• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGETIK DI ATAS KERTAS BERGARIS

Dalam dokumen DAFTAR ISI (Halaman 57-61)

A. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini diharapkan Mahasiswa dapat:

1. Menjelaskan langkah-langkah mengetik di atas kertas bergaris dengan benar.

2. Mempraktikan cara mengetik di atas kertas bergaris dengan benar.

B. MATERI PELAJARAN

Mengetik di atas kertas bergaris adalah salah satu cara mengetik yang harus dikuasai mahasiswa, karena dengan kemampuan mengetik di atas kertas bergaris ini, merupakan suatu dasar yang dapat digunakan untuk mengetik pada kertas blanko atau kertas isian yang hanya menggunakan garis seprti kartu pos, wesel pos, kwitansi, faktur, daftar riwayat hidup, dan lain-lain.

Adapun langkah-langkah mengetik di atas kertas bergaris adalah sebagai berikut:

a. Pasanglah kertas bergaris pada mesin tulis.

b. Luruskan kertas bergaris bukan meratakan ujung-ujung kertas tetapi menempatkan ujung garis kertas bagian kiri dan bagian kanan dengan titik pengetikan.

c. Tempatkan garis kertas berimpit sejajar dengan penuntun baris. Jika belum tepat, tarik/dorong pembebas garis dan putar tombol penggulung sehingga tepat, atau tekan tombol pembebas rol sambil memutar rol untuk menempatkan garis pada penuntun baris.

Berikut ini adalah contoh pengetikan di atas kertas bergaris:

Seorang sekretaris bertugas membantu pimpinannya dalam mengurus segala persoalannya, terutama soal-soal kecil, yang bersifat teknis. Seorang pimpinan tidak perlu membuang waktu tenaga, dan pikiran untuk mengerjakan urusan-urusan kecil dan sepele apabila ia mendapatkan bantuan dari seorang sekretaris.

Sehingga pimpinan dapat mencurahkan segala perhatiannya pada urusan-urusan

49 lebih besar yang bersifat manajerial dengan demikian ia akan bekerja lebih efisien dan efektif.

C. PRAKTIKUM Petunjuk:

1. Ketiklah naskah di bawah ini dengan rapi, benar dan cepat!

2. Pasanglah kertas bergaris dengan benar, dengan ketentuan penekan segi sebelah kiri dipasang 15 dan penekan segi kanan 75!

3. Jarak baris dibebaskan!

4. Waktu yang digunakan 25 menit!

Latihan 1

Sekretaris haruslah memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, mandiri, berinisiatif, berkompetisi, dapat dipercaya dalam membantu kelancaran pekerjaan pimpinannya. Sekretaris sebaiknya bukan seorang yang yes-man, artinya ia hanya menuruti semua kemauan atasannya tanpa memikirkan atau mempertimbangkannya. Karena itu sekretaris harus berinisiatif, berdaya kreasi sehingga mampu menyarankan ide-ide yang baik. Sudah tentu seorang atasan sebaiknya juga bukan seorang no-man, yang berarti seorang yang selalu menolak pendapat orang lain.

Atasan yang baik dan ideal adalah yang bersedia mendengar, menghargai pendapat ataupun saran dari bawahannya.

Sekretaris harus mampu menjalin kerjasama yang baik dan erat dengan atasannya. Dalam hal ini dituntut kedewasaan berpikir, dan bertindak sehingga ia harus dapat bekerja sendiri dan penuh tanggung jawab tanpa perlu pengawasan dari atasan, juga mampu berinisiatif kerja tanpa selalu menunggu diberi pekerjaan oleh atasannya dan selalu tuntas menyelesaikan setiap pekerjaannya. Seorang sekretaris tidak hanya mengerjakan salah satu tugas tata usaha rutin, namun lebih daripada itu, ia harus meringankan pimpinan, juga memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada relasinya yang berhubungan dengan pimpinannya.

