• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mesin dan Peralatan

Dalam dokumen TUGAS AKHIR. Disusun Oleh: (Halaman 34-47)

E. Mesin dan Peralatan

Mesin dan alat yang digunakan untuk produksi tepung terigu di Bogasari buatan ITALY dengan merk OCRIM. Mesin dan alat yang digunakan dalam produksi tepung terigu di mill AB antara lain sebagai berikut:

1. Additive Feeder

Adalah satuan unit mesin untuk pelaksanaan penambahan bahan tambahan (zat additive) pada tepung terigu di mill, dimana aliran produk (zat additive) bisa diatur besar kecilnya dalam satuan “RPM” untuk disesuaikan dengan kebutuhan standar spesifikasi produk.

2. Magnet Separator

Magnet Separator, yang dapat dilihat pada Gambar 1.5 adalah alat yang digunakan untuk mencegah agar logam-logam ikutan tidak bercampur di dalam gandum yang akan diproduksi dan logam ikutan tidak bercampur di dalam produk yang di feed back atau yang akan diproduksi lagi. Alat ini berfungsi juga pula sebagai pengaman mesin berikutnya. Posisi magnet separator berada pada awal pembersihan (sebelum separator) serta sebelum roll mill.

Gambar 1.5 Magnet Separator 3. Roll Mill

Roll mill, yang dapat dilihat pada Gambar 1.6 adalah mesin untuk proses penggilingan gandum menjadi tepung dengan cara memecahkan biji gandum, menggerus, menghaluskan bagian endosperm dan memisahkan bagian kulit gandum. Berdasarkan fungsinya dalam roll mill, roll dibagi menjadi 3 antara lain:

a. Break roll berfungsi untuk memecahkan biji gandum dan menggores bagian-bagian endosperm atau tepung sehingga lepas dari bagian kulit.

b. Scratch roll berfungsi melepaskan atau menggoreskan butir-butir endosperm yang kasar yang masih melekat pada pemotongan kulit dan membantu proses sifting untuk memisahkan germ karena pada waktu

di pres oleh scratch roll, germ yang tercampur semolina menjadi germ gepeng dan semolina hancur.

c. Reduction roll berfungsi menggiling atau menghancurkan endosperm atau tepung kasar untuk dijadikan tepung yang halus.

Cara kerja roll mill adalah gandum masuk melalaui feed glass dan menumpuk sementara di hopper. Berat dari produk yang menumpuk akan membebani plat sehingga mocro switch tersentuh dan selenoid valve bekerja menyebabkan pneumatic circuit berfungsi menggerakan milling roll sehingga feeding roll berputar. Feeding valve terbuka, lalu keluarlah produk, karena bergerak feeding float maka aliran produk dapat terkontrol. Produk yang sudak tergiling jatuh dan diteruskan oleh worm conveyor menuju pipa pneumatik (Dian, 2008).

Gambar 1.6 Mesin Roll Mill 4. Plan Sifter

Sifter, yang dapat dilihat pada Gambar 1.7 adalah satuan unit mesin pengayakan untuk mendapatkan tepung yang sesuai dengan standar ukuran granulasi dan tidak tercemar oleh benda asing, dan untuk memisahkan produk lain (bran, pollard, semolina, germ, dan tepung industri) sesuai dengan ukuran yang dipakai pada ayakan sifter. Dalam ayakan sifter terdapat:

a. Expeller adalah pembersihan produk yang terdapat pada box cover sifter

b. Tip top adalah pembersih produk yang terdapat pada ayakan sifter. Prinsip kerja sifter adalah mengayak produk yang berasal dari roll mill berdasarkan perbedaan ukuran.

