Sertifikat Hak Milik No. 06871/Kel. Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur tertanggal 21 Agustus 2015, sesuai Surat Ukur No. 00901/Karang Joang/2015 tertanggal 10/07/2015 Luas 5.316 m², NIB Letak Tanah : 1602030307398 atas nama ONIEK DJUNANI ASIEM; (OBJEK SENGKETA II)
4. Memerintahkan Tergugat dengan kewajiban membayar uang ganti rugi sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) kepada Penggugat;
5. Memerintahkan Tergugat dengan kewajiban untuk menerbitkan Surat Keputusan Tata Usaha Negara berupa :
1. Sertifikat Hak Milik No. 1153 Desa/Kel. Karang Joang tertanggal 1990 sesuai Surat Ukur/Gambar Situasi No. 548/1990 tertanggal 10-9-1990 Luas 18.600 M² atas nama ONIEK DJUNANI ASIEM;
Halaman 47 dari 110 halaman. Putusan Perkara Nomor 05/G/2017/PTUN.SMD 2. Sertifikat Hak Milik No. 2582 Desa/Kel. Karang Joang tertanggal
04-10-2005 sesuai Surat Ukur No. 00171/04-10-2005 te rtanggal 04/08/04-10-2005Luas 20200 m², NIB Letak Tanah : 16.02.03.03.01580 atas nama OENIK DJUNANI ASIEM;
3. Sertifikat Hak Milik No. 2610 Desa/Kel. Karang Joang tertanggal 12-10-2005 sesuai Surat Ukur No. 00183/12-10-2005 tertanggal 13/09/12-10-2005 Luas 7428 m², NIB Letak Tanah : 16.02.03.03.01621 atas nama OENIK DJUNANI ASIEM;
Tetap berlaku secara SAH.
6. Memerintahkan Tergugat dengan kewajiban membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah)/perhari kepada Penggugat atau memerintahkan atasan Tergugat dengan kewajiban menjatuhkan sanksi administratif berupa hukuman disiplin dalam jabatannya sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil atau peraturan perundang-undangan yang berlaku lainnya apabila Tergugat tidak bersedia melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap serta memerintahkan Penggugat untuk mengumumkan perbuatan Tergugat ke media massa apabila Tergugat tidak bersedia melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
7. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini;
Menimbang, bahwa terhadap Gugatan Penggugat tersebut, Tergugat melalui kuasanya telah mengajukan jawabannya tertanggal 28 Februari 2017 yang disampaikan dipersidangan tanggal 1 Maret 2017, yang mengemukakan dalil-dalil sebagai berikut:---
Halaman 48 dari 110 halaman. Putusan Perkara Nomor 05/G/2017/PTUN.SMD A. Dalam Eksepsi
1. Bahwa Tergugat menyatakan menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil yang diajukan oleh Penggugat dalam gugatannya kecuali terhadap hal-hal yang secara jelas dan tegas diakui kebenarannya oleh Tergugat ; 2. Berkaitan Kewenangan Mengadili dari Pengadilan Tata Usaha Negara
..(Kompetensi Absolut)
a. Tergugat menyatakan gugatan yang diajukan oleh Penggugat telah bertentangan dengan kompetensi absolut dari suatu peradilan umum, hal ini dibuktikan dengan adanya Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Surabaya No. 44/Pdt.G/2009/PN.Sby dan dalam dalil Penggugat kebanyakan materinya berkaitan tentang masalah KEPEMILIKAN DAN KEPENGUASAAN TANAH BUKAN PROSEDURAL ADMINISTRASI PENDAFTARAN TANAH dan tidak berkaitan langsung dengan objek tata usaha negara sebagaimana diatur dalam PP No. 24 Tahun 1997 jo. PMNA / Ka. BPN No. 3 Tahun 1997, dan apabila pokok sengketanya (Geschilpunt, Fundamentum Petendi) terletak dalam lapangan hukum privat, maka kompetensi peradilan umum untuk mengadilinya, dan juga Penggugat menyatakan sebagai pemilik dari tanah yang telah diterbitkan keputusan tata usaha negara, namun dalam dalil-dalil yang dinyatakan oleh Penggugat tersebut hanya merupakan klaim pribadi dari Penggugat, dimana untuk menyatakan Penggugat merupakan pemilik sah atas tanah seharusnya Penggugat mengajukan gugatan melalui Pengadilan Negeri tempat objek sengketa berada terlebih dahulu, bukan kepada yang menjadi wewenang dari Pengadilan Tata Usaha Negara, karena yang berhak menentukan Penggugat merupakan pemilik sah tanah dari objek tanah yang telah dikeluarkan Sertipikat aquo adalah Pengadilan
Halaman 49 dari 110 halaman. Putusan Perkara Nomor 05/G/2017/PTUN.SMD Negeri, kewenangan dari Pengadilan Tata Usaha Negara adalah untuk mengadili sengketa tata usaha negara terhadap keputusan tata usaha negara yang telah dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara ;
b. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas dengan ini kami mohon kepada Majelis Hakim sudah selayaknya gugatan yang diajukan oleh Penggugat harus ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima karena telah bertentangan dengan kompetensi absolut pengadilan (Niet Ontvankelijk Verklaard) ;
3. Bahwa mengenai kepentingan Penggugat yang dirugikan yang diperoleh melalui proses jual beli yaitu :
a. Akta Perikatan Jual Beli No. 04 tanggal 25 Agustus 2015, yang dibuat dihadapan Notaris Iwan Saleh Irawan, S.H ;
b. Akta Pelimpahan Kuasa Untuk Menjual No. 05 tanggal 25 Agustus 2015 yang dibuat dihadapan Notaris Iwan Saleh Irawan, S.H ;
Dengan ini disampaikan bahwa ke-2 (dua) Akta tersebut dibuat setelah objek sengketa diterbitkan, masing-masing :
a. Sertipikat Hak Milik No. 06778 / Kelurahan Karang Joang an. OENIK DJUNANI ASIEM seluas 44.722 M2, diterbitkan pada tanggal 28 Mei 2015 yang merupakan penggabungan Sertipikat Hak Milik No. 1153 / Kelurahan Karang Joang seluas 18.600 M2, Sertipikat Hak Milik No. 2582 / Kelurahan Karang Joang seluas 20.200 M2, dan Sertipikat Hak Milik No. 2610 / Kelurahan Karang Joang seluas 7.428 M2 masing-masing atas nama ONIEK DJUNANI ASIEM ;
b. Sertipikat Hak Milik No. 06871 / Kelurahan Karang Joang an. OENIK DJUNANI ASIEM seluas 5.316 M2, diterbitkan pada tanggal 21 Agustus 2015 yang merupakan pemisahan dari Sertipikat Hak Milik No. 06778 / Kelurahan Karang Joang an. OENIK DJUNANI ASIEM ;
Halaman 50 dari 110 halaman. Putusan Perkara Nomor 05/G/2017/PTUN.SMD 4. Bahwa hingga saat ini Tergugat belum menerima pemberitahuan dari
Pengadilan Negeri Surabaya terkait pembayaran uang Konsinyasi kepada OENIK DJUNANI ASIEM, berdasarkan hal tersebut OENIK DJUNANI ASIEM masih merupakan pemegang hak yang sah terhadap : a. Sertipikat Hak Milik No. 1153 / Kelurahan Karang Joang atas nama
ONIEK DJUNANI ASIEM seluas 18.600 M2 ;
b. Sertipikat Hak Milik No. 2582 / Kelurahan Karang Joang atas nama OENIK DJUNANI ASIEM seluas 20.200 M2 ;
c. Sertipikat Hak Milik No. 2610 / Kelurahan Karang Joang atas nama OENIK DJUNANI ASIEM seluas 7.428 M2 ;
Yang kemudian digabungkan menjadi Sertipikat Hak Milik No. 06778 / Kelurahan Karang Joang an. OENIK DJUNANI ASIEM seluas 44.722 M2, dan dipisahkan sebagian menjadi Sertipikat Hak Milik No. 06871 / Kelurahan Karang Joang an. OENIK DJUNANI ASIEM seluas 5.316 M2 ; 5. Bahwa menanggapi Posita Gugatan point 25, disampaikan hal-hal
sebagai berikut :
a. bahwa Tergugat pernah menerbitkan Berita Acara Pengumuman dan Penerbitan Sertipikat Pengganti No. 117/64.71-300.7/IX/2014, tanggal 5 September 2014, yang berisi :
1) bahwa telah dilaksanakan pengumuman pada tanggal 24 Juli 2014 melalui surat kabar harian Kaltim Post ;
2) selama masa pengumuman tidak ada keberatan-keberatan dari pihak manapun ;
3) terhadap permohonan tersebut telah diterbitkan Sertipikat Pengganti ;
4) dengan diterbitkannya Sertipikat Pengganti tersebut, maka Sertipikat Hak Milik No. 1153 / Kelurahan Karang Joang, Sertipikat Hak Milik No. 2582 / Kelurahan Karang Joang, dan
Halaman 51 dari 110 halaman. Putusan Perkara Nomor 05/G/2017/PTUN.SMD Sertipikat Hak Milik No. 2610 / Kelurahan Karang Joang yang telah diterbitkan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi ;
berdasarkan hal tersebut di atas terhadap sertipikat objek sengketa asal yang ada pada Penggugat dinyatakan tidak berlaku lagi ;
b. Bahwa Penggugat telah keliru di dalam menafsirkan ketentuan Pasal 3 Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun 1999 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian dan Pembatalan Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah Negara, yang dimaksud Pemberian Hak didalam pasal tersebut adalah penetapan Pemerintah yang memberikan suatu hak atas tanah negara, termasuk perpanjangan jangka waktu hak dan pembaharuan hak (pasal 1 ayat 5), sedangkan untuk penggabungan hak dan pemisahan hak tidak diatur di dalam peraturan tersebut ; Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Tergugat didalam menerbitkan sertipikat objek sengketa telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang bersifat Prosedural/Formal, Materiil/Substansial dan sesuai dengan Kewenangannya.