AKUNTABILITAS KINERJA
Sasaran 4.2.1 Meningkatnya kualitas pendidikan dasar
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran peningkatan kualitas pendidikan dasar dalam rangka meningkatnya akses dan mutu pelayanan pendidikan bagi masyarakat dengan anggaran sebesar Rp.73.340.640.550-. Adapun indikator kinerja untuk mengukur capaian kinerja sasaran peningkatan kualitas pendidikan dasar adalah:
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian Kinerja 2017 2018 2017 2018 2017 2018 1 Angka Partisipasi Kasar SD 14.391 14.012 13.561 96,78% 2 Angka Partisipasi Murni SD (7-12 Tahun) 98,63 98,84 91,12 92,18%
BAB III-29 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018
3 Angka Partisipasi Kasar SMP 5.715 5.453 5.544 101,66% 4 Angka Partisipasi Murni SMP (13-15 Tahun) 83,98 85,99 67,85 78,90% 5 Angka Rata-rata Lama Sekolah
(ARLS) 9 Tahun 9 Tahun 9 tahun 100%
6 Persentase SD yang
terakreditasi 85 88,00 91,11 103,53%
7 Persentase SMP
yang terakreditasi 56,00 61 78,05 127,95%
Rata-rata 100,14%
Pembangunan pendidikan diarahkan untuk menjamin pemerataan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang berharkat, bermartabat, berakhlak mulia dan menghargai keberagaman sehingga mampu bersaing dengan masyarakat daerah lainnya. Dalam rangka pencapaian sasaran peningkatan kualitas pendidikan dasar dalam rangka peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan bagi masyarakat tahun 2018, komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan tercermin dalam alokasi anggaran untuk pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan Iman dan taqwa (IMTAQ).
1. Angka Melek Huruf
Peningkatan dibidang pendidikan, ditandai dengan semakin berkurangnya penduduk yang buta huruf dan bertambahnya rata-rata lama sekolah. Angka Melek Huruf (AMH) di Kabupaten Kaur meningkat setiap tahun dari 94,30 pada tahun 2017 menjadi 97,08 pada tahun 2018. Dan pada tahun terakhir ini angka melek huruf di Kabupaten Kaur meningkat menjadi 97,37 persen dari tahun sebelumnya atau meningkat sebesar 0,29 persen, dan apabila dibandingkan dengan daerah lain didalam Provinsi Bengkulu, Kabupaten Kaur berada diposisi ke tiga dari 10 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Bengkulu.
BAB III-30 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018 2. Angka rata-rata lama sekolah.
Komponen rata-rata lama sekolah juga menunjukkan peningkatan. Bila pada tahun 2009-2010 relatif stabil pada angka 7,50, maka pada tahun 2011 hingga tahun 2014 sudah mencapai 8,15 dan pada tahun 2015 dan 2016 mengalami kenaikan mencapai 8,17, sesuai dengan RPJMD Kabupaten Kaur, angka rata rata lama sekolah pada tahun 2017 ditargetkan sebesar 7,96 maka indikator yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kaur angka rata-rata lama sekolah sudah tercapai.
Pendidikan erat kaitannya dengan kualitas manusia, Berdasarkan data tahun 2017 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Kaur relatif terus mengalami peningkatan. Berdasarkan ijasah tertinggi yang dimiliki, penduduk Kabupaten Kaur berumur 10 tahun ke atas yang tidak bersekolah lagi mayoritas berpendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, jumlahnya mencapai 48.4 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding dengan angka tahun sebelumnya. Sementara itu,18.9 persen berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), 25.6 persen berpendidikan Sekolah Menengah atas (SMA) dan 7.1 persen yang berpendidikan lebih tinggi dari SMA. Fakta ini menunjukkan, bahwa meskipun ada perbaikan pendidikan namun masih banyak ruang yang harus terus ditingkatkan dan tentunya memerlukan perhatian yang lebih serius dari Pemerintah Kabupaten Kaur.
