• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menghubungkan penduduk miskin dengan pekerjaan

Agar penduduk miskin dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan, harus ada pekerjaan untuk mereka. Agar penduduk miskin dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan, harus ada pekerjaan untuk mereka.Agar penduduk miskin dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan, harus ada pekerjaan untuk mereka.

Agar penduduk miskin dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan, harus ada pekerjaan untuk mereka.Agar penduduk miskin dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan, harus ada pekerjaan untuk mereka. Untuk membantu agar penduduk miskin di daerah pedesaan dapat terlepas dari kemiskinan, mereka harus terhubung dengan pasar di perkotaan. Sebagian besar penduduk miskin di daerah perkotaan telah terhubung dengan pasar-pasar semacam itu, sehingga kunci utama bagi mereka adalah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di daerah-daerah perkotaan. Bagian V membahas bagaimana cara membangun kemampuan penduduk miskin agar dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan. Namun, agar penduduk miskin dapat berpartisipasi, harus ada pekerjaan untuk mereka. Sayangnya, meningkatnya biaya legislasi dan regulasi pasar tenaga kerja pasca krisis moneter—mulai dari penguatan legislasi upah minimum hingga syarat dan kondisi yang berat untuk merekrut dan memecat karyawan—telah memberikan dampak yang signifikan pada prospek lapangan kerja, khususnya bagi penduduk miskin. Bagian ini menggali dampak berbagai kebijakan pasar tenaga kerja terhadap pekerjaan bagi penduduk miskin.

Kebijakan pasar tenaga kerja di sektor formal memengaruhi upah di sektor informal. Kebijakan pasar tenaga kerja di sektor formal memengaruhi upah di sektor informal.Kebijakan pasar tenaga kerja di sektor formal memengaruhi upah di sektor informal.

Kebijakan pasar tenaga kerja di sektor formal memengaruhi upah di sektor informal.Kebijakan pasar tenaga kerja di sektor formal memengaruhi upah di sektor informal. Dalam sebuah pasar tenaga kerja yang terintegrasi seperti di Indonesia, berbagai peraturan di sektor formal dapat menimbulkan dampak langsung pada penyerapan dan produktivitas pekerjaan di sektor informal di mana kebanyakan penduduk miskin bekerja. Sebagai contoh, aturan perburuhan yang bersifat restriktif yang mengakibatkan penurunan jumlah pekerja di sektor formal akan menyebabkan naiknya jumlah lapangan kerja di sektor informal, karena pekerja yang terlantar berpindah dari satu sektor ke sektor lainnya. Karena menyerap kenaikan pasokan tenaga kerja sektor informal ini, produktivitas dan upah marjinal menjadi turun.

Ada tiga aspek perundang-undangan bidang perburuhan di tingkat nasional dan daerah yang berdampak penting bagi pertumbuhan lapangan kerja, khususnya di sektor formal: undang-undang dan peraturan tentang upah minimum, pembayaran pesangon, serta pekerja kontrak dan pengalihan pekerjaan ke pihak luar.

Peraturan tentang upah minimum

Upah minimum naik secara tajam pada tahun-tahun terakhir Upah minimum naik secara tajam pada tahun-tahun terakhirUpah minimum naik secara tajam pada tahun-tahun terakhir

Upah minimum naik secara tajam pada tahun-tahun terakhirUpah minimum naik secara tajam pada tahun-tahun terakhir... Pasar tenaga kerja di Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan sejak awal 1990-an, dengan penerapan peraturan upah minimum regional yang diperbaharui tiap tahun. SMERU (2001) melaporkan bahwa pemerintah telah menaikkan upah minimum regional tiga kali lipat pada paruh pertama 1990-an, dan upah nominal terus meningkat pada paruh kedua 1990-an. Nilai riil upah minimum berangsur-angsur turun setelah tahun 1996 dan turun secara signifikan pada 1998. Sejak tahun 2000, ekonomi telah pulih dan pemerintah sejak saat itu telah dengan sungguh-sungguh berusaha menaikkan upah minimum (Gambar 4.13).

Upah minimum kini di bawah kendali pemerintah daerah. Upah minimum kini di bawah kendali pemerintah daerah.Upah minimum kini di bawah kendali pemerintah daerah.

