• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metafora Bercitra abstrak ke konkret

Metafora bercitrakan abstrak ke konkrit adalah mengalihkan ungkapan- ungkapan yang abstrak ke ungkapan yang lebih konkrit. Pengalihan ungkapan itu masih bersifat transparan tetapi dalam beberapa kasus penelusuran leksikal perlu dipertimbangkan untuk memenuhi metafora tertentu. Contohnya secepat kilat, bermakna ‘kecepatan yang luar biasa’, moncong senjata, bermakna ‘ujung senjata’, leher botol ‘bagian atas botol yang menyerupai leher’, dan lain lain.

Dari hasil penelitian diperoleh 14 klausa yang berisikan metafora jenis ini, antara lain.

(1) Tetapi tjakap angin sahadja... (data 1)

Kata tjakap (cakap) memiliki arti dasar (i) kembur : berkembur, mengembur; cakap ~ cakap angin (percakapan untuk menghabiskan masa sahaja), perbualan kosong; berkembur-kembur bercakap-cakap untuk menghabiskan waktu (sambil bersenda gurau dan sebagainya), berbual-bual kosong, berborak-borak(PRPM). Cakap angin dalam klausa (90) dapat disebut sebagai metafora bercitra abstrak ke konkret.

(2) Dan lagi se-kali2 tiada sunji diriku dari hal bersifat kekurangan dan kelemahan pada tiap2 masa...(data 6)

Kata sunji (sunyi) bermakna (i) tidak kedengaran sebarang bunyi (suara), hening, senyap: (ii) tidak berorang, kosong, lengang, sepi; (iii) bebas daripada, jauh (dari), lepas daripada: manusia di dalam dunia ini tidak ~ daripada tamak dan haloba; bahasa Melayu telah diajarkan dan dipelajari dengan lebih ghairah walaupun tidak ~ daripada masalah; (iv) rindu (akan); bersunyi, bersunyi- sunyimenjauhkan diri daripada orang ramai, mengasingkan diri, menyendiri: sengaja mereka pilih itu kerana mereka hendak ~-sunyi dan boleh berlamalama di situ(PRPM).

Dari empat arti kata sunji pada klausa (2) di atas, tak satupun secara semantis cocok ditempatkan dalam ujaran tersebut. Oleh sebab itu persyaratan metafora telah terpenuhi dan metafora jenis ini dapat digolongkan ke dalam metafora abstrak ke konkret.

(3) Istimewa pula tatkala beranakkan aku itu keadaannyabergantung dirambut sehelai, ...(data 15)

Kata bergantung memiliki arti (i) bersangkut, bergayut, berpaut; dagu bagai lebah ~ dagu yang cantik; (ii) bersandar (pada orang dan lain-lain), berharap pada pertolongan (orang dan lain-lain), di bawah pengaruh orang dan lain-lain: kehidupannya ~ pada belas kasihan Dato Ujang; pertumbuhan padi di kawasan Kerian ~ semata-mata pada hujan; ~ di ekor anjing (peribahasa) orang yang

hujung rambut (peribahasa) nasib yang tidak tetap; ~ kepada rambut sehelai (peribahasa) dalam keadaan yang amat berbahaya; ~ pada tali rapuh (peribahasa) mengharapkan pertolongan daripada orang dan lain-lain yang lemah; ~ tidak bertali, bersalai tidak berapi (peribahasa)(a) isteri yang ditinggalkan tetapi tidak diceraikan; (b) peri seorang gundik yang tidak sah. (PRPM).

Dalam konteks klausa (3) sepertinya makna kata bergantung (i)‘bersangkut’,‘bergayut’, ‘berpaut’ sangat tidak mungkin dapat dilakukan pada sehelai rambut. Oleh sebab itu frasa bergantung dirambut sehelaidapat dikategorikan sebagi metafora.

(4) Serta dengan keluh kesah, peluhnja berhamburan seperti mutiara...(data 16)

Kata benda peluh bermakna air yang keluar dari lubang-lubang seni pada kulit tubuh, keringat; ~ dingin (sejuk, seni) peluhyang sejuk ketika ketakutan atau sakit tenat; mandi ~ basah oleh peluh; berpeluh (1) mengeluarkan (mengalirkan) peluh, berkeringat; 2. = berpeluh-peluh bekerja kuat: mereka telah bersedia untuk ~ di luar masa kerja mereka; perpeluhan 1. perihal berpeluh; 2. penge- luaran (pembuangan) air atau wap oleh tumbuhan.(PRPM).

Dalam konteks klausa (4) butiran air keringat tidaklah sama seperti mutiara yang berwarna putih putih mutiara. Oleh sebab itu klausa ini dapat dinyatakan mengandung unsur metafora abstrak ke konkret.

