Tata letak bangunan, antara bangunan satu dengan yang lain di PT. ISM Bogasari Fluor Mills sudah dirancang dengan baik, hal tersebut bertujuan supaya proses pengolahan dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Secara keseluruhan bangunan di PT. ISM Bogasari Fluor Mills terdiri 49 bangunan, terdiri dari jetty berjumlah 2, wheat silo berjumlah 2, pellet silo berjumlah 2, pelletizing berjumlah 2, mill berjumlah 7, pengemasan dan pengepakan berjumlah 4, penyimpanan produk berjumlah 6, gedung kantor berjumlah 7, stasiun power berjumlah 2, stasiun gass berjumlah 2, laboratorium center, pasta plant, gedung milling training center, pasta store, material pasta, empaty bag storage, FAM, general store, general workshop, BBC, masjid, klinik, dan ruang serbaguna. Untuk tata letak bangunan lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.19 denah PT. ISM Bogasari Fluor Mills.
Tata mesin dan peralatan produksi di mill AB pun sudah dirancang dengan baik sehingga proses pengolahan dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Semua alat dan mesin terletak dalam satu bangunan yang bertingkat terdiri dari lima lantai. Mill A dan B masing-masing mempunyai dua line yang beroperasi. Lantai dasar atau lantai pertama merupakan tempat pipa-pipa untuk jalur transfer. Untuk lantai kedua berisi roll mill yang berjumlah 46, timbangan tepung berjumlah 1, dan mesin scourer dan tarara masing berjumlah 2. Kemudian untuk lantai tiga berisi timbangan berjumlah 2, mesin purifier yang berjumlah 8, mesin bran finisher yang berjumlah 14, mesin rebolt sifter berjumlah 6, mesin infestroyer berjumlah 1, filter berjumlah 1, mesin dry stoner berjumlah 3, dan mesin cater day berjumlah 2. Untuk lantai 4 berisi filter berjumlah 4, mesin vibro finisher berjumlah 6, mesin sifter berjumlah 8, mesin feeder additive berjulah 6, mesin separator berjumlah 2, mesin TRC berjumlah 2, dan mesin tarara berjumlah 2. Untuk lantai 5 berisi mesin scourer berjumlah 2, mesin terara berjumlah 2, mesin dampener berjumlah 2, dan timbangan berjumlah 2. Untuk tata letak bangunan mill AB lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.20 sampai Gambar 1.22.
82
melalui line yang sebelumnya melawati FAM kemudian akan di olah menjadi pellet di departemen pelletizing. Pellet merupakan produk makanan ternak yang diolah dari bahan dasar bran, polard dan IF. Jika dilihat dengan kasat mata, polard mempunyai tekstur yang lebih halus dibandingkan dengan bran dan IF lebih halus dari pollard. Pellet dibuat dari campuran ketiga bahan tersebut, jika kapasitas produk bran sedikit dalam komposisi pembuatan pellet, maka pellet yang dihasilkan akan mudah hancur, sedangkan jika kapasitas produk pollard banyak dalam komposisi penbuatan pellet, maka tekstur pellet yang dihasilkan akan keras. Dalam pembuatan pellet PT. ISM Bogasari Flour Mills mempunyai kulitas target dalam pembuatan pellet, yaitu moisture 13 %, tingkat kekerasan (hardness) 7 kg, kandungan protein min. 14,5 %, dan kelembutan (starch). Pellet yang diproduksi PT. ISM Bogasari Flour Mills diekspor keluar negeri, antara lain di negara Korea, Jepang, dan Filiphina.
Pelletizing mempunyai dua tempat, yaitu di pelletizing A dan pelletizing B. Pelletizing A masih di operasionalkan dengan cara manual, namun di pelletizing B sudah menggunakan sistem komputerisasi, jadi semua proses di opersionalkan dengan komputer. Proses pembutan pellet di pelletizing berawal dari datangnya bahan dari proses milling melalui chain conveyer, masuk ke airlock. Airlock berfungsi menstabilkan aliran bahan dan menghambat masuknya udara yang dapat mengganggu lajunya bahan yang akan masuk. Setelah masuk ke airlock, semua bahan baik bran maupun polard masuk ke penampungan atau over melewati magnet separator, bahan yang tidak sempat masuk akan dibawa oleh blower dan masuk ke filter untuk dikembalikan ke proses awal. Selama diover, semua bahan akan dicampur (mixing). Penampungan ini mampu menampung bahan sampai 16 ton/jam. Setelah semua bahan tercampur, maka proses selanjutnya adalah pengepresan. Proses pengepresan ini menggunakan mesin yang berjumlah 4 unit, masing-masing
mampu bekerja dengan kapasitas 10 ton/jam. Di dalam mesin pres terdapat fan, yang berfungsi menyedot bahan dan terdapat cutter atau pemotong yang pengopersiannya bisa di atur sesuai kebutuhan, cutter berfungsi untuk memotong pellet yang keluar dari mesin pengepres. Setelah keluar dari proses pengepresan, pellet akan didinginkan dengan mesin cooler yang terletak di bawah mesin pengepres. Bahan masuk kedalam cooler selama 5 menit. Mesin ini mempunyai kapasitas 20 ton/jam. Setelah pellet dingin kemudian pellet akan jatuh ke mesin pengayak atau separator yang memisahkan pellet bagus dalam arti memiliki bentuk sempurna dengan pellet yang hancur atau tidak jadi. Pellet yang tidak jadi akan masuk ke elevator dan di bawa lagi ke proses awal untuk di olah kembali. Setelah pellet jadi, kemudian masuk ke silo melewati magnet separator. Pellet yang sudah diproduksi akan disimpan dalam pellet silo.
