• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Hasil penelitian pengaturan diri dalam proses belajar di rumah pada siswa kelas VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2010/20011 menunjukkan: 1. Pengaturan diri dalam proses belajar di rumah para siswa masuk dalam

kategori cukup teratur.

2. Terdapat 17 butir pengaturan diri dalam proses belajar di rumah yang terindikasi belum memadai pada diri para siswa karena nilai rata-rata skor tiap butirnya masuk dalam kategori tidak teratur.

Pada dasarnya setiap siswa sudah mempunyai cara mengatur diri dalam kegiatan belajar mereka, saat di sekolah mereka sudah sangat teratur dengan jadwal pelajaran yang ada tetapi saat di rumah belum tentu mereka mempunyai jadwal belajar yang pasti dan belum tentu juga mereka mentaati jadwal belajar di rumah setiap harinya. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengaturan

9 % 43% 41 % 7 % keterangan :  tidak teratur cukup teratur teratur sangat teratur

belajar di rumah misalnya keadaan diri mereka, lingkungan sekitar baik dari keluarga atau teman-teman bahkan juga kebiasaan yang mereka lakukan di rumah.

Dalam penelitian ini diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa pengaturan diri dalam proses belajar di rumah para siswa termasuk kategori cukup teratur, dikarenakan masih ada sebagian siswa yang termasuk dalam kategori tidak teratur. Hal ini disebabkan karena pengaturan diri yang kurang baik pada diri para siswa, dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukan butir-butir yang masuk dalam kategori tidak teratur dan di bawah rata-rata. Dari hasil itu terdapat beberapa hal yang menunjukan bahwa kurangnya pengaturan diri itu dari beberapa poin dalam hal pengaturan PR (pekerjaan rumah), pengaturan jadwal belajar di rumah dan kegiatan lain yang mereka lakukan di rumah untuk menghindari kegiatan belajarnya.

Pertama tentang pengaturan PR, dari hasil penelitian dalam hal pengaturan PR termasuk dalam kategori tidak teratur. Masih banyak para siswa yang kebingungan saat PR yang diberikan guru menumpuk, hal ini disebabkan karena mereka sering bahkan senang menunda-nunda mengerjakan PR di rumah, akibatnya mereka menjadi kebingungan dan mereka mengerjakan PR di sekolah sebelum pelajaran dimulai, mereka juga mengerjakan PR di sekolah hanya saat akan dikumpulkan, bahkan dari hal itu mereka meminjam PR teman lain karena mereka belum mengerjakan PR mereka.

Poin yang berikutnya adalah mengenai pengaturan jadwal, dari hasil penelitian butir-butir kuesioner yang berhubungan dengan pengaturan jadwal

termasuk kategori tidak teratur. Kebanyakan mereka tidak mempunyai jadwal belajar di rumah, adapun yang mempunyai jadwal belajar tetapi jadwal mereka berantakan/amburadul. Dengan jadwal yang berantakan itu mereka menjadi malas belajar, dari jadwal belajar yang mereka punya itu mereka sulit/tidak mudah bagi mereka untuk mentaati jadwal belajar mereka itu. Lalu saat menghadapi ulangan mereka belajar sampai larut malam dan itu menyebabkan hasil yang mereka peroleh tidak maksimal. Lalu saat mereka mempunyai PR mereka belajar hanya saat ada PR saja.

Poin yang terakhir yaitu kegiatan lain yang mereka lakukan di rumah untuk menghindari kegiatan belajarnya. Para siswa cenderung lebih senang melakukan kegiatan lain dan tergoda untuk melakukan kegiatan lain yang lebih menyenangkan daripada belajar. Kegitan lain itu adalah membuka internet yaitu facebook atau twitter, mereka lebih senang mengobrol saat belajar kelompok, lalu mereka lebih senang tidur daripada belajar. Akibatnya mereka tidak mau belajar dan tidak bisa mengatur diri dalam belajar di rumah.

Melihat dari hal-hal diatas, dapat diatasi dengan pengaturan diri yang baik dalam belajar di rumah. Dengan membuat jadwal belajar yang baik dan mentaati jadwal itu, dengan jadwal yang ada mereka bisa mengatur antara jadwal belajar, bermain dan beristirahat. Dengan jadwal yang teratur mereka bisa mengerjakan PR yang diberikan guru di sekolah dengan baik dan tepat waktu, mereka juga bisa membagi waktu untuk kegiatan lain seperti membuka internet (facebook/twitter) dan waktu beristirahat. Selain itu pengaturan diri

dalam kegiatan belajar di rumah bisa dilakukan dengan mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif di rumah.

Mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif di rumah, antara lain dapat ditempuh sebagai berikut (BK Man 3 Malang, 2010) membiasakan belajar sesuai dengan jadwal pembagian waktu sehari-hari yang telah dibuat di rumah, maksudnya waktu untuk belajar harus digunakan untuk belajar. Selain itu juga dapat dengan membiasakan mengulang semua pelajaran yang telah diberikan guru di sekolah, termasuk mengerjakan tugas-tugas guru, seperti PR dan tugas belajar lainnya. Dengan membiasakan belajar sesuai jadwal dan membiasakan mengulang bahan pelajaran dapat meningkatkan ketelitian dan keseriusan dalam menekuni bahan pelajaran di rumah sampai benar-benar menguasainya, dengan meningkatkan ketelitian dan keseriusan akan membuat lebih maksimal dalam belajar sehingga memperoleh hasil yang maksimal pula.

Selain itu saat berada di rumah meminta bantuan orang tua, kakak atau teman yang diperkirakan mampu membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah/belajar/PR karena keluarga yang dapat membantu belajar saat belajar di rumah. Belajar di rumah tentunya juga didukung dengan suasanya dan keadaan lingkungan yang benar-benar nyaman, oleh karena itu menata ruang belajar dapat membangkitkan semangat belajar, seperti menata buku secara rapi dan tersusun dalam rak buku, kalau mungkin buat perpustakaan kecil di tempat belajar agar mudah menemukan buku yang dibutuhkan untuk referensi/kepustakaan. Demikian pula tempat tidur harus selalu rapi dan bersih agar udara tetap segar dan menyenangkan. Melengkapi buku-buku pelajaran

dan alat-alat pelajaran secara memadai, bukan berarti harus memaksakan diri membeli semua buku yang dianjurkan sekolah jika belum tersedia dananya. Siswa yang baik tentu akan sering meminjam buku perustakaan sekolah untuk menunjang bahan bacaan di rumah. Gemar membaca terutama membaca buku-buku perpustakaan atau buku-buku-buku-buku umum yang dapat menunjang perluasan pengetahuan. Buku-buku hiburan seperti surat kabar, majalah, dan buku ilmu pengetahuan lainnya dapat dibaca untuk menambah wawasan di rumah.

Sebelum tidur malam setelah selesai menekuni pelajaran untuk besok pagi bereskan semua dan alat-alat pelajaran yang harus dibawa ke sekolah besok pagi, sehingga pagi-pagi tidak harus repot-repot mempersiapkannya. Dini hari setelah sholat subuh (bagi orang Islam) jika ada waktu manfaatkan untuk membaca buku pelajaran yang akan diajarkan guru besok pagi. Juga jagalah kesehatan tubuh dan mental anak dengan olahraga, istirahat, makan dan minum, serta tidur yang cukup sehingga tidak akan mengganggu kelancaran

belajar baik di sekolah maupun di rumah. 

Melihat dari butir-butir pengaturan diri dalam belajar di rumah yang belum tercapai pada diri siswa, guru pembimbing dapat mengetahui kebutuhan dari para siswa dalam hal pengaturan diri dalam belajar di rumah yang dirasa masih kurang. Butir-butir yang tidak teratur itu adalah aspek motivasi kuat dalam diri sendiri untuk mencapai tujuan, mengontrol diri dalam proses belajar yang efektif, dan menyempurnakan / meningkatkan kemampuan diri.

Hal ini adalah kebutuhan para siswa yang belum terpenuhi, guru pembimbing sebagai pembimbing para siswa memiliki peran penting karena

mereka yang mengetahui kebutuhan itu. Dengan hal itu maka guru pembimbing dapat membantu mereka dengan memberikan bimbingan baik secara kelompok ataupun perorangan sesuai dengan kebutuhan para siswa. Dengan bimbingan yang diberikan diharapkan para siswa mampu melihat diri mereka sehingga mereka sadar akan tugas serta tanggung jawab mereka sebagai seorang pelajar yang tugasnya adalah belajar, dan belajar itu sendiri tidak hanya dilakukan saat di sekolah tetapi di rumah mereka juga bisa belajar.

Dokumen terkait