• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA: Terima kasih pak

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah terima kasih Pak masukan-masukannya memang

menurut saya betul sekali untuk menjadi pembenahan kami. Kami punya program-program besar kedepan memanfaatkan momen ini untuk menjadikan madrasah dan pesantren menjadi sesuatu yang berbeda dengan masa lalu. Sehingga pada saat rapat kemarin dengan Bapak Wakil Presiden menterinya hanya bertiga Pak saya Menteri Kominfo, sama Menteri Pendidikan kemudian ditemani oleh dari BUMN lupa saya. Kami sepakat bahwa Pak moment ini harus betul-betul kita jadikan sebuah momen untuk membuat madrasah dan pesantren berbeda dengan masa lalu. Sehingga pada saat itu begini, sepakat saya ngomong-ngomong dengan tiga-tiga yang ada disitu dan mendorong Bapak Wakil Presiden pak tidak usah lagi kita mengeluarkan uang sedikit-sedikit Rp2 triliun per-tahun untuk membuat jaringan internet supaya bisa terjangkau terlalu lambat hilang generasi kita nanti Pak. Sehingga sang Menteri mengajukan pak saya jamin Bapak kasih ke saya Rp22 triliun langsung tahun ini kita selesaikan anak-anak sudah langsung bisa belajar dengan baik. Nah sehingga kami punya tekat yang sama untuk bagaimana supaya tidak ada generasi yang hilang dengan adanya Covid 19 ini.

Cuma memang sayangnya mohon maaf ya kesalahannya kembali di Menteri membuat naskah ini belum nyambung dengan ide-ide yang besar yang kita buat. Tapi kami percayalah kami perbaiki bersama begitu, kami

85

segera perbaiki Pak sependapat sekali kami memang. Sehingga pada saat melihat tadi malam wah kok begini, tapi sudahlah gitu ya, jadi nanti kembali kami perbaiki.

Saya laporkan untuk memenuhi personil sekarang sedang ada lelang jabatan 19 Eselon III eh Eselon II, 5 Eselon I. in sya allah minggu kedua bulan Juli selesai semua, selesai semua sudah tercantum termasuk juga beberapa UIN yang kosong mungkin akan segera dipenuhi pada saat itu juga. Sehingga dengan itu bisa berjalan lebih baik, selama ini memang banyak keterlambatannya untuk melakukan lelang jabatan, tapi segera sudah bisa diatasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa berjalan seperti biasa.

Kemudian selanjutnya saya pikir nanti ada pertanyaan satu atau dua yang bisa dijawab, tapi pada dasarnya tidak perlu dijawab lagi karena memang masukan-masukannya masukan yang luar biasa untuk menjadi pembenahan-pembenahan kami kedalam. Tapi kembali tekad kami semua termasuk untuk perguruan tinggi juga sama, kita punya tekad yang sama bagaimana membuat ini, meskipun kita sepakat. Pernah kami diskusi informal misalnya dengan beberapa teman dilingkungan kami gimana apa kita kurangi standarnya? Tidak standar jangan dikurangi, kalau dikurangi memang memudahkan nanti untuk membentuk universitas baru UIN lagi bangun, tapi standar kita itu rendah jangan. Kita cari ide-ide apa yang membiarkan standar tetap tinggi tidak kalah dengan perguruan tinggi umum tapi UIN bisa bangun. Jadi beberapa ide beliau tadi bisa kita manfaatkan yang pertama saya kira.