PT. ISM Bogasari Flour Mills mempunyai 2 unit pellet silo, pellet silo A dan B, yang memiliki ukuran yang berbeda-beda. Silo A memiliki tinggi 40 meter, diameter 7 meter, sedangkan silo B memiliki tinggi 37,85 meter dengan diameter 7 meter. Pellet silo pada dasarnya mempunyai dua kinerja yaitu intake (bahan masuk ke dalam silo) dan outtake (bahan keluar dari silo). Suhu penyimpanan dalam silo < 34° C, jika melebihi maka dilakukan pendinginan (cooling) pada silo. Pellet yang tersimpan dalam silo selalu dilakukan pengecekan, jika terdapat kutu, maka dilakukan proses fumigasi, proses fumigasi dilakukan langsung pada silo selama 7 hari. Tidak semua silo menampung pellet yang sama, jika silo sudah kosong, maka dilakukan proses pembersihan silo. Proses pembersihan harus dilakukan dengan benar dan harus benar-benar bersih, setelah proses pembersihan dari petugas pellet silo, kemudian akan dilakukan pengecekan dari pihak ceck kontrol, jika masih terdapat kutu, maka proses pembersihan diulang kembali hingga silo benar-benar bersih sebelum diisi pellet baru. Proses masuknya pellet ke pellet silo diawali pellet yang keluar dari pengepresan dibawa melalui belt conveyor masuk kemagnet separator, lalu masuk ketimbangan, kemudian melalui elevator pellet masuk ke silo. Jika pellet akan didistribusikan, maka pellet
keluar dari silo melalui belt conveyor, kemudian dibawa melalui elevator, kebelt conveyor lagi masuk ketimbangan. Kemudian masuk ke kendaraan distribusi, bisa masuk ke truk atau kapal. Semua menggunakan sistem curah tanpa dikemas terlebih dahulu.
O. Sanitasi
Sanitasi dalam industri pangan merupakan hal yang sangat penting, karena untuk menghindari kerusakan pada produk akibat kontaminasi mikroorganisme ataupun hama. Sehingga dapat dihasilkan produk yang aman untuk dipasarkan. Sanitasi di PT. ISM Bogasari Flour Mills yang meliputi sanitasi bahan baku dan produk akhir, sanitasi peralatan dan mesin, sanitasi lingkungan produksi, sanitasi pekerja, dan sanitasi lingkungan pabrik.
1. Sanitasi bahan baku
Sanitasi bahan baku yang berupa gandum merupakan hal yang sangat penting karena akan berpengaruh terhadap produk akhir. oleh karena itu untuk menunjang sanitasi yang baik maka tempat penyimpan gandum yaitu silo selalu dibersihkan ketika sedang kosong. Pembersihan silo dilakukan oleh karyawan bagian wheat silo.