3. Rata-rata angka partisipas kasarsekolah
Pada tahun 2018 rata rata Angka Partisipasi Kasar Sekolah Dasar ditargetkan Pemerintah Daerah sebesar 100 persen, berdasarkan data profil pendidikan Kabupaten Kaur dengan realisasi Angka Partisipasi KasarSekolah Dasar sebesar 96,78 persen, pada Sekolah Dasar Angka Partisipasi Kasar tidak melebihi dari target pemerintah Kabupaten Kaur. Sedangkan untuk Sekolah Menengah Tingkat Pertama Angka Partisipasi
BAB III-31 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018
Kasar sebesar 90 persen, dengan realisasi sebesar 101,66 persen, jadi tingkat partisipasi sekolah tingkat SLTP lebih tinggi pada tahun 2018 ini. 4. Rata-rata Angka Partisipasi Murni
Rendahnya tingkat pendidikan berkaitan dengan rendahnya partisipasi sekolah pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Pada tahun 2018, Angka Partisipasi Murni pada anak umur 7-12 tahun mencapai 92,18 persen. Tetapi pada anak umur 13-15 tahun, yang merupakan usia anak sekolah tingkat SMP, Angka Partisipasi Murni pada kelompok umur ini 78,90 persen. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), atau pada kelompok umur 16-18 tahun, Angka Partisipasi Murni lebih rendah lagi, yakni hanya 57.77 persen. Sementara itu angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Kaur tahun 2018 sebesar 8.17.Kondisi ini merupakan tantangan bagi jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kaur untuk meningkatkan derajat pendidikan masyarakat.Bila mengacu pada program wajib belajar 9 tahun, terlihat bahwa program ini belum tercapai sepenuhnya.
5. Kualifikasi guru
Usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dapat dilihat dari kualifikasi guru yang mengajar di sekolah dalam Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur, dimana jumlah guru pada tahun 2018 yang memenuhi kualifikasi S.I/D-IV berjumlah 1,050 orang dari jumlah guru sebanyak 1,459orang, atau sebesar 71,97 persen dari total guru yang ada di Kabupaten Kaur.
Adapun persebaran jumlah guru Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, SMP dan MTS Pemerintah Kabupaten Kaur pada tahun 2018 adalah:
BAB III-32 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018
N o Jenis Sekolah Jumlah Guru Jumlah Murid Sekolah Jumlah
1 PAUD 448 4.342 173
2 SD 1.318 14.012 134
3 MI 108 938 8
4 SMP 556 5.453 41
5 MTS 131 1.123 7
Dari tahun ke tahun Pemerintah Kabupaten Kaur terus melakukan perbaikan fasilitas pendidikan dalam rangka menunjang pendidikan 9 tahun sampai saat ini fasilitas pendidikan di Kabupaten Kaur.
6. Peningkatan Infrastruktur Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Kaur dalam mewujudkan Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Pendidikan Bagi Masyarakat telah berusaha semaksimal mungkin membangun fasilitas pendidikan baik itu membangun Sekolah Baru, perbaikan ruang kelas, laboratorium, pengadaan buku dan lain lainnya.
Bila melihat dari jumlah sekolah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur khususunya sekolah ditingkat sekolah dasar sederajat yang masih kurang, karena keadaan geografis daerah kabupaten Kaur yang berbukit sehingga jarak desa yang satu depan yang lain agak berjauhan dan juga bila melihat jumlah desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kaur sebanyak 195 desa bila dibandingkan dengan jumlah sekolah dasar yang ada diwilayah Kabupaten Kaur. Dengan demikian pemerintah masih harus serius memperhatikan keadaan yang ada demi terlaksananya program pendidikan sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah.
Selanjutnya di bidang transportasi Pemerintah Kabupaten Kaur dalam rangka untuk membantu masyarakat demi kelancaran untuk anak anak bersekolah, khususnya untuk anak sekolah dasar dan sekolah menengah tingkat pertama dilakukan dengan caraantar jemput yang disiapkan dengan 33 buah bus
BAB III-33 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kaur Tahun 2018 sekolah yang tersebar di 15 Kecamatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Kaur.
Hambatan/masalah:
1. Masih terdapatnya anak anak sekolah SD sampai SMA putus sekolah yang disebabkan oleh kondisi geografis Kabupaten Kaur.
2. Kualifikasi guru yang mengajar belum memenuhi standar kualifikasi S1/DIV sebesar 29,03%.
3. Kemampuan ekonomi masyarakat belum meningkat Strategi pemecahan permasalahan adalah:
1. Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur menyediakan sekolahberasrama.
2. Pemerintah daerah harus menyiapkan sekolah dengan sistem paket B dan paket C.
3. Pemerintah daerah memberikan kemudahan izin belajar.
Sasaran 4.2.2 Meningkatnya kualitas sumber daya manusia melalui