Upah minimum kini di bawah kendali pemerintah daerah.Upah minimum kini di bawah kendali pemerintah daerah. Sejak penerapan desentralisasi pada 2001, kekuasaan untuk menentukan upah minimum diambil alih oleh pemerintah daerah, yakni walikota dan bupati. Kerangka untuk penetapan upah minimum dibuat oleh pemerintah pusat dan diterapkan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Upah minimum di tiap kabupaten/kota dipatok di sekitar upah minimum yang ditetapkan oleh provinsi. Upah minimum meningkat setiap tahun sejalan dengan peningkatan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM).

Upah minimum telah diterapkan secara luas, meskipun tidak secara keseluruhan, oleh perusahaan-perusahaan di Upah minimum telah diterapkan secara luas, meskipun tidak secara keseluruhan, oleh perusahaan-perusahaan diUpah minimum telah diterapkan secara luas, meskipun tidak secara keseluruhan, oleh perusahaan-perusahaan di Upah minimum telah diterapkan secara luas, meskipun tidak secara keseluruhan, oleh perusahaan-perusahaan diUpah minimum telah diterapkan secara luas, meskipun tidak secara keseluruhan, oleh perusahaan-perusahaan di sektor formal modern.

sektor formal modern.sektor formal modern.

sektor formal modern.sektor formal modern. Perusahaan-perusahaan besar milik asing biasanya tidak melihat upah minimum sebagai beban biaya yang penting dan bukan sebagai faktor terpenting bagi investor dalam memilih lokasi investasi. Namun, ini menjadi masalah bagi industri-industri padat karya yang harus menghadapi persaingan berat dengan produsen-produsen serupa di tempat lain di wiliayah Asia Timur, khususnya Vietnam dan China.

Bukti mengenai dampak upah minimum terhadap lapangan kerja formal di Indonesia ber Bukti mengenai dampak upah minimum terhadap lapangan kerja formal di Indonesia ber Bukti mengenai dampak upah minimum terhadap lapangan kerja formal di Indonesia ber Bukti mengenai dampak upah minimum terhadap lapangan kerja formal di Indonesia ber

Bukti mengenai dampak upah minimum terhadap lapangan kerja formal di Indonesia bervariasi.variasi.variasi.variasi. SMERU (2001)variasi. menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum berdampak negatif pada lapangan kerja sektor formal di daerah perkotaan setelah krisis. Efek negatif terbesar dirasakan oleh mereka yang rentan terhadap perubahan kondisi pasar tenaga kerja, seperti kaum wanita, pekerja muda, dan pekerja yang kurang berpendidikan. Namun, Alatas dan Cameron (2003) mendapatkan hasil yang berbeda dari kajian tentang dampak upah minimum dalam kondisi pasar tenaga kerja yang lebih menguntungkan sebelum masa krisis. Kajian mereka membahas tentang dampak upah minimum terhadap lapangan kerja pada industri pakaian, tekstil, sepatu, dan kulit. Hasil studi mereka menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum tidak mempunyai dampak ketenagakerjaan yang signifikan untuk perusahaan besar, baik domestik maupun asing. Sebaliknya kenaikan upah minimum memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lapangan kerja pada perusahaan-perusahaan kecil domestik. Penelitian sebelumnya oleh Rama (1996) juga menemukan hasil yang serupa.

Saat ini, upah minimum mungkin menjadi kendala yang lebih penting bagi pertumbuhan lapangan kerja daripada Saat ini, upah minimum mungkin menjadi kendala yang lebih penting bagi pertumbuhan lapangan kerja daripada Saat ini, upah minimum mungkin menjadi kendala yang lebih penting bagi pertumbuhan lapangan kerja daripada Saat ini, upah minimum mungkin menjadi kendala yang lebih penting bagi pertumbuhan lapangan kerja daripada Saat ini, upah minimum mungkin menjadi kendala yang lebih penting bagi pertumbuhan lapangan kerja daripada sebelum krisis.

sebelum krisis. sebelum krisis. sebelum krisis.

sebelum krisis. Hasil yang berbeda dari berbagai kajian tentang pasar tenaga kerja pada masa sebelum dan sesudah krisis menunjukkan bahwa upah minimum mungkin menjadi kendala yang lebih penting bagi lapangan kerja sektor formal pada masa sekarang daripada ketika kondisi pasar tenaga kerja lebih menguntungkan pada masa sebelum krisis. Namun, perlu dicatat bahwa sebagian besar perusahaan mikro dan kecil pada tingkat kabupaten tidak memenuhi peraturan upah minimum sama sekali. Sebagai contoh, sebuah studi kasus yang dilakukan di Kabupaten Serang, Banten (Bank Dunia, 2006i) menunjukkan bahwa meskipun perusahaan-perusahaan besar milik asing menyatakan bahwa mereka menggaji karyawannya sesuai dengan, atau bahkan di atas, upah minimum, banyak perusahaan Indonesia berskala kecil atau menengah, atau bahkan lebih besar, yang masih menggaji pekerjanya di bawah upah minimum. Ketidakpatuhan yang ditunjukkan oleh luas ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa upah minimum bukanlah kendala utama bagi pertumbuhan sebagian besar perusahaan kecil.

