• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL

B. Analisis Tingkat Risiko Postur Kerja Pada Pekerja Besi

3. Memotong Besi

Tahapan membawa besi dilakukan secara manual dengan membawa besi untuk dipotong atau dibentuk oleh pekerja besi. Gerakan yang dilakukan adalah dengan membawa besi diatas pundak dan membawanya untuk dipotong/dibentuk atau dirangkai pada tahap selanjutnya.

131

Di bawah ini akan dijabarkan penilaian risiko ergonomi tahapan memotong besi berdasarkan metode REBA, OWAS dan QEC, sebagai berikut :

a. Metode Penilaian Risiko REBA

Pada tahapan memotong besi posisi punggung pada saat bekerja tidak lurus dan membentuk sudut fleksi lebih dari 20o dan kurang dari 60o yaitu 51o dan memiringkan badannya, sehingga mendapatkan skor 4. Posisi leher pekerja pada saat bekerja yaitu mengalami fleksi sebesar 23o, sehingga mendapat skor 2. Kaki pekerja pada saat bekerja tidak tertopang dengan baik dan memiliki sudut fleksi >60o sehingga mendapatkan skor 4. Setelah itu skor yang didapatkan di masukkan ke dalam tabel A dan didapatkan skor 8 untuk postur tubuh A. kemudian skor postur tubuh A akan dijumlahkan dengan skor beban yang akan menjadi skor akhir group A. berat beban yang digunakan oleh pekerja masih di bawah 5Kg yaitu 1,5 Kg sehingga mendapatkan skor 0. Setelah dijumlahkan dengan skor A maka skor akhir group A yaitu 8.

Posisi lengan atas pekerja mengalami fleksi 52o dari garis normal tubuh manusia sehingga mendapatkan skor 3. Lengan bawah pekerja mengalami fleksi membentuk sudut 96o, sehingga lengan mendapatkan skor 1. Pergelangan pekerja mengalami fleksi namun tidak melebihi 15o dan memutar, sehingga mendapatkan skor 2.

132

Hasil skor dari group B yaitu mendapatkan skor 4. Hasil tersebut akan dijumlahkan dengan skor pegangan. Pegangan pada objek benda memiliki pegangan yang pas dan bisa diterima, sehingga mendapatkan skor 0. Setelah dijumlahkan maka skor yang didapatkan yaitu 4.

Pada tahapan ini pekerja besi melakukan aktivitas menahan tubuh statis lebih dari 1 menit dan adanya gerakan repetitif yang diulang lebih dari 4 kali per menit, sehingga untuk skor aktivitas mendapatkan skor 1. Setelah itu, jika dikombinasikan skor A dan skor B pada tabel C, maka akan didapatkan skor 9. Setelah hasil skor C didapatkan maka akan dijumlah kan dengan skor aktivitas. Maka total skor yang didapatkan yaitu 11. Di bawah ini akan dijabarkan hasil penilaian dalam bentuk tabel, yaitu tabel 5.37 sebagai berikut :

Tabel 5.37 Hasil Nilai Skoring Proses Tahapan Memotong Besi Pada Pekerja Besi Berdasarkan Metode REBA Tahun 2015

No. Variabel Skor Keterangan

1 Punggung 4 Fleksi 51o

2 Leher 2 Fleksi 23o

3 Kaki 4 Tidak tertopang dengan baik

dan fleksi >60o

4 Beban 0 Berat < 5Kg

5 Lengan atas 3 Fleksi 52o

6 Lengan bawah 1 Fleksi 96o

7 Pergelangan tangan 2 Fleksi < 15o

8 Pegangan 0 Pegangan yang pas

9 Jenis aktivitas 2 Statis dan repetitif Skor akhir REBA 11 Sangat Tinggi

133

b. Metode Penilaian Risiko OWAS

Pada saat melakukan tahapan pemotongan besi ini, posisi punggung pada saat bekerja tidak lurus dan membentuk sudut fleksi lebih dari 20o dan kurang dari 60o yaitu 51o dan memiringkan tubuhnya, sehingga mendapatkan skor 4. Posisi tangan pekerja kedua tangannya berada di bawah bahu pekerja sehingga pekerja mendapatkan skor 1. Posisi kaki pekerja tidak tertopang secara baik, yaitu pekerja jongkok dengan kedua kaki yang membentuk sudut <150o sehingga mendapatkan skor 4. Terakhir beban yang ditangani oleh pekerja masih < 10 Kg, sehingga mendapatkan skor 1.

