• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatnya perluasan akses pendidikan dalam masyarakat

Dalam dokumen Akuntabilitas Kinerja (Halaman 70-73)

Tabel 3.24 Pencapaian Kinerja Sasaran 24

Indikator kinerja Satuan Target RPJM Tahun 2016 (Transisi) Target N as io n

al Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun2014 Tahun 2015 Tahun 2016

K at eg or i Koordinator SKPD Pengampu R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an Ta rg et R ea lis as i C ap ai an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1 Angka PAUD (% jumlah siswa TK/RA/Penitipan anak dibandingkan jumlah anak usia 4-6 tahun)

% 76 - 50,79 230,86 21,35 88,95 61,85 82,47 66,21 236,46 69,8 90,65 76 71,80 94,47 B Disdikpora

2 APK SD/MI & Paket A % 101,2 - 99,49 98,31 98,7 97,53 98,97 97,8 99,27 98,09 99,35 98,17 101,20 99,53 98,35 B Disdikpora 3 APK SMP/MTs & Paket B % 98 - 92,56 96,67 91,5 95,31 92,08 95,67 93,62 96,52 94,2 96,12 98 94,35 96,28 B Disdikpora 4 APK SMA/MA/SMK & Paket C % 70 - 68,05 102,33 68,08 101,61 69,45 102,89 69,91 102,06 72,89 104,13 70 78,33 111,90 A Disdikpora 5 APM SD/MI dan Paket A % 85 - 84,66 99,89 83,93 98,86 83,72 98,49 84,71 99,66 86,01 101,19 85 86,00 101,18 A Disdikpora 6 APM SMP/MTs dan Paket B % 73,48 - 66,85 92,22 65,53 90,1 72,05 98,73 68,61 93,69 69,95 95,20 73,48 68,10 92,68 B Disdikpora 7 APM SMA/MA/SMK & Paket C % 49,19 - 46,02 98,84 47,71 102,13 48,57 103,63 49,71 105,69 49,02 103,87 49,19 50,91 103,50 A Disdikpora 8 APS SD/MI % 0,03 - 0,1 125,00 0,06 111,71 0,07 71,43 0,03 113,78 0,05 56,30 0,03 0,03 100 B Disdikpora 9 APS SMP/MTs % 0,23 - 0,31 56,36 0,27 139,04 0,33 106,06 0,36 41,24 0,21 107,39 0,23 0,09 160,87 A Disdikpora 10 APS SMA/MA/SMK % 0,26 - 0,68 107,94 0,77 46,611 0,47 85,11 0,48 13,24 0,41 40,48 0,26 0,32 76,92 B Disdikpora 11 Angka Melanjutkan (AM) dari

SD/MI ke SMP/MTs % 99,54 - 95,58 100,61 95,64 98,7 93,73 94,83 97,54 98,41 98,4 98,85 99,54 98,16 98,61 B Disdikpora 12 Angka Melanjutkan (AM) dari

SMP/MTs ke SMA/MA/SMK % 99,74 - 97,85 104,89 71,36 73,98 74,3 74,49 76,11 76,31 79,33 79,54 99,74 81,23 81,44 B Disdikpora

Ratio murid dgn kelas - Disdikpora

13 SD/MI orang 18,1 - 20 95,24 19,93 100,1 19,51 102,68 20 116,93 19,02 111,20 18,10 19,04 105,19 A Disdikpora 14 SMP/MTs orang 29,8 - 21 58,33 31,01 109,33 30,07 93,97 31 105,72 30,15 102,82 29,80 29,97 100,57 A Disdikpora 15 SM/MA orang 27,8 - - 0,00 30 104,31 28 93,33 28 104,17 28,41 105,70 27,80 28,34 101,94 A Disdikpora

Ratio murid dgn guru - Disdikpora

16 SD/MI orang 13 - 13 92,86 12,72 115,2 12,62 78,88 13 76,47 12,23 67,94 13 12,25 94,23 B Disdikpora 17 SMP/MTs orang 14,25 - 13 100 12,55 98,38 12,78 106,5 14 132,22 13,71 129,48 14,25 13,83 97,05 B Disdikpora 18 SM/MA orang 12 - 11 33,33 12 161,72 11 36,67 11 40,92 11,4 42,41 12 11,96 99,67 B Disdikpora

Ratio murid dgn sekolah - Disdikpora

19 SD/MI orang 153,15 - 124 98,41 122,56 107,36 121,26 87,24 120 78,35 119,83 78,24 153,15 120,33 78,57 B Disdikpora 20 SMP/MTs orang 441,23 - 347 95,59 339,4 110,95 339 84,75 350 79,32 352,65 79,92 441,23 343,41 77,83 B Disdikpora 21 SM/MA orang 443,66 - 346 94,79 363 105,28 347 86,32 365 82,27 368,72 83,11 443,66 387,59 87,36 B Disdikpora

Ratio kelas dgn ruang kelas - Disdikpora

22 SD/MI Ruang 1,05 - 0,98 101,03 0,97 98,04 0,99 98,02 0,99 94,29 1 95,24 1,05 0,99 94,29 B Disdikpora 23 SMP/MTs Ruang 1,02 - 1,57 167,02 1,03 107,43 0,97 98,98 0,99 97,30 0,98 96,32 1,02 0,98 96,08 B Disdikpora 24 SM/MA Ruang 1,09 - 0,98 91,59 1,06 98,57 1,07 99,07 1,08 98,94 1,03 94,36 1,09 1,06 97,25 B Disdikpora 25 Angka buta aksara % 0 - 1,81 67,79 1,75 25 0 100 0 100 0,34 99,66 0 0,32 68 C Disdikpora

Rata-rata 96,40 99,45 91,12 95,28 90,33 96,57 B

Sumber : Pengukuran Kinerja Kabupaten Boyolali Tahun 2016

Capaian kinerja sasaran ini meliputi 25 (dua puluh lima) indikator kinerja dengan capaian kinerja secara keseluruhan (rata-rata) 96,57% (kategori baik) terdiri dari 7 (tujuh) indikator kategori sangat baik (28%), 17 (tujuh belas) indikator kategori baik (68%), 1 (satu) indikator kategori cukup (4%). Berikut analisis capaian kinerja dari sasaran 24 (dua puluh empat) per indikator :

1) Angka PAUD (% jumlah siswa TK/RA/Penitipan anak dibandingkan jumlah anak usia 4-6 tahun)

a. Keberhasilan capaian indikator kinerja ini dicapai melalui peningkatan hubungan silaturahmi dan kerja sama antara lembaga PAUD dengan orang tua anak didik, terutama dalam hal perencanaan program agar tujuan dari program bisa dicapai secara maksimal dan meningkatkan peranan orang tua murid dalam pelaksanaan program-program lembaga.

Hambatan/permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target kinerja adalah masih kurangnya akses anak-anak usia dini yang berasal dari keluarga kategori miskin (khususnya) dan pemahaman orang tuanya yang masih rendah akan pentingnya pendidikan anak pada usia dini. Penyelenggaraan PAUD dengan biaya pendidikan murah belum dapat diwujudkan sepenuhnya, kurangnya sarana dan prasarana, serta masih perlunya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan anak usia dini khususnya pada masyarakat pedesaan.

Upaya-upaya dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah mendorong pihak swasta untuk turut berpartisipasi dalam pendirian lembaga PAUD, memperkuat pelayanan PAUD di daerah-daerah terpencil dan pelosok, dengan demikian, akan tercipta pemerataan pendidikan usia dini.

b. Efisiensi penggunaan sumber daya, melalui penggunaan anggaran untuk kegiatan yang mempengaruhi capaian target sebesar Rp. 1.234.022.000,00 dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.106.304.000,00 sehingga ada efisiensi anggaran sebesar 10,35%;

c. Analisis program/kerja

Untuk melaksanakan indikator ini dilaksanakan dengan program Pendidikan Anak Usia Dini dengan kegiatan Pembangunan gedung sekolah, Pengadaan alat praktik dan peraga siswa, Pengadaan mebeluer sekolah, Pelatihan kompetensi tenaga pendidik, Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini dan Monitoring, evaluasi Pendidikan Anak Usia Dini. Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja namun belum dapat memenuhi target kinerja.

2) APK SD/MI & Paket A

a. Kegagalan capaian indikator kinerja ini dikarenakan masih kurangnya perluasan akses dan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah, sedangkan upaya yang dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah optimalisasi kegiatan yang mempunyai output perluasan akses dan pemerataan serta peningkatan kualitas pendidikan, seperti Pendampingan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang pendidikan dasar dari APBD Kabupaten Boyolali;

b. Keberhasilan capaian indikator ini didukung oleh kegiatan-kegiatan Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS serta pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non-Islam Setara SD dan SMP; Penyediaan dana pengembangansekolah Untuk SD/MI/SDLB dan SMP/MTS; Penyelenggaraan Paket A Setara SD dan Penyediaan beasiswa retrieval untuk anak putus sekolah.

3) APK SMP/MTs & Paket B

a. Kegagalan capaian indikator kinerja ini dikarenakan masih kurangnya perluasan

dilakukan adalah dengan memberikan lebih banyak lagi subsidi untuk membantu anak dalam menjangkau hak pendidikannya, seperti beasiswa bagi siswa dari keluarga miskin dan optimalisasi SMP Terbuka yang bertujuan memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada anak-anak lulusan SD atau sederajat yang tidak dapat mengikuti pendidikan SMP Reguler karena berbagai hambatan yang dihadapinya;

b. Keberhasilan capaian indikator ini dilaksanakan dengan kegiatan Penyediaan

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS serta pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non-Islam Setara SD dan SMP; Penyediaan dana pengembangansekolah Untuk SD/MI/SDLB dan SMP/MTS; Penyelenggaraan Paket B Setara SMP dan Penyediaan beasiswa retrieval untuk anak putus sekolah.

4) APK SMA/MA/SMK & Paket C

a. Keberhasilan capaian indikator kinerja ini disebabkan telah diupayakan sekolah murah;

b. Keberhasilan capaian target kinerja indikator ini didukung dengan telah dilaksanakannya kegiatan Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu; Penyelenggaraan paket C setara SMU; Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah Jenjang SMA; Penyelenggaraan belajar mengajar jenjang SLTA; dan Penyelenggaraan belajar mengajar siswa berprestasi jenjang SLTA.

5) APM SD/MI dan Paket A

a. Keberhasilan capaian indikator kinerja ini disebabkan telah dilaksanakannya perluasan akses, pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan serta Pendampingan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang pendidikan dasar dari APBD Kabupaten Boyolali;

b. Keberhasilan capaian indikator ini didukung adanya Penyediaan Bantuan

Operasional Sekolah (BOS) jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS serta pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non-Islam Setara SD dan SMP, Penyediaan dana pengembangan sekolah Untuk SD/MI/SDLB dan SMP/MTS.

6) APM SMP/MTs dan Paket B

a. Kegagalan capaian kinerja indikator ini disebabkan masih terbatasnya akses usia

pendidikan menengah ke jenjang SMP. Hambatan/permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target kinerja adalah sisi pembiayaan atau dana, dan sisi ketersediaan/keterjangkauan sekolah. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah kinerja mengupayakan subsidi pembiayaan atau dana operasional sekolah bagi anak kurang mampu (untuk seragam, transportasi dan lainnya) dan mengupayakan jumlah ketersediaan sekolah;

b. Capaian kinerja indikator ini didukung oleh adanya Penyediaan Bantuan

Operasional Sekolah (BOS) jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS baik dari anggaran pusat maupun APBD Kabupaten Boyolali.

7) APM SMA/MA/SMK & Paket C

a. Keberhasilan capaian indikator kinerja ini disebabkan adanya dana bantuan khususnya bagi siswa miskin dan berprestasi, mengupayakan sekolah murah dan dari sisi ketersediaan serta keterjangkauan sekolah;

b. Keberhasilan pencapaian target indikator ini dilaksakan melalui kegiatan Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu; Penyelenggaraan paket C setara SMU, Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah Jenjang SMA, Penyelenggaraan belajar mengajar jenjang SLTA, dan Penyelenggaraan belajar mengajar siswa berprestasi jenjang SLTA.

8) APS SD/MI

a. Keberhasilan capaian indikator kinerja ini dikarenakan telah dilakukannya

pemberian beasiswa untuk siswa miskin, mendekatkan akses kepada anak di daerah pedesaan dan sekolah inklusif bagi anak berkebutuhan khusus;

b. Ketercapaian target kinerja indikator APS SD/MI dilakukan dengan Penyediaan

beasiswa retrieval untuk anak putus sekolah.

9) APS SMP/MTs

a. Keberhasilan capaian indikator ini dikarenakan adanya beasiswa retrieval,

pemberian pengertian kepada orang tua melalui guru/tokoh masyarakat;

b. Ketercapaian target kinerja indikator APS SD/MI dilakukan dengan Penyediaan

beasiswa retrieval untuk anak putus sekolah.

Dalam dokumen Akuntabilitas Kinerja (Halaman 70-73)