HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Penelitian
4) Menjaga Kebersihan Diri
LNF belum menunjukan perilaku dapat menjaga kebersihan diri. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan. Ketika peneliti menanyakan bagaimana LNF dalam menjaga kebersihan diri, para informan memberikan jawaban sebagai berikut.
NHP : Kalau LNF, katanya laki-laki itu jorok. Kalau makan itu suka jatuh-jatuh dan nggak dibersihkan, terus sama anak-anak laki-laki jorok. Menurut aku juga jorok.
Guru PAI : Kalau LNF dan HAH itu dalam kebersihan itu agak kurang. Misalnya dalam kertas kerja itu banyak coretannya. Terus kalau punya temannya bersih tapi punya mereka lusuh mungkin tangannya berkeringat atau gimana. Guru Kelas IV : Kalau HAH dan LNF itu masalah kebersihan
masih kurang
NDSH1 : LNF kadang nggak bersih bajunya kotor NNR : Kalau LNF itu dia membuang sampah di laci
juga
IAP : Kalau LNF sampah di laci banyak, pernah eek di celana pas kelas 4.
ZAA : LNF iku banyak gadulnya
Orang Tua LNF : Kalau itu mah jangan ditanya. Ampun. Masih belum bisa dia itu kerapian juga belum, kebersihan juga belum. Susah dibilangin. Gosok gigi karena lagi sakit gigi baru mau, biasanya males tu gosok gigi
52
Dari hasil wawancara tersebut diketahui bahwa LNF belum dapat menjaga kebersihan diri dengan baik. selain hasil wawancara tersebut, hasil observasi juga menunjukan hal yang serupa. Berdasarkan observasi yang dilakukan terlihat gigi LNF selalu kotor tampak LNF tidak menyikat giginya. Selain itu beberapa kali LNF terlihat membuang sampah di laci (Observasi I sampai dengan XII).
HAH menunjukan perilaku tidak dapat menjaga kebersihan diri. Hal ini terlihat dari hasil wawancara dengan beberapa informan. Ketika peneliti menanyakan bagaimana HAH dalam menjaga kebersihan diri, para informan menjawab sebagai berikut.
NHP : Kalau HAH jorok suka kringeten terus dileletin gitu.
Guru PAI : Kalau LNF dan HAH itu dalam kebersihan itu agak kurang. Misalnya dalam kertas kerja itu banyak coretannya. Terus kalau punya temannya bersih tapi punya mereka lusuh mungkin tangannya berkeringat atau gimana. Lha itu kalau HAH itu suka dolanan idu jadi temannya nggak suka seperti itu.
Guru Kelas IV : Kalau HAH dan LNF itu masalah kebersihan masih kurang
NDSH1 : Kalau HAH bikin nggak nyaman, bajunya kotor, tas nya kotor, jorok suka ngludah di tangan
NNR : Kalau HAH itu dilokernya itu banyak sampahnya
IAP : Nek HAH ki akeh sampah nang laci, mambu idu kae
ZAA : Kalau HAH itu agak bau
Berdasarkan hasil wawancara tersebut diketahui bahwa HAH tidak dapat menjaga kebersihan dirinya. Hal ini juga diperkuat hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti. Dalam observasi tersebut diketahui bahwa gigi HAH kotor tampak HAH tidak menyikat giginya. Laci meja HAH
53
selalu terisi sampah. Terlihat HAH mengusapkan keringatnya ke NR dan menyebabkan NR marah (Observasi I sampai XIII).
ZR telah menunjukan perilaku menjaga kebersihan diri. Hal ini terlihat dari hasil wawancara dengan beberapa informan. Ketika peneliti menanyakan bagaimana dengan kebersihan diri ZR, para informan menjawab sebagai berikut.
ZR : Mandi, gosok gigi, cuci muka. Aku orangnya bersih.
NHP : Kalau ZR nggak jorok
Guru PAI : ZR anaknya bersih Guru Kelas IV : Kalau ZR sudah bagus
NDSH1 : Nyaman sama ZR, bersih orangnya NNR : Kalau ZR itu anaknya bersih.