Gambar 4.13 Upah minimum riil di Indonesia meningkat tahun-tahun terakhir ini

Sumber: Database Kantor Bank Dunia Jakarta.

6QBINJOJNVNCVMBOBO 3QA 6QBINJOJNVNSJJMEBOHBOIBSHBUBIVO 6QBINJOJNVNOPNJOBM

Pembayaran pesangon

Peraturan pembayaran pesangon mungkin juga membatasi mobilitas Peraturan pembayaran pesangon mungkin juga membatasi mobilitasPeraturan pembayaran pesangon mungkin juga membatasi mobilitas Peraturan pembayaran pesangon mungkin juga membatasi mobilitasPeraturan pembayaran pesangon mungkin juga membatasi mobilitas di dalam pasar tenaga kerja sektor formal.

di dalam pasar tenaga kerja sektor formal.di dalam pasar tenaga kerja sektor formal.

di dalam pasar tenaga kerja sektor formal.di dalam pasar tenaga kerja sektor formal. Peraturan PHK di Indonesia yang mencakup ketentuan-ketentuan yang mengatur pembayaran pesangon telah mengalami perubahan yang signifikan sejak 1996, baik dalam hal nilai pesangon maupun cakupan kelompok-kelompok yang bervariasi. Sementara beberapa negara tengah mereformasi sistem pembayaran pesangon mereka untuk mengurangi biaya PHK, Indonesia tampaknya bergerak ke arah yang berlawanan, dengan tindakan-tindakan yang menyebabkan kenaikan biaya PHK.

Jumlah pembayaran pesangon bagi kar Jumlah pembayaran pesangon bagi karJumlah pembayaran pesangon bagi kar

Jumlah pembayaran pesangon bagi karJumlah pembayaran pesangon bagi karyawan yang telah bekerja lamayawan yang telah bekerja lamayawan yang telah bekerja lamayawan yang telah bekerja lamayawan yang telah bekerja lama meningkat sejak diberlakukannya Undang-Undang T

meningkat sejak diberlakukannya Undang-Undang Tmeningkat sejak diberlakukannya Undang-Undang T

meningkat sejak diberlakukannya Undang-Undang Tmeningkat sejak diberlakukannya Undang-Undang Tenaga Kerja No.enaga Kerja No.enaga Kerja No.enaga Kerja No.enaga Kerja No. 13/2003.

13/2003.13/2003.

13/2003.13/2003. Undang-Undang tersebut mendefinisikan hak pekerja, jumlah pembayaran pesangon, serta pembayaran masa bakti tergantung pada penyebab berhenti kerja. Tiga kategori utama alasan berhenti kerja mencakup:

Berhenti secara sukarela;

PHK karena alasan ekonomi (yaitu perampingan jumlah karyawan dan kebangkrutan); dan

Pelanggaran (pelanggaran kecil dan besar atau tindakan kriminal).

Bagi karyawan yang dipecat karena alasan ekonomi, undang-undang tersebut menaikkan jumlah pembayaran pesangon tiga kali lipat dibandingkan peraturan tahun 1986.

Namun, bukti dari studi kasus di Kabupaten Serang menunjukkan Namun, bukti dari studi kasus di Kabupaten Serang menunjukkanNamun, bukti dari studi kasus di Kabupaten Serang menunjukkan Namun, bukti dari studi kasus di Kabupaten Serang menunjukkanNamun, bukti dari studi kasus di Kabupaten Serang menunjukkan bahwa kebanyakan usaha kecil dan menengah, dan bahkan bahwa kebanyakan usaha kecil dan menengah, dan bahkanbahwa kebanyakan usaha kecil dan menengah, dan bahkan bahwa kebanyakan usaha kecil dan menengah, dan bahkanbahwa kebanyakan usaha kecil dan menengah, dan bahkan perusahaan-perusahaan besar padat kar

perusahaan-perusahaan besar padat karperusahaan-perusahaan besar padat kar

perusahaan-perusahaan besar padat karperusahaan-perusahaan besar padat karya tidak mematuhi undang-ya tidak mematuhi undang-ya tidak mematuhi undang-ya tidak mematuhi undang-ya tidak mematuhi undang- undang tersebut (Bank Dunia, 2006b).

