AKUNTABILITAS KINERJA
Sasaran 4.1.1 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat
Capaian kinerja sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat diukur dengan indikator kinerja sebagai berikut:
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian Kinerja
2017 2018 2017 2018 2017 2018 1 Persentase balita
bergizi buruk 10 10 10 12 100% 120%
2 Angka kematian ibu
per 100.000 13 10 13 10 100% 100%
3 Angka kematian bayi
per 100.000 7 5 7 5 100% 100%
4 Jumlah puskesmas
yang terakreditasi 8 13 8 13 100% 100%
Rata-rata 100% 105%
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat sebesar 105 % dengan 4 (empat) indikator kinerja sasaran.
Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran meningkatnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat sebagai berikut:
1. Usia harapan hidup di Kabupaten Kaur pada tahun 2017 adalah 68 tahun sedangkan pada tahun 2018 adalah 68,93 tahun sedangkan target
BAB III-21 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018
Pemerintah Kabupaten Kaur adalah 70 Tahun, secara umum angka harapan hidup di Provinsi Bengkulu adalah 70,44 tahun, angka harapan hidup tertinggi adalah di Kota Bengkulu 70,86 tahun, sedangkan terendah di Kabupaten Kepahiang yaitu 64,93.
2. Angka Kematian Ibu.
Angka Kematian Ibu per 1000 kelahiran hidup di Kabupaten Kaur pada tahun 2018 berjumlah 1 (satu) Orang atau 0,001 persen dan pada tahun 2017 angka kematian ibu juga sama bila dibandingkan pada tahun 2018 angka kematian ibu sebesar 0,001 persen.
3. Angka Kematian Bayi
Angka Kematian Bayi Per 1000 Kelahiran hidup di Kabupaten Kaur pada tahun 2018 sebanyak 3 orang atau 0,003 persen dari jumlah kelahiran dan bila dibandingkan pada tahun 2017 angka kematian bayi dari 0,009 menurun menjadi 0,003 persen.
4. Cakupan Pelayanan Anak Balita.
Cakupan pelayanan anak balita di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur pada tahun 2018 sebesar 63 persen atau 5.930 anak balita dari jumlah anak balita yang seharusnya mendapatkan cakupan pelayanan berjumlah 9.278 anak balita, dan bila dibandingkan pada tahun 2017 cakupan pelayanan anak balita hanya 61 persen dari jumlah 8,028 anak atau sebesar 4,949 anak.
5. Angka Penemuan Pasien Baru TB BTA Positif
Angka penemuan pasien baru TB BTA positif atau case detection rate CD persentase jumlah penderita baru TB BTA positif yang ditemukan dibandingkan dengan jumlah perkiraan kasus baru TB BTA positif dalam wilayah tertentu waktu satu tahun. Angka penemuan pasien baru TB BTA positif pada tahun 2017 berjumlah 142 orang, dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 176 orang yang diobati dan diperkira BTA positif berjumlah 216 orang.
BAB III-22 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018 6. Angka Kesakitan DBD
Angka kesakitan DBD pada tahun 2018 yang ditangani sebanyak 12 Orang dan pada tahun 2017 berjumlah 15 orang sehingga penemuan kesakitan DBD mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukan kesadaran masyarakat dalam penanganan DBD lebih membaik, adapun jumlah kematian yang diakibatkan DBD tidak ada.
7. Balita Dengan Gizi Buruk.
Balita dengan gizi buruk dua tahun terakhir masih ada yang dilakukan perawatan yaitu pada tahun 2017 berjumlah 10 orang dan pada tahun 2018 naik menjadi 12 orang. Balita dengan gizi buruk menunjukkan tingkat keberhasilan program penanganan gizi buruk di Kabupaten Kaur masih tersendat. Jumlah balita gizi buruk tahun 2016 yang mendapat perawatan dan penanganan medis sebanyak 10 balita dari 5930 balita yang ditimbang.Balita dengan gizi buruk di Kabupaten Kaur sebesar 0,45% lebih baik jika dibandingkan dengan angka gizi buruk tingkat pemerintah daerah lain di Provinsi Bengkulu sebesar 0,68% dan di tingkat Nasional sebesar 4,9%.