Setelah semua mendapatkan skor, skor – skor tersebut akan dinilai berdasarkan tabel kombinasi posisi postur kerja dan tabel tingkat risiko dan tindakan perbaikan. Berdasarkan skor postur dan dilihat pada tabel kombinasi posisi postur, tahapan ini memiliki nilai 4. Di bawah ini akan dijabarkan hasil penilaian dalam bentuk tabel, yaitu tabel 5.38 sebagai berikut :

134

Tabel 5.38 Hasil Nilai Skoring Proses Tahapan Memotong Besi Pada Pekerja Besi Berdasarkan Metode OWAS Tahun 2015

No. Variabel Skor Keterangan

1 Punggung 4 Fleksi 51o

2 Lengan 1 Kedua lengan berada di

bawah bahu

3 Kaki 4

Berjongkok dengan kedua kaki yang membentuk

sudut <150o

4 Beban 1 Berat < 10 Kg

Skor akhir OWAS 4 Extremely Harmful

c. Metode Penilaian Risiko QEC

Dari hasil pembagian kuesioner dan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan hasil kuesioner yang dijelaskan dalam bentuk tabel 5.39 di bawah ini.

Tabel 5.39 Hasil Kuesioner Tahapan Memotong Besi Pada Pekerja Besi Berdasarkan Metode QEC Tahun 2015 No. Variabel Kode

jawaban

Keterangan 1 Punggung A3 Terlalu membungkuk

Pergerakan B2 Statis

2 Lengan C1 Berada di sekitar pinggang

Pergerakan D2 Sering

3 Pergelangan E2 Pergelangan tertekuk Repetitif F2 11 hingga 20 kali permenit

4 Leher G2 Ya, terkadang

5 Beban H1 Ringan (Sekitar 5 Kg) 6 Kecepatan bekerja I2 2 - 4 jam 7 Tingkat kekuatan J2 Sedang 8 Penglihatan K1 Rendah 9 Mengemudi L1 < 1 jam 10 Getaran M1 < 1 jam

11 Kesulitan N2 Ya, terkadang

135

Berdasarkan data tabel diatas, dapat di ketahui bahwa data tersebut akan dianalisis dan diberikan skoring. Hasil analisis dan skoring data tersebut yaitu punggung mendapatkan skor sebesar 24, lengan mendapat skor sebesar 20, pergelangan tangan mendapatkan skor sebesar 30, leher mendapat skor sebesar 6, mengemudi mendapatkan skor 1, getaran mendapatkan skor 1, kecepatan bekerja 4, dan stress mendapatkan skor 4. Lalu semua skor ditambahkan dan dibagi dengan skor maksimal yang dapat didapatkan serta dikali dengan 100% untuk mendapatkan total exposure level, sehingga total exposure level yang didapatkan yaitu 55%. Di bawah ini akan dijabarkan hasil penilaian dalam bentuk tabel, yaitu tabel 5.40 sebagai berikut :

Tabel 5.40 Hasil Nilai Skoring Proses Tahapan Memotong Besi Pada Pekerja Besi Berdasarkan Metode QEC Tahun 2015

No. Variabel Skor Keterangan

1 Punggung 24 Terlalu membungkuk

2 Lengan 20 Berada di sekitar

pinggang 3 Pergelangan tangan 30 Tertekuk

4 Leher 6 Tertekuk (terkadang)

5 Mengemudi 1 < 1 jam

6 Getaran 1 < 1 jam

7 Kecepatan bekerja 4 2 - 4 jam

8 Stress 4 Cukup stress

Skor akhir QEC 55%

Perlu penelitian lebih lanjut dan tindakan

136

Pada aktivitas ini dilakukan penilaian analisis tingkat risiko ergonomi dengan menggunakan metode REBA, OWAS dan QEC. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai hasil penilaian dari ketiga metode tersebut dalam bentuk tabel 5.41, sebagai berikut :

Tabel 5.41 Analisis Tingkat Risiko Ergonomi Pada Aktivitas Memotong Besi Berdasarkan Tiga Metode Tahun 2015 Metode Skor Tingkat risiko Tindakan Perbaikan

REBA 11 Sangat tinggi Perlu segera

OWAS 4 Extremely

Harmful

Tindakan korektif diperlukan sesegera mungkin QEC 55% - Perlu penelitian lebih lanjut dan

tindakan perbaikan Berdasarkan tabel diatas, ketiga hasil perhitungan tersebut jika dilihat hasilnya menunjukkan tingkat risiko yang berbeda, pada dua metode yaitu REBA dan OWAS menunjukkan tingkat risiko sangat tinggi, sedangkan QEC menunjukkan tingkat risiko yang tinggi.