• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.2.5 Mencaci maki

MC1/Kal

Karena org Indonesia tolol2, udah diblg di rumah aja masih pada berkeliaran nongkrong sana sini, liburan. Dikira virus corona Cuma batuk pilek biasa.

Konteks tuturannya:

Tuturan sindiran tersebut terdapat pada portal berita yang diunggah oleh

@Merdeka.com pada 27 Maret 2020. Berita tersebut berjudul “UI Ungkap Penyebab Tingginya Angka Kematian Corona.”

Tuturan di atas bermakna mencaci maki karena tuturan tersebut mengandung kata-kata kotor yang tidak patut dibicarakan yaitu kata tolol. Dalam (KBBI V, Departemen Pendidikan Nasional, 2016) tolol memiliki arti sangat bodoh; bebal. Jika diinterpretasikan secara keseluruhan kalimat tersebut ditujukan ke orang-orang Indonesia yang sangat bodoh. Kata-kata seperti itu kurang pantas untuk diumpat ke orang lain. Apalagi dalam kalimat tersebut penutur mengumpat kata-kata tolol bagi orang-orang Indonesia. Hal seperti itu dapat menimbulkan kemarahan bagi orang lain.

Makna tuturan tersebut dilandasi oleh konteks tuturan. Tuturan tersebut ditemukan pada portal berita yang diunggah oleh @Merdeka.com pada 27 Maret 2020. Berita tersebut berjudul “UI Ungkap Penyebab Tingginya Angka Kematian

Corona.” Penutur berkomentar untuk menyindir orang-orang Indonesia karena merasa kesal kepada orang-orang Indonesia yang masih egois dalam menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19 sehingga angka kematian akibat virus corona meningkat.

Tuturan 10 MC2/Fr

Antara gblk sama bego jd satu makanya dongok 3h3h3h3h3 Konteks tuturannya:

Tuturan sindiran tersebut terdapat pada portal berita yang diunggah oleh

@kumparan pada 19 Mei 2020. Berita tersebut berjudul “Mendekati Lebaran, Ini 5 Potret Mall yang Ramai di Tengah Pandemi.”

Menurut (KBBI V, Departemen Pendidikan Nasional, 2016) caci maki adalah kata-kata kotor (tidak sopan) yang dikeluarkan untuk mengumpat seseorang. Mencaci maki juga dapat diartikan menghina dengan kata yang kurang sopan; memaki-maki. Peneliti menyimpulkan bahwa mencaci maki sebagai tindakan mengatakan seseorang dengan perkataan yang tidak baik seperti memanggil seseorang dengan panggilan/julukan yang tidak patut.

Tuturan di atas bermakna mencaci maki karena tuturan tersebut mengandung kata-kata kotor yang tidak patut dibicarakan yaitu kata goblok dan bego. Kata goblok dan bego memiliki arti yang sama. Dalam (KBBI V, Departemen Pendidikan Nasional, 2016) goblok memiliki arti bodoh sekali.

Sedangkan, bego memiliki arti sangat bodoh. Jika diinterpretasikan secara keseluruhan tuturan tersebut ditujukan untuk para pengusaha mall yang malah membuka usahanya ditengah pandemi covid-19. Kata-kata seperti itu kurang pantas untuk diumpat ke orang lain. Apalagi dalam kalimat tersebut penutur mengumpat kata-kata goblok dan bego bagi pengusaha mall. Hal seperti itu dapat menimbulkan kemarahan bagi orang lain bahkan dapat dibawa keranah hukum.

Makna tuturan tersebut dilandasi oleh konteks tuturan. Tuturan tersebut ditemukan pada portal berita yang diunggah oleh @kumparan pada 19 Mei 2020.

Berita tersebut berjudul “Mendekati Lebaran, Ini 5 Potret Mall yang Ramai di Tengah Pandemi.” Penutur berkomentar untuk menyindir pengusaha mall dan

masyarakat yang menjelang lebaran malah nekat berbelanja dan dapat menimbulkan kerumuman yang banyak. Hal tersebut dapat meningkatkan angka penyebaran covid-19 di Indonesia.

