• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatnya upaya pengembangan perpustakaan dan budaya gemar membaca

Dalam dokumen Akuntabilitas Kinerja (Halaman 85-88)

Tabel 3.31 Pencapaian Kinerja Sasaran 31

Indikator kinerja Satuan Target RPJM Tahun 2016 (Transisi) Targ et N as io n al Tahun 2011 Tahun

2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016

K at eg or i Koordinator SKPD Pengampu R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an R ea lis as i C ap ai an Ta rg et R ea lis as i C ap ai an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1 Rasio jumlah pengunjung

perpustakaan orang 31.000 - 17.342 103 12.085 57 25608 194,22 32.376 229,86 32.269 165,48 31000 42914 138,43 A KPAD 2 Keberadaan koleksi buku

yang tersedia di perpustakaan daerah

Eks 22.500 - 17.584 100 19.208 98 19515 98,88 20.753 102,21 22.165 102,85 22500 24604 109,35 A KPAD

3 Cakupan pembinaan

perpustakan desa % 15 - 8,6 119,94 10,86 122,58 15,71 135,31 44,14 348,68 32 216,66 15 32 213,33 A KPAD 4 Cakupan layanan

perpustakaan keliling % 100 - - - 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 B KPAD

Rata-rata 107,67 94,56 132,10 195,19 146,25 140,28 A

Sumber : Pengukuran Kinerja Kabupaten Boyolali Tahun 2016

Capaian kinerja sasaran ini meliputi 4 (empat) indikator kinerja dengan capaian kinerja secara keseluruhan (rata-rata) 140,28% (kategori sangat baik) terdiri dari 3 (tiga) indikator kategori sangat baik (75%), dan 1 (satu) indikator kategori baik (25%). Berikut analisis capaian kinerja dari sasaran 31 per indikator :

1) Rasio jumlah pengunjung perpustakaan

a. Keberhasilan capaian indikator ini disebabkan karena upaya kerja keras petugas di KPAD dalam mengejar target yang telah ada agar tidak terlalu jauh perbedaannya yaitu dengan cara peningkatan pelayanan di perpustakaan umum

daerah juga pada saat pembinaan perpustakaan juga ada pelayanan Mobil Perpustakaan Keliling. Berikut grafik jumlah pengunjung perpustakaan dari tahun 2011 s/d 2016 :

Grafik 3.2 Jumlah pengunjung perpustakaan dari tahun 2011 s/d 2016 Hambatan/permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target kinerja adalah

- Keterbatasan jumlah SDM yang mempengaruhi kualitas pelayanan,

mengingat layanan perpustakaan umum sekarang terbagi menjadi 2 yaitu layanan didalam ruangan dan layanan diluar ruangan (Mobil Perpustakaan Keliling). Tidak adanya tenaga Perpustakaan juga merupakan permasalahan tersendiri karena secara teknis perpustakaan perlu ditangani oleh SDM yang kompeten dibidangnya.

- Keterbatasan kemampuan SDM dan fasilitas di bidang informasi Teknologi,

dimana tuntunan untuk mengikuti era Perpustakaan Digital semakin mendesak sementara otomasi perpustakaan (OPAC dan Internet) yang sudah dirancang sejak enam tahun terakhir belum bisa terlaksana.

Alternatif solusi yang dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah

- Mengusulkan tanmbahan anggaran APBD II untuk peningkatan pelaksanaan

kegiatan layanan di Perpustakaan Daerah serta pengadaan sarana dan prasarana perpustakaan baik berupa kapasitas hotspot area, kayanan khusus untuk divabel, layanan khusus untuk anak, penganekaragaman bahan pustaka dan fasilitas lain yang bisa menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan;

- Memberdayakan SDM yang ada dengan pengaturan jadwal sedemikian rupa

sehingga layanan perpustakaan bisa berjalan seperti yang diharapkan serta mengusulkan tambahan SDM untuk tenaga pustakawan.