Sehingga kekurangan guru besar dari sebuah universitas tidak boleh menjadi alasan itu standartnya diturunkan, tetapi bagaimana dia bisa maju begitu. Dan itu kita coba sama-sama tadi menghimpun-himpun beberapa guru-guru besar itu. Memang guru besar professor kebanyakan di Kementerian Agama di kantor pusat sih Pak, sehingga kalau dipanggil Prof semuanya noleh yang tidak noleh cuma menteri saja begitu. Dipanggil Kyai semua noleh juga Pak hanya Menteri saja yang tidak noleh, tapi jadi ide kami itu, kami tidak menurunkan standarnya karena kami tidak mau kalah dengan sekolah umum, tapi apa yang bisa kita lakukan? Memperbanyak guru besar, dan juga bagaimana supaya guru besar itu bisa dibuat pengelompokan bisa dimanfaatkan disini manfaatkan disini sehingga standar tetap tidak perlu kita turunkan, tapi tetap menjadi bahan diskusi kami bersama dalam waktu dekat akan kami rumuskan itu.

Kemudian saya setuju memang untuk ini semua memang perlu revisi ulang pak, mungkin kami saja yang merevisi dulu pak, nanti kalau Bapak ikut revisi kami malu juga. Kami revisi dulu dalam waktu cepat nanti segera kami laporkan ke Bapak, tapi saya serahkan kepada mungkin ada teman-teman yang ingin menambahkan, tapi kembali saya katakan tidak perlu banyak dijawab karena tadi masukkan-masukkan yang sangat bermanfaat gitu, nanti kita manfaatkan saja. Tapi mungkin ada beberapa poin yang perlu dijawab.

86

F-PG (H. JOHN KENEDY AZIS, S.H.): Izin Pimpinan.

Sedikit saja Pimpinan. KETUA RAPAT:

Sebentar-sebentar.

Jadi memang Pak Menteri kami sebenarnya ingin membantu Kementerian Agama Pak, karena kemarin Kemensos sudah, BNPB sudah, semuanya memang seiring dengan Perpu itu Pak. Jadi ya situasi ya tidak normal hari ini, saya kira anggaran juga mengikuti situasi tidak normal ini Pak, artinya.

F-PG (H. JOHN KENEDY AZIS, S.H.):

Izin Pimpinan sedikit sebelum diteruskan ke ini.

Pak Menteri, tadi saya ingat Pak Menteri mengatakan lelang jabatan di Kementerian Agama termasuk di ini, ada berita yang sangat viral Pak Menteri ini sempat juga ditanyakan ke saya, saya selaku Anggota Komisi VIII dengan bermitra kepada Kementerian Agama, yaitu hebohnya pengisian Rektor UIN yang diindikasikan ada terjadi suap menyuap UIN mana ya Pak? Itu artinya ya sudahilah, konteks apa namanya? Adanya lelang jabatan dengan adanya uang, uang apa, suap-suap dan lain sebagai macam itu mohonlah artinya kita selesaikanlah hal yang semacam itu begitu. Ada heboh beberapa hari ini seminggu ini, itu viral beritanya yaitu tentang indikasi pengisian jabatan Rektor UIN ya yang diindikasikan ada permainan uang. Mohon penjelasan sedikit Pak Menteri.

Kalau rektor-rektor belum mulai Pak, belum mulai kami masih menunggu pengajuan, nanti kan mereka mengajukan beberapa nama baru kami bicarakan. Jadi itu pasti tidak, belum mulai. Kalau yang lelang jabatan saya garis bawahi, kalau Menteri saja tidak menitip satu namapun, maka tidak ada orang lain yang boleh menitip itu. Dan saya garis bawahi pak, kalau saya nitip berarti saya dzolim, kenapa? Setiap jabatan dikeroyok oleh 7 orang, kalau saya nitip satu berarti yang 6 itu hanya sekedar wayang, padahal mereka kalau saya lihat memaparkannya luar biasa Pak, seperti memaparkan disertasi begitu. Dengan slide yang macam-macam wah Pak luar biasa, bayangkan kita betul-betul dzolim kalau saya menitip satu orang, untuk jadi pertimbangkan khusus yang lainnya pasti do’akan mudah-mudahan Menteri itu bla, bla, bla seperti itu kira-kira.

Pak saya persilakan Pak untuk menambahkan mohon berkenan Pak Pimpinan ya.

87

KETUA RAPAT:

Silakan pak Dirjen.

Dokumen terkait