Berikut tabel yang menggambarkan jumlah tenaga kesehatan menurut unit kerja dan sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Kaur tahun 2018 adalah:
Unit kerja Dokter Perawat Bidan Farmasi Ahli gizi Teknisi Medis Sanitasi Kes Masy Puskesmas Nasal 2 3 4 0 1 0 0 3 Maje 3 7 6 0 1 0 1 4 Kaur Selatan 2 10 8 0 5 0 1 5 Tetap 1 10 8 0 0 0 0 4 Kaur Tengah 2 12 7 0 0 0 1 3 Kinal 2 11 6 0 0 0 0 1 Semidang Gumay 1 7 3 1 0 0 0 2 Muara Sahung 1 7 3 1 2 0 0 0 Luas 2 11 4 0 0 0 0 2
BAB III-23 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018
Tanjung Kemuning 2 10 6 2 1 0 1 2
Lukang Kule 2 4 5 1 0 0 0 5
Kaur utara 2 8 5 2 0 0 0 2
Padang Guci Hulu 1 9 5 0 0 0 0 3
Padang Guci hilir 1 10 1 0 0 0 0 2
Kelam Tengah 1 9 6 1 1 0 1 1
Jumlah 34 128 77 8 11 0 5 39
Jmlh Keseluruhan 302
Selain itu menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, capaian kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan Kabupaten Kaur sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 741/Menkes/PER/VII/2008 dapat digambarkan tabel sebagai berikut:
No Indikator Target Capaian 2016 Capaian 2017 Capaian 2018
1 Cakupan kunjungan Ibu
hamil K4 92 96,8 89,67 94,57
2 Cakupan Ibu hamil dgkomplikasi yang ditangani
100 35,1 100 34,58
3 Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 97 102 90,51 99,54 4 Cakupan pelayanan nifas 87 102,5 100 83,59 5 Cakupan Neonatus dengan komplikasi yang ditangani 97 100 100 19,06 6 Cakupan kunjungan bayi 92 88,4 80,91 87 7 Cakupan desa / kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 100 89,7 93,33 81 8 Cakupan pelayanan anak balita 90% 92 61,6 63,61 37,26 9 Cakupan pemberian makanan pendamping 97 100 100 70,5
BAB III-24 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018
ASI pada anak usia6 - 24 bulan keluarga miskin
10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 8 100 100 100 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 100 56,6 24,46 67,85 12 Cakupan peserta KB Aktif 97 84,1 0 73,30 13 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit a. Acute Flacidparalysis Rata per 100.000.penduduk kurang dari 15 tahun 0 0 0 0 b. penemuan Penderita Peneummonia Balita 1.305 14,7 8,00 0 c. Penemuan Pasien
Baru TB BTA Positif 216 88,08 81,48 0 d. penderita DBD Yang Ditangani 18 100 100 100 e. penemuan Penderita Diare 0,00 0,01 738 14 Cakupan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin 63,6 0 0 Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Masyarakat Miskin 63,6 0 0 Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 Yang Harus Diberikan Secara Kesehatan di
BAB III-25 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018
kab/kota Cakupan desa/kel Mengalami KLB yg Dilakukan Epidiomologi<24 Jam - - -
Cakupan Desa Siaga
Aktif 99,49 99,49 99,49
1. Cakupan kunjungan ibu hamil K4
Cakupan kunjungan ibu hamil K4 adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standard paling sedikit 4 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Kunjungan ibu hamil yang memperoleh pelayanan antenatal K4 di satu wilayah kerja pada waktu tertentu pada tahun 2018 berjumlah 2.257 orang dengan jumlah sasaran ibu hamil pada tahun yang sama berjumlah 2.517 orang, jadi masih ada ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan ibu hamil K4 berjumlah 260 orang.
2. Cakupan ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani
Adalah ibu dengan komplikasi kebidanan disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang mendapat penanganan definitif sesuai dengan standar tenaga kesehatan terlatih pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan. Pada tahun 2018 jumlah ibu dengan komplikasi kebidanan yang mendapat penanganan definitif di wilayah Kabupaten Kaur berjumlah 352 orang dari total 352 orang, sedangkan pada tahun 2017 berjumlah 153 dari total 436 orang, dengan demikian bila dibandingkan pada dua tahun ini kesadaran ibu hamil sudah meningkat untuk melakukan pemeriksaan keadaannya.
3. Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2018 cakupan pertolongan salinan oleh bidan berjumlah 2.184 dari total jumlah ibu
BAB III-26 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018
bersalin diwilayah kerja yang sama berjumlah 2.413 orang dan bila dibandingkan dengan jumlah ibu bersalin pada tahun 2017 berjumlah 2.040 dari jumlah ibu bersalin yang seharusnya 2.079 orang, jadi pada tahun 2018jumlah ibu yang bersalin yang ditolong oleh bidan atau tenaga medis sebesar 90,05% dan pada tahun 2017 sebesar 98,12%.