- Mengikut sertakan SDM yang ada dalam bintek-bintek terkait yang

diselenggarakan provinsi maupun pusat.

b. Efisiensi penggunaan sumber daya dilakukan adalah dengan :

- Pembinaan Perpustakaan dengan jumlah pengunjung perpustakaan daerah

sangatlah perlu sekali karena dengan bertambahnya pengunjung perpustakaan yang sangat pesat maka akan menambah target sesuai yang diinginkan;

- Menggunakan anggaran untuk aktivitas yang benar-benar berpengaruh

terhadap capaian target sehingga dapat mengurangi penggunaan anggaran

III-dengan efesiensi sebesar 0,72% dari anggaran sebesar Rp. 1.475.770.000,00 digunakan sebesar Rp. 1.465.208.773,00.

c. Indikator ini dilaksanakan dengan program Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan dengan kegiatan Pengembangan minat dan budaya baca, Penyediaan bahan pustaka perpustakaan umum daerah, Publikasi dan sosialisasi minat dan budaya baca, Peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan, Supervisi, pembinaan dan stimulasi pada perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah dan perpustakaan masyatakat. Secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang sangat baik, dan berhasil memenuhi target kinerja, indikator ini dapat tercapai dengan menyelenggarakan layanan dan pengelolaan perpustakaan daerah dan mobil perpustakaan keliling serta dengan menambah sarana dan prasarana perpustakaan.

2) Keberadaan koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah

a. Keberhasilan capaian indikator kinerja ini dicapai dengan mengusulkan anggaran

APBD II untuk pengadaan bahan pustaka pada perpustakaan umum daerah;

b. Efisiensi penggunaan sumber daya yaitu dengan pengadaan bahan pustaka

perpustakaan daerah dengan menganggarkan pada APBD sebesar Rp. 50.000.000,00;

c. Indikator ini dilaksanakan dengan program Pengembangan budaya baca dan

pembinaan perpustakaan dengan kegiatan Penyediaan bahan pustaka perpustakaan umum daerah. Selama ini penambahan bahan pustaka/ koleksi buku yang berasal dari APBD II sangatlah kecil sekali, sehingga kurang berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan jumlah koleksi bahan pustaka yang berada diperpustakaan umum daerah. Padahal jumlah dan keanekaragaman koleksi bahan pustaka merupakan magnet yang menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan. Secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang sangat baik, dan berhasil memenuhi target kinerja.

3) Cakupan pembinaan perpustakan desa

Keberhasilan capaian indikator kinerja ini disebabkan adanya kerja keras petugas dan mulai tumbuh kesadaran dari pejabat pengelola perpustakaan desa akan manfaat keberadaan pepustakaan;

4) Cakupan layanan perpustakaan keliling

Keberhasilan capaian target indikator kinerja ini dikarenakan layanan perpustakaan diluar ruang dengan menggunaka Mobil Perpustakaan Keliling sudah merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari layanan perpustakaan secara keseluruhan.

Analisis untuk 2 (dua) indikator di atas :

a. Efisiensi pengunaan sumber daya adalah dengan dengan menggunakan anggaran untuk aktivitas yang benar-benar berpengaruh terhadap capaian target sehingga dapat mengurangi penggunaan anggaran dengan efesiensi sebesar 0,01% dari anggaran sebesar Rp. 14.860.000,00 digunakan sebesar Rp. 14.858.600,00.

b. Dilaksanakan dengan program Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan dengan kegiatan Publikasi dan sosialisasi minat dan budaya baca. Dengan bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan melakukan survey untuk menentukan desa-desa yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pembinaan atau diusulkan untuk mendapatkan bantuan dengan memperhatikan cakupan wilayah untuk pemerataan dan melakukan koordinasi dengan camat dan desa-desa terkait dengan perpustakaan.

Dalam dokumen Akuntabilitas Kinerja (Halaman 85-88)