Cara kerja dari Plan sifter adalah:

a. Bahan masuk melalai lubang inlet dan akan jatuh ke sifter yang telah bergoyang sehingga bahan turun ke ayakan pertama.

b. Bahan yang turun pada ayan pertama terebut dapat terayak karena goyangan yang ditimbulkan oleh sifter yang dibentu oleh expeller dan tip top yang terdapat pada ayakan supaya dapat terpisah sesuai dengan granulasinya. Expeler dan tip top berfungsi untuk memberikan tekanan pada bahan yang diayak agar dapat pass through lebih cepat ke ayakan berikutnya.

c. Produk talling dikeluarkan melalui lubang diamping ayakan. Penggolongan hasil ayakan dapat dilakukan dengan mengatur jumlah ayakan dengan ukuran mikron tertentu untuk memperoleh hasil dengan ukuran granula tertentu pula. Sehingga bahan yang masuk terayak sesuai dengan tingkat granulasi yang diiginkan lalu keluar melalui celah samping ayakan sesuai dengan golongan yang telah ditentukan. d. Dalam setiap pengayakan akan menghasilkan produk talling yang

dikeluarkan melalui celah yang berbeda dengan produk pass through dan mengalami pengayakan selanjutnya untuk memperoleh tingkat granulasi tertentu. Semua hasil ayakan tersebut didistribusikan ke proses selanjutnya.

Gambar 1.7 Mesin Plan Sifter 5. Bran Finisher

Bran finisher, yang dapat dilihat pada Gambar 1.8 adalah satuan unit mesin yangberfungsi untuk mengambil sisa endosperm yang masih melekat pada lapisan dekat dengan bran yang tidak dapat diambil pada proses breaking (breaking roll).

Prinsip kerja dari mesin bran finisher adalah produk yang masuk mesin makan dihempaskan dengan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh beaters yang berputar. Endosperm akan terlepas dari kulit karena mengalami hempasan dengan dinding sieve sekaligus pass through sedangkan bran yang tidak melewati dinding sieve akan tailing dan dibuang (Dian, 2008).

6. Carter Day

Carter Day, yang dapat dilihat Pada Gambar 1.9 adalah satuan unit mesin yang berfungsi untuk memisahkan gandum dengan pertikel lain berdasarkan ukuran dan bentuk (selai, haver, tangkai-tangkai, dan sampah yang berbentuk panjang) dan pertikel lain long corn, round corn.

Mesin ini dibagi menjadi dua yaitu disc separator dan triuer/cylinder sepator. Triuer memisahkan gandum dengan cara menempatkan slinder bertatik yang berputar. Bagian-bagian triuer adalah silinder bertatik dan tray dengan conveyor screw di dalamnya. Triuer terdiri dari 2 macam yaitu long corn dan round corn. Long corn akan memisahkan gandum dari kotoran yang berukuran besar seperti barlay, biji bunga matahari, dan material asing yang berukuran lebih besar dari gandum. Sedangkan round corn akan memisahkan gandum dari material yang berukuran lebih kecil dari gandum seperti gandum pecah.

Gambar 1.9 Mesin Carter Day 7. Dry Stoner

Dry stoner, yang dapat dilihat pada Gambar 1.10 adalah satuan masin yang berfungsi untuk memisahkan gandum dari batu yang mempunyai ukuran lebih kecil atau sama dengan ukuran gandum. Prinsip kerja dry stoner adalah memisahkan material berdasarkan perbedaan berat jenis dengan cara mengambangkan gandum dengan bantuan aliran udara (aspirasi), sudut kemiringan, vibrasi. Pertikel yang berat akan terdorong

kedepan sedangkan partikel yang ringan akan jatuh kebelakang. Mesin ini digunakan untuk memisahkan batu dari gandum.

Gambar 1.10 Mesin Dry Stoner

8. Separator

Separator, yang dapat dilihat pada Gambar 1.11 adalah satuan unit mesin pembersih gandum untuk memisahkan offal yang ukurannya lebih besar dari pada gandum (saringan bagian atas) dan offal yang ukurannya lebih kecil dari pada gandum (saringan bagian bawah). Pada mesin separator terdapat dua ayakan yaitu pada bagian atas dan bagian bawah, untuk bagian atas lubang ayakan berbentuk lonjong (elips) dan untuk bagian bawah lubang ayakan berbentuk segitiga.