Guru OR : Wajar sama seperti teman yang lainnya
IAP : Kalau ZR mendingan pak
ZAA : ZR bersih nggak ada apa-apa
Orang Tua ZR : Ya biasa, kalau mau tidur dia sikat gigi, terus kalau bangun terus mandi. Terus kalau sore mandinya kalau mau tidur. Soalnya kalu mandi awal kan nanti gerah jadi mandinya pakai air panas terus tidurnya pakai AC.
Dari hasil wawancara tersebut diketahui bahwa ZR telah menunjukan perilaku menjaga kebersihan diri. Hal ini juga didukung dengan hasil observasi yang menunjukan ZR berperilaku bersih dan tidak pernah membuang sampah di laci bahkan ZR menegur HAH yang membuang sampah di laci HAH (Observasi I sampai dengan XIII).
Dari hasil observasi dan wawancara dan observasi di atas diketahui bahwa LNF dan HAH tidak dapat menjaga kebersihan diri atau jorok, sedangkan ZR telah dapat menjaga kebersihan diri dengan baik.
54 5) Menaati Peraturan
LNF tampak mengenakan seragam sesuai dengan peraturan sekolah namun LNF sering tidak mengerjakan PR dan beberapa kali terlambat. Hal ini diketahui dari hasil wawancara dengan beberapa informan dan observasi yang dilakukan peneliti. Ketika peneliti menanyakan bagaimana perilaku LNF dalam menaati peraturan, para informan menjawab sebagai berikut.
NHP : Kalau LNF itu kalau ada tugas membawa alat-alat itu kadang suka nggak bawa. Terus kalau LNF kadang telat. Seragam mereka sesuai.
Guru PAI : Kalau peraturan kelas mungkin LNF PR kadang lupa, tapi kalau pas di kelas saya kan juga sebentar sepertinya biasa saja seperti nak yang lain. Kalau masalah seragam sesuai dengan peraturan sekolah.
Guru Kelas IV : Kalau LNF itu banyak ngambeknya jadi dikondisikan itu sulit. Untuk PR mereka mengerjakan walaupun LNF HAH dan ZR kadang lupa mengerjakan tapi yang sering lupanya itu LNF
NDSH1 : LNF tidak patuh mengerjakan PR
NNR : Masalah PR LNF tidak mengerjakan. Kalau masalah seragam sesuai semuanya masalahnya cuma nggak bawa sabuk tadi tapi jarang
IAP : LNF sering tidak mengerjakan PR
ZAA : Mereka memakai seragam sesuai dengan aturan sekolah tapi LNF kadang telat
Dari hasil wawancara tersebut diketahui bahwa LNF memakai seragam sesuai dengan peraturan sekolah, sering tidak mengerjakan PR dan beberapa kali terlambat. Selain dari hasil wawancara tersebut, hasil observasi juga menunjukan LNF tidak mengerjakan PR hal ini terlihat pada saat LNF tidak mengerjakan PR bahasa Jawa (Observasi IX), PR
55
Pendidikan Agama Islam tentang cerita Nabi Ismail (Observasi XI) dan PR IPA (Observasi XII). LNF juga teramati tidak membawa mukena untuk salat dhuha di sekolah (Observasi V). LNF juga terlambat saat observasi dilakukan (Observasi I). Selain hasil observasi dan hasil wawancara hasil studi dokumentasi juga menunjukan LNF terlambat berangkat sekolah (lihat lampiran dokumen kedatangan siswa halaman
292 dan halaman 293)
HAH mengenakan seragam sesuai dengan peraturan sekolah, akan tetapi HAH sering tidak mengerjakan PR dan terlambat. Hal tersebut diperoleh dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti. Ketika peneliti menanyakan bagaimana perilaku HAH dalam menaati peraturan, para informan menjawab sebagai berikut.
NHP : HAH itu kalau ada tugas membawa alat-alat itu kadang suka nggak bawa. HAH kadang telat. Seragam mereka sesuai.
Guru PAI : Kalau HAH itu baik ya, ZR juga baik kalau suruh bawa alat sholat juga bawa walaupun sekali tempo kadang nggak bawa. Kalau masalah seragam sesuai dengan peraturan sekolah.
NDSH1 : Kalau HAH kalau upacara sering nggak bawa topi dan sabuk
NNR : Kalau masalah seragam sesuai semuanya masalahnya cuma nggak bawa sabuk tadi tapi jarang . Masalah PR, HAH suka nggak mengerjakan
IAP : HAH sering nggak mengerjakan PR. HAH tidak disiplin, sering telat
ZAA : Mereka memakai seragam sesuai dengan aturan sekolah. Kalau HAH kadang telat kalau ke sekolah
Dari hasil wawancara tersebut diketahui bahwa HAH mengenakan seragam sesuai dengan peraturan sekolah, sering tidak mengerjakan PR
56
dan terlambat. Selain dari hasil wawancara, hasil observasi juga menunjukan bahwa HAH sering tidak mengerjakan PR. Hal ini terlihat saat HAH tidak mengerjakan PR Bahasa Indonesia (Observasi IV), Bahasa Inggris IPS (Observasi VII), PAI (Observasi XI), IPA (Observasi XII) dan bahasa Inggris (observasi XIII). Dari observasi I sampai dengan XIII HAH selalu mengenakan seragam sesuai dengan peraturan sekolah. Selain hasil observasi dan hasil wawancara hasil studi dokumentasi juga menunjukan HAH terlambat berangkat sekolah (lihat lampiran dokumen dokumen kedatangan siswa halaman 292 dan halaman 293)
ZR mengenakan seragam sesuai dengan peraturan sekolah akan tetapi ZR sering terlambat dan tidak mengerjakan PR. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti. Ketika peneliti menanyakan bagaimana perilaku ZR dalam menaati peraturan, para informan menjawab sebagai berikut.
NHP : Kalau ZR saat suruh bawa alat kadang suka bawa kadang nggak bawa. Seragam mereka sesuai
Guru PAI : Kalau HAH itu baik ya, ZR juga baik kalau suruh bawa alat sholat juga bawa walaupun sekali tempo kadang nggak bawa. Kalau masalah seragam sesuai dengan peraturan sekolah.
Guru Kelas IV Kalau masalah peraturan yang agak sulit itu ZR. Dia harus banyak ditegur. Contohnya ZR kaya piket.dia kadang dipanggil temannya. harusnya kalau tau ya udah inisiatif melaksanakan sendiri. ZR PR juga kadang lupa.
NDSH1 : ZR kadang patuh kadang tidak. Berangkatnya siang
57
NNR : ZR suka berangkat siang. Kalau masalah seragam sesuai semuanya masalahnya cuma nggak bawa sabuk tadi tapi jarang
IAP : Masalah PR ZR mendingan kadang nggak ngerjain kadang ngerjain
ZAA : Mereka memakai seragam sesuai dengan aturan sekolah
Berdasarkan hasil wawancara tersebut diketahui bahwa ZR mengenakan seragam sesuai dengan peraturan sekolah namun sering terlambat dan tidak mengerjakan PR. Hal ini juga didukung hasil observasi yang menunjukan ZR selalu berpakaian sesuai dengan peraturan sekolah dari observasi I sampai dengan observasi XIII. ZR beberapa kali terlambat yaitu pada observasi II dan observasi III. ZR juga teramati tidak mengerjakan PR yaitu PR bahasa Jawa (Observasi IX), PAI (Observasi XI), IPA (Observasi XII) dan IPS ( Observasi XIII). Selain hasil observasi dan hasil wawancara hasil studi dokumentasi juga menunjukan LNF terlambat berangkat sekolah (lihat lampiran dokumen dokumen kedatangan siswa halaman 292 dan halaman 293)
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi di atas, diketahui bahwa LNF, HAH dan ZR mebgebakan seragam sesuai dengan peraturan sekolah, akan tetapi siswa yang ditolak tersebut sering terlambat dan tidak mengerjakan PR.
6) Jujur
LNF menunjukan perilaku tidak jujur. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti. Ketika peneliti menanyakan bagaimana apa yang dilakukan LNF saat mengalami
58
kesulitan dalam mengerjakan soal dan dan bagaimana perilaku jujur yang ditunjukan LNF, para informan tersebut menjawab sebagai berikut.