undang tersebut (Bank Dunia, 2006b).undang tersebut (Bank Dunia, 2006b).

undang tersebut (Bank Dunia, 2006b).undang tersebut (Bank Dunia, 2006b). Ketika perekonomian mengalami penurunan, banyak perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak mampu membayar berdasarkan UU tahun 2003, dan karena itu mereka memilih penyelesaian berdasarkan tawar-menawar tripartit. Dalam banyak kasus, pembayaran pesangon pada praktiknya adalah sebesar satu atau dua bulan gaji, tanpa mempertimbangkan hak yang seharusnya diperoleh secara hukum.

Meskipun undang-undang itu tidak dipatuhi banyak perusahaan, Meskipun undang-undang itu tidak dipatuhi banyak perusahaan,Meskipun undang-undang itu tidak dipatuhi banyak perusahaan, Meskipun undang-undang itu tidak dipatuhi banyak perusahaan, Meskipun undang-undang itu tidak dipatuhi banyak perusahaan, undang-undang tersebut masih mencemaskan kalangan bisnis. undang-undang tersebut masih mencemaskan kalangan bisnis.undang-undang tersebut masih mencemaskan kalangan bisnis. undang-undang tersebut masih mencemaskan kalangan bisnis. undang-undang tersebut masih mencemaskan kalangan bisnis. Banyak perusahaan khawatir akan kemampuan mereka untuk tetap dapat kompetitif di tengah pertumbuhan bisnis yang lambat dan ancaman persaingan dari industri serupa di wilayah Asia Timur. Perusahaan cenderung menggunakan pekerja kontrak jangka pendek dan mengalihkan pesanan-pesanan mereka ke pihak luar (outsourcing), khususnya untuk perusahaan-perusahan yang fluktuasinya pesanannya tinggi, guna menghindari penggunaan para pekerja akan yang berhak atas pesangon yang lebih besar.

Pekerja kontrak jangka pendek dan pengalihan pekerjaan ke pihak luar

Peraturan yang mengatur pengangkatan kar Peraturan yang mengatur pengangkatan karPeraturan yang mengatur pengangkatan kar Peraturan yang mengatur pengangkatan kar

Peraturan yang mengatur pengangkatan karyawan kontrak danyawan kontrak danyawan kontrak danyawan kontrak danyawan kontrak dan pengalihan pekerjaan ke pihak luar tampaknya semakin ketat. pengalihan pekerjaan ke pihak luar tampaknya semakin ketat.pengalihan pekerjaan ke pihak luar tampaknya semakin ketat. pengalihan pekerjaan ke pihak luar tampaknya semakin ketat. pengalihan pekerjaan ke pihak luar tampaknya semakin ketat. Khususnya, Keputusan Menteri No. 100/2004 mengenai Persetujuan Kerja Waktu Terbatas (PKWT) memuat peraturan- peraturan yang lebih ketat, di antaranya adalah sebagai berikut:

Pembaruan kontrak: Pembaruan kontrak: Pembaruan kontrak: Pembaruan kontrak:

Pembaruan kontrak: Sementara keputusan terdahulu hanya mengizinkan satu kali pembaruan kontrak jangka pendek, masih tidak jelas apakah hal itu diperbolehkan dalam keputusan baru ini;

Syarat-syarat pelaporan: Syarat-syarat pelaporan: Syarat-syarat pelaporan: Syarat-syarat pelaporan:

Syarat-syarat pelaporan: Ada syarat-syarat tertentu untuk melaporkan nama-nama pekerja harian dan pekerja dengan jangka waktu kontrak tertentu kepada kantor tenaga kerja setempat (LP3E, FE UNPAD-GIAT, 2004);

Pembatasan masa kontrak: Pembatasan masa kontrak: Pembatasan masa kontrak: Pembatasan masa kontrak:

Pembatasan masa kontrak: Di dalam keputusan yang baru, majikan hanya dapat mempekerjakan pegawai dengan jangka waktu kontrak yang terbatas, yaitu tidak lebih dari dua tahun dengan izin perpanjangan satu tahun karena alasan- alasan tertentu.87 Majikan dapat mempekerjakan pegawai

dengan kontrak musiman atau harian yang tidak lebih dari tiga bulan; jika tidak, mereka harus menjadi pegawai tetap; Pembatasan kegiatan:

Pembatasan kegiatan: Pembatasan kegiatan: Pembatasan kegiatan:

Pembatasan kegiatan: Peraturan yang baru juga membatasi pengalihan produksi dan jasa ke pihak luar hanya pada kegiatan -kegiatan ‘bukan inti’, seperti pelayanan kebersihan, keamanan, dan katering.

