BAB II KAJIAN TEORITIS
C. Mengembangkan Kebiasaan Belajar yang Efektif
Belajar efektif artinya cara belajar yang teratur, tuntas, berkesinambungan dan produktif yakni menghasilkan kepandaian, pengetahuan, keterampilan dan pembentukan sikap mental dan intelektual yang baik dan bertanggung jawab. Seorang pelajar yang belajarnya tidak teratur, tidak sungguh-sungguh, asal-asalan, waktunya tidak menentu, tidak tuntas, tidak terus-menerus, dan tidak berkesinambungan, baik di sekolah maupun di rumah berarti ia tidak membiasakan diri belajar efektif, sehingga sasaran belajar tidak tercapai.
Sebaliknya, jika kita berusaha belajar secara teratur, tertib, disiplin, bersungguh-sungguh, tuntas, terus-menerus, produktif, dan berkesinambungan berarti telah mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif. Dengan mengembangkan kebiasaan belajar efektif berarti hasil belajar yang diperoleh jelas efeknya, atau jelas hasilnya, yaitu berupa kepandaian, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan terbentuknya sikap mental yang baik, unggul dan bertanggung jawab.
Setiap siswa sebenarnya dapat mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif baik di sekolah maupun di rumah. Modal utama untuk membiasakan belajar efektif adalah kemampuan yang keras untuk belajar untuk menguasai kepandaian, ilmu pengetahuan dan keterampilan di samping kedisiplinan, keteraturan, ketertiban, dan kesinambungan dalam belajar. Anggapan yang menyatakan bahwa modal utama untuk sukses dalam belajar adalah tingkat intelegensi yang tinggi dan didukung biaya tidak seluruhnya betul. Justru sebaliknya dengan belajar efektif dan tuntas kepandaian seseorang akan terus meningkat. Memang sekolah itu memerlukan biaya, tetapi untuk menjadi pandai dapat diperoleh dengan jalan belajar sendiri melalui banyak membaca berbagai jenis buku, banyak berlatih, dan banyak mencari pengalaman. Jadi, jelaslah untuk menjadi pandai bukan karena dana, tetapi karena kemauan keras untuk belajar dan menuntut ilmu secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan.
Seorang siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi jika dalam kenyataan tidak belajar efektif, tidak belajar
sungguh-sungguh, tetapi hanya untuk lulus saja dan bukan untuk benar-benar menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang kelak digunakan di masyarakat. Bahkan mempunyai sikap belajar asal-asalan, malas belajar, malas berlatih, malas membaca buku dan malas menekuni ilmu pengetahuan sama sekali tidak ada gunanya jika dibandingkan dengan besarnya biaya yang dikeluarkan orangtua untuk sekolah anaknya tersebut. Sebagai siswa yang baik dan bertanggung jawab tentu sikap belajar asal-asalan tersebut akan di hindarinya demi kepentingan hidupnya di masa mendatang.
Berdasarkan gambaran tersebut di atas maka sudah saatnya bagi siswa untuk mengembangkan kebiasan belajar yang efektif untuk kepentingan di masa mendatang. Berikut ini akan di gambarkan tentang cara-cara membiasakan belajar efektif, baik di rumah maupun di sekolah.( BK Man 3 Malang, 2010) :
1. Di rumah
Mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif di rumah, antara lain dapat ditempuh sebagai berikut :
a. Membiasakan belajar sesuai dengan jadwal pembagian waktu sehari-hari
yang telah dibuat di rumah, maksudnya waktu untuk belajar harus digunakan untuk belajar.
b. Membiasakan mengulang semua pelajaran yang telah diberikan guru di
sekolah, termasuk mengerjakan tugas-tugas guru, seperti PR dan tugas belajar lainnya
c. Tingkatkan ketelitian dan keseriusan dalam menekuni bahan pelajaran di rumah sampai benar-benar menguasainya.
d. Mintalah bantuan orang tua, kakak atau teman yang diperkirakan mampu
membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah/belajar/PR.
e. Tatalah ruang belajar sedemikian rupa agar membangkitkan semangat
belajar, seperti menata buku secara rapi dan tersusun dalam rak buku, kalau mungkin buatlah perpustakaan kecil di tempat belajar agar mudah menemukan buku yang dibutuhkan untuk referensi/kepustakaan. Demikian pula tempat tidur harus selalu rapi dan bersih agar udara tetap segar dan menyenangkan.
f. Biasakan melengkapi buku-buku pelajaran dan alat-alat pelajaran secara
memadai, tetapi bukan berarti harus memaksakan diri membeli semua buku yang dianjurkan sekolah jika belum tersedia dananya. Siswa yang baik tentu akan sering meminjam buku perustakaan sekolah untuk menunjang bahan bacaan di rumah.
g. Biasakan gemar membaca terutama membaca buku-buku perpustakaan
atau buku-buku umum yang dapat menunjang perluasan pengetahuan. Buku-buku hiburan seperti surat kabar, majalah, dan buku ilmu pengetahuan lainnya boleh pula dibaca untuk menambah wawasan di rumah.
h. Sebelum tidur malam setelah selesai menekuni pelajaran untuk besok
sekolah besok paginya, sehingga pagi-pagi tidak harus repot-repot mempersiapkannya.
i. Dini hari setelah sholat subuh (bagi orang Islam) jika ada waktu
manfaatkan untuk membaca buku pelajaran yang akan diajarkan guru besok pagi.
j. Jagalah kesehatan tubuh dan mental anak dengan olahraga, istirahat,
makan dan minum, serta tidur yang cukup sehingga tidak akan mengganggu kelancaran belajar baik di sekolah maupun di rumah.
2. Di sekolah
Mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif di sekolah dapat ditempuh, antara lain :
a. Biasakan datang ke sekolah tepat pada waktunya agar tidak ketinggalan
belajar di kelas
b. Biasakan mempersiapkan buku dan alat-alat tulis secara lengkap dalam
mengikuti pelajaran yang diajarkan guru di kelas.
c. Biasakan memusatkan perhatian dan menekuni setiap materi pelajaran
yang disampaikan guru di kelas, dan sekali-kali mencatat hal-hal penting dalam buku catatan agar tidak lupa terhadap hal-hal yang penting tersebut
d. Jika ada yang belum dipahami beranikan diri untuk bertanya kepada
guru, atau kepada teman yang diperkirakan tahu tentang hal itu.
e. Biasakan mengerjakan tugas atau soal yang diperintahkan guru untuk
menyepelekan tugas guru atau menunda-nunda pekerjaan rumah yang dibebankan guru kepada kita.
f. Jika guru berhalangan hadir sehingga ada waktu luang dan tugas dari
guru yang tidak hadir tidak ada dapat dimanfaatkan untuk membaca buku pelajaran, atau pergi ke perpustakaan untuk membaca buku atau meminjam buku.
g. Hindari ajakan teman sekelas atau teman satu sekolah yang malas yang
bermaksud bercanda atau main-main meninggalkan tugas belajar.
h. Biasakan semua materi yang diajarkan guru dipelajari ulang di rumah,
termasuk merapikan catatan yang tidak jelas tadi menjadi kalimat yang jelas dalam buku catatan anak.
i. Renungkanlah dan apresiasikanlah semua materi pelajaran yang
diajarkan guru maupun yang dibaca dari buku dengan praktik kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat, lingkungan agar ilmu itu benar-benar menjadi milikmu.