NHP : Kalau LNF kalau ulangan nglirik jawaban teman. Kalau LNF suka berbohong. Contohnya kan pas aku sebangku sama LNF dia kan pinjem tip-x aku tidak dikembalikan. Pas aku tanya liat tip-x ku nggak? Dia bilang nggak liat pas aku pinjam sudah aku taruh padahal aku liat LNF menaruhnya di tasnya. Terus aku bilang lut, kamu ngaku aja aku liat tadi. Terus LNF ngaku kalau ngambil tip-x aku. Yok malah nangis.
Guru Kelas IV : Untuk LNF sulit. Kadang untuk mengatakan yang sebenarnya itu sulit. Misalnya ada yang jail temannya, tapi kalau ditanya dia malah menuduh yang lain. Misalnya yang njaili A dia ngomongnya si B juga ikut, padahal enggak. Terus kan saya cross check dengan yang lain ternyata si B nya nggak ikut ngganggu
NDSH1 : Kalau LNF nyontek.
NNR : kalau LNF nglirik-nglirik gitu. LNF sok berbohong
IAP : Kalau LNFaku nggak tau nyontek atau enggak. Tapi kalau ngomong LNF bohong. Contohnya dia itu nggak ngerjain PR terus dia disuruh bayar denda. Tapi ngakunya sama orang tuanya dia dipalak teman temannya sehingga orang tuanya datang ke sekolah. ZAA : Kalau LNF aku pernah lihat dia nyontek. LNF
nggak jujur suka nuduh seperti tadi nuduh bukunya disobek temannya padahal nggak ada yang nyobek
Berdasarkan hasil wawancara tersebut diketahui bahwa LNF sering mencontek dan berbohong. Hal tersebut didukung hasil observasi VII menunjukan LNF mencontek temannya saat mengerjakan soal matematika dan pernyataan dari guru kelas II yaitu Ibu TA. Ketika peneliti melakukan observasi di kelas IV dan Ibu TA sedang mengajar
59
di kelas IV menggantikan Bapak SRS (guru kelas IV) yang berhalangan hadir, Ibu TA sambil menunggui para siswa mengerjakan soal, menghampiri peneliti yang duduk di belakang kelas kemudian bertanya
“ Penelitian tentang apa e mas?”. Kemudian peneliti menjawab “
Penelitian proses sosialisasisiswa yang ditolak bu, tentang LNF, HAH
dan ZR.” Kemudian Ibu TA bercerita “ O kalau LNF itu dulu pas kelas
III, pernah tidak mengerjakan PR dan kalau tidak mengerjakan PR kan di denda, sehari itu bisa lebih dari satu PR yang tidak dikerjakan, tapi LNF itu mengaku ke orang tuanya bahwa uang jajannya diminta teman-temannya sehingga orang tuanya datang ke sekolah dan beberapa siswa
sampai dipanggil ke ruang guru” (Catatan lapangan 7).
HAH menunjukan perilaku jujur. Hal ini diketahui dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti. Ketika peneliti menanyakan kepada para informan apa yang dilakukan HAH ketika kesulitan mengerjakan soal dan bagaimana dengan perilaku jujur yang ditunjukan oleh HAH, para informan menjawab sebagai berikut.
HAH : Tidak nyontek, tidak berbohong, mengerjakan PR sendiri dan menepati janji.
Guru Kelas IV : HAH tidak menyontek. HAH itu kalau ditanya jujur. Misalnya HAH kamu mengerjakan PR atau enggak. Dia jawabnya enggak.
NDSH1 : Kalau HAH /nggak nyontek saat mengalami kesulitan saat ulangan. HAH juga jujur
NNR : Kalau HAH nggak pernah nyontek. Kalau HAH itu nggak suka bohong.
IAP : Saat mengalami kesulitan mengerjakan ulangan HAH diam saja, paling cuma ngawur nggak tanya nggak ngapa-ngapain. Kalau HAH jujur pak, kalau dia nggak ngerjain PR
60
dia ngaku terus bayar ke bendahara didenda ZAA : HAH nggak nyontek. HAH juga jujur.
Berdasarkan hasil wawancara di atas diketahui bahwa HAH berperilaku jujur tidak mencontek dan berbohong. Hasil observasi juga menunjukan bahwa HAH mengerjakan soal yang diberikan guru dengan kemampuan sendiri dan tidak menyontek (observasi I sampai dengan XIII).
