• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menentukan Pesan

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 23-38)

Setiap kampanye memiliki sebuah pesan utama tersendiri yang ingin dibawa atau disampaikan dari komunikator, yaitu tim kampanye kepada komunikan, yaitu target sasaran dari kampanye tersebut. Sebuah tema utama menjadi acuannya. Sedangkan pesan-pesan lain yang dibangun menjadi sebuah kalimat larangan, pemberitahuan, imbauan, saran maupun perintah harus memiliki isi pesan yang mendukung tema besar yang telah ditentukan sebelumnya.

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Drs. A. Rahman, MM., selaku Kepala Biro Pengendalian Kegiatan dan Program Unggulan Universitas Mercu Buana, yaitu:

“Tema besarnya ini… kayak apa… himbauan. Jadi himbauan pada civitas akademika untuk tidak merokok.”73

Sementara tema lain yang juga berkaitan dan muncul dalam kampanye ini disampaikan dalam wawancara dengan Bapak Ir. Arissetyanto Nugroho, MM., selaku Rektor Universitas Mercu Buana, yaitu:

“Tema utamanya itu cinta lingkungan, dan juga, daripada kita merokok, juga tidak berkontribusi pada peningkatan daya saing, kualitas diri. Mari kita alihkan energi itu untuk meningkatkan daya saing. Selama ini tidak ada kan perokok yang juara lari sprint, kan tidak ada. Makanya… dan lomba merokok kan gak ada dilombakan di olimpiade. Nah itulah, daripada kita konsumtif terhadap hal-hal yang merugikan diri kita, kenapa kita tidak sama-sama mengeluarkan uang terhadap hal-hal yang membuat diri kita memiliki nilai tambah. ”74

Semua pesan-pesan yang ingin disampaikan ini hendaknya berkaitan dengan tema besar yang ingin disampaikan melalui kampanye ini. Pesan-pesan ini dapat dirangkai dengan bahasa yang sesuai dengan tingkat kemampuan target sasaran yang ingin dicapai. Penggunaan gaya bahasa yang familiar dengan target sasaran juga menjadi penting agar pesan yang disampaikan tidak disalahartikan oleh target sasaran. Pesan pun harus disampaikan dengan kalimat yang mudah diingat oleh para target sasaran. Penyusunan pesan juga sebaiknya dilakukan oleh ahli komunikasi karena mereka sudah terbiasa dan memiliki kecakapan untuk melakukannya. Dalam hal ini adalah public relations.

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Ir. Arissetyanto Nugroho, MM., selaku Rektor Universitas Mercu Buana, yaitu:

74Wawancara yang dilakukan dengan Ir. Arissetyanto Nugroho, MM., Rektor Universitas Mercu Buana, Jumat, 26 November 2010, pukul 10.00 WIB.

“Iya… itu biasanya yang lebih operasional dari tim Humasnya. Operasional kegiatan yang di-sharekan dalam Rapim.”75

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Irmulan Sati, SH., M.Si., selaku Kepala Biro Humas Universitas Mercu Buana dalam wawancara berikut:

“Untuk pengelolaan pesan, memang langsung dikelola Humas yaa. Humas langsung dari saya, kemudian, kebetulan juga Rizky yaa (red: Tim Desain). Jadi saya dari Humas mengusulkan, nanti di approval dengan manajemen. Kalau setuju, lanjut. Kalau tidak, yaa kita revisi ulang.”76

Pesan untuk Kampanye Kampus Bebas Rokok Universitas Mercu Buana disusun langsung oleh bagian Humas Universitas Mercu Buana. Seluruh pesan yang akan disampaikan melalui kampanye ini, untuk selanjutnya akan diajukan ke pihak Rektorat untuk mendapatkan persetujuan. Jika belum mendapatkan persetujuan, maka pesan tersebut akan direvisi ulang.

Berbagai jenis pesan yang disampaikan oleh tim kampanye melalui Kampanye Kampus Bebas Rokok ini dapat dilihat di berbagai tempat strategis di lingkungan kampus Universitas Mercu Buana. Berdasarkan wawancara dengan Sdri. Horidatul Bakiyah sebagai perwakilan mahasiswa Universitas Mercu Buana yang tidak merokok yang diwawancarai, menyebutan beberapa pesan sebagai berikut:

75

Wawancara yang dilakukan dengan Ir. Arissetyanto Nugroho, MM., Rektor Universitas Mercu Buana, Jumat, 26 November 2010, pukul 10.00 WIB.

76Wawancara yang dilakukan dengan Irmulan Sati, SH., M.Si., Kepala Biro Humas Universitas Mercu Buana, Minggu, 10 Oktober 2010, pukul 10.00 WIB.