(5) Aku menanggung seberat bumi dengan langit kasih ibu bapa itu...(data 17)

Kata bumi dan langit bermakna (1) bumi :(i) planet tempat manusia hidup; dunia; jagat: sampai sekarang orang; (ii) planet ke-3 dari matahari; (iii) permukaan dunia. (2) langit: ruang luas yang terbentang di atas bumi, tempat beradanya bulan, bintang, matahari, dan planet yang lain.( PRPM)

Dari kedua makna kata (bumi dan langit) tersebut di atas, sepertinya sangatlah tidak mungkin untuk bisa diukur berat bobot kedua nomina tersebut. Oleh sebab itu, klausa (5) dapat dikaregorikan klausa yang metaforis.

(6) Tetapi 'ilmu itu bukannja demikian; teramat teguh setianja dan lagi bertjahaja warna mukanja. (data 23)

Kata verba bertjahaja (bercahaya) memiliki makna : terang-benderang, cemerlang: ia mengenang-ngenang zaman ~nya;. kegemilangan keadaan bercahaya terang-benderang, kecemerlangan. Kata warna berarti (i) corak rupa seperti merah, hijau, biru; (ii) rona:dondon, ragi; (iii) ragam:corak, sifat, keadaan. Kata muka berarti ‘air muka, muka paras, roman’ (PRPM). Verba bertjahaya (bercahaya) dan ajektiva warna secara denotatif tidak tepat dipasangkan dengan nomina muka yang bermakna paras atau roman. Oleh sebab itu klausa (6) telah memenuhi unsur klausa yang metaforis.

(7) Melainkan djikalau hendak bertjakap dengan mereka itu bermain tangan sahadja, ...(data 28)

Verbabermainbermakna berbuat sesuatu untuk bersenang-senang atau untuk bersuka-suka; melakukan sesuatu untuk menyenangkan hati atau untuk berehat- rehat: Pergilah keluar ~, apabila kamu telah lama belajar. ~ bola; ~ catur. bermain-main (1) bersenang-senang atau bersuka-suka dengan melakukan sesuatu: Ketika ibu memasak di dapur, kami ~ di halaman. (2) tidak bersungguh- sungguh; hanya untuk berkelakar saja: Mereka itu ~ saja, bukan berkelahi sungguh-sungguh. memainkan (1) menggunakan sesuatu untuk bermain-main atau untuk bersuka-suka: ~ pedang(PRPM).

Dari makna yang diperoleh, verba bermain cenderung dilakukan untuk kesenangan dan biasanya menggunakan alat bermain. Tangan bukan alat bermain, sehingga klausa (7) dapat memenuhi kriteria klausa metaforis.

(8) Sebermula, adalah pada zaman itu dalam negeri Malaka terlalu mahal orang jang tau menulis dan mengarang barang suatu, ...(data 29)

Kata ajektiva mahal bermakna (1). tinggi harganya, lawan murah: kain jenis itu memang ~; (2). susah hendak mendapatnya, sukar, tidak mudah, jarang ada: dalam negeri Melaka terlalulah ~ orang yang tahu menulis dan mengarang barang suatu; ~ dibeli, sukar dicari = ~ tak dapat dibeli, murah tak dapat diminta (peribahasa) sesuatu yang sangat sukar diperoleh; memahalkan (i). membuat (menjadikan) mahal, menaikkan harga; (ii). meletakkan harga yang terlalu tinggi (lebih daripada sepatutnya), menghargai lebih daripada sepatutnya; (PRPM).

Dari makna ajektiva mahal yang ada, sepertinya makna (2) dapat berterima dalam konteks makna metaforis klausa (8), yakni mahal bermakna susah hendak mendapatnya, sukar, tidak mudah, jarang ada.

(9) Berbunji batu berbunjilah dia, sebab sudah kedapatan budi itu. ...(data 34)

Verba berbunyi pada klausa (9) bermakna (1). mengeluarkan bunyi, memberi bunyi: bertepuk sebelah tangan manalah boleh ~; genderang serunai pun ~lah; (2). bacaannya, isinya, lafaznya, ucapannya: surat itu ~ seperti berikut(PRPM);

Dari makna yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa batu sebagai benda padat tidak dapat berbunyi atau mengeluarkan bunyi dengan sendirinya kecuali dibenturkan dengan batu lainnya. Sama seperti makna (1) yang menyebutkan ‘memberi bunyi’. Oleh sebab itu dapat disimpulkan klausa (9) memenuhi unsur metaforis.

(10) Hudjan berbalik kelangit"...(data 40)

Kata hudjan (hujan) bermakna (1) air yang turun (menitik dengan banyaknya) yang terpeluwap daripada wap di atmosfera: pagi ini ~ turun dengan lebatnya; musim ~ = ketika ~ musim yang hujan selalu turun; 2. = hari ~ air sedang turun (menitik dengan banyaknya): apabila ~, banyak orang datang lambat ke pejabat; kalau ~ pertandingan bola itu tidak akan rancak lagi; 3. ki sepertihujan (banyak- banyak) datangnya dan lain-lain: ~ bom; ~ peluru; ~ wang; ~ abu a) abu yang

jatuh dengan banyak dari udara (apabila gunung berapi meletus dan lain-lain);.... (PRPM)

Dari makna (1) ‘air yang turun (menitik dengan banyaknya) yang terpeluwap daripada wap di atmosfera’ di atas jelaslah bahwa air hujan tidak bisa berbalik ke langit. Oleh sebab itu klausa (10) dapat dikategorikan sebagai klausa metaforis.