ZR menunjukan perilaku tidak jujur yaitu mencontek. Hal ini diketahui dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh penieliti. Ketika peneliti menanyakan apa yang dilakukan ZR ketika mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal dan bagaimana perilaku jujur yang ditunjukan ZR para informan menjawab sebagai berikut.
NHP : Kalau ZR tanya sama teman. Tapi setahu saya kalau bicara jujur
Guru Kelas IV : Kalau nyontek, saya kira ZR iya soalnya itu pekerjaannya ada yang sama dengan temannya. entah yang menyontek yang siapa tapi cenderung ZR yang lihat. Kalau ZR biasa nggak teramati dia pernah bohong
NDSH1 : Nyontek enggaknya nggak tau tapi kadang ZR nggak jujur. ZR nakali teman kadang nggak ngaku.
NNR : kalau ZR pernah nyontek
IAP : ZR kadang-kadang tanya sama teman. ZR kalau berbicara jujur.
Orang Tua ZR : Kalau ZR itu jujur. Kalau disekolah dapat nilai berapa ya ngomong. Jadi nggak pernah bohong
Dari hasil wawancara tersebut diketahui ZR jujur ketika berbicara dengan orang lain, namun ketika mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal dia menyontek. Hal ini didukung hasil observasi yang menunjukan bahwa ZR berdiskusi dengan teman saat mengerjakan
61
perbaikan ujian tengah semester bahasa Inggris. Dari hasil wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan LNF menyontek dan berbicara tidak jujur, HAH tidak menyontek dan berbicara jujur serta ZR menyontek tetapi berbicara jujur.
7) Sopan
LNF menunjukan perilaku sopan. Hal iniberdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti. Ketika peneliti menanyakan bagaimana perilaku LNF saat berpapasan dengan guru, bagaimana cara LNF berbicara dengan guru, bagaimana cara LNF berbicara dengan teman dan bagaimana perilaku LNF saat membeli makanan di kantin, para informan menjawab sebagai berikut.
LNF : Saat bertemu Pak SRS menyapa dengan memanggil namanya. Saat berbicara dengan guru memakai Bahasa Indonesia. Bicara
dengan dengan guru sopan misalnya “pak
SRS ,mau ke kamar mandi. Saat bicara
dengan teman biasa aja.misal”BDR, pinjem ya?” kalau di kantin nggak antri rebutan gitu.
Guru PAI : Kalau LNF salam dan nyapa. Saat berbicara dengan guru baik, sopan, nada bicaranya baik. dalam berbicara dengan teman wajar-wajar saja.
NDSH1 : LNF kalau berbicara dengan guru dan teman sopan. Saat dikantin pun dia sopan.
NNR : Saat berbicara dengan guru LNF, HAH dan ZR menggunakan Bahasa Indonesia yang sopan. saat berbicara dengan teman menggunakan bahasa jawa sopan. saat membeli makanan di kantin mereka tertib, terus makanannya dimakan di kelas
Guru Olah Raga : Saya rasa sopan seperti anak lainnya. ketiganya sopan.
Berdasarkan hasil wawancara di atas diketahui bahwa LNF berperilaku sopan baik kepada guru maupun teman. Hasil observasi
62
juga menunjukan sebagian besar perilaku yang ditunjukan LNF tergolong sopan baik dalam perbuatan maupun perkataan walaupun pada 2 kali observasi LNF membentak NHP saat sedang marah.
HAH berperilaku sopan. hal ini terlihat dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti. Ketika peneliti menanyakan bagaimana perilaku HAH saat berpapasan dengan guru, bagaimana cara HAH berbicara dengan guru, bagaimana cara HAH berbicara dengan teman dan bagaimana perilaku HAH saat membeli makanan di kantin, para informan menjawab sebagai berikut
HAH : Saat berpapasan dengan guru berbicara dan mengucapkan salam. Berbicara dengan guru dengan sopan dan Bahasa Indonesia
contohnya “ Keadaanya gimana pak?” Saat
berbicara dengan teman dengan jujur, pakai hati dan nada bicaranya biasa.saat membeli makanan di kantin tidak menyerobot.
