Permasalahan yang ada dapat dipecahkan dengan menyusun suatu strategi atas dasar prioritas masalah dan kebutuhan perempuan dari keluarga yang terkena dampak PHK. Dalam penyusunan program dan strategi turut pula diperhatikan potensi atau sumber daya lokal, modal sosial dan kelembagaan lokal sehingga diharapkan akan dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan tersebut adalah untuk memenuhi pendapatan keluarga yang menurun karena PHK.
Berdasarkan analisis masalah, identifikasi dampak dan potensi di Kelurahan Cigugur Tengah seperti tampak pada tabel 7, maka dapat disusun Program Peningkatan Peran-ekonomi Perempuan dalam Memenuhi Pendapatan Keluarga melalui Pendayagunaan Kelembagaan Lokal dengan teknik FGD. Peningkatan peran-ekonomi perempuan dapat dilakukan dengan mendayagunakan kelembagaan lokal yang ada di Kelurahan Cigugur Tengah. Upaya itu ditempuh melalui pembentukan program secara partisipatif dalam rangka menjawab masalah dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program dan strategi peningkatan peran ekonomi perempuan untuk mengatasi ekonomi keluarga yang terkena dampak PHK di Kelurahan Cigugur Tengah, yaitu:
1. Program
Program yang direncanakan adalah: a. Sosialisasi hubungan gender
Sosialisasi hubungan gender dilakukan dengan mengadakan pertemuan di balai kelurahan untuk mengubah anggapan (image) laki-laki adalah pencari nafkah sedangkan perempuan mengurus keluarga. Yang penting dalam sosialisasi ini adalah menyadarkan masyarakat perlu adanya perubahan dalam hal pembagian kerja seperti di atas menjadi pola pembagian kerja yang fleksibel, yaitu baik perempuan dan laki-laki boleh mengerjakan kedua pekerjaan (produktif dan reproduktif) sesuai kesempatan yang ada untuk mengerjakannya. Perlunya mengubah pola pembagian kerja yang selama ini sudah terpolakan antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga menjadi pola pembagian kerja yang fleksibel.
bahwa perempuan merupakan potensi ekonomi yang besar. b. Peningkatan keterampilan perempuan
Kegiatan yang dilaksanakan adalah mengadakan pelatihan bagi usaha perempuan, seperti pelatihan tentang mode dan selera masyarakat untuk usaha menjahit dan pelatihan tentang kebersihan, kualitas rasa dan pengemasan bagi usaha pembuatan makanan.
2. Strategi pendayagunaan kelembagaan lokal
Strategi yang dilakukan adalah meningkatkan jaringan dengan lembaga yang sudah berdaya guna, meningkatkan jaringan dengan lembaga yang kurang berdaya guna dan membuat jaringan dg lembaga yg blm didayagunakan. Strategi meningkatkan jaringan dengan lembaga yang sudah berdaya guna, yaitu dengan cara menguatkan fungsi warung sebagai lembaga penyedia bahan baku melalui modal sosial yang sudah ada seperti rasa saling percaya dan tolong-menolong dan membina serta mencari simpul- simpul jaringan ekonomi dengan pasar.
Strategi meningkatkan jaringan dengan lembaga yang kurang berdaya guna adalah dengan meningkatkan kegiatan PKK yg bersifat pelatihan keterampilan dan membina jaringan keluar melalui lembaga yang sudah mempunyai jaringan keluar seperti PKK, memperbaiki manajemen koperasi dan menguatkan kembali fungsi koperasi melalui pertemuan anggota koperasi, meminta bantuan kpd pabrik/perusahaan untuk lebih membuka kesempatan bagi perempuan yg suaminya di-PHK untuk bekerja di sana dg aturan yang benar/berlaku umum juga meminta kpd orang-orang yang kompeten di perusahaan untuk mengijinkan perempuan lebih banyak berdagang di sana, serta dibukanya kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk berusaha di kelurahan. Dan strategi membuat jaringan dengan lembaga yang belum didayagunakan adalah dengan memberi fungsi sebagai penyedia modal bagi lembaga arisan dan meningkatkan fungsi sebagai lembaga pemasaran dan penyedia modal bagi lembaga pengajian.