4. Cakupan pelayanan Ibu Nifas adalah pelayanan kepada ibu dan neonatal pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan sesuai standard, pada tahun 2018 jumlah ibu nifas yang memperoleh 3 kali pelayanan nifas sesuai standardisatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu berjumlah 2.055 dari jumlah keseluruhan 2.055 orang.
5. Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani adalah neonatal dengan komplikasi disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang sesuai dengan standard oleh tenaga kesehatan terlatih diseluruh sarana pelayanan kesehatan, pada tahun 2018 jumlah neonatal dengan komplikasi yang ditangani berjumlah 258 orang dari total neonatal keseluruhan yang ada berjumlah 258 Jiwa, pada dua tahun terakhir ini cakupan neotanal dengan komplikasi yang ditangani 100%.
6. Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standard oleh dokter, bidan dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan paling sedikit 4 kali disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu, pada tahun 2018 berjumlah 1.750 jiwa dari keseluruhan jumlah bayi memperoleh pelayanan kesehatan berjumlah 2.183 jiwa atau sebesar 80% dan bila dibandingkan dengan tahun 2017 jumlah bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sebanyak 1.787 dari jumlah keseluruhan bayi 2.021 jiwa atau sebesar 88%.
7. Cakupan pelayanan anak balita adalah anak balita 12-59 bulan yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, pada tahun 2018 jumlah anak balita yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali berjumlah 5.930 anak dari jumlah keseluruhan
BAB III-27 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018
anak balita 9.278 jiwa atau sebesar 64 % dan bila dibandingkan dengan tahun 2017 jumlah anak balita yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan berjumlah 4.949 dari jumlah keseluruhan anak balita yaitu 8.028 atau sebesar 62 % atau naik 2 % dari tahun yang lalu.
8. Cakupan peserta KB aktif adalah jumlah peserta KB aktif dibandingkan dengan jumlah pasangan usia subur (PUS) disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2017 jumlah PUS yang menggunakan kontrasepsi sebanyak 17,574 dari jumlah keseluruhan PUS berjumlah 20,889 orang dan pada tahu 2018 jumlah jumlah PUS yang menggunakan kontrasepsi berjumlah 16,754 orang dari keseluruhan 24,263 orang. Sehingga pada tahun ini ada 7,509 jiwa yang tidak menggunakan kontrasepsi.
10. Penemuan penderita pneumonia balita adalah persentase balita dengan pneumonia yang ditemukan dan diberikan tatalak sesuai standard di sarana kesehatan di suatu wilayah dalam waktu satu tahun. Pada tahun 2018 jumlah penderita pneumonia balita yang ditangani sebesar 102 jiwa dari jumlah perkiraaan penderita pneumonia sebanyak 1.270 jiwa sedangkan pada tahun 2017 jumlah penderita pneumonia balita yang ditangani 192 jiwa dari jumlah perkiraan keseluruhan penderita sebanyak 1.305 jiwa.
11. Penemuan penderita diare adalah jumlah penderita yang datang dan dilayani disarana kesehatan dan kader disuatu wilayah tertentu dan pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2018 jumlah penderita diare yang datang dan dilayani berjumlah 1.847 orang, sedangkan pada tahun 2017 berjumlah 1.022 orang dan pada tahun 2016 berjumlah 1.339 orang dari jumlah penduduk Kabupaten Kaur berjumlah 139.739 jiwa. Atau sekitar 1 % dari jumlah penduduk yang terkena penyakit diare pada tahun 2018.
Hambatan/masalah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yaitu: 1. Kurangnya tenaga medis/dokter
BAB III-28 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018 3. Fasilitas kesehatan masih terbatas
4. Biaya berobat cukup mahal. Solusi pemecahannya:
1. Pemerintah Kabupaten Kaur telah merekrut tenaga medis melalui tenaga kontrak memberikan tunjangan bagi dokter spesialis sebesar 30.000.000,- per bulan per orang dan Dokter PTT Pusat yang ditugaskan di Kabupaten Kaur melalui penggajian pemerintah pusat.
2. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak dini melalui program penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur.
3. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah dan prasarana lainnya.
4.2. Tujuan: Mudahnya akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat