Tabel 3.47 Pencapaian Kinerja Sasaran 47 Indikator kinerja Satuan
Target RPJM Tahun 2016 (Transisi) Target N as io n
al Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016
K at eg or i Koordinator SKPD Pengampu R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an Ta rg et R ea lis as i C ap ai an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1 Persentase peningkatan nilai
realisasi investasi % 28 - 19,5 130 21,44 107,2 63,78 289,91 59,9 230,38 24,60 87,86 28 15,60 55,71 C BPMP2T Cakupan usaha
perdagangan dan usaha industri yang telah memiliki SIUP dan SIUI :
- BPMP2T
2 -SIUP 40 - 14,16 74,53 22,48 107,4 30,3 131,74 36,2 139,23 42,10 150,36 40 45,20 113 A BPMP2T 3 Persentase pelayanan
terpadu satu pintu / one stop service yang memenuhi standar waktu pelayanan yang telah ditetapkan dalam SOP
100 - 90 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 B BPMP2T
4 Tersedianya RTRW yang
mendukung investasi dok 1 1 1 100 B Bappeda
III-5 Penerapan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
100 - - - 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 B BPMP2T
6 Tersedianya pusat informasi
investasi 100 - - - 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 B BPMP2T 7 Kepesertaan promosi
investasi baik regional maupun nasional
kali 2 - - - - - - - 2 100 2 100 2 3 150 A BPMP2T
Rata-rata 101,51 102,92 144,33 128,27 106,37 81,24 B
Sumber : Pengukuran Kinerja Kabupaten Boyolali Tahun 2016
Capaian kinerja sasaran ini meliputi 7 (tujuh) indikator kinerja dengan capaian kinerja secara keseluruhan (rata-rata) 81,24% (kategori baik) terdiri dari 2 (dua) indikator kategori sangat baik (28,57%), 4 (empat) indikator kategori baik (57,14%), dan 1 (satu) indikator kategori cukup (14,29%). Berikut analisis capaian kinerja dari sasaran 47 (empat puluh tujuh) per indikator :
1) Persentase peningkatan nilai realisasi investasi
Kegagalan capaian target indikator kinerja ini dikarenakan investasi merupakan hal yang kompleks, keberhasilan investasi dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk, pertumbuhan inflasi, ketersediaan lahan, regulasi, ketersediaan listrik serta sarana prasarana pendukung investasi. Berbagai faktor diatas berpengaruh terhadap faktor peningkatan nilai realisasi investasi. Salah satu hal yang dikeluhkan para pelaku dunia usaha yaitu karena ketiadaan ketersediaan listrik yang memadai, sehingga hal itu berpengaruh terhadap kegagalan peningkatan nilai realisasi investasi;
Cakupan usaha perdagangan dan usaha industri yang telah memiliki SIUP dan SIUI : 2) SIUP
Keberhasilan capaian target indikator kinerja ini disebabkan para pelaku usaha perdagangan telah memiliki kesadaran untuk mengurus Ijin SIUP dan karena adanya sosialisasi yang efektif yang telah dilakukan oleh BPMP2T.
3) Persentase pelayanan terpadu satu pintu / one stop service yang memenuhi standar waktu pelayanan yang telah ditetapkan dalam SOP
Keberhasilan capaian target indikator kinerja ini disebabkan karena BPMP2T melakukan penyelesaian perizinan secara cepat, efisien dan efektif. Setiap perizinan yang sesuai dengan prosedur akan diproses sesuai dengan standar waktu pelayanan yang telah ditetapkan, sehingga manfaat dari kegiatan tersebut adalah masyarakat bisa mendapat perizinan dengan cepat sesuai dengan SOP.
Analisis untuk 3 (tiga) indikator di atas :
a. Efesiensi penggunaan sumber daya dilakukan dengan menggunakan anggaran untuk aktivitas yang benar-benar berpengaruh terhadap capaian target sehingga dapat mengurangi penggunaan anggaran dengan efisiensi sebesar 20,82% dari
anggaran sebesar Rp 380.630.750,00digunakan sebesar Rp. 301.399.850,00;
b. Analisis program/kegiatan :
Indikator ini dilaksanakan dengan program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi dan kegiatan Penyederhanaan Prosedur Perijinan dan Peningkatan Pelayanan Penanaman Modal. Program / kegiatan secara umum telah sesuai dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik.
Namun perlu upaya untuk segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait ketersediaan listrik bagi para investor.
4) Tersedianya RTRW yang mendukung investasi
a. Keberhasilan capaian indikator ini dikarenakan telah disusunnya dokumen RT/RW untuk mendukung investasi;
b. Efesiensi penggunaan sumberdaya dilakukan dengan menggunakan anggaran untuk aktivitas yang benar-benar berpengaruh terhadap capaian target sehingga dapat mengurangi penggunaan anggaran dengan efisiensi sebesar 2,46% dari
anggaran sebesar Rp 175.750.000,00digunakan sebesar Rp. 171.435.000,00;
c. Dilaksanakan dengan program Perencanaan Tata Ruang, dengan kegiatan Revisi Rencana Tata Ruang. Program / kegiatan secara umum telah sesuai dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik.
5) Penerapan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
a. Keberhasilan capaian target indikator kinerja ini disebabkan telah dilakukan melakukan penerapan SPIPISE untuk semua izin prinsip penanaman modal dan izin usaha tetap penanaman modal di atas 500 juta sesuai dengan peraturan yang berlaku;
b. Efesiensi penggunaan sumber daya yang dilakukan adalah dengan menggunakan anggaran untuk aktivitas yang benar-benar berpengaruh terhadap capaian target sehingga dapat mengurangi penggunaan anggaran dengan
efisiensi sebesar 7,38% dari anggaran sebesar Rp 231.046.750 digunakan
sebesar Rp. 214.003.500,00; c. Analisis program/kegiatan :
Keberhasilan capaian target indikator kinerja ini dilaksanakan dengan program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi dan kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Penanaman Modal. Program / kegiatan secara umum telah sesuai dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik.
6) Tersedianya pusat informasi investasi
a. Keberhasilan capaian target indikator kinerja ini disebabkan disebabkan telah adanya aplikasi sistem informasi potensi investasi, sehingga masyarakat luas dapat mengakses semua potensi unggulan investasi yang ada di Kabupaten Boyolali. Selain itu dengan memberikan leaflet tentang potensi investasi yang ada di Kabupaten Boyolali terhadap masyarakat di setiap event pameran investasi;
b. Efesiensi penggunaan sumber daya yang dilakukan adalah dengan menggunakan anggaran untuk aktivitas yang benar-benar berpengaruh terhadap capaian target sehingga dapat mengurangi penggunaan anggaran dengan
efisiensi sebesar 7,38% dari anggaran sebesar Rp. 231.046.750,00 digunakan
sebesar Rp. 214.003.500,00;
III-c. Analisis program/kegiatan :
Keberhasilan capaian target indikator kinerja ini dilaksanakan dengan program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi dan kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Penanaman Modal. Program/ kegiatan secara umum telah sesuai dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik.
7) Kepesertaan promosi investasi baik regional maupun nasional
a. Keberhasilan capaian target indikator kinerja ini disebabkan telah adanya aplikasi sistem informasi potensi investasi, sehingga masyarakat luas dapat mengakses semua potensi unggulan investasi yang ada di Kabupaten Boyolali. Selain itu dengan memberikan leaflet tentang potensi investasi yang ada di Kabupaten Boyolali terhadap masyarakat di setiap event pameran investasi;
Indikator ini terealisasi 3 (tiga) kali pameran yaitu pameran APKASI (Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia) tanggal 5 -7 Mei 2016 di Jakarta, pameran TTI (Tourist Trade Investment) tanggal 10 -13 November 2016 di Surabaya dan Pameran CJIBF tanggal 20-21 November 2016 di Jakarta.
b. Efesiensi penggunaan sumber daya yang dilakukan adalah dengan menggunakan anggaran untuk aktivitas yang benar-benar berpengaruh terhadap capaian target sehingga dapat mengurangi penggunaan anggaran dengan efisiensi sebesar 31,29% dari anggaran sebesar Rp 221.177.450,00 digunakan sebesar Rp. 151.963.455,00;
c. Analisis program/kegiatan :
Keberhasilan capaian target indikator kinerja ini dilaksanakan dengan program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi dan kegiatan Penyelenggaraan Pameran Investasi. Program / kegiatan secara umum telah sesuai dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik. Dari kepesertaan promosi investasi baik regional maupun nasional berdampak
- Meningkatnya jumlah investor yang masuk;
- Tersedianya Sarana dan prasarana promosi investasi berupa buku profil potensi dan peluang investasi, leaflet profil potensi dan peluang investasi kabupaten boyolali;
- Terjalinnya kerjasama promosi potensi dan peluang investasi antar daerah kabupaten/ kota.
48. Meningkatnya kinerja dan daya saing BUMD dalam rangka memperbaiki pelayanan