70 139 206 266 330 398 463 529 587 637 704 772 836 901 965 1.031 1.095 1.155 1.220 1.232

50 Latihan 2

Seorang sekretaris dalam melaksanakan tugas sehari-hari membutuhkan kantor sebagai tempat kegiatan. Di dalam kantor itulah diselenggarakan kegiatan proses pengolahan informasi sejak dari penerimaan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan sampai distribusi informasi kepada pihak-pihak yang terkait atau yang membutuhkannya. Informasi dapat diartikan sebagai data yang dicatat, digolong-golongkan, disusun, dihubung-hubungkan atau ditafsirkan dalam kerangka tertentu untuk menyampaikan suatu pengertian. Yang paling penting bagi setiap kantor mencari informasi yang akurat, aktual, relevan dengan kebutuhan berdasarkan fakta, sehingga keputusan ataupun kebijakan yang diambil akan baik dan tepat pula.

Disini sekretaris dibutuhkan bantuannya untuk mengolah dan menyaring informasi untuk disampaikan kepada atasannya atau proses pengambilan keputusan. Jadi ia adalah pelaksana fungsi perkantoran untuk pimpinan yang dibantunya.

Kadang kala kita melihat adanya kekeliruan persepsi tentang sekretaris, dimana sekretaris dianggap sebagai pembantu pribadi dari pimpinan, sehingga boleh disuruh apa saja. Hal ini tidak benar. Karena sekretaris hanya bertugas dan memikul tanggung jawab terbatas pada kegiatan kantor, jadi hanya pada masalah bisnis dan kedinasan saja.

Diluar itu bukan urusan sekretaris.

55 123 187 243 306 376 440 506 571 632 699 758 825 892 924 983 1.052 1.123 1.190 1.258 1.294 D. EVALUASI

Petunjuk:

1. Pasanglah kertas bergaris dengan benar!

2. Pasang penekan segi kiri pada 15 dan kanan pada 75!

3. Jarak baris dibebaskan!

4. Ketiklah naskah dibawah ini pada kertas bergaris dengan rapi dalam waktu 20 menit!

Kepada manusia Tuhan memberikan akal pikiran yang gunanya supaya manusia dapat memilih yang berguna bagi hidupnya. Dan mana pula yang tidak bermanfaat bagi kemanusiaan, semua yang ada di dunia ini tidak ada satupun yang bersifat kekal abadi. Semuanya mengalami perubahan sebagaimana manusia itu sendiri mengalami perubahan. Maka demikian juga halnya nasib

49 103 166 231 290 350

51 manusia. Orang-orang yang berakal budi dapat merubah yang buruk

menjadi baik dan berguna. Demikian pula dengan kekalahan atau kegagalan ini. Bagi orang yang bijaksana dapat merubah kekalahan menjadi kesuksesan. Nasib Anda terletak di tangan Anda sepenuhnya, Ini jelas, karena setiap orang di dunia ini pada hakekatnya mementingkan dirinya sendiri. Jadi kalau bukan kita sendiri yang merubah nasib kita maka siapa lagi? Cukupkan dengan hanya berdoa saja kepada Tuhan? Tentu tidak, karena harus disertai usaha yang sungguh-sungguh oleh sebab itu jika kegagalan menimpa diri anda, maka segeralah berpikir dan mempergunakan segala kemampuan anda.

Memang jarang orang yang sekali berusaha lantas memperoleh hasil. Kegagalan merupakan batas yang harus dilalui untuk memperoleh keberhasilan. Bila tapal batas tak dapat dilalui, maka tak akan sampai ke seberang.

Kehidupan di sekitar kita pun sebenarnya telah memberikan contoh kepada kita tentang keberhasilan yang berasal dari kegagalan ini. Seorang naak kecil yang belajar makan buat pertama kalinya lebih banyak nasi yang berserakan daripada yang masuk ke dalam mulutnya, tetapi si anak tak jemu-jemunya untuk belajar makan sendiri, bahkan si anak akan menolak bila kita suapi.

413 474 538 592 652 714 778 844 908 967 982 1.029 1.091 1.157 1.190 1.247 1.314 1.377 1.439 1.500 1.553

52

BAB VIII

Dalam dokumen DAFTAR ISI (Halaman 57-61)

Dokumen terkait