Tabel 8 Program dan Strategi Peningkatan Peran-ekonomi Perempuan melalui Pendayagunaan Kelembagaan Lokal di Kelurahan Cigugur Tengah Tahun 2006
No Program dan Strategi Kegiatan Pelaksana Penanggung
Jawab
1. Program
a. Sosialisasi hubungan gender
pertemuan di balai pertemuan kelurahan untuk :
-mengubah anggapan (image) laki-laki adalah pencari nafkah sedangkan perempuan mengurus keluarga
-pembagian kerja yang fleksibel yang dapat dikerjakan oleh siapa saja (laki-laki dan perempuan) sesuai kesempatan yang ada
-menyadarkan masyarakat bahwa perempuan merupakan potensi ekonomi yang besar
Perangkat kelurahan dan warga masyarakat Lurah b. Peningkatan keterampilan perempuan
mengadakan pelatihan bagi usaha perempuan, seperti pelatihan tentang mode dan selera masyarakat untuk usaha menjahit dan pelatihan tentang kebersihan, kualitas rasa dan pengemasan bagi usaha pembuatan makanan
PKK Ketua dan
kader PKK 2. Strategi pendayagunaan
kelembagaan lokal dengan:
-meningkatkan jaringan dengan lembaga yang sudah berdaya guna
-meningkatkan jaringan
dengan lembaga yang kurang berdaya guna
-membuat jaringan dg lembaga yg blm didayagunakan
- Strategi yang dilakukan adalah menguatkan fungsi warung sebagai lembaga penyedia bahan baku melalui modal sosial yang sudah ada seperti rasa saling percaya dan tolong-menolong dan membina serta mencari simpul-simpul jaringan ekonomi dengan pasar
- meningkatkan kegiatan PKK yg bersifat pelatihan keterampilan dan membina jaringan keluar melalui lembaga yang sudah mempunyai jaringan keluar seperti PKK, memperbaiki manajemen koperasi dan menguatkan kembali fungsi koperasi melalui pertemuan anggota koperasi, meminta bantuan kpd pabrik/perusahaan untuk lebih membuka kesempatan bagi perempuan yg suaminya di-PHK untuk bekerja di sana dg aturan yang benar/berlaku umum juga meminta kpd orang- orang yang kompeten di perusahaan untuk mengijinkan perempuan lebih banyak berdagang di sana, serta dibukanya kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk berusaha di kelurahan - memberi fungsi sebagai penyedia modal bagi lembaga arisan dan meningkatkan fungsi
sebagai lembaga pemasaran dan penyedia modal bagi lembaga pengajian.
Warga masyarakat Warga masyarakat Sumber: Hasil FGD, 2006 8 4
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
1. Kehidupan dan kondisi keluarga PHK di Kelurahan Cigugur Tengah mempunyai karakteristik laki-laki bekerja serabutan, ekonomi keluarga menurun dan perempuan mulai bekerja. Permasalahan ekonomi keluarga yang terkena PHK adalah pendapatan yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, pendidikan, transportasi dan kesehatan. 2. Peran-ekonomi perempuan masih rendah dilihat dari faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran-ekonomi perempuan dapat dibedakan menjadi faktor utama, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor utama berupa hubungan gender yang kurang mendukung perempuan untuk bekerja diluar rumah sehingga mengakibatkan rendahnya kesempatan dan peluang berusaha bagi perempuan. Faktor ini
mempengaruhi baik faktor internal maupun eksternal.
Faktor internal yang mempengaruhi peran-ekonomi perempuan adalah rendahnya potensi ekonomi yang dimiliki perempuan, yaitu rendahnya pendidikan disebabkan kuatnya anggapan bahwa perempuan tidak memerlukan pendidikan tinggi karena hanya bertugas mengurus rumah tangga, kurangnya keterampilan dan terbatasnya waktu bagi perempuan untuk melakukan usaha karena beban ganda dalam keluarga baik sebagai
pengurus rumah tangga maupun pencari nafkah.
Faktor eksternal yang mempengaruhi peran-ekonomi perempuan, yaitu kurangnya jaringan dengan lembaga lokal, sumber daya lokal yang kurang dimanfaatkan dan kurangnya memanfaatkan modal sosial yang ada untuk pengembangan usaha dan membina jaringan.