Cara kerja separator yaitu saat gandum masuk akan melewati splitter yang berfungsi agar gandum jatuh konstan dan secara merata ke separator, supaya tidak terjadi penumpukan pada ayakan. Kemudian dari splitter gandum akan turun kebawah sampai clute sebelum gandum ke diayakan pertama, kemudian masuk diayakan pertama (atas) gandum akan dipisahkan dari impurities yang ukurannya lebih besar dari gandum seperti kedelai, biji bunga matahari, jagung, batang-batang. Pada ayakan pertama impurities (offal) yang ukurannya lebih besar dari gandum akan talling menuju outlet pembuangan, kemudian gandum dan offal yang lebih kecil akan pass through menuju ayakan yang kedua (bawah). Pada ayakan yang

kedua gandum dipisahkan dari offal yang ukuran lebih kecil, offal yang tersebut akan talling menuju tempat pembungan, dan gandum akan masuk keproses pembersihan berikutnya (Dian, 2008).

Gambar 1.11 Mesin Separator 9. Tarara Classifier (TRC)

TRC, yang dapat dilihat pada Gambar 1.12 adalah satuan unit mesin yang berfungsi untuk memisahkan produk secara gravimetrik menjadi produk ringan dan produk berat berkualitas baik serta produk yang berfraksi ringan (offal). Prisip kerja TRC yaitu memisahkan antara produk yang berat dengan yang ringan dengan aspirasi, kemudian produk yang berat dan produk yang ringan akan diayak berdasarkan berat jenisnya. Cara kerja dari TRC yaitu produk yang masuk akan diayak berdasarkan berat jenisnya, dalam TRC ada ayakan dengan ukuran yang berbeda yang akan mengklasifikasikan produk yang berat dengan yang ringan dengan aspirasi. Ayakan bagain atas untuk produk yang ringan yang nantinya akan masuk ke proses cleaning berikutnya yaitu masuk ke mesin cater day (treuer) dan untuk ayakan bagian bawah untuk pruduk yang berat yang nantinya akan masuk ke mesin dry stoner.

Gambar 1.12 Mesin Tarara Classifier 10. Vibro Finisher

Vibro finisher, yang dapat dilihat pada Gambar 1.13 adalah satuan unit mesin pengayakan yang berfungsi mengayak produk yang sticky (lengket) serta sulit diayak disifter dan untuk memisahkan tepung dari bran atau pollard. Prinsip kerja mesin ini sistem kerja sentrifugal, yaitu produk akan diayak untuk melepaskan sifat sticky (lengket) dari produk tersebut dengan metode putaran sudut (sentrifugal).

11. Tempering Bin

Tempering bin adalah tempat penyimpanan gandum setelah diberi air, dimana gandum tersebut akan didiamkan selama 8-30 jam sebelum melangkah ke proses berikutnya (di mill AB ada 6).

12. Raw Wheat Bin

Raw wheat bin adalah tempat penyimpanan gandum yang belum diberi air, dimana gandum tersebut diterima langsung dari wheat silo sebelum dilakukan proses cleaning diarea mill. Jumlah raw wheat bin pada mill AB ada 3.

13. Purifier

Purifier, yang dapat dilihat pada Gambar 1.14 adalah satuan unit mesin yang berfungsi untuk memisahkan semolina dari bran dan pollard. Pemisahan dilakukan dengan berdasarkan densitas produk dengan menggunakan hisapan angin dan pengayakan.

Semolina adalah butir-butir pati yang terdapat pada bagian dalam gandum. Prinsip kerja dari purifier yaitu memurnikan, membersihkan semolina dari bran dan pollard dengan hisapan angin (aspirasi), dan pembagian produk.