NHP : Kalau HAH diam saja, saat bicara dengan guru biasa saja (sopan), saat berbicara dengan teman juga sopan.
Guru PAI : Kalau HAH itu sukanya ngetotke, nempel nempel. HAH pulang agak belakangan terus ngikutin saya. Cara bicara dengan guru baik LNF HAH maupun ZR cara caranya baik, sopan, nada bicaranya baik. LNF, HAH dan ZR dalam berbicara dengan teman wajar-wajar saja.
Guru Kelas IV : Kalau HAH bicara nggak pernah ngoko selalu pakai Bahasa Indonesia. Semuanya itu menggunakan Bahasa Indonesia terus kalau mau bicara itu mendekat enggak teriak dari bangku siswa. Kalau bicara dengan teman masih kurang (jarang) tetapi tidak pernah kasar
NDSH1 : HAH berbicara sopan saat dengan guru. saat dengan teman biasa. Saat membeli makanan di kantin sopan.
63
ZR menggunakan Bahasa Indonesia yang sopan. saat berbicara dengan teman menggunakan bahasa jawa sopan. saat membeli makanan di kantin mereka tertib, terus makanannya dimakan di kelas
Guru Olah Raga : Saya rasa sopan seperti anak lainnya. ketiganya sopan.
IAP : Saat berpapasan dengan guru ketiganya salim. Saat berbicara dengan guru HAH sopan. Orang Tua HAH : Saat bicara dengan orang tua dan saudara dia
pakai bahasa jawa krama.
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, diketahui bahwa HAH berperilaku sopan baik terhadap teman maupun guru. Hal ini didukung hasil observasi yang menunjukan bahwa HAH berperilaku sopan baik dalam perkataan dan perbuatan.
ZR berperilaku sopan. hal ini sesuai dengan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti. Ketika peneliti menanyakan bagaimana perilaku ZR saat berpapasan dengan guru, bagaimana cara ZR berbicara dengan guru, bagaimana cara ZR berbicara dengan teman dan bagaimana perilaku ZR saat membeli makanan di kantin, para informan menjawab sebagai berikut.
ZR Saat bertemu Pak SRS menyapa dengan memanggil namanya. Saat berbicara dengan guru memakai Bahasa Indonesia. Bicara
dengan dengan guru sopan misalnya “Pak
SRS ,mau ke kamar mandi. Saat bicara
dengan teman biasa aja.misal”BDR, pinjem ya?” kalau di kantim nggak antri rebutan gitu.
Guru PAI : Kalau LNF salam dan nyapa. Saat berbicara dengan guru baik, sopan, nada bicaranya baik. dalam berbicara dengan teman wajar-wajar saja.
Guru Kelas IV : Kalau ZR menyapa guru. Semuanya itu menggunakan Bahasa Indonesia terus kalau mau bicara itu mendekat enggak teriak dari bangku siswa. Tapi ketiganya itu tidak pernah
64
kasar saat berbicara teman.
NDSH1 : LNF, HAH dan ZR itu kalau berbicara sopan saat dengan guru. kalau bicara dengan teman ZR itu suka nyakitin, kalau ZR, LNF dan HAH itu biasa.saat di kantin mereka sopan. NNR : Saat berbicara dengan guru LNF, HAH dan
ZR menggunakan Bahasa Indonesia yang sopan. saat berbicara dengan teman menggunakan bahasa jawa sopan. saat membeli makanan di kantin mereka tertib, terus makanannya dimakan di kelas.
Guru Olah Raga : Saya rasa sopan seperti anak lainnya. ketiganya sopan.
IAP : Saat berpapasan dengan guru ketiganya salim. Saat berbicara dengan guru sopan. Ketiganya biasa saja dalam berbicara dengan teman wajar.
Orang Tua ZR : Saat berpapasan dengan orang tua senyum, ngomong. Saat berbicara dengan orang tua ya biasa kan biasa bicara dengan Bahasa Indonesia nggak ada tingkatannya kan. Tapi ngomong jawa dia pasti nggak bisa. Ya biasa aja. Ya kalau sama kakaknya ya biasa