“”Terima kasih Anda tidak merokok di area ini, fakultas…” ngeliatnya di

Fakultas Psikologi dan Fasilkom, “Menuju UMB Bebas Rokok”,

“Dilarang merokok di area ini”, “Selamat datang di UMB bebas Rokok”, “Matikan rokok anda sekarang sebelum rokok mematikan Anda”. Kalau

tidak salah yah kak, lupa redaksionalnya. Hehehe… (Dimana sajakah biasanya Anda melihat seluruh pesan ini?) Di depan TU Fakultas Psikologi, di depan TU Fasilkom, depan POP, kalau tidak salah yah kak. Hehehe…”77

Pernyataan ini juga dilengkapi oleh Sdr. Nasha Suprapto, selaku perwakilan mahasiswa Universitas Mercu Buana yang merokok yang diwawancarai melalui wawancara berikut:

“Pertama, konsentrasi pesannya adalah untuk memberitahu bahaya rokok bagi kesehatan seperti gambar thorax (tulang paru-paru) yang dihitamkan sebagai gambaran paru-paru orang yg merokok ada pada standing banner yang diletakkan di depan POP (Red: Pusat Operasional Perkuliahan). Selain itu juga, ada pesan yang memberitahu apa saja reaksi tubuh jika kita berhenti merokok dalam waktu 10 menit, 1 jam, 1 hari, dan seterusnya. Kedua, pesan ditujukan untuk mengarahkan para perokok untuk merokok di tempat yang disediakan seperti arah menuju kantin UMB.”78

Berbagai bentuk dan pesan kampanye yang disampaikan melalui media komunikasi dapat terlihat dari beberapa design media yang digunakan (Lampiran 4), meliputi:

77

Wawancara yang dilakukan dengan Horidatul Bakiyah, perwakilan mahasiswa Universitas Mercu Buana yang tidak merokok, Senin, 13 Desember 2010, pukul 14.00 WIB.

78Wawancara yang dilakukan dengan Nasha Suprapto, perwakilan mahasiswa Universitas Mercu Buana yang merokok tapi teratur, Minggu, 12 Desember 2010, pukul 15.00 WIB.

1. X-Banner

Pesan:

“STOP MEROKOK SEBELUM ROKOK MU mengHABISi badanmu

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009

Menuju UMB Bebas Rokok 2010

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005”

Ilustrasi: menggunakan gambar orang yang sangat kurus yang sedang merokok dengan memperlihatkan bagian paru-paru nya yang rusak dan k menghitam akibat rokok tersebut. Juga terdapat logo Universitas Mercu Buana.

2. X-Banner

Pesan:

“RASAKAN MASA DEPAN TANPA ASAP ROKOK

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009

Menuju UMB Beabs Rokok 2010

Ilustrasi: menggunakan gambar seorang anak yang sedang melompat dan terlihat seperti merasakan kelegaan udara yang bersih. Latar belakang menggunakan gambar suasana pepohonan yang rindang dan asri. Juga terdapat simbol dilarang merokok dan logo Universitas Mercu Buana.

3. Mini Flyer, memiliki dua design yang berbeda tapi isi pesan sama

Pesan:

“SAMPAI 31 DESEMBER 2009 HANYA 4 AREA MEROKOK

-. KANTIN LANTAI DASAR

-. GEDUNG C LANTAI DASAR

-. SELASAR Gd. B LANTAI 1

-. SELASAR ATRIUM UTARA

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009”

Ilustrasi: tidak menggunakan ilustrasi tetapi hanya menggunakan simbol area merokok

4. Giant Banner

Pesan:

“DILARANG MEROKOK DI SELURUH AREA KAMPUS

Segala sesuatu dimulai dari diri sendiri, BERHENTI DARI SEKARANG, dan rasakan sendiri manfaatnya.

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009

Menuju UMB Beabs Rokok 2010

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005”

Ilustrasi: menggunakan simbol dilarang merokok dan logo Universitas Mercu Buana.

5. Poster

Pesan:

“ADA 1000 JALAN MENUJU ROMA TAPI CUMA CUKUP 1 JALAN UNTUK BERHENTI MEROKOK

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005”

Ilustrasi: menggunakan ilustrasi sebuah jalan dan logo Universitas Mercu Buana.

6. Poster

Pesan:

“ADA 1001 CARA UNTUK MENCARI CINTA TAPI CUMA CUKUP 1 CARA UNTUK BERHENTI MEROKOK

UMB BEBAS ASAP ROKOK

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009”

Ilustrasi: menggunakan ilustrasi sebuah hati dan paru-paru serta terdapat simbol dilarang merokok.

7. Poster

Pesan:

“PARU-PARUMU ADALAH PARU-PARU DUNIA

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009”

Ilustrasi: menggunakan ilustrasi sebuah bola dunia dengan paru-paru menjadi salah satu benua. Juga terdapat simbol dilarang merokok.