87 Ini mencakup pekerjaan yang hanya sesekali atau pekerjaan sementara, pekerjaan khusus yang

harus diselesaikan dalam waktu maksimum 3 tahun, atau pekerjaan yang berhubungan dengan pengenalan produk baru dalam rangka uji coba.

Berbagai pembatasan pada pilihan pengaturan tenaga kerja telah menghalangi perusahaan untuk mempekerjakan Berbagai pembatasan pada pilihan pengaturan tenaga kerja telah menghalangi perusahaan untuk mempekerjakanBerbagai pembatasan pada pilihan pengaturan tenaga kerja telah menghalangi perusahaan untuk mempekerjakan Berbagai pembatasan pada pilihan pengaturan tenaga kerja telah menghalangi perusahaan untuk mempekerjakanBerbagai pembatasan pada pilihan pengaturan tenaga kerja telah menghalangi perusahaan untuk mempekerjakan pegawai tetap baru di sektor formal.

pegawai tetap baru di sektor formal.pegawai tetap baru di sektor formal.

pegawai tetap baru di sektor formal.pegawai tetap baru di sektor formal. Meskipun demikian, peraturan-peraturan ini agaknya tidak berdampak langsung terhadap lapangan kerja sektor informal, di mana peraturan-peraturan tersebut tidak mengikat. Dampaknya terhadap perusahaan-perusahaan di sektor informal terutama berasal dari meningkatnya pasokan tenaga kerja ke sektor tersebut sebagai akibat lambannya pertumbuhan lapangan kerja di sektor formal.

Bukti menunjukkan adanya kenaikanan penggunaan pekerja kontrak dan pengalihan pekerjaan ke pihak luar Bukti menunjukkan adanya kenaikanan penggunaan pekerja kontrak dan pengalihan pekerjaan ke pihak luarBukti menunjukkan adanya kenaikanan penggunaan pekerja kontrak dan pengalihan pekerjaan ke pihak luar Bukti menunjukkan adanya kenaikanan penggunaan pekerja kontrak dan pengalihan pekerjaan ke pihak luarBukti menunjukkan adanya kenaikanan penggunaan pekerja kontrak dan pengalihan pekerjaan ke pihak luar... Studi kasus di Kabupaten Serang membenarkan adanya kecenderungan yang mengarah pada pemakaian pekerja kontrak dan pengalihan pekerjaan ke pihak luar sebagai akibat dari kondisi pesanan yang fluktuatif; kelebihan pasokan di pasar tenaga kerja; dan dampak dari Undang-Undang No. 13/2003, khususnya yang berkaitan dengan pembayaran pesangon. Perusahaan telah membatasi jumlah pegawai tetap, atau tidak mempekerjakan pegawai tetap sama sekali. Bukanlah hal yang aneh apabila terdapat perusahaan-perusahaan dengan kondisi pesanan yang berfluktuasi yang 20 persen pekerjanya merupakan tenaga harian. Ada juga kasus-kasus di mana perusahaan mempekerjakan 70 persen pekerja sebagai pekerja kontrak jangka pendek yang dibayar harian.

Akan tetapi, hanya sangat sedikit pekerja kontrak yang pernah diangkat menjadi pegawai tetap. Akan tetapi, hanya sangat sedikit pekerja kontrak yang pernah diangkat menjadi pegawai tetap.Akan tetapi, hanya sangat sedikit pekerja kontrak yang pernah diangkat menjadi pegawai tetap.