3. Kelembagaan yang dapat didayagunakan untuk meningkatkan peran- ekonomi perempuan diklasifikasikan ke dalam tiga fungsi, yaitu kelembagaan pemasaran, permodalan dan penyediaan bahan baku. Setelah dilakukan analisis diagram Venn maka disimpulkan bahwa kelembagaan lokal yang dapat didayagunakan sebagai lembaga pemasaran yang paling mungkin adalah warung, pasar, arisan dan pengajian, lembaga dalam hal permodalan adalah warung, arisan, pengajian dan koperasi, sedangkan lembaga dalam hal penyediaan bahan baku adalah pasar dan warung. Selain tiga fungsi
pelatihan dan informasi, yaitu PKK dan lembaga yang berpotensi untuk melakukan fungsi pemberi peluang kerja, yaitu pabrik/perusahaan.
4. Strategi yang dapat digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada, yaitu melalui pembentukan program dan strategi. Program untuk meningkatkan peran-ekonomi perempuan adalah melalui sosialisasi hubungan gender, pembagian kerja yang fleksibel dan peningkatan keterampilan perempuan. Sedangkan strategi untuk meningkatkan peran- ekonomi perempuan adalah melalui strategi pendayagunaan kelembagaan lokal yang dapat dilakukan melalui tiga jenis strategi, yaitu strategi meningkatkan jaringan dengan lembaga yang sudah berdaya guna, meningkatkan jaringan dengan lembaga yang kurang berdaya guna dan membuat jaringan dengan lembaga yang belum didayagunakan. Strategi meningkatkan jaringan dengan lembaga yang sudah berdaya guna, yaitu dengan cara menguatkan fungsi warung sebagai lembaga penyedia bahan baku melalui modal sosial yang sudah ada seperti rasa saling percaya dan tolong-menolong dan membina serta mencari simpul-simpul jaringan ekonomi dengan pasar.
Strategi meningkatkan jaringan dengan lembaga yang kurang berdaya guna adalah dengan meningkatkan kegiatan PKK yg bersifat pelatihan keterampilan dan membina jaringan keluar melalui lembaga yang sudah mempunyai jaringan keluar seperti PKK, memperbaiki manajemen koperasi dan menguatkan kembali fungsi koperasi melalui pertemuan anggota koperasi, meminta bantuan kepada pabrik/perusahaan untuk lebih membuka kesempatan bagi perempuan yang suaminya di-PHK untuk bekerja di sana dengan aturan yang benar/berlaku umum juga meminta kpd orang-orang yang kompeten di perusahaan untuk mengijinkan perempuan lebih banyak berdagang di sana, serta dibukanya kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk berusaha di kelurahan. Dan strategi membuat jaringan dengan lembaga yang belum didayagunakan adalah dengan memberi fungsi sebagai penyedia modal bagi lembaga arisan dan meningkatkan fungsi sebagai lembaga pemasaran dan penyedia modal bagi lembaga pengajian.
Program yang telah disusun bersama masyarakat akan sangat tergantung pada kemauan dan kemampuan masyarakat itu sendiri meskipun telah mendapa dukungan kelembagaan lokal. Adapun rekomendasi agar program ini dapat terlaksana dengan baik adalah sebagai berikut:
1. Pemerintah Kelurahan Cigugur Tengah
Pemerintah Kelurahan Cigugur Tengah sebaiknya lebih memperhatikan masalah keluarga yang terkena PHK sehingga masalah tersebut dapat diatasi, yaitu salah satunya melalui pendayagunaan kelembagaan lokal.
2. Masyarakat
Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan berupa perubahan pandangan yang terlalu membatasi perempuan dalam berperan ekonomi serta dukungan moral serta materiil dalam pelaksanaan program peningkatan peran-ekonomi perempuan dan berperan serta aktif dalam setiap proses kegiatannya.
DAFTAR PUSTAKA
---. 2003. Undang-undang Ketenagakerjaan 2003 UU No 13 Tahun 2003 beserta Penjelasannya. Fokusmedia. Bandung.
Colleta, Nat, Michelle L Cullen. 2000. Violent Conflict and the Transformation of Social Capital, Lessons from Cambodia, Rwanda, Guatemala and Somalia. The World Bank. Washington DC.
Departemen Sosial RI. 1999. Menuju Masyarakat yang Berketahanan Sosial Pelajaran Dari Krisis. Jakarta.
---. 2002. Laporan Menteri Sosial RI pada Rapat Komite Penanggulangan Kemiskinan. Departemen Sosial. Jakarta.