Makna yang keenam adalah meremehkan. Dalam (KBBI V, Departemen Pendidikan Nasional, 2016) meremehkan memiliki makna merendahkan;

mengabaikan; memandang remeh. Meremehkan berasal dari kata dasar remeh yang memiliki arti tidak penting; tidak berharga. Berikut adalah contoh dan penjelasan terkait makna meremehkan.

4.2.2.6 Meremehakan Tuturan 11 MR3/Kal

Indonesia gmna mau maju, maslah film aje msh banyak org yg kurang Open minded! MIRIS

Konteks tuturannya:

Tuturan sindiran tersebut terdapat pada portal berita yang diunggah oleh

@Tempo.co pada 22 Juli 2020. Berita tersebut berjudul “Kontroversial, 9 Film Hollywood Ini Dilarang Tayang di Indonesia.”

Tuturan di atas berindikasi meremehkan. Hal ini terlihat dari kalimat Indonesia gmna mau maju. Kalimat tersebut memiliki arti meremehkan Negara Indonesia yang diragukan untuk maju dalam hal berfikir mengenai perfilman.

Penutur menyindir pemerintah dalam kebijakan yang melarang Film Hollywood dilarang. Tindakan yang meremehkan bangsa Indonesia ini dinilai kurang baik.

Apalagi penuturnya sendiri orang Indonesia yang mungkin memiliki rasa kecewa terhadap larangan film Hollywood tersebut untuk tayang.

Apa yang dilakukan penutur untuk menyindir bangsa Indonesia tidaklah dibenarkan. Indonesia sendiri pada kenyataannya merupakan Negara yang pada bidang perfilman sudah sangat maju. Hal ini ditandai dengan banyaknya film-film Indonesia yang memenangkan kejuaran di kancah Internasional dan ada beberapa aktor Indonesia yang ikut ambil peran dalam pembuatan film-film Hollywood.

Perlu diingat Negara Indonesia merupakan Negara yang mayoritas penduduk

beragama muslim. Untuk itu beberapa film yang dinilai mengandung unsur kekerasan ataupun pornografi tidak dianjurkan untuk ditayangkan di Indonesia.

Tuturan 12 MR5/Kl

GENERASI LEMAH! DI KASI TANTANGAN BANYAK NGELUH Konteks tuturannya:

Tuturan sindiran tersebut terdapat pada portal berita yang diunggah oleh

@Kompas.com pada 19 Maret 2020. Berita tersebut berjudul “Belajar dari Rumah, KPAI: Ada 51 Aduan Keluhkan Beratnya Tugas dari Guru.”

Dalam (KBBI V, Departemen Pendidikan Nasional, 2016) meremehkan memiliki makna merendahkan; mengabaikan; memandang remeh. Meremehkan berasal dari kata dasar remeh yang memiliki arti tidak penting; tidak berharga.

Tindakan meremehkan adalah tindakan yang tidak terpuji karena hal itu dapat membuat orang atau lembaga yang diremehkan dapat tidak suka dan bisa saja menimbulkan masalah keributan karena hal saling meremehkan. Tidak semua orang mau dan terima jika dirinya diremehkan.

Tuturan di atas dapat dikelompokkan sebagai tuturan sindiran yang maknanya meremehkan. Dalam tuturan tersebut yang diremehkan adalah generasi muda (pelajar). Bentuk penanda yang mengindikasikan sebagai tuturan meremehkan adalah frasa GENERASI LEMAH! Kata lemah dalam (KBBI V, Departemen Pendidikan Nasional, 2016) memiliki arti tidak kuat; tidak ada tenaga.

Jika diartikan secara utuh tuturan tersebut meremehkan para pelajar di Indonesia yang tidak kuat di kasih tantangan. Tantangan yang dimaksud adalah pelajar melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah saat pandemi covid-19.

Makna tuturan sindiran terakhir adalah menista. Menista berasal dari kata nista. Dalam KBBI V (Departemen Pendidikan Nasional, 2016), nista adalah hina, rendah, tidak enak didengar, aib, cela noda. Oleh karena itu, menista adalah perbuatan yang menodai atau membuat aib bagi seseorang. Tidak hanya seseorang yang dinistakan bisa saja sekelompok orang dan lembaga.

4.2.2.7 Menista

Dokumen terkait