Cara kerja dari purifier :

Produk yang masuk akan melewati fieeding dan permukaan sieve dengan gerakan shiking motion yaitu gerakan melompat disertai dengan gesekan produk dengan sieve yang slope tertentu. Semolina akan pass through dan turun ke ayakan berikutnya sementara tallingnya akan ditransportasikan ke outlet belakang dan sebagian dihisap oleh udara aspirasi. Kemudian produk yang pass through akan masuk pada ayakan dan akan diayak dengan bantuan sieve dan akan mengalami pemisahan berdasarkan beratnya dengan bantuan aliran udara aspirasi. Semolina yang berat akan berada paling bawah, dan semolina yang ringan berada pada bagian atas dan akan mengalami gesekan dengan sieve, kemudian bran ataupun pollard yang ringan akan berada di atas permukaan semolina akibat adanya udara aspirasi, dengan pengayakan yang dibantu dengan

motor vibrating maka semolina akan pass through sementara bran atau pollard akan talling ke outlet belakang kerena adanya hisapan aliran udara aspirasi (Dian, 2008).

Gambar 1.14 Mesin Purifier

14. Scourer

Scourer, yang dapat dilihat pada Gambar 1.15 adalah satuan unit mesin yang berfungsi untuk membersihkan debu yang masih melekat pada kulit gandum. Prinsip kerja dari scourer yaitu dengan gesekan antara beater dengan gandum untuk menghilangkan debu yang melekat pada biji gandum. Cara kerja dari mesin scourer yaitu gandum yang masuk melalui inlet akan langsung dipoles dan bergesekan dengan beater, untuk dihilangkan debunya. Beater selain digunakan untuk membersihkan gandum juga untuk mendorong gundum dari inlet ke outlet dan masuk ke tarara.

Gambar 1.15 Mesin Scourer

15. Tarara

Tarara, yang dapat dilihat pada Gambar 1.16 adalah satuan unit mesin yang berfungsi untuk memisahkan gandum dari debu. Prinsip dari kerja dari tarara yaitu gandum dipisahkan dari debu dengan aspirasi udara. Mesin tarara ini gabung dengan mesin scourer. Mesin tarara ini merupakan mesin tahap terakhir dari first cleaning, tujuan dari pembersikan debu (offal) dari gandum supaya pada saat penambahan air pada gandum, air tidak masuk dalam offal, akan tetapi air dapat masuk dengan baik kedalam gandum. Sehingga tidak mempengaruhi moisture gandum.

Gambar 1.16 Mesin Tarara 16. Rebolt Sifter

Rebolt sifter, yang dapat dilihat pada Gambar 1.17 adaah satuan unit mesin pengayakan untuk pengaman tepung yang dihasilkan dari

pencemaran benda asing ditransfer ke flour silo. Fungsi dari rebolt sifter yaitu untuk pengayakan terakhir untuk memisahkan kotoran yang mungkin terbawa dalam tepung, sehinggga tepung yang dihasilkan benar-benar bersih dari bran, pollard serta kotoran lainnya.

Gambar 1.17 Mesin Rebolt Sifter

17. Dampener

Mesin dampener, yang dapat dilihat pada Gambar 1.18 berfungsi untuk mencampur sejumlah air ke dalam gandum untuk menambah kadar air gandum sehingga didapatkan karakteristik milling yang baik.

Cara kerja dari mesin dampener yaitu produk masuk malalui inlet, memberikan sinyal kepada indikator lalu menuju ke conveyor, ketika produk memberikan rangsangan kepada indikator, selenoid valve dari water dampening akan membuka dan menutup aliran air sesuai dengan rangsangan dari indikator. Dengan mengatur kran air maka jumlah air yang keluar dapat dilihat dari flow meter. Gandum dan air akan bercampur di dampening conveyor serta diaduk agar lebih merata dengan mixer sambil di dorong menuju outlet. Kemiringan sudut inklinasi mesin adalah 40º untuk mendapatkan pencanpuran air dan gandum yang homogen atau merata (Dian, 2008).

Gambar 1.18 Mesin Dampener

Dalam dokumen TUGAS AKHIR. Disusun Oleh: (Halaman 34-47)

Dokumen terkait