Akan tetapi, hanya sangat sedikit pekerja kontrak yang pernah diangkat menjadi pegawai tetap.Akan tetapi, hanya sangat sedikit pekerja kontrak yang pernah diangkat menjadi pegawai tetap. Studi kasus di Serang menunjukkan bahwa sangat sedikit pekerja kontrak yang diangkat menjadi pegawai tetap setelah masa kontrak dua sampai tiga tahun mereka selesai. Perusahaan sering mengontrak kembali para pekerjanya untuk jangka pendek berikutnya, tanpa memperhatikan masa kontrak maksimum dua sampai tiga tahun, atau masa tenggang 30 hari yang disyaratkan antara selesainya satu kontrak jangka pendek dan dimulainya kontrak berikutnya. Kesenjangan antara undang- undang dan kenyataan yang ada menunjukkan adanya surplus pasar tenaga kerja, di mana banyak pencari kerja mau menerima pekerjaan sementara tanpa menuntut upah minimum resmi dan tunjangan karyawan.

Menjadikan kebijakan ketenagakerjaan lebih berpihak pada penduduk miskin

Ulasan dan revisi yang menyeluruh terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan di Indonesia baik pada tingkat nasionallasan dan revisi yang menyeluruh terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan di Indonesia baik pada tingkat nasionallasan dan revisi yang menyeluruh terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan di Indonesia baik pada tingkat nasionallasan dan revisi yang menyeluruh terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan di Indonesia baik pada tingkat nasionallasan dan revisi yang menyeluruh terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan di Indonesia baik pada tingkat nasional dan daerah sangatlah penting

dan daerah sangatlah pentingdan daerah sangatlah penting

dan daerah sangatlah pentingdan daerah sangatlah penting. Ada begitu banyak bukti yang menunjukkan bahwa meningkatnya kembali ‘pengangguran’ sejak masa krisis moneter merupakan akibat dari iklim investasi yang buruk bagi perusahaan-perusahaan sektor formal. Berbagai aturan ketenagakerjaan akhir-akhir ini merupakan faktor pendukung penting bagi kondisi tersebut. Aturan-aturan ketenagakerjaan yang ada pada dasarnya ‘anti penduduk miskin’, sebagian besar karena aturan-aturan tersebut mendorong kenaikan jumlah tenaga kerja di sektor informal, yang merupakan sektor yang tak terlindungi.

Sebuah kontrak sosial baru diperlukan berkenaan dengan Sebuah kontrak sosial baru diperlukan berkenaan dengan Sebuah kontrak sosial baru diperlukan berkenaan dengan Sebuah kontrak sosial baru diperlukan berkenaan dengan Sebuah kontrak sosial baru diperlukan berkenaan dengan upah minimum, pembayaran pesangon, dan cara upah minimum, pembayaran pesangon, dan cara upah minimum, pembayaran pesangon, dan cara upah minimum, pembayaran pesangon, dan cara upah minimum, pembayaran pesangon, dan cara penyelesaian masalah tenaga kerja industri

penyelesaian masalah tenaga kerja industri penyelesaian masalah tenaga kerja industri penyelesaian masalah tenaga kerja industri

penyelesaian masalah tenaga kerja industri. Indonesia perlu secara besar-besaran mengurangi biaya-biaya yang terkait dengan tenaga kerja, khususnya pekerja muda dan pekerja wanita yang menghadapi kesulitan terbesar dalam mendapatkan pekerjaan sektor formal. Pada saat yang sama, pemerintah juga harus melindungi dan memperkuat hak dan kondisi dasar ketenagakerjaan sesuai dengan tahap perkembangan negara.

Selain itu, usaha ini perlu disertai oleh upaya-upaya untuk ‘mensosialisasikan’ ide-ide utama tersebut melalui Selain itu, usaha ini perlu disertai oleh upaya-upaya untuk ‘mensosialisasikan’ ide-ide utama tersebut melalui Selain itu, usaha ini perlu disertai oleh upaya-upaya untuk ‘mensosialisasikan’ ide-ide utama tersebut melalui Selain itu, usaha ini perlu disertai oleh upaya-upaya untuk ‘mensosialisasikan’ ide-ide utama tersebut melalui Selain itu, usaha ini perlu disertai oleh upaya-upaya untuk ‘mensosialisasikan’ ide-ide utama tersebut melalui media dan kampanye advokasi, jika hal-hal tersebut ingin diterima oleh para aktor politik kunci pada tingkat media dan kampanye advokasi, jika hal-hal tersebut ingin diterima oleh para aktor politik kunci pada tingkat media dan kampanye advokasi, jika hal-hal tersebut ingin diterima oleh para aktor politik kunci pada tingkat media dan kampanye advokasi, jika hal-hal tersebut ingin diterima oleh para aktor politik kunci pada tingkat

Garis besar

Dokumen terkait