Fakih, Mansour. 2003. Analisis Gender & Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Ihromi, TO. 1995. Kajian Wanita dalam Pembangunan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Kar. 1993 dalamManual Teknik PRA/SDM.Pusat Studi Wanita. Bandung.
Komite Penanggulangan Kemiskinan. 2005. Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK). Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Jakarta.
Mikkelsen, Britha. 2003. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan, Sebuah Buku Pegangan bagi Para Praktisi Lapangan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Moleong, Lexy. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Mosse, Julia Cleves. 1996. Gender & Pembangunan. Rifka Annisa Women’s Crisis Centre kerja sama dengan Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Terjemahan dari :An Introduction To Gender And Development.
Narayan, Deepa. 1998. Bonds and Bridges, Social Capital and Poverty. World Bank. Washington DC.
Nasution, S. 2003.Metode Research (Penelitian Ilmiah). Bumi Aksara. Jakarta. Oakley. 1972.Sex, Gender and Society. Oxford. Inggris.
Prawirokusumo. 2001. Ekonomi Rakyat (Konsep, Kebijakan dan Strategi). BPFE. Yogyakarda.
Saptari, R. 1991. Kerja Perempuan dalam Ekonomi Perkotaan. Draf dalam T.O. Ihromi. 1995. Kajian Wanita dalam Pembangunan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Dalam Kancah Globalisasi. Yayasan Sajogyo Inti Utama. Bogor.
5oekanto, Soerjono. 1999. Sosiologi Suatu Pengantar. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta.
Soetrisno A. 1997. Kemiskinan, Perempuan dan Pemberdayaan. Kanisius. Yogyakarta.
Sumarti, Titik dkk. 2003.Sosiologi Umum.IPB. Bogor.
Syahyuti, 2003. Bedah Konsep Kelembagaan : Strategi Pengembangan dan Penerapannya dalam Penelitian Pertanian Puslitbang Sosek. Badan Litbang Pertanian. Bogor.
Tonny, Fredian. 2005. Pengembangan Kelembagaan dan Modal Sosial. IPB. Bogor.
Visvanathan, Nalini et al.2005. The Women, Gender and Development Reader. Zed Books Ltd. London.
www.kompas.com tanggal 20 November 2003.Ekonomi. ---. 1991.Pedoman Umum Pelaksanaan Program P2WKSS
---.2004. Data Monografi Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.
---.2005.Data Monografi Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.
---. 2005.Data Profil Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.
---. 2005. Laporan Program P2WKSS Tim Penggerak PKK Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah.
P
PEEDDOOMMAANNWWAAWWAANNCCAARRAA
1. Nama : ………... 2. Usia : ………... 3. Agama : ………... 4. Jenis Kelamin : ………... 5. Pendidikan : ………... 6. Tempat Tinggal : RT …. RW ….. 7. Jumlah Tanggungan : …………. Jiwa 8. Status tanggungan:a. Istri/suami : …… jiwa
b. Anak : …… jiwa
c. Keluarga lainnya : …… jiwa
9. Pekerjaan kepala keluarga sebelum PHK : ... 10. Kondisi kerja setelah PHK:
a. Serabutan : ……... b. Menganggur : ……... 11. Besarnya penghasilan kepala keluarga per bulan: ... 12. Besarnya kebutuhan keluarga per bulan : ... 13. Usaha yang dijalankan oleh suami saat ini: ……….
A
A.. PPeennggaarruuhhPPHHKKtteerrhhaaddaappkkeesseejjaahhtteerraaaannkkeelluuaarrggaa
Karakteristik Perempuan dan Keluarga yang terkena Dampak PHK a. Kapan suami terkena PHK?
b. Apa penyebab di-PHK?
c. Apa saja usaha suami, ibu dan keluarga untuk menanggulangi PHK itu? d. Berapa kebutuhan untuk makan seluruh keluarga dalam sehari?
e. Dari pertanyaan di atas, apa ada perbedaan setelah suami terkena PHK? f. Apa saja kebutuhan prioritas keluarga setelah suami terkena PHK?