(11) Tiada berasa sebab terlalu sedih....(data 68)

Kata berasa mempunyai makna (1) mempunyai atau beroleh rasa (terutama yang dialami oleh badan): Kedua-dua tangannya ~ lenguh. (2) ada rasanya (manis, masin dan lain-lain). (3) mengalami rasa di dalam hati: ~ takut; ~ ngeri. Tiada

berasa berarti ‘tidakmempunyai atau beroleh rasa’ (terutama yang dialami oleh

badan)(PRPM). Terlalu sedih tidak mungkin tubuhnya sampai tidak berasa (mati rasa). Oleh karenanya klausa (11) dapat memenuhi unsur metaforis.

(12) Kapal itu sudah terbakar, habislah segala barang-barang jang di dalamnja, satupun tiada lepas, melainkan tuan Raffles lepas dua laki isteri dengan sehelai sepinggang sahaja. ...(data 94)

Kata lepas bermakna (1) bebas daripada ikatan ate dari tahanan; tidak bersangkut paut atau tidak bertalian lagi: Bagaimanapun ia meronta, tidak juga ~. (2) sudah terjadi atau sudah berlaku: Bahaya yang besar sudah ~. (3) sesudah selesai; sehabis: ~ menggosok gigi dan mandi, barulah dia minum. ~ diri tidak mahu melibatkan diri atau tidak mahu bertanggungjawab dalam sesuatu hal. ~ laku bebas melakukan sesuatu (biasanya tingkah laku yang tidak baik) tanpa

segan-segan. ~ pantang sesudah waktu berpantang. ~ sekolah sesudah bersekolah. ~ tangan a. tidak berpegang pada apa-apa (pada kemudi, pada selusur dan sebagainya). B. tidak masuk campur atau tidak bertanggungjawab dalam sesuatu hal. Berlepas 1 tidak terikat atau tidak tertambat lagi (bukan binatang). 2 pergi atau berangkat ke sesuatu tempat: Emaknya sudah ~ ke Mekah dengan kapal terbang. Melepas kecewa kerana tidak tercapai apa-apa yang dicita-citakan; hampa. Melepasi 1 menebus atau menunaikan (niat, janji dan sebagainya); membayar (hutang dan sebagainya).... (PRPM)

Dari makna kata lepas yang ada yang tersebut di atas, tidak ada satupun yang tepat makna dengan satupun tiada lepas dalam klausa (12), dengan demikian klausa tersebut telah memenuhi syarat metaforis.

(13) Melaju itu tiada boleh menghukum anak-anaknja serta dibiarkannja akan dia menghiru birukan rakjatnja...(data 175)

Verba menghiru-birukanbermakna ‘mengacaukan’, ‘merusuh’ (PRPM). Dalam konteks klausa (13) menghiru-birukan rakjatnja dapat dikategorikan sebagai metafora karena verba tersebut memiliki makna tidak hanya sekedar bermakna ‘mengacaukan’ atau ‘merusuh’ tetapi jauh lebih buruk dari kedua makna tersebut.

(14) Maka kurasai manisnja sekarang, terlebih dari pada segala

Kata perkara bersinonim dengan(1). Fasal: hal, perihal, pokok perbincangan, subjek, tajuk,cerita, soal, aspek, (2) kejadian: peristiwa, hal, insidens, kes…. (PRPM). Frasa perkara jang manisdapat dinyatakan sebagai metafora bercitra sinestesia sepanjang kata targetnya (manis) tidak selaras dengan kata sumber (perkara).

(15) Kita memetjahkan hatinja dan kita mengeluarkan ari- matanja?... (13)

Kata memetjahkan (memecahkan) bermakna (1) menjadikan pecah; merosakkan dan lain-lain hingga pecah: Siapa yang ~ piring itu? (2) menjadi berpisah-pisah atau bercerai-cerai; Mereka telah ~ harta itu kpd tiga bahagian. (3) membuat keputusan atau kepastian ttg sesuatu masalah; menyelesaikan: Bagaimana caranya hendak ~ soal pemogokan ini?. (PRPM). Kata memetjahkan tersebut tidak tepat bersanding dengan kata hatinya karena hati tidak dapat disamakan dengan benda-benda padat (makna 1 dan 2) atau permasalahan (makna 3). Oleh sebab itu kalimat (15) dapat disebut kalimat yang bermetaforis bercitra sinestesia.

4.1.1.4 Metafora Bercitra sinestesia atau pertukaran tanggapan/persepsi

Dokumen terkait