8. Poster

Pesan:

“STOP MEROKOK MULAI DETIK INI

20 MENIT BERHENTI MEROKOK. Tekanan darah dan detak jantung kembali normal. Sirkulasi darah membaik – terutama di daerah tangan dan kaki Anda.

8 JAM BERHENTI MEROKOK. Kadar oksigen dalam darah kembali normal dan kemungkinan Anda terkena serangan jantung menurun.

24 JAM BERHENTI MEROKOK. Karbon monoksida menghilang dari tubuh Anda. Paru-paru Anda mulai membersihkan mucus dan debris.

48 JAM BERHENTI MEROKOK. Selamat. Tubuh Anda sekarang bebas nikotin. Sadarkah Anda bahwa sensor perasa, penciuman dan pernafasan Anda membaik?

72 JAM BERHENTI MEROKOK. Anda bernafas dengan baik, mudah dan memiliki energi lebih banyak untuk beraktifitas.

2 – 12 MINGGU BERHENTI MEROKOK. Seluruh sirkulasi dalam tubuh Anda membaik dan lebih mudah berolahraga.

3 – 9 BULAN BERHENTI MEROKOK. Efektifitas kinerja paru-paru Anda meningkat 5-10%. Masalah pernafasan, batuk-batuk, sulit bernafas dan pernafasan pendek mulai menghilang.

5 TAHUN BERHENTI MEROKOK. Anda memiliki 50% kemungkinan terkena serangan jantung dibandingkan dengan perokok.

10 TAHUN BERHENTI MEROKOK. Anda terkena kanker paru-paru hanya 50% dibandingkan dengan perokok dan saat ini terkena serangan jantung sama dengan orang yang tidak pernah merokok.

UMB BEBAS ASAP ROKOK

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009”

Ilustrasi: menggunakan simbol dilarang merokok dan logo Universitas Mercu Buana.

9. Signboard Area Merokok

Pesan:

“SMOKING AREA

MENUJU UMB BEBAS ROKOK 2010

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005”

Ilustrasi: tidak menggunakan ilustrasi.

10. Spanduk

Pesan:

“ANDA BERADA DI KAWASAN BEBAS ROKOK

MENUJU UMB BEBAS ROKOK 2010

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005

Biro Humas & CC”

Ilustrasi: menggunakan simbol dilarang merokok dan logo Universitas Mercu Buana.

11. Spanduk

Pesan

“SMOKELESS, DO MORE!

MENUJU UMB BEBAS ROKOK 2010

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005

Biro Humas & CC”

Ilustrasi: menggunakan simbol dilarang merokok dan logo Universitas Mercu Buana.

12. Spanduk

Pesan

“Charming, Shining, Outstanding = NO SMOKING!

MENUJU UMB BEBAS ROKOK 2010

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005

Biro Humas & CC”

Ilustrasi: menggunakan simbol dilarang merokok dan logo Universitas Mercu Buana.

13. Spanduk

Pesan

“Lebih baik tanpa asap rokok, PASTI!

MENUJU UMB BEBAS ROKOK 2010

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005

Biro Humas & CC”

Ilustrasi: menggunakan simbol dilarang merokok dan logo Universitas Mercu Buana.

14. Spanduk

Pesan

“AREA TANPA ASAP ROKOK

MENUJU UMB BEBAS ROKOK 2010

Pergub. Prov. DKI Jakarta No.75 Tahun 2005

Biro Humas & CC”

Ilustrasi: menggunakan simbol dilarang merokok dan logo Universitas Mercu Buana.

15. Umbul-umbul

Pesan

“UMB BEBAS ROKOK ”

Ilustrasi: menggunakan simbol dilarang merokok dan logo Universitas Mercu Buana.

16. Vest Duta Anti Rokok

Pesan:

Tampak Depan

“I (simbol dilarang merokok) DI KAMPUS

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009”

Tampak Belakang

“www.mercubuana.ac.id

17. Kaos Duta Anti Rokok

Pesan:

Tampak Depan

“I (simbol dilarang merokok) DI KAMPUS

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009”

Tampak Belakang

“www.mercubuana.ac.id

ROKOK? NO WAY”

18. Pin

Pesan:

“I (simbol dilarang merokok)

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009”

19. Pin

Pesan:

“(simbol dilarang merokok)

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009”

Ilustrasi: tidak menggunakan ilustrasi tapi membuat pin tampak seperti kumbang merah

20. Pin Pesan:

“I (simbol dilarang merokok) DI KAMPUS

Pencanangan UMB Bebas Rokok 27 Mei 2009”

Ilustrasi: tidak menggunakan ilustrasi

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 23-38)

Dokumen terkait