Caranya yaitu dengan mamasuki silo melalui lubang yang terletak ±3 meter dari dasar silo, silo dibersihkan dari debu dengan cara discrab mengunakan scrabber dan setelah itu di fogging, agar tidak mengkontaminasi gandum, gandum akan dimasukkan satu jam setelah fogging, hal tersebut dimaksudkan agar asap mereta terlebih dahulu selain itu tidak terjadi akumulasi zat kimia pada biji gandum (Ayus, 2004). 2. Sanitasi peralatan dan mesin
Peralatan merupakan salah satu bagian dari usaha sanitasi yang perlu dikendalikan. Karena peralatan berhubungan secara langsung dengan bahan baku yang diolah, maupun produk yang jadi, sehinggga beresiko menjadi penyebab kontaminasi, Dian (2008). Pembersihan peralatan dan mesin produksi dilakukan setiap hari, pembersihan bagian luar dari peralatan dan mesin dilakukan dengan menggunakan kemoceng dan hembusan udara
dengan selang udara yang bertekanan tinggi. Untuk pembersihan bagian dalam mesin dibersihkan menggunakan kemoceng. Untuk pembersihan ayakan menggunakan sikat berserabut besi dan sikat berserabut ijuk, sikat berserabut besi berfungsi untuk membersihkan tepung yang menempal pada ayakan dan membersihkan ayakan pada separator untuk menghilangkan offal yang tersangkut pada ayakan separator, sedangkan untuk sikat berserabut ijuk untuk membersihkan bagian bingkai ayakan. Tepung yang tertinggal diayakan selama pembersihan dikeluarkan bercampur dengan tepung yang jatuh dilantai. Tepung campuran dikumpulkan menggunakan alat pengepel dari kain atau sapu kemudian dimasukan kedalam karung dan dibuang melalui pipa pembuangan.
3. Sanitasi ruang produksi
Bangunan ruang produksi tepung terigu di Bogasari untuk mill AB dirancang berdasarkan perencanaan yang memiliki persyaratan teknis dan higienis sesuai dengan produk yang dihasilkan. Salah satu tujuan dari perencanan pembangunan dan desain ruangan produksi untuk mendukung kemudahan dalam proses pembersihannya. Desain dan bangunan lantai produksi di mill AB licin dan bersih, hal ini dimaksudkan agar memudahkan dalam pembersihan dan disudut lantai dibuat cekung selain memudahkan dalam pembersihan juga agar kotoran tidak tertinggal pada sudut-sudut lantai, sehingga tidak menimbulkan sumber cemaran yang lain. Pembersihan ruang produksi dilakukan setiap hari menggunakan alat pel dari kain dan dengan selang udara bertekanan yang tinggi.
4. Sanitasi pekerja
Pekerja memegang peranan penting pada kelancaran produksi supaya tidak menjadi kontaminasi pada produk yang dihasilkan sehinggga pekerja harus menyadari pentingnya sanitasi dan pelaksanaan dengan baik demi kelancaran proses produksi dan pencegahan pencemaran pada hasil produksi. Tercapainya spesifikasi hasil produksi sangat didukung oleh pelaksanaan sanitasi selama proses pengolahan (Dian, 2008).
Beberapa hal yang biasanya dilakukan oleh pekerja untuk mencegah terjadinya kontaminasi dari luar antara lain yaitu memakai sepatu pada saat bekerja, tidak melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pencemaran seperti merokok, makan, minum, dan makan pada saat diruang produksi, tidak menggunakan perhiasan pada saat bekerja, dan selama bekerja diruang produksi pekerja memakai perlengkapan yang sudah ditentukan. Perlengkapan yang digunakan pekerja antara lain airplug, masker, penutup rambut (topi). Untuk seragam yang dikenakan oleh pekerja mill berwarna putih, pembagian pakaian kerja dan perlengkapannya dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun (Dian, 2008).
5. Sanitasi lingkungan pabrik
Kebersihan pabrik merupakan faktor penting untuk menjaga citra dan mendukung kalancaran seluruh proses yang berlangsung di dalam pabrik. Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan pabrik maka PT. ISM Bogasari Flour Mills melakukan kerja sama dengan perusahaan yang bergerak dalam jasa cleaning service.
Daerah kerja jasa cleaning service meliputi ruas-ruas jalan-jalan yang terdapat dilingkungan pabrik, taman, daerah kantor, bagian produksi meliputi penyimpanan bahan baku, tempat pengolahan, tempat pengemasan, tempat penyimpanan produk, dan kantor bagian produksi.
Penjagaan kebersihan lingkungan perlu dilakukan setiap hari untuk menjaga kenyamanan dalam bekerja dan menciptakan kondisi higienis untuk menjaga kesehatan karyawan. Lingkungan yang bersih dan dilengkapi dengan adanya taman menciptakan suasana yang konduksif untuk bekerja sehingga karyawan menjadi nyaman dalam berkerja dan akan menigkatkan produktivitas kerja. Penjagaan kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan saja, namun seluruh karyawan Bogasari sehingga untuk menjaga kebersihan disediakan tempat sampah yang jumlahnya mencukupi. Selain itu petugas kebersihan juga lebih mudah untuk mengumpulkan sampah dan membuangnya ke tempat
sampah. Selain itu di lingkungan sekitar pabrik dilakukan pengasapan untuk membunuh nyamuk (Ayus, 2004).
BAB V