B
B.. PPootteennssiiEEkkoonnoommiiPPeerreemmppuuaann
1. Gambaran Potensi Ekonomi Perempuan a. Apa pendidikan terakhir?
b. Apa saja keahlian atau keterampilan dimiliki ?
c. Dari mana atau melalui cara apa memperoleh keterampilan?
d. Apa keahlian/keterampilan yang dimiliki dapat digunakan untuk menghasilkan uang ?
e. Berapa uang yang dihasilkan ?
pelatihan tersebut? Kapan?
h. Dalam hal pembagian kerja, apa perempuan cukup waktu dalam mengurus rumah tangga bila bekerja?
i. Pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh ibu rumah tangga? j. Kapan dan berapa lama dilakukan?
k. Apakah usaha ekonomi/kelompok usaha yang digeluti oleh Ibu sudah pernah mendapat bantuan (modal, dukungan, bantuan peralatan) dari pihak lain?
l. Apa saja usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama ini?
m. Siapa saja yang bekerja membantu usaha? 2. Sejarah pengembangan usaha
a. Bagaimana latar belakang usaha yang dilakukan? b. Sejauh ini bagaimana perkembangannya?
c. Siapa saja yang berperan untuk memasarkan hasil produk?
d. Siapa saja yang diajak kerjasama untuk mengembangkan usaha ini? e. Apakah pemerintah setempat sudah menaruh perhatian kepada
usaha ini?
f. Apa saja kesulitan yang dirasakan selama ini dalam pengembangan usaha?
3. PPeelluuaannggEEkkoonnoommiiPPeerreemmppuuaann
a. Perusahaan apa saja yang ada di kelurahan ini?
b. Bisa tidak sekiranya perempuan bekerja di perusahaan tersebut? c. Usaha mandiri apa saja yang sering dilakukan oleh perempuan dan
layak dilakukan oleh perempuan?
d. Bagaimana prospeknya? Mungkin atau tidak menghasilkan pendapatan?
e. Apa saja kriteria usaha yang layak dikerjakan oleh perempuan?
f. Faktor-faktor apa saja yang mendorong Ibu akhirnya bekerja, padahal mungkin tugas-tugas Ibu di rumah saja sudah cukup berat?
C
C.. SSuummbbeerrddaayyaayyaannggmmeenndduukkuunngg
a. Infrastruktur apa yang mendukung usaha?
b. Bagaimana kondisi pasar, lalu lintas, dan transportasi? c. Dari mana memperoleh bahan-bahan pembuatan produksi?
D
D.. KKeelleemmbbaaggaaaannLLookkaallFFoorrmmaall
a. Lembaga formal apa yang paling mudah diingat dalam lima tahun belakangan ini?
lembaga tersebut?
d. Lembaga formal apa yang saat ini ada namun menurut Anda tidak perlu ada karena kurang dirasakan manfaatnya atau paling sulit dijangkau/diakses?
E
E.. KKeelleemmbbaaggaaaannIInnffoorrmmaall
a. Bagaimana tingkat kepercayaan, rasa saling menghargai dan menghormati serta saling menolong di sekitar tempat tinggal?
b. Selain lembaga formal yang disebutkan sebelumnya, lembaga informal apa yang paling mudah diingat dalam lima tahun belakangan ini?
c. Siapa yang paling sering dimintai tolong?
d. Sejak kapan menjalin kerjasama dengan mereka? e. Apa alasan menjalin kerjasama dengan mereka?
f. Bagaimana asal mulanya terjalin kerjasama itu? Apakah mereka yang mendatangi atau sebaliknya?
g. Apa saja bentuk kerjasama tersebut?
F
F.. MMooddaallSSoossiiaall
a. Bagaimana bentuktrustdi masyarakat?
b. Masih adakah sifat resiprositas yang mendukung?
c. Bagaimana bentuk pertalian yang ada di lembaga formal dan informal?
G
G.. IInntteeggrriittaass
a. Apa ada hukum yang menjamin dalam perempuan berusaha ekonomi? b. Apa hukum diharapkan untuk melindungi perempuan dalam berusaha
ekonomi?
Matriks Pertanyaan
No. Pernyataan
(ditanyakan pada perempuan dan laki-laki)
Jawaban
Ya Tidak
1. Laki-laki mencari kerja diluar rumah 2. Perempuan boleh mencari nafkah bila
suaminya berhalangan
3. Perempuan hanya boleh bekerja bila suaminya berhalangan
4. Laki-laki mengizinkan istrinya bekerja untuk perbaikan ekonomi keluarga 5. Lingkungan sekitar berpandangan
positif bila istri mau bekerja untuk keluarganya